Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TRANSGRESIVITAS DAN PANDANGAN MASA DEPAN: STUDI BIOGRAFI PADA TUTUNG HITAM ANGGOTA PUNK PURWOKERTO Injani, Indira Luthvia; Rizkidarajat, Wiman; Mutahir, Arizal
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i8.2025.3522-3529

Abstract

Masyarakat sering memandang punk sebagai hal yang negatif dan menyimpang, penelitian ini justru menemukan narasi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini mengeksplorasi kisah pengalaman Tutung Hitam sebagai punk  yang mempraktikkan ideologi DIY (Do It Yourself) dan menunjukkan pandangan mengenai masa depan. penelitian ini akan menyelami bagaimana transgresivitas yang dianut justru membentuk pandangan masa depan yang berbeda dan bukan sekedar pelabelan negatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi biografi oleh salah satu anggota komunitas punk Purwokerto yaitu Tutung Hitam. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian dilanjut dengan teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tutung Hitam tidak hanya menjadikan punk sebagai ekspresi  penampilan, melainkan juga berpegang pada prinsip kemandirian DIY (Do It Yourself). Transgresivitas ditunjukan melalui perlawanan terhadap norma sosial yang dominan. Tutung Berhasil membuktikan bahwa Punk tidak selalu dikaitkan dengan penyimpangan dan masa depan yang negatif. Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai komunitas punk melihat masa depan mereka dan mengurangi stigma negatif yang melekat pada mereka.
The risks of developing “Do It Yourself (DIY)” music career in unfinished creative city Rizkidarajat, Wiman; Chusna, Aidatul; Saadah, Kholifatus
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article endeavors to present findings on the strategic positioning of career development through DIY music by young people as they confront the late capitalism configurations inherent in the creative economy of the provincial city of Purwokerto. Drawing on data collected with a qualitative method, utilizing a biographical approach from October 2022 to January 2025, the study profiles two youth collectives in Purwokerto: Heartcorner Collective and Voicehell. Both employ strategies such as “catch-all” and “non-stop musicians” to advance their careers. However, these strategies fail due to the inadequate development of a comprehensive creative ecosystem in Purwokerto, especially in the music sector. The lack of infrastructure and support leaves DIY musicians struggling to articulate and sustain their careers. This situation places them within the global risk generation, as they navigate the challenges of developing a DIY music career amidst the unfinished creative city framework. Consequently, their efforts to resist established economic patterns and maintain the authenticity of DIY practices become increasingly precarious, reflecting broader issues faced by young people in the creative economy.