Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM K3 DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) Tolu Tamalika; Faizah Suryani; Rido Parlindungan
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 11 No. 1 Januari 2023
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v11i1.1024

Abstract

Abstrak:  Pada saat perawatan berkala di PT XYZ sangat banyak risiko yang bisa dihadapi pekerja yang bekerja. Untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan di tempat kerja maka diperlukan suatu manajemen risiko, kegiatannya meliputi identifikasi risiko, penilaian risiko, evaluasi risiko dan pengendalian risiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada perawatan peralatan menggunakan FMEA. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa risiko bekerja pada total 54 risiko pada penggantian stripper. Hasil analisis risiko yang didapat menggambarkan bahwa pada kegiatan penggantian stripper terdapat 27 risiko dengan tingkat risiko very high yaitu dikelompokkan ke dalam risiko terjatuh dari ketinggian, risiko ledakan akibat penggunaan las asetilin, terjatuhnya stripper saat proses penurunan, penggulingan, penegakan dan pengangkatan.Kata kunci: bahaya, FMEA, risiko, perawatan
Identifikasi Penyebab Kehilangan Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit Mahmud Basuki; Iing Pamungkas; Tolu Tamalika
Jurnal Optimalisasi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v9i1.7384

Abstract

PT. Y is a company engaged in the processing of fresh palm fruit bunches into Crude Palm Oil (CPO), and has a production capacity of 30 tonnes/hour. The CPO production system generally goes through a long process and there are several processes that are not optimal. One of the processes is pressing, where this process experiences a lot of oil loss. Oil loss experienced at PT. Y of 6.28 to 6.32 percent of total production. Therefore, it is important to identify the causes of oil loss in the pressing process so that it becomes a preventive measure and can reduce the percentage of oil loss during the production process. The purpose of this research is to identify the factors that cause CPO oil loss and to recommend solutions to minimize CPO oil loss in screw press machines using fishbone diagrams. A fishbone diagram is used to identify the root causes of problems in a process. The cause of the problem is often caused by five elements, namely Man, Method, Machine, Material, and Environment. Fishbone diagram is useful for finding the factors that cause a problem. The results obtained from the fishbone diagram are several factors that cause oil loss in the pressing process or in the screw press machine including machine factors, raw materials, humans, and method factors. Recommendations that can be implemented by companies include routine maintenance of screw press machines, both corrective maintenance and preventive maintenance, it is necessary to control the quality of fresh fruit bunches from the beginning of harvest until the fruit reaches the loading ramp station, and this requires training so that operators can better understand how to machine operation.
Analisis Penjadwalan Waktu Pekerjaan Proyek Poltekkes Jurusan Farmasi Tahap I dalam Perspektif Manajemen Proyek Tolu Tamalika; Indra Syahrul Fuad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.846 KB)

Abstract

Manajemen waktu dalam manajemen proyek (Project Management) sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa meninggalkan mutu hasil pekerjaan. Pengelolaan proyek secara sistematis diperlukan untuk memastikan waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan bila diperlukan lebih cepat dari waktu kontrak sehingga biaya yang dikeluarkan bisa memberikan keuntungan. Penjadwalan proyek dengan Network (Jaringan Kerja) terdapat dua metode untuk menggambarkan activity network diagram yaitu: (Hendrickson, C., & Tung, A. 2008). Activity on Arrow (AOA), yang mana kegiatan digambarkan pada garis panah (arrow) dalam hal ini node merupakan suatu peristiwa (event).Activity on Node (AON), yang mana kegiatan digambarkan pada node dalam hal ini garis panah (arrow) merupakan hubungan logis antar kegiatan. Selain itu juga beberapa metode yang telah ditemukan oleh para ahli yaitu Bar Chart atau dikenal dengan Gantt Chart yang pertama kali digunakan oleh Hendri L. Gantt dan Analisis Jaringan Kerja atau Network Analysis, selain itu juga ada beberapa metode yang telah digunakan dalam perencanaan penjadwalan proyek yaitu Critical Path Method (CPM), Kurva S atau yang dikenal dengan Hannum Curve yang pertama kali digunakan oleh Warren T. Hannum seorang perwira Zeni Angkatan Darat Amerika Serikat. Dalam penjadwalan proyek juga dibutuhkan Struktur Kerja yang dikenal dengan WBS (Work Breakdown Structure) yang dapat diketahui ruang lingkup kerjanya (Project Scope). Lingkup kerja sebuah proyek pada umumnya sangat besar, tentunya tidak akan rampung dalam sehari. Besarnya ruang lingkup tersebut tentunya. Dari hasil analisa Network tersebut didapat bahwa terjadinya lintasan kritis (Critical Path Method) pada kegiatan : C – D – F – H – J – L dengan waktu 22 minggu bila dilihat dari hasil network dan lintasan kritis (Critical Path Method) tersebut didapat bahwa waktu terpanjang pekerjaan Pondasi dan Pekerjaan beton bertulang selama 6 minggu dan 3 minggu. Dari hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa metode yang dipakai semuanya cocok untuk dilaksanakan hanya saja yang paling sering digunakan pada proyek – proyek konstruksi di Indonesia masih menggunakan metode Bar Chart dan S. Curve. Untuk metode lainnya hanya sebagai pembanding untuk membantu penjadwalan saja, bukan untuk pengambilan keputusan. Dikarenakan kelebihan dari S Curve dapat digabungkan dengan bar chart sehingga pengendalian proyek dapat dikontrol memalui S Curve. Hasil analisa perencanaan jadwal pekerjaan hasil akhirnya menggunakan Network menghasilkan waktu 22 minggu sama sepertinya halnya bila menggunakan Barchart. Hanya saja metode Network dapat menampilkan area Jalur Kritis (Critical Path Method). Sedangkan pada Work Breakdown Structure (WBS) hanya memperjelaskan ketergantungan antar organsasi dari organisasi yang paling atas sampai yang paling bawah.
ANALISIS PENGARUH REKAYASA NILAI TERHADAP PENJADWALAN DAN BIAYA PADA PEMBANGUNAN PUSKESMAS DI KAB. MUARA ENIM PROV. SUMATERA SELATAN Tolu Tamalika
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.358

