Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendekatan Media Alternatif untuk Mendukung Pendidikan Seks yang Komprehensif Bagi Anak Puspitaningtyas, Isna Hanny; Mutahir, Arizal; Rizkidarajat, Wiman; Pandu Primadata, Ankarlina
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6307

Abstract

Keberadaan pendidikan seks seringkali dianggap sebagai hal yang tabu. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat tidak terbuka terhadap fenomena yang bisa berdampak pada banyak hal. Sepanjang mempunyai dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, maka pendidikan seksual harus disajikan dalam bentuk yang komprehensif. Tujuan penelitian ini berupaya menelusuri persoalan pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa. Proses tersebut nantinya menjawab pertanyaan bagaimana kondisi pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa, untuk selanjutnya dibuat media pembelajaran alternatif yang komprehensif. Menggunakan metode kualitatif, artikel ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan para pendiri, fasilitator dan orang tua di Sekolah Hompimpaa. Artikel ini berlandaskan keprihatinan penulis terhadap kebingungan orang tua dalam menyikapi tumbuh kembang anak seiring berkembangnya arus informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Hal ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena sosial yang merugikan generasi mendatang. Pemanfaatan media berupa Kokoru dan cerita anak dapat menjadi alternatif pendidikan seksual yang melibatkan sinergi antara orang tua, anak dan fasilitator di sekolah.
Analisis Teori Filosofi Uang dalam Film ‘Orang Kaya Baru’ dengan Pendekatan Wacana Kritis Teun Van Dijk Azahra, Aulia; Kartika, Natalia Sekar Dinda; Rossandy, Gaby; Litasari, Yeni; Shihabfaisal, Najwa; Madani, Faril Insan; Wahyu Aji, Marselinus; Rizkidrajat, Wiman
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JISHI - Desember 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.199

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi uang sebagai elemen sosial dan budaya dalam film Orang Kaya Baru karya Ody Harahap. Dengan pendekatan Wacana Kritis Teun Van Dijk dan teori Philosophy of Money oleh George Simmel, kajian ini mengungkap bagaimana uang memengaruhi perilaku individu serta hubungan sosial dalam keluarga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data utama berupa film dan literatur pendukung sebagai data sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa uang berperan tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai simbol nilai yang mampu membentuk karakter, perilaku, dan dinamika hubungan keluarga. Film ini memberikan kritik terhadap kapitalisme dengan menyoroti efek hedonisme dan konsumerisme terhadap interaksi sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa uang berfungsi sebagai sumber konflik moral, sekaligus menjadi refleksi nilai-nilai sosial dalam masyarakat modern.
Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi Kesakralan Tokoh Paranormal Ed dan Lorraine Warren pada Film The Conjuring 2: The Enfield Poltergeist Ramadhan, Novan; Hariyadi, Hariyadi; Mutahir, Arizal; Rizkidarajat, Wiman
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JISHI - Desember 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.208

Abstract

Fenomena supranatural sering diangkat sebagai tema dalam film horor dengan menghadirkan karakter pemuka agama dan paranormal sebagai melawan kekuatan gaib. Penelitian ini membahas representasi kesakralan paranormal Ed dan Lorraine pada film The Conjuring 2: The Enfield Poltergeist yang berbeda dari banyak film horor lain dengan memperlihatkan keberhasilan melawan makhluk. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes melalui teori representasi Stuart Hall berupa encoding dan decoding. Hasil penelitian menunjukkan proses encoding dalam film ini mengkodekan pesan kesakralan melalui perpaduan elemen spiritual meliputi simbol religius Salib dan doa, serta kemampuan supranatural, seperti retrokognisi, clairvoyance, dan demonologi. Sementara, decoding memberikan ruang bagi audiens untuk menginterpretasi pesan yang disampaikan dalam film terkait kesakralan. Penelitian ini berkontribusi pada studi representasi dengan menunjukkan bagaimana elemen sakralitas dipadukan dalam penggambaran karakter paranormal. Perpaduan ini memperkaya kompleksitas cerita dalam genre horor serta membuat masyarakat memahami penggambaran unsur sakralitas pada media hiburan kontemporer. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap sakralitas pemuka agama dan paranormal dalam film horor serta studi perbedaan lintas budaya, agama, dan tradisi dalam memengaruhi representasi sakralitas dalam film horor.
Korean street food in contemporary Indonesia: Glocalization in a semi-medium city Mutahir, Arizal; Chusna, Aidatul; Rizkidarajat, Wiman; Taufiqurrohman, Muhammad; Makhasin, Luthfi
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jsd.v19i2.2024.182-198

