Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN KEMBALI (REUSE) SAMPAH ANORGANIK UNTUK PELENGKAP DESAIN INTERIOR DI LAHAN SEMPIT, KELURAHAN KALIANYAR Resky Annisa Damayanti; Susy Irma Adisurya; Asih Retno Dewanti; Suci Nanda
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.852 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i1.6107

Abstract

Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia. Pengelolaan sampah yang baik diharapkan mampu mengurangi dan menangani sampah. Kelurahan Kalianyar Kecamatan Tambora dikenal dengan wilayah pemukimannya yang padat. Tidak bisa dipungkiri sampah-sampah yang dihasilkan oleh warganya pun menumpuk setiap harinya meski Lurah setempat telah menyediakan Bank Sampah. Adapun sampah anorganik yang menjadi fokus kali ini dikarenakan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat terurai, sebagai contohnya yaitu sampah kotak sisa kemasan makanan dan karton. Dengan mengadakan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan kembali (reuse) sampah kepada warga di sekitar kelurahan Kalianyar, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk alternatif terbaik karena dengan cara reuse atau pemanfaatan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya, maka produksi sampah dapat dikurangi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini juga dirasakan bermanfaat bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK dalam mengelola interior rumah tinggalnya yang umumnya berada di lahan sempit sekitar kelurahan Kalianyar sehingga pengorganisasian peralatan rumah tangganya menjadi lebih efisien dengan memanfaatkan kembali sampah anorganik tersebut untuk storage/tempat penyimpanan secara vertikal atau digantung
PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN MENGHIAS STOPLES BEKAS MENJADI TEMPAT AKSESORIS Susy Irma Adisurya; Resky Annisa Damayanti; Asih Retno Dewanti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.491 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i2.7444

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu bagian dari tri darma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kali ini, tim dosen dari Program Studi Desain Interior memberikan pelatihan tentang upaya pemanfaatan material bekas, berupa stoples plastik bekas kemasan kue kering dan limbah kain perca, menjadi produk fungsional berupa tempat aksesori sekaligus elemen dekorasi interior. Metode yang digunakan dalam program ini dimulai dengan survei lokasi dan wawancara, yang dilanjutkan dengan  metode demonstrasi (peragaan) oleh instruktur pada saat pelaksanaan. Para peserta yang terdiri dari para pramuniaga toko di Pasar Tebet Barat, kemudian mempraktikkan apa yang sudah dicontohkan oleh instruktur. Peserta juga dibekali dengan pemahaman dan pengarahan tentang berbagai aspek desain seperti: komposisi bentuk, proporsi, ukuran, teknik yang dipakai dan komposisi warna. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini kemudian disusun dalam bentuk artikel ilmiah yang bersifat deskriptif kualitatif. Dari hasil kegiatan pelatihan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun dengan latar belakang pendidikan yang terbatas, para peserta dapat mengikuti program ini dengan baik dan mampu menerapkan teori-teori desain yang telah dijelaskan, sehingga menghasilkan produk baru yang memiliki nilai estetis, fungsional, dan bernilai jual.
PEMANFAATAN KAIN PERCA DENGAN TEKNIK QUILT MENJADI PRODUK BARU YANG BERNILAI JUAL Asih Retno Dewanti; Susy Irma Adisurya; Resky Annisa Damayanti; Atridia Wilastrina; Meyka Septira Utami Putri; Putri Vania Elizabeth
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.479 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v3i1.7621

Abstract

Salah satu alternatif dalam mengurangi limbah adalah dengan menerapkan 3R (Reuse, Reduce and Recycle) yaitu menggunakan kembali, mengurangi dan mengolah kembali dari limbah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari setiap mahluk hidup. Tetapi tidak semua juga hal tersebut dapat dilakukan. Seperti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM Mono dengan judul ‘Pelatihan Pemanfaatan Kain Perca dengan Teknik Quilt menjadi Produk Baru yang Bernilai Jual’ dimana dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang dilakukan secara daring. Masyarakat sasaran adalah beberapa teman Ikatan Alumni SMP Tarakanita  IV dengan lintas angkatan. Beberapa teman alumni yang selama pandemi  Covid -19 ini terpaksa melakukan aktivitas dari rumah saja sangat antusias untuk mengikuti kegiatan PKM walau secara daring. Pelatihan pemanfaatan limbah kain dengan teknik Quilt secara manual sangat mudah diikuti dan menggunakan modul bentuk Segitiga     ; Kotak     dan Lingkaran. Kegiatan ini diharapkan selain dapat mengisi waktu luang juga dapat menambah wawasan untuk memanfaatkan limbah kain menjadi produk baru yang bernilai jual.
KAIN PERCA DALAM APLIKASI QUILT ONDEL-ONDEL MENJADI PRODUK BARU YANG BERNILAI ESTETIS DAN JUAL Asih Retno Dewanti; Atridia Wilastrina; Erlina Novianti; Layla Nurina KI; Vanessa Vidia Ardyharini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.517 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v4i1.9822

