Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIAL DENGAN DUK–ATF FERMENTASI RHIZOPUS OLIGOSPORUS DAN DAMPAKNYA TERHADAP BOBOT KARKAS SERTA KUALITAS DAGING PAHA ATAS AYAM BROILER: Substitution of Commercial Diet with DUK–ATF Fermented by Rhizopus oligosporus and Its Effect on Carcass Weight and Meat Quality of Broiler Thigh Annisa; Rizal, Yose; Susalam, Malikil Kudus; Komala, Refika; Marni, Yunis; Hendrita, Vivi; Handayani, Ulvi fitri
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.27.3.144-154.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan campuran daun ubi kayu dan ampas tahu fermentasi (DUK–ATF) dengan Rhizopus oligosporus sebagai pengganti sebagian ransum komersial terhadap bobot karkas, kadar kolesterol total, dan lemak kasar daging paha atas ayam broiler. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan level DUK–ATF (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan level DUK–ATF dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot karkas, kadar kolesterol total, dan lemak kasar daging paha atas broiler. Perlakuan penggunaan 15% (D) menghasilkan kadar kolesterol 24,81 mg/100g dan lemak kasar 5,79%, yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan kontrol (38,39 mg/100g dan 7,42%), dengan bobot karkas 1329,90 g yang masih dalam kisaran normal. Disimpulkan bahwa penggunaan DUK–ATF hingga 15% dapat meningkatkan kualitas daging ayam broiler melalui penurunan kolesterol dan lemak tanpa menurunkan performa secara signifikan. Aplikasi bahan pakan fermentasi ini juga berpotensi mendukung kemandirian pakan lokal dan pengelolaan limbah agroindustri secara berkelanjutan.
Analisis Keberhasilan Inseminasi Buatan Berdasarkan Karakteristik Inseminator Di Kabupaten Sijunjung Rahmadanil, Rahmadanil; Elisia, Rini; Komala, Refika; Maiyontoni, Maiyontoni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan inseminasi buatan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kualitas semen yang akan di inseminasikan, kondisi reproduksi induk yang akan diinseminasi, kemampuan peternak mendeteksi birahi ternaknya dan keterampilan inseminator. Keterampilan inseminator dipengaruhi pula oleh beberapa faktor eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja internal inseminator dilihat dari keberhasilan inseminasi buatan (IB) di Kabupaten Sijunjung. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan. Materi penelitian adalah 10 orang inseminator yang ada di Kabupaten Sijunjung dengan jumlah ternak akseptor 2.713 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menyiapkan daftar pertanyaan untuk inseminator. Parameter pengamatannya yaitu karakteristik eksternal inseminator terhadap keberhasilan IB. Data yang diperoleh di analisis dengan uji F Simultan untuk melihat pengaruh variabel secara bersamaan dan uji T Parsial. Karakteristik eksternal jarak pelayanan, fasilitas pendukung, dan sanitasi peralatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan IB di Kabupaten Sijunjung, sementara kondisi pos IB dan imbalan sukarela tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan IB di Kabupaten Sijunjung. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karakteristik eksternal inseminator mempengaruhi keberhasilan IB di Kabupaten Sijunjung.
Manajemen Fase Grower Ayam Petelur di Haikal Farm, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar Riski, Putri; Komala, Refika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati manajemen pemeliharaan ayam petelur fase grower di Haikal Farm, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar. Pengamatan dilakukan selama 40 hari, meliputi sanitasi kandang, pemberian pakan, minuman, vaksin, serta pencegahan penyakit. Fase grower adalah masa pertumbuhan ayam usia 6–18 minggu, yang krusial dalam pembentukan kerangka dan sel tubuh. Pemeliharaan yang optimal selama fase ini berperan penting dalam performa produksi telur. Pada fase ini, ayam diberikan pakan berupa jagung, dedak, konsentrat, dan vitamin, serta air yang selalu tersedia. Penyakit yang ditemukan adalah Newcastle Disease (ND) dan Coryza, dengan penyebab utama adalah keterlambatan dan ketidakteraturan pemberian vaksin. Pencegahan penyakit dilakukan dengan vaksinasi terjadwal dan sanitasi kandang, termasuk penyemprotan desinfektan dan pembuangan kotoran secara rutin. Kendala yang ditemukan dalam pemeliharaan adalah ketidaksempurnaan tempat minum ayam dan penanganan kotoran yang kurang optimal. Solusi yang diajukan adalah perbaikan pada tempat minum agar air tidak menggenang serta penempatan kotoran yang lebih jauh dari kandang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa manajemen kandang yang baik, pemberian pakan yang tepat, dan program vaksinasi yang teratur dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam petelur di Haikal Farm.
EVALUASI KEMAMPUAN DASAR BETERNAK PESERTA PELATIHAN PEMBIBITAN DAN PEMBASARAN SAPI Elisia, Rini; Meidita, Fadilla; Fevria, Resti; Maiyontoni, Maiyontoni; Komala, Refika; Kudususalam, Malikil; Annisa, Annisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38255

