Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Pelayanan Dengan Mengunakan Metode SERVQUAL dan Quality Function Deployment di CV. Sartika Palembang Diky Wahyudi; Irnanda Pratiwi; Azhari; Tolu Tamalika
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 01 (2023): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i01.89

Abstract

The main needs of the nine basic commodities (groceries) that appear a lot in the Palembang area have made the competition between these sales service providers even tighter and this is one of the motivating factors for basic food sellers to improve service quality. To be able to determine the level of customer satisfaction and the level of gaps in the store, the researchers used the Service Quality (SERVQUAL) method. SERVQUAL is a method for identifying the level or level of service quality in a service industry which consists of five dimensions of service quality, namely reliability, assurance, tangibles, empathy and responsiveness by analyzing gaps. (gap) that occurs as a result of a discrepancy between consumer expectations and perceptions of the quality of service they receive. the level of customer satisfaction with the service at CV. Sartika Palembang using the SERVQUAL method found that the average gap is -0.40. This shows that according to consumer perceptions that the company's services still do not fully meet expectations. Priority for improving services for consumers through the House Of Quality (HOQ) matrix, such as companies investing in equipment with modern technology, maintenance of existing facilities must look good, companies must have accurate records, company physical facilities must look attractive, company employees must have knowledge and The company must have suitable and comfortable operating hours. Abstrak Kebutuhan utama Sembilan bahan pokok (sembako) yang banyak muncul di wilayah Palembang membuat persaingan antar penyedia jasa penjualan tersebut semakin ketat dan itu merupakan salah satu faktor pendorong bagi para penjual sembako untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk dapat mengetahui tingkat kepuasaan pelanggan serta tingkat gap yang terdapat di Toko, maka peneliti menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL). SERVQUAL merupakan metode untuk mengidentifikasi tingkat atau level kualitas pelayanan suatu industri jasa yang terdiri dari lima dimensi kualitas pelayanan yaitu kehandalan (reliabillity), jaminan (assurance), bentuk fisik (tangible), empati (emphaty) dan daya tanggap (responsivness) dengan menganalisa kesenjangan (gap) yang terjadi akibat ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan yang diterimanya. tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di CV. Sartika Palembang dengan menggunakan metode SERVQUAL didapatkan bahwa kesenjangan (gap) rata-rata yaitu sebesar -0.40. Hal ini menunjukan bahwa menurut persepsi konsumen bahwa pelayanan perusahaan masih belum memenuhi harapan secara penuh. Prioritas peningkatan pelayanan untuk konsumen melalui matriks House Of Quality (HOQ) seperti perusahaan melakukan investasi alat dengan teknologi modern, perawatan fasilitas yang ada harus tampak baik, perusahaan harus memiliki pencatatan yang akurat, fasilitas fisik perusahaan harus tampak menarik, karyawan perusahaan harus memiliki pengetahuan dan perusahaan harus memiliki waktu operasi yang sesuai dan nyaman.
Analisa kelayakan bisnis PLTS untuk Rumah Subsidi Tipe 36 (Studi kasus di kota Palembang) Deri Maryadi; Tolu Tamalika; Hermanto MZ; Febri Wongiawan
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 01 (2023): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i01.91

Abstract

Subsidized housing is a major need for the people of Indonesia, as a developing country, its people need subsidies to have decent housing. And in this journal a business feasibility analysis is carried out using the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) method in the context of subsidized housing development that integrates Solar Power Plants (PLTS) as an energy source. This study aims to evaluate the feasibility and potential benefits of using PLTS in subsidized housing development projects, especially in terms of sustainability, availability of affordable energy, and economic aspects. This study uses a comprehensive analysis, including a SWOT analysis, to evaluate internal and external factors that may affect project feasibility. The strengths and weaknesses analysis will highlight the advantages and limitations of implementing PV mini-grid, while the opportunities and threats analysis will consider external factors that can affect the success of the project. The results of this study reveal several important points. First, the use of PLTS in subsidized housing construction offers significant advantages in terms of environmental sustainability by reducing greenhouse gas emissions and dependence on fossil fuels. Second, although the initial investment required for PLTS installation can be a financial challenge, the use of PV mini-grid can result in long-term cost savings through reduced operational costs and dependence on conventional energy sources. Abstrak Rumah subsidi merupakan sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia yang sebagai negara berkembang masyarakatnya membutuhkan subsidi dalam memiliki perumahan yang layak. Dan dalam jurnal ini dilakukan analisis kelayakan bisnis menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dalam konteks pembangunan perumahan subsidi yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dan potensi manfaat dari penggunaan PLTS dalam proyek pembangunan perumahan subsidi, terutama dalam hal keberlanjutan, ketersediaan energi yang terjangkau, dan aspek ekonomi. Studi ini menggunakan analisis komprehensif, termasuk analisis SWOT, untuk mengevaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kelayakan proyek. Analisis kekuatan dan kelemahan akan menyoroti keunggulan dan keterbatasan implementasi PLTS, sementara analisis peluang dan ancaman akan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan proyek. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa poin penting. Pertama, penggunaan PLTS dalam pembangunan perumahan subsidi menawarkan keuntungan yang signifikan dalam hal keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kedua, meskipun investasi awal yang diperlukan untuk instalasi PLTS bisa menjadi tantangan keuangan, penggunaan PLTS dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang melalui pengurangan biaya operasional dan ketergantungan pada sumber energi konvensional.  
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA MESIN PENGGILING KARET MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENES DAN LIFE CYCLE COST Sri Utami, Ria; Andalia, Winny; Pratiwi, Irnanda; Tamalika, Tolu
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v15i1.9708