Abstract

Korean street food in Indonesia is part of the ‘Korean Wave’ (hallyu) that hit Indonesia in the early 2010s. It is not difficult to find Korean street food in Indonesian cities. Korean street food has become part of urban culture in Indonesia. This research aims to analyze the existence of Korean street food in Indonesia using the concept of glocalization according to Roland Robertson. This research also analyze the glocalization of Korean street food in the local context in the form of halal Korean street food so that it is accepted and consumed by Indonesian people. This study uses a qualitative method with a case study approach as a research strategy. Data collection was carried out by means of observation, interviews, and documentation. The result of this study has shown that through various forms of glocalization, Korean street food has become part of Indonesian society. Korean street food has carried out relative syncretism of food through a process of particularization as universalization. This process is carried out by adopting the halal concept in Korean street food. The results of this research contribute to understanding the glocalization of street food in adopting the halal concept.
Melacak Lokasi Risiko dalam Transisi Pemuda Menuju Dewasa di Purwokerto: Sebuah Kajian Literatur Wiman, Rizkidarajat Wiman; Sabrina, Laila; Nabila, Aisha Cahyarani
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.13467

Abstract

ABSTRAK Pemuda sering kali menjumpai “perjalanan zig-zag” dalam memasuki masa adulthood dalam hidupnya. Perjalanan tersebut terjadi ketika pemuda berupaya untuk bergerak menuju tahapan adulthood melalui konversi modal sosial yang didapatkan melalui pendidikan tinggi untuk memperoleh pekerjaan yang layak atau sesuai. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan letak konsep risiko menurut Beck dalam proses transisi yang dilakukan oleh pemuda di Purwokerto, Indonesia. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data primer dalam artikel ini adalah 4 artikel yang diterbitkan oleh penulis pada tahun 2023-2024 dengan tema pemuda dan risiko tidak tuntasnya proses pendidikan tinggi, pemuda dan risiko kerja digital, serta pemuda dan risiko karya kreatif dalam ranah seni kontemporer. Temuan dari artikel ini adalah bahwa risiko transisi pemuda menuju masa dewasa dapat ditemukan pada kegagalan pendidikan tinggi untuk terhubung dengan “jenis pekerjaan yang layak”, yaitu jenis pekerjaan baru yang melibatkan ruang baru yang disebut ruang digital dan pekerjaan kreatif pemuda. Temuan ini membuktikan bahwa premis Beck mengenai timbulnya risiko global terbukti Kata Kunci: Pemuda, Kerja Digital, Kerja Kreatif, Masyarakat Risiko, Indonesia. ABSTRACT Young people often encounter zig-zag journey to entering adulthood stage in their life. After finishing their stage from higher education, it is common that young people transform into an adult through the mechanism of work. This article aims to show the location of the concept of risk according to Beck in this transition process carried out by young people in Purwokerto, Indonesia. The method used in this article is descriptive qualitative with a literature study approach. The primary data sources in this article are 4 articles with the themes of young people and the risks of incomplete higher education process, young people and the risks of digital work and young people and the risks of creative work in the realm of contemporary arts. The findings of this article are that risks within the young people transition into adulthood can be found within the failure of higher education to connect with “proper kind of work”, the new type of work that involving new space called digital space and the creative work of young people. This finding proofed that Beck’s premise regarding the global generation of risk is proven. Keywords: Young People, Digital Work, Creative Work, Risk Society, Indonesia
Peran Komunitas Seni Mural Soloissolo dalam Pembentukan Ruang Publik di Surakarta Sandriani, Salmanissa Trishagita; Hariyadi, Hariyadi; Rizkidarajat, Wiman
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 1 (2025): JUPIN Februari 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.572