Abstract

Rekayasa Nilai (Value Engineering) digunakan untuk mencari suatu alternatif-alternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang lebih baik / lebih rendah dari harga yang telah direncanakan sebelumnya. Pada pekerjaan pembangunan Puskesmas Baru Rambang ini terdapat item pekerjaan yang perlu di analisa kembali untuk mendapatkan penghematan, karena terdapat biaya yang tinggi pada beberapa item pekerjaan. Pada bagian dinding dilakukan rekayasa nilai dimana untuk dinding batu bata hanya dipasang pada dinding bagian luar. dinding bagian dalam menggunakan material calsiboard untuk sekat dengan rangka baja Hollow. Hasilnya terdapat selisih biaya pengehematan material sebesar Rp. 38,829,394.31,- atau 19.8 %. Pada bagian atap dilakukan rekayasa nilai dimana material penutup menggunakan atap asbes gelombang dengan rangka atap kayu, sedangkan bagian jurai dalam dan luar menggunakan bahan Asbes. Hasilnya terdapat selisih biaya pengehematan material sebesar Rp. 6,298,127.36,-. 14.7 %. Pada pekerjaan plapond, rekayasa nilai dengan menggunakan bahan calsiboard dari material gypsump. Hasilnya terdapat selisih biaya pengehematan material sebesar Rp. 15,920,506.46,- atau 11.6 %. Dari rekayasa nilai (Value Engineering) dan Penjadwalan Waktu Pelaksanaan didapat total biaya dari hasil analisa rekayasa nilai diperoleh penghematan biaya sebesar Rp. 61,048,028.13,- dan hasil penjadwalan ulang pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan dalam kurun waktu 98 hari kalender atau 14 minggu.
Analisis Penjadwalan Waktu Pekerjaan Proyek Poltekkes Jurusan Farmasi Tahap I dalam Perspektif Manajemen Proyek Tamalika, Tolu; Fuad, Indra Syahrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3685

