Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Empowerment

Penyuluhan Makanan Jajanan Sehat dan Tidak Sehat Bagi Pedagang,Guru dan Siswa SD di Kabupaten Bangka Wardani, Erika Fitri; Yuanita, Yuanita; Kurnia, Feni
Community Empowerment Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.812 KB) | DOI: 10.31603/ce.v4i1.2648

Abstract

Kegiatan PKM ini dilatarbelakangi oleh adanya makanan atau jajanan tidak sehat yang dijual/dijajakan pada kantin sekolah dan lingkungan luar sekolah. Berdasarkan obeservasi awal, hal ini juga ditemukan pada beberapa sekolah yang terdapat di kabupaten Bangka tepatnya di kecamatan belinyu. Adapun beberapa contoh jajanan yang disediakan pada kantin tersebut yaitu: mie, bakso tusuk, sosis tusuk, gorengan, dan jajanan bungkusan. Kegiatan PKM penyuluhan ini menggunakan metode penyampaian materi melalui ceramah, tanya jawab dan demonstrasi yang melibatkan beberapa pihak sebagai peserta diantaranya: 1) Pedagang merupakan penyediaan makanan atau jajanan sekolah, 2) Siswa yang merupakan konsumen, dan 3) Guru yang merupakan pemangku kebijakan terutama untuk pengawasan. Sehingga tujuan yang diharapkan melalui kegiatan penyuluhan ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada pedagang, guru dan siswa agar mereka dapat membedakan mana makanan jajanan yang sehat dan makanan jajanan tidak sehat, untuk membangun dan memberikan pengetahuan bagi pedagang, guru dan siswa tentang dampak makanan jajanan tidak sehat sehingga diharapkan mereka peduli dengan kesehatan, untuk memberikan kesadaran bagi guru di sekolah agar dapat mengontrol makanan jajanan yang dijual pedagang di kantin maupun diluar kantin sekolah, dan menggerakkan pedagang agar dapat menjual makanan jajanan yang sehat, bersih dan bergizi bagi siswa di sekolah. Pada kegiatan ini juga dihasilkan kerjasama pihak sekolah dan puskesmas, serta kampus sebagai penyelenggara dengan harapan kegiatan akan rutin dilaksanakan pada sekolah lainnyaya masyarakat dalam kelompok tani/pedagang ikan. Publikasi kegiatan dan hasil olahan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial
Empowerment of women farming group of Ketapang village through black turmeric agropreneur Rindu Handayani; Feni Kurnia; Sujadi Priyansah
Community Empowerment Vol 7 No 5 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.562 KB) | DOI: 10.31603/ce.6334

Abstract

The PKK Team of Ketapang Village was given training on producing black turmeric agropreneurs in an effort to improve the standard of living of the inhabitants of Pangkalarang Hamlet. Agropreneurship is described as a commercial activity whose primary product is agro-based, whether it is conducted off-farm (for example, marketing) or on-farm (for example, farming) (eg cultivation business). This development activity aims to provide an alternative for women, particularly housewives, to be able to make use of their spare time by cultivating black turmeric and becoming an agropreneur who can market the turmeric cultivation's results, thereby improving their living standards and reducing their reliance on the sea's results. Socialization, acquisition of seeds, fabrication of organic fertilizer, transfer of shoots to pots, and supply of e-commerce services are some of the methods used. The result of this activity is that the PKK Pangkalarang is able to produce black turmeric independently and sell it both offline and online.
Eco-friendly feed innovation: An effective strategy to reduce fish mortality rates in Central Bangka Priyansah, Sujadi; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Sembiring, Juhardi; Arif, Maulana; Kurnia, Feni; Syafutra, Randi; Adibrata, Sudirman; Lingga, Rahmad
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10673

Abstract

Former tin mining land (known locally as camoy or kulong) has the potential to be utilized as fish cultivation land. Kulong possesses potential for fish farming due to its age, which supports the availability of trophic minerals essential for fish life. Fish farmers frequently encounter problems with disease outbreaks and mortality caused by pathogens, leading to low production yields. Improving the quality of the cultivation environment, including reducing sedimentation from commercial feed, is one solution to mitigate fish diseases and mortality. This community service aims to provide training on environmentally friendly feed for fish farmers through training and mentoring in its application. The program successfully enhanced the partners' ability to produce cost-effective (organic) environmentally friendly feed from agricultural waste (oil palm kernel meal, dregs, bran), which demonstrably improved the quality of the cultivation environment, reduced fish diseases and mortality, and has the potential to increase the quality and quantity of fish production.