Abstract

Mural sebagai salah satu bentuk seni jalanan berperan penting untuk memperkuat identitas tempat serta berperan untuk pembentukan ruang publik di perkotaan. Tidak hanya digunakan untuk mengindahkan wilayah perkotaan, kehadiran mural juga menciptakan pemaknaan bagi tiap-tiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran dari komunitas seni SOLOISSOLO dalam menciptakan ruang publik baru di Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan data yang didapatkan melalui wawancara mendalam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa mural tidak hanya digunakan untuk menambah nilai estetika, namun juga sebagai media komunikasi yang mendorong partisipasi masyarakat. Selain itu, mural juga digunakan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali ruang publik. Penelitian ini memberikan kebaruan bahwa seni publik khususnya seni mural dapat menjadi upaya untuk revitalisasi suatu kawasan yang berkelanjutan dan memberikan dampak yang luas pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Penguatan Nilai-Nilai Multikulturalisme: Strategi Efektif Meningkatkan Toleransi dan Mencegah Konflik Sosial di Kalangan Siswa SMA MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas Julianti, Shinta; Nursetiyawati, Puri Septiana; Rizkidarajat, Wiman
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak suku, agama, ras, dan budaya yang beragam. Jika tidak dikelola dengan baik, keragaman ini dapat menyebabkan konflik sosial, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program sosialisasi penguatan nilai-nilai multikulturalisme dan toleransi bertujuan meningkatkan kesadaran multikulturalisme dan mengurangi kemungkinan konflik sosial di kalangan siswa sekolah menengah atas, khususnya dalam kegiatan ini yang menjadi sasaran yaitu siswa SMA MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif, yang melibatkan siswa dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program sosialisasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang multikulturalisme, meningkatkan toleransi, dan mengurangi kemungkinan konflik sosial. Maka dari itu, pendidikan multikultural sangat penting untuk membangun generasi muda yang inklusif dan harmonis.
Transisi dari Pendidikan Tinggi Menuju Pekerjaan pada Mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Ilmu Politik FISIP Universitas Jenderal Soedirman Rizkidarajat, Wiman; Sobibatu Rohmah, Neneng; Wardhianna, Sotyania
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JPTI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.837

Abstract

Pemuda bertransisi menuju tahap dewasa melalui dua medium yaitu pendidikan tinggi dan kerja. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di universitas, pemuda berupaya untuk mengkonversi modal sosial yang didapat melalui pendidikan menjadi pekerjaan yang layak dan linear. Namun, pada era kapitalisme tingkat lanjut, proyeksi tersebut seringkali tidak berjalan lurus dan terjadi “zig-zag journey.” Artikel ini membahas proses transisi yang dialami pemuda sebagai mahasiswa di Jurusan Sosiologi dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman. Kebaruan artikel ini terletak pada pertama cara membaca proyeksi transisi pemuda dengan mengaitkan pemberian kurikulum di pendidikan tinggi sebagai cara memperoleh modal sosial menuju pekerjaan pasca pendidikan tinggi dan kedua dalam membaca transisi pasca pendidikan tinggi dikaitkan dengan linearitas, kapitalisme tingkat lanjut dan “zig-zag journey”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan review literatur. Sumber data utama adalah dokumen kurikulum tahun 2020 dan tracer study dari Fakultas tahun 2022. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa tiga parameter transisi mahasiswa setelah lulus kuliah yang didapat dari olahan data tracer study menunjukan arah yang maju untuk menuju tahapan dewasa. Meskipun demikian ketika melihat faktor-faktor yang berpengaruh terhadap transisi pemuda menuju dewasa di luar pendidikan tinggi, masih terdapat kemungkinan yang sangat besar yang membuat para pemuda terjebak “zig-zag journey”.
Music and Women's Fight Against Gender Injustice in Voice of Baceprot’s 'PMS' Lyrics Rakhmat Agung Pramadani; Arizal Mutahir; Wiman Rizkidarajat
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ye06qg96