Abstract

Manajemen waktu dalam manajemen proyek (Project Management) sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa meninggalkan mutu hasil pekerjaan. Pengelolaan proyek secara sistematis diperlukan untuk memastikan waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan bila diperlukan lebih cepat dari waktu kontrak sehingga biaya yang dikeluarkan bisa memberikan keuntungan. Penjadwalan proyek dengan Network (Jaringan Kerja) terdapat dua metode untuk menggambarkan activity network diagram yaitu: (Hendrickson, C., & Tung, A. 2008). Activity on Arrow (AOA), yang mana kegiatan digambarkan pada garis panah (arrow) dalam hal ini node merupakan suatu peristiwa (event).Activity on Node (AON), yang mana kegiatan digambarkan pada node dalam hal ini garis panah (arrow) merupakan hubungan logis antar kegiatan. Selain itu juga beberapa metode yang telah ditemukan oleh para ahli yaitu Bar Chart atau dikenal dengan Gantt Chart yang pertama kali digunakan oleh Hendri L. Gantt dan Analisis Jaringan Kerja atau Network Analysis, selain itu juga ada beberapa metode yang telah digunakan dalam perencanaan penjadwalan proyek yaitu Critical Path Method (CPM), Kurva S atau yang dikenal dengan Hannum Curve yang pertama kali digunakan oleh Warren T. Hannum seorang perwira Zeni Angkatan Darat Amerika Serikat. Dalam penjadwalan proyek juga dibutuhkan Struktur Kerja yang dikenal dengan WBS (Work Breakdown Structure) yang dapat diketahui ruang lingkup kerjanya (Project Scope). Lingkup kerja sebuah proyek pada umumnya sangat besar, tentunya tidak akan rampung dalam sehari. Besarnya ruang lingkup tersebut tentunya. Dari hasil analisa Network tersebut didapat bahwa terjadinya lintasan kritis (Critical Path Method) pada kegiatan : C – D – F – H – J – L dengan waktu 22 minggu bila dilihat dari hasil network dan lintasan kritis (Critical Path Method) tersebut didapat bahwa waktu terpanjang pekerjaan Pondasi dan Pekerjaan beton bertulang selama 6 minggu dan 3 minggu. Dari hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa metode yang dipakai semuanya cocok untuk dilaksanakan hanya saja yang paling sering digunakan pada proyek – proyek konstruksi di Indonesia masih menggunakan metode Bar Chart dan S. Curve. Untuk metode lainnya hanya sebagai pembanding untuk membantu penjadwalan saja, bukan untuk pengambilan keputusan. Dikarenakan kelebihan dari S Curve dapat digabungkan dengan bar chart sehingga pengendalian proyek dapat dikontrol memalui S Curve. Hasil analisa perencanaan jadwal pekerjaan hasil akhirnya menggunakan Network menghasilkan waktu 22 minggu sama sepertinya halnya bila menggunakan Barchart. Hanya saja metode Network dapat menampilkan area Jalur Kritis (Critical Path Method). Sedangkan pada Work Breakdown Structure (WBS) hanya memperjelaskan ketergantungan antar organsasi dari organisasi yang paling atas sampai yang paling bawah.
Improvement Performa Gudang Medium Mile dengan Menggunakan Value Stream Mapping Case Study: Warehouse Medium Mile di Kota Palembang Maryadi, Deri; Tamalika, Tolu; Ardaysi, Mukininatun; MZ, Hermanto; Azhari, Azhari
Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimbik.v3i1.360

Abstract

Gudang middle mile memiliki fungsi sebagai penghubung antara first mile dan last mile delivery [1]. Sebagai Gudang middle mile Palembang adalah Gudang besar penghubung untuk daerah sumatera selatan, Gudang ini memiliki SLA KPI yang kurang baik selama bulan November 2021- januari 2021 yaitu late picking, sending dan sorting sebanyak 2870 AWB. Setelah dilakukn define menggunakan Value Stream Mapping dan improvement menggunakan pendekatan re-layout dan Job leveling maka didapatkan perbaikan kesalahan yang terjadi pada bulan februari-april 2022 yaitu sebanyak 289 AWB. Dari hasil Value stream mapping future state didapatkan total waktu proses yang lebih baik setelah dilakukan perbaikan dengan menggunakan re-layout dan job leveling. Selain itu dalam penelitian didapatkan jika terdapat optimalisasi kebutuhan man power yang sebelumnya sebanyak lima orang menjadi empat orang.
SOSIALISASI PENERAPAN CONTINUOUS IMPROVEMENT (KAIZEN) PADA UMKM PERCETAKAN AL-TISYAH DI KOTA PALEMBANG Maryadi, Deri; Moulita, R.A Nurul; Suryani, Faizah; Azhari; Tamalika, Tolu
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v2i1.930

Abstract

Dalam menghadapi dinamika bisnis yang cepat dan kompleks, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor percetakan di Kota Palembang perlu mengadopsi pendekatan yang inovatif untuk meningkatkan daya saingnya. Salah satu pendekatan yang dapat diaplikasikan adalah Continuous Improvement atau Kaizen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai penerapan Kaizen pada industi UMKM percetakan di Kota Palembang serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kinerja dan keberlanjutan usaha. Melalui metode penelitian yang komprehensif, kami menganalisis praktik Kaizen yang diterapkan oleh UMKM percetakan, mulai dari konsep dasar hingga implementasi di lapangan. Fokus utama penelitian mencakup proses perbaikan yang dilakukan, kendala yang dihadapi, serta manfaat yang diperoleh oleh UMKM percetakan tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan jika sebelum dilakukan sosialisasi KAIZEN terhadap karyawan dan proses bisnis percetakan ditemukan lamanya proses pelayanan dan penyelsaian pesanan serta memberikan pengetahuan dasar tentang penerapan KAIZEN serta manfaatnya bagi industri UMKM percetakan ini.
Identifikasi Perawatan Mesin Press Hidrolik Dengan Menggunakan Metode FMEA dan FTA (Studi Kasus di Bengkel Cahaya Ilahi) Sidik, Jakpar; Andalia, Winny; Tamalika, Tolu
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 2 NO. 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v2i2.16629