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul ‘Pemanfaaatan Kain Perca dalam Aplikasi Quilt Motif Ondel-ondel Guna Peningkatan Nilai Jual Estetis’ dengan peserta Mitra TIM PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) di RW 07 Jl. Dukuh II No. 6, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan mengusung 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). Peserta mitra merupakan masyarakat yang berpotensi untuk ikut serta pelatihan yang mengusung ikon Betawi yaitu ‘Ondel-ondel’ dalam bentuk aplikasi dekorasi kain perca dengan teknik quilt menjadi produk baru berupa placemate dan sarung tangan untuk masak. Metode penjahitan dilakukan secara manual. Hasil dari kegiatan ini diharapkan peserta pelatihan akan dapat mengisi waktu luang mereka yang lebih panjang karena masa Pandemi Covid-19 menghasilkan produk yang bernilai jual, sehingga dapat menambah pemasukkan dan secara tidak langsung meningkatkan  Usaha Mikro Kecil dan Menengah di RW 07 ini
Aplikasi Ondel-ondel Ikon Betawi menjadi Produk Baru dengan Teknik Quilt Asih Retno Dewanti; Ariani Ariani; Erlina Novianti
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.3.2289-2298.2022

Abstract

Dimasa pandemic Covid-19 berdampak terpuruknya kondisi ekonomi hamper di seluruh lini masyarakat, untuk itu kegiatan PKM Mono ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan sharing pengetahuan dengan Teknik quilt menjadi produk yang bernilai jual. PKM Mono Semester Genap Th. Akademik 2021-2022 dengan Judul ‘Aplikasi Ondel-ondel  Ikon Betawi  menjadi Produk Baru dengan Teknik Quilt’ dilaksanakan pada minggu 27 Maret 2022 di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Jati Bersinar, yang berada di Taman Ketang-ketang, Rawamangun, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur dengan masyarakat Mitra adalah kelompok ibu-ibu Jumantik dari RT 01/RW 011. Diharapkan kegiatan ini menambah wawasan tentang pemanfaatan limbah perca untuk dapat dimanfaatkan Kembali menjadi produk baru dengan mengangkat lokal konten Ikon Betawi yaitu ‘Ondel-ondel’ dalam bentuk dekoratif dengan Teknik seni ‘Quilt’. Kegiatan ini nantinya dapat menjadi salah satu sumber pemasukkan bagi peserta Mitra dan juga dapat sebagai kegiatan bersosialisasi yang bermanfaat  mengusung ekonomi kreatif kelompok ibu-ibu Jumantik untuk meningkatkan kesejahteraan bagi peserta Mitra yang juga ibu rumah tangga. Kegiatan PKM Mono ini juga merupakan program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat menjadi perpanjangan tangan Pemerintah daerah Wilayah Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur dan khususnya RT 01/ RW 011.
Kajian Estetika Fotografi Urban “#JakartaBelumHabis” Karya Chris Tuarisa Erlina Novianti; Silviana Amanda Tahalea; Asih Retno Dewanti
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 19, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v19i1.7582