Abstract

Music, as a form of literature, can serve as a medium for critiquing social phenomena, including gender inequality. The gender inequality experienced by women is extremely detrimental and has a negative impact on them. Voice of Baceprot, a hijab-wearing female metal band from Garut, West Java, is one of the musicians who use their song lyrics to deconstruct the phenomenon of gender inequality. The purpose of this study is to identify the meaning and message contained in the lyrics of the song “PMS” by Voice of Baceprot in the context of women's struggle against gender inequality. The method of this study is descriptive qualitative, using Sara Mills' critical discourse analysis approach. The research data consists of the lyrics contained in the song PMS by Voice of Baceprot. Data collection techniques were carried out by repeatedly listening to the song and noting down the lyrics. The collected data was then analyzed using Sara Mills' Critical Discourse Analysis theory. The results of the study show that the lyrics contained in this song express women's rejection and resistance as subjects against patriarchal society as objects. Readers or listeners are positioned by the author through the lyrics as being in two positions: either as those who fight for women's freedom or as those who perpetuate injustice against women. Keywords: Woman, Oppresion, Voice of Baceprot.
Perilaku Bullying dalam Film A Girl Like Her (Studi Semiotik Charles Sanders Peirce tentang Bullying dalam Film A Girl Like Her) Firanoerma, Zhiva Sediqi; Wiman, Rizkidarajat Wiman
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 1 (Back Issue September 2022)
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v2i1.8306

Abstract

Abstrak Film merupakan media komunikasi dimana penonton sebagai komunikan menerima pesan secara pasif dari para pembuat film sebagai komunikator. Keterkaitan film dengan masyarakat yaitu film dijadikan sebagai representasi berbagai kehidupan dalam masyarakat, seperti masalah sosial yang terjadi di antaranya perilaku bullying. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku bullying yang direpresentasikan melalui film A Girl Like Her dengan metode kualitatif semiotika Charles Sanders Peirce. Analisis didapatkan dari enam potongan gambar yang mewakili hal-hal yang berkaitan dengan perilaku bullying, di antaranya faktor, aktor, dampak, dan bentuk dalam perilaku bullying. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa faktor pelaku melakukan perilaku bullying karena mempunyai latar belakang keluarga yang tidak harmonis, selain pelaku dan korban juga ditemukannya defender dan asisten bully, dampak yang terjadi kepada korban yaitu tekanan sehingga membuatnya melakukan tindakan bunuh diri, bentuk bullying masih kerap terjadi yaitu bullying verbal dan bullying fisik. Kata Kunci: Bullying, Film A Girl Like Her, Semiotika Abstract Film as a medium of communication is where the audience as communicants who receive messages passively from filmmakers as communicators. Watching movies is one way to get information passively. The relationship between film and society is that the film is used as a reflection of various lives in society, such as social problems that occur, including bullying behavior. Therefore, this study aims to find out the bullying behavior reflected through the film A Girl Like Her with the qualitative method of Charles Sanders Peirce's semiotics. The analysis was obtained from six pieces of images that represent things related to bullying behavior, including factors, actors, impacts, and forms of bullying behavior. The results of the research analysis showed that the perpetrator factor of bullying behavior is because he has a disharmonious family background, in addition to the perpetrator and the victim also found defenders and bully assistants, the impact that occurs on the victim is the pressure that makes him commit suicide, forms of bullying still often occur, namely verbal bullying and physical bullying. Keywords: Bullying, Film A Girl Like Her, Semiotics.