Abstract

Selama ini bengkel cahaya ilahi belum mempunyai sistem perawatan sehingga membutuhkan waktu untuk mencari sumber masalah yang menjadi penyebab berkurangnya tekanan pada mesin press. Penelitian ini membahas tentang identifikasi perawatan mesin hidrolik dengan menerapkan metode Failure Mode And Effect (FMEA) dan metode Fault Tree Analysis (FTA) sebagai pelengkap dalam penelitian ini. Karna dalam operasionalnya mesin sering mengalami kendala kurangnya tenaga pada mesin press, kebocoran oli, bahkan mesin tidak berfungsi. Kerusakan tersebut mengurangi keandalan mesin, dan menghambat proses operasional. Selain itu yang sering mrnjadi penyebab terjadinya kerusakan dikarenakan perawatan atau maintenace yang kurang tepat sasaran dan juga dikarenakan belum adanya tindakan pencegahan dari kerusakan yang terjadi dan terus berulang. Penelitian ini menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis yang bertujuan menganalisadan mengevaluasi risiko terhadap kegagalan dalam tindakan perawatan. Penelitian ini juga menggunakan Metode Fault Tree Analysis dapat digunakan untuk menganalisa kegagalan sistem dari gabungan beberapa sub-sistem dan level yang dibawahnya dan juga kegagalan komponen.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN GULA AREN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY, PERIOD ORDER QUANTITY DAN FORECASTING PADA PABRIK KECAP CAP BULAN Aprilyanti, Selvia; Tamalika, Tolu; Atika Daliilah, Dea
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 14 No 2 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v14i2.9063

Abstract

Pabrik Kecap Cap Bulan telah berdiri sejak tahun 1984 dalam memproduksi kecap. Usaha Jaya kecap Cap Bulan ini dikelola dengan menggunakan kacang kedelai dan gula aren sebagai bahan baku utama. Perusahaan masih belum stabil dalam mengendalikan stok atau persediaan dan kurang efisiennya biaya yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, dilaksanakan penelitian ini yang bertujuan untuk meningkatkan pengendalian stok persediaan gula aren bagi Perusahaan sehingga lebih efektif dan efisien melalui penerapan analisis pengendalian persediaan metode Economic Order Quantity, Period Order Quantity (POQ) dan Forecasting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan pengendalian persediaan menggunakan metode EOQ menghasilkan biaya pengeluaran yang lebih efisien dibandingkan metode POQ. Dimana hasil perhitungan menunjukkan metode EOQ dalam pengadaan bahan baku gula aren, CV Usaha Jaya diperkirakan biaya persediaan sebesar Rp. 7.516.261,45 sehingga metode pemesanan bahan baku pada CV Usaha Jaya Kecap Cap Bulan sebaiknya dilakukan dengan metode EOQ.
Penerapan Metode Manajemen Proyek dengan Aplikasi POM QM pada Perusahaan Konsultan Konstruksi CV. Phitu Sima Palembang Tolu Tamalika; Deri Maryadi; Azhari; Yules Pramona; Amrillah Azrin; Mukminatun Ardaisi
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v2i2.867

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen proyek pada CV. Phitu Sima Palembang, sebuah perusahaan konsultan konstruksi yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan proyek konstruksi. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, metode manajemen proyek diterapkan dengan memanfaatkan aplikasi POM-QM sebagai alat bantu untuk perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek. Pendekatan ini melibatkan analisis kebutuhan perusahaan, pelatihan karyawan, serta pendampingan dalam implementasi aplikasi POM-QM pada beberapa proyek yang sedang berjalan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi waktu penyelesaian proyek, pengurangan biaya operasional, dan peningkatan kemampuan tim dalam menggunakan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan. Dengan hasil ini, diharapkan CV. Phitu Sima dapat mengoptimalkan kinerja manajemen proyeknya sehingga mampu meningkatkan daya saing perusahaan di industri konstruksi.