Abstract

ABSTRAKFotografi urban adalah fotografi yang dilakukan dengan pendekatan urban life. Fotografi urban mengacu pada kehidupan dalam lingkup perkotaan. Salah satu fotografer yang menghasilkan karya fotografi urban adalah Chris Tuarisa. Karya-karya yang dihasilkan merupakan visualisasi masyarakat urban, tetapi juga memperlihatkan kawasan perkotaan dari sisi masyarakat menengah kebawah yang tidak dapat dipungkiri juga merupakan bagian dari masyarakat urban. Fotografer dapat menceritakan sisi lain dari isu perkotaan yang belum pernah dilihat oleh sebagian masyarakat Jakarta sendiri, karya foto Christ Tuarisa sekaligus menjadi kritik untuk pemerintah untuk dapat menyelesaikan isu perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memaknai dan membaca karya Chris Tuarisa menggunakan teori estetika fotografi. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat menganalisa lebih dalam sisi lain tampilan foto urban karya Chris Tuarisa dalam estetika fotografi. Adapun metode yang digunakan adalah metode studi kasus, peneliti akan menggunakan karya foto dari hasil karya fotografer Chris Tuarisa. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa teori estetika merupakan teori yang tepat untuk digunakan untuk menganalisa sebuah foto, karena teori estetika dapat menantu spektator menaknai sebuah foto secara lebih dalam. Karya Chris Tuarisa bercerita mengenai kesenjangan sosial yang besar dalam keseharian masyarakat Jakarta, sekaligus menjadi kritik bagi pemerintah agar dapat memberikan solusi untuk permasalahan tersebut. Aesthetic Study of Urban Photography “#JakartaBelumHabis By Chris Tuarisa. Urban Photography has become a part of photography genre that can be carried out with an urban life approach. Urban photography is related to urban space and  activity. One of the photographers doing urban photography is Chris Tuarisa. His works are visualizations of urban society, from the perspective of the middle and low class society as part of urban community. Chris’ works showing highlight about other side of urban issues that some people in Jakarta may have never see., Upon a closer examination, Christ Tuarisa's photographic work is actually a form of criticism addressed to the government to point out the urban issues. The purpose of this research is to interpret and comprehend the context of Chris’s works using the aesthetic theory of photography. The aim of this research is to study and analyze other perspectives from the visualization of urban photos by Chris Tuarisa using photographic aesthetics theory profoundly. The method used was a case study method. The conclusion of this study is that aesthetic theory is an applicable theory to analyze photography, because aesthetic theory can give the spectator a deeper interpretation and signification of the photo. Chris Tuarisa's works tell stories about the social gap in the daily life of Jakarta’s citizen, as well as being a criticism for the government to be able to provide solutions to these problems. 
Peningkatan Kreativitas Generasi Z dalam Memanfaatkan Limbah Kayu Sebagai Mosaik pada Produk di Kampung Kedung Halang Serikat, Cilebut Barat, Jawa Barat Ariani Ariani; Awang Eka Novia Rizali; Erlina Novianti; Silviana Amanda Aurelia Tahalea; Asih Retno Dewanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9391

Abstract

Hingga saat ini, masih terdapat generasi Z di Kampung Kedung Halang Serikat yang belum mendapat arahan untuk terlibat dalam kegiatan yang menstimulasi perkembangan kreativitas mereka. Sebagian besar dari mereka menggunakan waktu senggang untuk berinteraksi sosial dalam lingkup virtual, termasuk di media sosial, bermain game, dan aktivitas lain yang tidak lepas dari gadget atau gawai. Merujuk pada kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), yang diprakarsai oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti, memutuskan untuk mengadakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi kreativitas di kalangan generasi Z, dengan memanfaatkan limbah kayu yang mudah dijumpai di sekitar mereka. Materi yang diberikan disesuaikan dengan karakteristik mereka, yakni merancang mosaik dari potongan-potongan kayu menjadi pola estetik pada berbagai produk, dengan mempertimbangkan warna dan ukuran tertentu. Metode yang ditempuh adalah dengan melakukan eksperimen pada tahap persiapan, serta metode parsipatori dan pendampingan selama pelatihan. Partisipan terdiri dari lima individu muda berusia 15 hingga 22 tahun. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 April dan 06 Mei 2023 ini menghasilkan 2 meja, 2 gantungan baju, dan 1 cermin. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat mengasah kreativitas dan meningkatkan produktivitas, sehingga stigma yang melekat pada generasi Z yang dianggap tidak dapat lepas dari internet dan gadget (gadget freak), dapat tergeser dengan aktivitas kreatif yang mereka hasilkan.The substantial presence of Generation Z residing in Kampung Kedung Halang has not been channeled towards activities that foster their creative potential. They spend their free time socially interacting in the virtual world, including on social media, playing games, and other activities that cannot be separated from their gadgets. Referring to this condition, the Community Service team initiated by the Faculty of Art and Design (FSRD) Universitas Trisakti decided to hold a training aimed at enhancing the creative potential of Generation Z by utilizing wood waste that is easily found in their environment. The materials given are adjusted to their characteristics, which entail designing mosaics from wooden pieces into aesthetic patterns in various products, considering specific colors and sizes. The methodology involved experimentation in the preparation stage, participatory methods, and guidance during the training. The participants consisted of five young individuals aged 15 to 22 years. On April 25 and May 6, 2023, activities were carried out, producing two tables, two hangers, and one mirror. The knowledge and skills they acquired are expected to sharpen their creativity and productivity, shifting the stigma attached to Generation Z as being inseparable from the internet and gadgets (gadget freaks) to the creative activities they produce. 
ONCE UPON A TOWN : VISUALISASI RUANG HIJAU JAKARTA DALAM FOTO MONTASE AKAN MENGHASILKAN KARYA FOTOGRAFI MONTASE : ONCE UPON A TOWN: VISUALIZING JAKARTA'S GREEN SPACES THROUGH PHOTOMONTAGE PHOTOGRAPHY Silviana Amanda Aurelia Tahalea; Erlina Novianti; Asih Retno Dewanti; FX. Damarjati
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i2.18483