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor peternakan, khususnya pembibitan dan pembesaran sapi, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani serta peningkatan ekonomi pedesaan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dasar beternak di kalangan pemuda, yang berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan usaha peternakan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan dasar beternak peserta pelatihan, mencakup aspek pengetahuan tentang ternak ruminansia, peluang usaha, tantangan dan solusi, dampak ekonomi, passion, keterampilan, keinginan belajar, resiko dan manfaat, serta visi dan misi. Metode evaluasi melibatkan wawancara awal, kuesioner tertulis, dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan variasi pemahaman peserta, dengan sebagian besar berada pada kategori "Paham" untuk aspek keinginan belajar (44%) dan dampak ekonomi (25%). Namun, pada aspek strategis seperti visi dan misi, tantangan, serta solusi, mayoritas peserta masih berada pada kategori "Tidak Paham" (43%). Hal ini mengindikasikan perlunya pendekatan pelatihan yang lebih interaktif, berbasis praktik, dan adaptif untuk meningkatkan pemahaman peserta. Dengan menyempurnakan materi dan metode pelatihan, diharapkan peserta lebih siap untuk mengelola usaha peternakan yang berkelanjutan, produktif, dan kompetitif di masa depan. Evaluasi ini juga memberikan acuan dalam merancang pelatihan yang lebih efektif untuk mendukung pemberdayaan generasi muda di sektor peternakan.
PENGARUH LAMA WAKTU THAWING TERHADAP KUALITAS SEMEN KERBAU LUMPUR (Bubalus bubalis): THE EFFECT OF THAWING TIME ON THE QUALITY OF MUD BUFFALO SEMEN (Bubalus bubalis) Yolanda, Windi; Elisia, Rini; Maiyontoni; Komala, Refika
Tropical Animal Science Vol. 8 No. 1 May (2026): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v8i1.2159

Abstract

Artificial insemination (AI) in buffaloes in Indonesia still faces challenges, one of which is the low quality of frozen semen due to improper thawing processes. Buffalo semen has physiological advantages, but it is also more susceptible to damage during thawing and cryopreservation processes. Previous studies have shown that thawing time affects sperm motility. This study aims to determine the effect of thawing time on buffalo semen quality in order to improve AI success rates. This study used 20 straws of frozen buffalo semen with an experimental research method and data analysis using RAK, consisting of 4 treatments (P1: 30 seconds, P2: 60 seconds, P3: 90 seconds, P4: 120 seconds) and 5 replicates. The observation parameters were PTM (Post Thawing Motility), viability, abnormality, MPU (Membrane Plasma Integrity), and TAU (Acrosome Cap Integrity). The results showed that the mean values of PTM, viability, abnormality, MPU, and TAU of the four treatments were not significantly different (P>0.05). These results indicate that thawing frozen buffalo semen for up to 120 seconds (2 minutes) at a temperature of 370? can still maintain the viability, abnormalities, MPU count, and TAU count of buffalo sperm before insemination. There is a tendency for the PTM and MPU counts in the 120-second thawing treatment to be higher than in the other treatments. Based on the research results, it can be concluded that thawing for 30 seconds, 60 seconds, 90 seconds, and 120 seconds did not produce significant differences in PTM, viability, abnormalities, MPU, and TAU of frozen buffalo semen, so thawing up to 120 seconds can still be done.
PERBANDINGAN PENAMBAHAN BETA KAROTEN ATAU GLISEROL DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR TEHADAP KUALITAS SEMEN BEKU KERBAU LUMPUR (Bubalus bubalis): COMPARISON OF THE ADDITION OF BETA CAROTENE OR GLYCEROL IN EGG YOLK TRIS DILUENT ON FROZEN SEMEN QUALITY MUD BUFFALO (Bubalus bubalis) Juni, Putri; Elisia, Rini; Maiyontoni, Maiyontoni; Komala, Refika
Tropical Animal Science Vol. 8 No. 1 May (2026): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v8i1.2182

