Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Penjadwalan Ulang Proyek Power House pada Rumah Sakit dengan Metoda PERT, CPM dan Fishbone Diagram (Studi Kasus Pada Kontraktor Di Kota Palembang) Tamalika, Tolu; Maryadi, Deri; MZ, Hermanto; Fuad, Indra Syahrul; Alamsyah, M. Nefo
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.019

Abstract

Penjadwalan Proyek yang efektif dan efesien merupakan target yang ingin dicapai oleh semua perusahaan kontraktor. Dengan waktu proses yang pendek menjadi indikator service yang baik terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan (Maryadi, 2021).  Dalam Studi ini dilakukan untuk mengatur waktu penjadwalan ulang pekerjaan pada Proyek Bangunan Power House pada Rumah Sakit dr.Rivai Abdullah Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang sedang berlangsung dengan menggunnakan metode Critical Path Metode, PERT (Program Evaluation Review and Technic) dan Fishbone Diagram. Dimana diperoleh hasil analisa yaitu: 1. didapatkan 5 jalur kritis pekerjaan dengan durasi waktu pekerjaan yang lama yaitu selama 19 minggu dari hasil metode CPM. 2. PERT (Program Evaluation Review and Technic) dari jadwal sebelumnya selama 22 minggu, ini didapatkan bahwa pekerjaan paling lama dilaksanakan adalah selama 20,87 minggu dan paling cepat adalah 18,83 minggu dengan probabilitas sebanyak 97,5 % pada waktu penyelesaian 20,87 minggu dan 85,00% pada waktupenyelesaian 18,83 minggu 3. Hasil analisa terakhir merupakan analisa kenapa terjadinya keterlambatan yang terjadi dalam proyek tersebut dengan menggunakan Fishbone Diagram. Dari hasil analisa terlihat jika penjadwalan proyek power house tersebut memiliki potensi keterlambatan pekerjaan jika terus dilakukan dengan menggunakan penjadwalan yang sekarang serta usulan perbaikan yang ada.
PENERAPAN METODE AGE REPLACEMENT PADA USULAN JADWAL PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN DUMP TRUCK DI PT. BSE BAYUNG LENCIR Dio, Alfhand Dian; MZ, hermanto; tamalika, tolu
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v6i1.19871

Abstract

The mobility of the course of the production process of a mining company will increase if the means of transportation used are better. PT BSE Bayung Lencir as a provider of Dump truck transportation equipment has three fleets, including the Dump trucks of Renault, Scania and Mercy. In the Dump truck fleet there are many that are damaged so that they cannot operate and cause losses, both in terms of repair costs and due to the non-operation of the fleet. The Dump truck brand that experienced the most damage was the Mercy brand with 34 cases. Therefore, it is necessary to plan a preventive maintenance schedule for Dump truck engines so that PT BSE Bayung Lencir's consumer needs can be met and the costs incurred can be kept to a minimum. The stages in the research began with collecting data, analyzing data using the Age Replacement Method. after treatment with the AgeReplacement method, the right treatment time to do is every 24 days at a cost of Rp. 16,726,146, - the cost before determining the treatment time is Rp. 24,500,000, - thus the profit earned is Rp. 7,773,854, - So the company can make savings of 31%.
OPTIMASI MANAJEMEN WAKTU DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT KOTA MUARA ENIM Tolu Tamalika; Azhari; Hermanto; M. Nefo Alamsyah; Togar P.O.S.
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 14 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v14i1.1710

Abstract

Manajemen waktu yang efektif merupakan faktor penentu keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini mengaplikasikan Precedence Diagram Method (PDM) untuk melakukan penjadwalan dan analisis jalur kritis pada Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Kota Muara Enim. PDM dipilih karena kemampuannya memodelkan ketergantungan logis antar aktivitas yang kompleks dan paralel secara lebih ringkas tanpa memerlukan aktivitas dummy. Berdasarkan data kuantitatif dari dokumen lelang dan laporan kemajuan proyek, dilakukan perhitungan forward dan backward pass untuk menentukan earliest start, latest finish, dan float setiap aktivitas. Hasil analisis mengidentifikasi total durasi proyek selama 25 minggu dan menemukan sembilan aktivitas kritis (B, D, F, K, O, P, Q, R, S) yang membentuk jalur kritis. Temuan ini mengonfirmasi bahwa, meskipun menghasilkan durasi proyek yang sama dengan metode Barchart konvensional, PDM memberikan keunggulan signifikan dalam memvisualisasikan dan menganalisis jalur kritis. Identifikasi ini menjadi alat pengendalian vital bagi manajer proyek untuk memprioritaskan pengawasan dan mengantisipasi potensi keterlambatan. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan PDM memberikan kerangka penjadwalan yang lebih bernuansa dan strategis untuk optimasi waktu dalam manajemen proyek konstruksi.
Analisis Keterlambatan Proyek Terhadap Kinerja Sdm Dan Biaya Dengan Pendekatan Pert Tolu Tamalika
CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/capital.v9i2.23459