Abstract

PT XYZ Pallembalng merupalkaln sallalh saltu palbrik kalret yalng mengelolal kalret beku yalng aldal di Sumalteral Selaltaln. Sallalh saltu mesin yalng memiliki kerusalkaln relaltif tinggi dibalndingkaln mesin lalinnyal aldallalh mesin penggiling kalret yalng merupalkaln sallalh saltu mesin utama yalng mendukungl keseluruhaln proses produksi. Permasalahan yang terjadi adalah menurunnya produktivitas produksi sebesar 30 % selama 5 bulan terakhir di karenakan kurangnya sistem perawatan yang baik. Selain itu, selama 3 bulan terakhir pergantian alat pada mesin penggiling karet terjadi sebanyak 6 kali. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas kinerja mesin penggiling karet dengan menggunakan metode overall equipment efeectiveness (OEE) dan metode life cycle cost (LCC). Dalri halsil perhitungaln metode overalll equipment effectiveness (OEE) diperoleh nilali raltal-raltal 80,00 %, untuk periode Jalnualri-September 2022 yang mana nilai tersebut malsih dibalwalh stalndalr ideall. Proses produksi yang lambat disebabkan oleh downtime mesin produksi dan proses maintenance pada mesin. Kenaikan maintenance cost di tahun ke-10 mengalami kenaikan 26%.
Aplikasi Penjadwalan Proyek dengan PDM (Precedence Diagram Method) pada Pekerjaan Konstruksi di CV. Wahyu Jaya Persada Konsultan Palembang Tolu Tamalika; Azhari; Indra Syahrul Fuad; Amrillah Azrin; Mukminatun Ardaisy
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v3i1.1053

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen proyek pada CV. Wahyu Jaya Persada Konsultan Palembang melalui penerapan metode penjadwalan proyek berbasis Precedence Diagram Method (PDM). Selama ini, perusahaan menghadapi kendala dalam pengendalian waktu proyek akibat belum digunakannya metode penjadwalan yang sistematis, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan konstruksi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan teori dan praktik PDM, serta pendampingan dalam pembuatan jaringan kerja proyek menggunakan perangkat lunak Microsoft Project. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan PDM mampu memberikan visualisasi yang lebih jelas terhadap hubungan ketergantungan antar aktivitas, identifikasi jalur kritis proyek, serta estimasi durasi total proyek secara lebih akurat. Mitra merespons positif kegiatan ini dan menyatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh sangat bermanfaat dalam merencanakan dan mengendalikan proyek ke depan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan CV. Wahyu Jaya Persada Konsultan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan waktu proyek dan meminimalkan risiko keterlambatan. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata akademisi dalam menyelesaikan permasalahan di dunia industri lokal
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN PERAWATAN ALAT BERAT WHEEL LOADER DENGAN METODE AGE REPLACEMENT DAN METODE GARIS LURUS (Studi Kasus PT. Rachmat Kelantan Sakti) M. Yazid Ridho; Hermanto Emzed; Tamalika, Tolu; Nefo Alamsyah
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 12 No.1 Januari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v12i1.451