Abstract

The objective of this study was to determine the quality of frozen buffalo semen after adding Beta-carotene or glycerol to the tris egg yolk diluent on the quality of frozen buffalo semen. The study used 14 straws of frozen semen from mud buffaloes originating from BIB Tuah Sakato, Ibuh Payakumbuh. The experimental research method with data analysis used a completely randomized design with 7 treatments and 2 replicates: P0 without the addition of Beta-carotene or glycerol, treatment with the addition of Beta-carotene to egg yolk tris (TKT) at concentrations: P1 0.1%, P2. 0.2%, P3 0.3%, and Glycerol at concentrations: P4 2%, P5 4%, and P6 6%. The equipment and materials used included: a microscope, computer-assisted semen analysis (CASA), object glass, cover glass, 14 straws of frozen buffalo semen, citrate, egg yolk, HOS solution, and eosin-nigrosin dye. The parameters observed after the thawing process were the percentages of motility, viability, MPU, and abnormalities in frozen semen. The results of the study showed the average sperm motility in order, namely P1 57.79 ± 5.30, P4 57.71 ± 9.01, P0 54.62 ± 8.92, P5 51.47 ± 5.80, P2 49.28 ± 7.59, P3 25.45 ± 1.21, and P6 25.03 ± 1.21. Treatments P3 and P6 significantly (P < 0.05) reduced sperm motility after thawing. Meanwhile, viability, MPU, and abnormality did not show significant differences (P > 0.05) between treatments. From these data, it can be concluded that the addition of Beta-carotene at concentrations of 0.1%, 0.2%, and 0.3% compared to the addition of glycerol at 2%, 4%, 6% in the egg yolk tris diluent, both significantly (P < 0.05) affected motility and did not significantly (P > 0.05) affect viability, intact plasma membrane, and abnormalities in frozen buffalo semen. The addition of Beta-carotene up to 0.2% or glycerol up to 4% was able to maintain post-thawing motility (PTM) above 40%.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DENGAN PT CIOMAS ADISATWA DI NAGARI MUARO BODI: PROFIT ANALYSIS OF BROILER CHICKEN FARMING BUSINESS PARTNERSHIP PATTERN WITH PT CIOMAS ADISATWA IN MUARO BODI VILLAGE Andiprita, Andiprita; Maiyontoni, Maiyontoni; Elisia, Rini; Komala, Refika; Syuhada, Fildza Arief
Tropical Animal Science Vol. 8 No. 1 May (2026): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v8i1.2186

Abstract

The development of the livestock sector is part of the growth of the agricultural industry, as it holds strategic value in meeting food needs. The livestock subsector contributes to agricultural development, with the poultry industry being a key driver of business development in the livestock subsector. One interesting business activity to study in the livestock subsector is the broiler chicken business. Broiler chicken farming can be developed through a partnership model, namely a broiler chicken farm implemented using a nucleus-plasma scheme. This study aims to determine the partnership model implemented by Rizaldi Soetra with PT Ciomas Adisatwa and to determine the production costs and profits obtained from Rizaldi Soetra's broiler chicken farm. The study was conducted on Rizaldi Soetra's farm for two months, from June to August 2025 in Muaro Bodi Village, IV Nagari District, Sijunjung Regency. The study used 13,000 broiler chickens owned by Rizaldi Soetra during one production period to determine income and profits. The method used was a survey with direct field observations to obtain the necessary data. Data collection was conducted using observation, interviews, and documentation techniques. The results of this study indicate that Rizaldi Soetra's broiler chicken farm, operating in partnership with PT Ciomas Adisatwa, is highly profitable for farmers. It can be concluded that the partnership between Rizaldi Soetra's broiler chicken farm and its partner company, PT Ciomas Adisatwa, spans from upstream to downstream. The production costs for this business per unit are Rp386,086,758.11, resulting in a profit of Rp53,317,857.89, with a R/C ratio of 1.14.
PERSENTASE KARKAS DAN ORGAN DALAM PUYUH YANG DIBERI RANSUM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR DAN KUNYIT Risandi Sefri Aldo; Fadilla Meidita; Rini Elisia; Refika Komala; Maiyontoni Maiyontoni
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.61-70