Abstract

Penelitian penciptaan karya Once Upon a Town : Visualisasi Ruang Hijau Jakarta dalam Foto Montase akan menghasilkan karya fotografi montase yang merupakan visualisasi dari imajinasi penulis mengenai konsep kota hijau. Teknologi fotografi merupakan alat rekam, representasi dan re-imagining citra kota. Visualisasi fotografi merupakan sarana yang dinamis untuk menangkap keadaan kota. Citra atau imaji merupakan bayangan visual yang menghadirkan kembali sebuah gambar atau karya fotografi baik yang merupakan refleksi kenyataan maupun refleksi fantasi seorang fotografer. Terdapat banyak pendekatan untuk menghadirkan sebuah karya fotografi salah satunya montase yang merupakan gabungan dari beberapa foto atau gambar atau campuran dari  keduanya yang menghasilkan sebuah gambar baru untuk melukiskan gagasan yang berkaitan (Rusli  Dosen Jurusan Fotografi et al., 2016). Jakarta sebagai Kawasan urban merupakan kota yang beragam, mulai dari kelas sosial, suku, ras, agama dan profesi yang berbeda-beda, hadir di Jakarta.  Kepadatan penduduk Jakarta membuat ruang hijau yang mempunyai peran penting yaitu sebagai paru-paru kota dan ruang berinteraksi menjadi hampir tidak tersedia. Berdasarkan laman informasi DKI Jakarta, luas ruang hijau di Jakarta hanya 5.18 persen dari presentasi minimum yaitu 20 persen. Konsep kota hijau, sustainable city, smart city sekarang ini sudah banyak dicanangkan akan tetapi implementasinya tidak begitu signifikan, seperti apa visualisasi dari konsep kota hijau  tidak terlihat secara gamblang dalam tata kota Jakarta. Oleh karena itu, penting untuk memvisualisasikan kembali betapa pentingnya ruang hijau dalam keseharian masyarakat Jakarta. Salah satu cara untuk memvisualisasikan kembali pentingnya ruang hijau di Jakarta adalah melalui foto montase. Dalam foto montase, gambar-gambar yang diambil dari beberapa sumber digabungkan menjadi satu gambar yang lebih besar dan menarik. Tujuan penciptaan karya fotografi ini adalah visualisasi dari  imajinasi penulis mengenai penerapan konsep kota hijau dalam kehidupan urban Kota Jakarta dengan pendekatan fotografi montase. Metode  penelitian yang digunakan adalah Metode kualitatif deskriptif. Penulis akan mencari literasi data dan data lapangan tentang deskripsi dan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai      sifat-sifat, fakta-fakta tentang kota hijau. Analisis data akan menjadi dasar visual foto montase. Hasil dari foto montase ini dapat menginspirasi masyarakat Jakarta untuk memperhatikan dan menjaga ruang hijau yang ada di sekitarnya, serta membangun ruang hijau baru di tempat-tempat yang memungkinkan.
PENGEMBANGAN PERALATAN TERPADU STERILISASI ALAT PELINDUNG DIRI (APD) COVID-19 Murwonugroho, Wegig; Burhanudinnur, Muhammad; Rinanti, Astri; Nilotama, Sangayu Ketut Laksemi; Dewanti, Asih Retno; Setiadi, Virginia Suryani; Nugrahadi, Gihon; Wilastrina, Atridia; Maulani, Mustamina
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 6, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9533