Abstract

Abstrak: PT Rachmat Kelantan Sakti (RKS) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyewaan alat-alat berat untuk oil & gas operation seperti vacuum truck, crane, trailler dan peralatan-peralatan berat lainnya yang digunakan di dalam kegiatan drilling maupun pelayanan operasi dan telah berpengalaman dalam melayani beberapa kartu pengawasan yang berada di Sumatera Selatan. sehingga kegiatan perawatan dan pemeliharaan perlu dilakukan dengan baik dan dijadwalkan agar tidak mengganggu kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Metode Age Replacement sangat cocok untuk diterapkan karna dengan perhitungan menggunakan Metode waktu Age Replacement perusahan dapat menentukan interval waktu pada komponen yang kritis. Metode yang digunakan untuk analisa data adalah Metode Age Replacement dan Metode Garis Lurus digunakan dengan alasan untuk mempermudah untuk menghitung interval waktu penggantian pencegahan dan menghitung nilai Mean Time To Failure (MTTF), kemudian dilakukan pengolahan data untuk mengidentifikasi umur dari alat berat wheel loader dan untuk menilai produktifitas umur pakai alat berat wheel loader tersebut. Dengan demikian dapat diperoleh bahwa alat berat wheel loader tersebut layak atau tidak layak untuk digunakan.
IMPLEMENTASI QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) ANGKRINGAN DI KOTA PALEMBANG Maryadi, Deri; Tamalika, Tolu; Moulita, R.A. Nurul; P.O Sianipar, Togar; Suhendra
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 12 No.2 Juli 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v12i2.714

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), such as angkringan in Palembang City, face the challenge of enhancing product and service quality to meet rising customer expectations. Addressing this challenge is essential for maintaining competitiveness and ensuring business sustainability. This study aims to apply Quality Function Deployment (QFD) as a method to help angkringan MSMEs improve customer satisfaction and enhance business agility. By employing both qualitative and quantitative approaches, QFD is integrated into the angkringan's business processes. This involves identifying customer needs, translating these needs into specific product characteristics, and aligning them with production processes. The House of Quality (HoQ) analysis identifies several key areas for improvement, such as expanding the customer parking area, increasing seating capacity, and diversifying food product offerings. Implementing these recommendations is expected to make the angkringan a preferred choice among loyal customers, even as new angkringans emerge in Palembang.
Digitalisasi Desain Teknik: Sosialisasi dan Pelatihan Autodesk Inventor di SMK Satria Nusantara (SN) Imam Akbar; Dewi Rawani; Akbar Teguh Prakoso; Tolu Tamalika; Ahmad Malik Abdul Aziz; Yules Pramona Zulkarnain
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v2i1.606

Abstract

Penggunaan teknologi CAD (Computer-Aided Design) dalam pendidikan kejuruan menjadi sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia industri yang semakin maju. Autodesk Inventor, salah satu software CAD yang populer, memberikan kemampuan bagi siswa untuk merancang, memvisualisasikan, dan mensimulasikan produk mekanik dalam bentuk 3D. Penelitian ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan Autodesk Inventordi SMK Satria Nusantara dan mengukur dampaknya terhadap pemahaman dan keterampilan siswa dalam desain teknik. Metode penelitian yang digunakan meliputi beberapa tahap: persiapan dan perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan penilaian, serta tindak lanjut dan konsultasi. Tahap persiapan melibatkan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi pelatihan, dan koordinasi dengan pihak sekolah. Pelaksanaan sosialisasi mencakup pembukaan, penyampaian materi, dan latihan praktik. Evaluasi dilakukan melalui tugas, kuis, dan penilaian hasil kerja siswa, serta umpan balik dari siswa dan guru. Tindak lanjut berupa dukungan teknis, penyediaan sumber daya tambahan, dan kolaborasi dengan industri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan siswa setelah mengikuti sosialisasi. Sebelum sosialisasi, sebagian besar siswa memiliki pemahaman dan keterampilan yang rendah dalam menggunakan Autodesk Inventor. Setelah sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman siswa dalam kategori "Sangat Baik" dan "Baik" sebesar 50%. Keterampilan praktik siswa juga meningkat, dengan 55% siswa berada dalam kategori "Baik" dan "Sangat Baik". Umpan balik dari siswa dan guru sangat positif, menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini relevan dan bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi siswa. Sehingga sosialisasi penggunaan Autodesk Inventor di SMK Satria Nusantara efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam desain teknik. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan fasilitas teknologi di sekolah, integrasi pembelajaran CAD dalam kurikulum, dan kolaborasi lebih lanjut dengan industri untuk memperkuat kompetensi siswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.
Application of Failure Mode and Effect Analysis and Reliability Centered Maintenance in Preventive Maintenance of Vehicle: Application of Failure Mode and Effect Analysis and Reliability Centered Maintenance in Preventive Maintenance of Vehicle Fauzan Muhammad; Faizah Suryani; Tolu Tamalika; Moulita, Nurul; Maryadi, Deri
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 02 (2023): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i02.421