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) dan kunyit (Curcuma domestica) diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, dan penunjang metabolisme sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai feed additive alami untuk meningkatkan metabolisme nutrien dan performa puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun kelor dan tepung kunyit dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh. Sebanyak 180 ekor puyuh berumur enam belas minggu digunakan dalam penelitian ini yang dilaksanakan menggunakan metode feeding trial. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial (RALF) 2x3, di mana faktor pertama adalah level tepung daun kelor (0% dan 3%), dan faktor kedua adalah level tepung kunyit (0%, 0,5%, dan 1%), masing-masing dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi persentase karkas, hati, jantung, dan gizzard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tepung daun kelor 3% dan tepung kunyit 1% memberikan pengaruh signifikan (p<0,05) dalam meningkatkan persentase karkas dan organ dalam. Perlakuan tersebut menghasilkan persentase karkas tertinggi sebesar 79,77%, dengan persentase hati 5,97%, jantung 0,63% dan gizzard 4,83%, yang seluruhnya masih berada dalam kisaran fisiologis normal. Disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun kelor 3% dan tepung kunyit 1% dapat digunakan sebagai feed additive alami untuk meningkatkan persentase karkas puyuh, dengan tetap memperhatikan respon fisiologis organ dalam. ABSTRACT Moringa oleifera leaves and turmeric (Curcuma domestica) are known to contain various bioactive compounds that function as antioxidants, antimicrobials, and metabolic enhancers, thus potentially being used as natural feed additives to improve nutrient metabolism and performance of quail (Coturnix coturnix japonica). This study aimed to evaluate the effect of moringa leaf meal and turmeric meal supplementation in rations on the percentage of carcass and internal organs of quail. A total of 180 sixteen-week-old quail were used in this study, which was conducted using the feeding trial method. The study design used was a 2x3 factorial completely randomized design (CRBD), where the first factor was the level of moringa leaf meal (0% and 3%), and the second factor was the level of turmeric meal (0%, 0.5%, and 1%), each with three replications. The observed variables included carcass, liver, heart, and gizzard percentages. The results showed that the combination of 3% moringa leaf flour and 1% turmeric flour had a significant effect (p<0.05) in increasing the carcass and internal organ percentages. This treatment resulted in the highest carcass percentage of 79.77%, with liver percentages of 5.97%, heart 0.63%, and gizzard 4.83%, all of which were still within the normal physiological range. It was concluded that supplementation with 3% moringa leaf flour and 1% turmeric flour can be used as a natural feed additive to increase the carcass percentage of quail, while still considering the physiological response of internal organs.
Pengaruh Lama Penyimpanan Olahan Pekasam Daging Kerbau terhadap Kualitas Kimia Ramdhani, Roihan; Komala, Refika; Elisia, Rini; Maiyontoni, Maiyontoni
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (April - Mei 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i1.1832

Abstract

Pekasam merupakan salah satu produk fermentasi tradisional yang diolah menggunakan bahan ikan maupun daging dengan penambahan garam dan sumber karbohidrat. Di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, masyarakat setempat mengolah pekasam menggunakan daging kerbau sebagai salah satu bentuk kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas kimia pekasam daging kerbau, khususnya kandungan protein, lemak, dan serat kasar. Studi ini dilaksanakan pada bulan Juni dua ribu dua puluh lima memakai tata cara Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat lima pengaturan lama penyimpanan yang diterapkan yaitu nol hari (P0), tujuh hari (P1), empat belas hari (P2), dua puluh satu hari (P3), serta dua puluh delapan hari (P4), tiap pengaturan itu dicoba tiga kali. Hal-hal yang diperiksa dalam kajian ini mencakup kandungan protein, lemak, dan serat kasar dari hasil fermentasi daging kerbau. Pengolahan informasi dilaksanakan lewat penggunaan analisis variansi (ANOVA), dan jika ada perbedaan yang berarti, dilanjutkan dengan tes Duncan. Dari hasil pengamatan riset ini, terlihat kalau lama penyimpanan membawa pengaruh yang penting (P0,05) terhadap kadar serat kasar. Kandungan protein mengalami penurunan dari 22,73% (P0) menjadi 19,23% (P4), sedangkan kadar lemak meningkat dari 3,30% (P0) menjadi 5,78% (P4). Kadar serat kasar relatif stabil pada kisaran 0,61–0,92%. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bahwa penyimpanan pekasam daging kerbau sebaiknya tidak melebihi 14 hari agar mutu gizi tetap terjaga.