Abstract

Petugas kesehatan sebagai garda depan dalam penanganan pasien Covid-19 memerlukan perlindungan dari risiko terpapar virus. Seusai menjalankan tugasnya, para petugas medis melakukan tindakan sterilisasi diri dengan cara memasuki arena disinfectant chamber, membungkus hazmad sekali pakai untuk dibuang dan mengembalikan APD (Alat Pelindung Diri) lain dalam wadah yang telah tersedia untuk dicuci kembali. Namun demikian terlihat fasilitas yang tersedia belum nampak optimal, dan terlihat kumuh. Sehingga beberapa APD yang akan dikenakan kembali beresiko terpapar virus COVID-19.  Selain itu beberapa peralatan yang memungkinkan dipakai kembali tercampur, resiko hilang, dan kacamata resiko patah atau kaca lebih buram. Alhasil APD para petugas mulai menipis.Latar belakang ini menjadi alasan pentingnya dirancang fasilitas sterilisasi yang terpadu. Kegitaan dilakukan di RSUD Pademangan, Jakarta Utara merupakan salah rujukan pasien COVID-19. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan seperangkat alat terpadu sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) yang efektif dan praktis.  Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Design Thinking, yang terdiri atas emphatize, define, ideate, prototype, dan testing. Hasil penelitian ini adalah peralatan terpadu steriliasi APD Covid-19 yang terdiri atas disinfectan chamber, bak penampugan APD, ozone chamber, dan almari kompartemen dua arah. Berdasarkan serangkaian pengujian, hasilnya adalah: 1) disinfectant chamber dapat bekerja dengan baik. Ini ditandai oleh: disinfectant chamber dapat menyemprot secara otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan cairan optimal, bak penampung untuk menampung sisa cairan berfungsi dengan baik, dan kontruksi lebih ergonomis. 2)  bak penampungan berfungsi dengan baik (mudah dibuka untuk diambil dan dibersihkan, dan terbagi sesuai kelengkapan APD. 3) ozone chamber memenuhi kriteria keberhasilan. Indikasinya adalah  ozon chamber menyemprot otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan asap optimal, terdapat bak penampung yang menampung sisa cairan ozon, dan konstruksi lebih ergonomis. 4)  Nilai inovasi dari almari dua kompartemen solutif bagi masalah dan memenuhi kebutuhan petugas medis. Pencapaian ini disebabkan oleh berfungsinya semua fitur sebagaimana dalam desainnya. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peralatan sterilisasi APD Covid-19 dalam penelitian ini efektif dan layak untuk digunakan, utamanya untuk membersihkan diri dan APD petugas medis. Oleh sebab itu, produk peralatan sterilisasi dalam penelitian ini pantas untuk diproduksi secara massal dan dipergunakan di berbagai pusat layanan kesehatan.
TRANSFORMING THE SHAPE OF THE BETAWI ONDEL-ONDEL AND GIGI BALANG ICONS USING THE QUILT APPLICATION TECHNIQUE: THE ALUMNI COMMUNITY OF TARAKANITA IV MIDDLE SCHOOL Asih Retno Dewanti; Zoya Natalia Kasim; Tasya Wira Cahyani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i10.9940

Abstract

Community Service Activities are an extension of the Regional Government's efforts to introduce the creative economy to the community so that they can become economically independent. The Faculty of Fine Arts and Design took part by carrying out a PkM entitled Transformation of the Betawi Icon 'Ondel-ondel' and the Lisplang 'Gigi Balang' Shape for Tarakanita IV Alumni, Rawamangun - Jakarta who had entered retirement age. This activity utilizes fabric waste from the remainder of the Home Sewing industry to be reprocessed into new forms that have aesthetic value and sold using the Quilt Technique with the resulting products being chair cushion covers and Placemats. The aim of this activity can be an effort to fill free time during retirement while still being able to socialize by doing something that can become a business opportunity and increase income