Abstract

Sistem bahan bakar merupakan sistem yang cukup krusial bagi suatu kendaraan. Kerusakan pada salah satu komponennya dapat menyebabkan mesin tidak dapat beroperasional sebagaimana sistem operasionalnya mengingat fungsinya yang sangat penting pada kendaraan. Resiko kerusakan pada sistem bahan bakar dapat diminimalkan dengan menganalisa potensi kerusakan yang akan terjadi serta melakukan penjadwalan perawatan terhadap komponen yang ada. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat dikombinasikan guna menentukan komponen yang diprioritaskan untuk diperbaiki dalam jadwal perbaikan sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak kerusakan yang terjadi secara berulang. Hasil penelitian melaporkan bahwa pompa distribusi dan penyaring bahan bakar diprioritaskan dalam tindakan perbaikan sistem bahan bakar. Tindakan perawatan yang dapat dilakukan terhadap pompa distribusi dan penyaring bahan bakar adalah dengan melakukan tindakan pencegahan kerusakan melalui identifikasi sistem bahan bakar dan langsung melakukan perbaikan atau penggantian komponen jika ditemukan sebuah kerusakan. Rekomendasi yang diberikan terkait jadwal pemeriksaan yang dilakukan secara berkala terhadap pompa distribusi bahan bakar adalah setiap 180 hari sedangkan penyaring bahan bakar setiap 120 hari sehingga konsep perawatan berkala pada sistem bahan bakar mobil dapat terealisasi.
OPTIMASI WAKTU PELAKSANAAN PADA MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKKES JURUSAN FARMASI TAHAP 1 DENGAN METODE CPM DAN PERT Agus Marwan; Ganda Anderson; Tolu Tamalika; Deri Maryadi; Mukminatun Ardaysi
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.681

Abstract

Penelitian ini membahas tentang optimasi waktu pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekes Jurusan Farmasi tahap 1 menggunakan Metode CPM dan PERT,dimana pelaksanaan pembangunan di PT. Mulia Nicosalti di Palembang ini terlambatnya waktu penyelesaian yang mengakibatkan meningkatnya biaya proyek dari dana yang disediakan. Maka dari itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana percepatan waktu pelaksaan pekerjaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekkes Jurusan Farmasi Tahap 1 serta dapat mengetahui percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan agar menjadi suatu catatan keberhasilan bagi pelaksana (kontraktor) dalam penyelesaian pekerjaan, serta mengetahui waktu yang cepat dan efisien dengan aplikasi ilmu Manajemen Proyek yang kemudian dapat diaplikasikan di lapangan. Dengan membandingkan kedua metode tersebut dihasilkan data bahwa dengan menggunakan Metode CPM menghasilkan durasi penyelesaian proyek yang lebih cepat. Durasi yang dibutuhkan untuk menyesaikan proyek dengan Metode CPM adalah 22minggu dan dengan Metode PERT 25 minggu atau tingkat harapan dari peluang pekerjaan sebesar 79,12%.dariwaktu pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekes Jurusan Farmasi tahap 1.
Perbaikan Kualitas Pelayanan Pada Bagian Pengiriman Barang Dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma Piaggi, Maxsyh; Andalia, Winny; Tamalika, Tolu
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.138-145

Abstract

Pada industri jasa penerapan manajemen kualitas telah menjadi kebutuhan pokok utama. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi tingkat pengajuan klaim yang disampaikan konsumen. PT. Sicepat ekpress merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa yaitu sebagai perusahaan distribusi barang.dalam pengirimannya sering mengalami keterlambatan. Faktor penyebab permasalahan yang sering terjadi di PT. Sicepat Ekpress adalah barang Criss cross dengan frekuensi kejadian yang sering terjadi yaitu mencapai 3580 unit dengan persentase 56,9% dari total defect, untuk permasalahan Bad addres yaitu sebanyak 2273 unit dengan persentase 37,8% dari total defect, untuk permasalahan paket hilang yaitu sebanyak 165 unit dengan persentase 2,7% dari total defect, untuk permasalahan Broken yaitu sebanyak 156 unit dengan persentase 2,6% dari total defect. Dari hasil pengolahan data, menunjukan bahwa bedasarkan table nilai Six Sigma, PT. Sicepat Ekspress  berada pada level 3,96 atau bisa dikatakan pada level 3σ dengan nilai rata-rata DPMO yaitu 6.867,09 setiap satu juta kiriman. Dari hasil nilai DPMO dan nilai Sigma tersebut dapat diketahui adal 4 jenis faktor yang mempengaruhi defect yaitu: Man, Peralatan, Methode dan Environment yang perlu mendapatkan perbaikan