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi sering menyebabkan peningkatan biaya, penurunan produktivitas, serta menurunnya efisiensi pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlambatan waktu pekerjaan terhadap kinerja sumber daya manusia dan biaya proyek dengan menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) pada proyek Rumah Susun (RUSUN) di Kota Palembang. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumentasi proyek untuk memperoleh data terkait jadwal, kinerja tenaga kerja, serta biaya pelaksanaan. Metode PERT, yang dilengkapi dengan analisis korelasi dan regresi, digunakan untuk menentukan probabilitas durasi proyek, jalur kritis, serta variasi biaya akibat keterlambatan waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu penyelesaian proyek diperkirakan selama 43,01 hari dengan biaya normal sebesar 12,1 miliar rupiah, estimasi optimis sebesar 6,4 miliar rupiah, dan pesimis sebesar 17,7 miliar rupiah. Jika durasi proyek diperpanjang menjadi 48 minggu, biaya meningkat menjadi 23,4 miliar rupiah, dengan estimasi keuntungan sebesar 1,8 miliar rupiah. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode PERT efektif dalam menganalisis durasi serta efisiensi biaya proyek. Kecukupan sumber daya manusia meningkatkan profitabilitas, sedangkan kekurangan tenaga kerja dan kendala lapangan menyebabkan keterlambatan dan kerugian proyek.
Lean Six Sigma and Business Analytics Integration: A Systematic Literature Review Deri Maryadi; Tolu Tamalika; Abdul Rochim; Adi Fitra; Azhari
Journal of Applied Management and Business Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Applied Management and Business (JAMB) - July
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/jamb.v7i1.1386

Abstract

Aims - This study aims to present a novel and comprehensive mapping of the integration between Lean Six Sigma (LSS) and Business Analytics (BA) through a systematic review of publications from 2020 to 2025, and to develop a conceptual LSS–BA framework based on four analytical layers. Methodology - This study employed a PRISMA-guided Systematic Literature Review with a two-stage approach: 20 Q1–Q2 journal articles were analyzed to map general Lean Six Sigma trends, while 10 selected articles were examined in depth to identify Business Analytics integration and data-driven practices. Findings - The review reveals that LSS implementation remains highly dependent on traditional DMAIC tools and methods, while the use of advanced analytical approaches such as machine learning, predictive analytics, and text mining is still limited, particularly in the Analyze and Control phases. Digital integration appears only in a small proportion of the reviewed studies. Research Limitations - The main limitations include the lack of detailed quantitative evidence in existing publications and the uneven adoption of BA practices across LSS studies. These findings imply the need for stronger empirical validation and broader digital transformation in continuous improvement initiatives. Originality - This study offers original value by providing a structured synthesis of recent LSS–BA research and proposing a four-layer conceptual framework that can guide future development of data-driven and prescriptive process improvement systems.
ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH MENGGUNAKAN METODE ANOVA Rafi Gunawan; Faizah Suryani; Tolu Tamalika
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 14, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas air bersih berdasarkan parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS) serta kandungan logam besi (Fe) dan mangan (Mn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai masing-masing parameter kualitas air, menilai kesesuaiannya dengan standar baku mutu air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 serta menganalisis perbedaan kualitas air antar cabang distribusi menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA). Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian laboratorium pada 20 titik distribusi yang tersebar di empat cabang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai pH berkisar antara 6,7–7,6, TDS antara 421–494 mg/L, kandungan Fe antara 0,2–0,3 mg/L, dan Mn antara 0,06–0,10 mg/L, yang secara umum masih berada dalam batas baku mutu. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan kualitas air yang signifikan antar cabang distribusi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kualitas air secara umum memenuhi standar, tetap terdapat variasi kualitas air yang perlu mendapat perhatian melalui pengawasan dan pengelolaan distribusi secara berkelanjutan.