Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Wave Height Characteristics Due to The Influence of Land and Sea Breezes on Fishermen’s Activities in The Coastal Area of Makassar City Using Doppler Weather Radar Pertiwi, Dini Afiaty; Asbar, Asbar; Jamal, Muhammad
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12545

Abstract

Makassar City, located on the southwest coast of Sulawesi Island, exhibits dominant land and sea breeze circulation, with sea breezes being stronger during the day and land breezes at night. The use of weather radar is effective in identifying these wind characteristics, which are crucial for fishing activities and renewable energy. This study investigates the characteristics of land and sea breezes and their relation to wave heights in the Spermonde Waters of Makassar during the east and west seasons, providing important information for maritime activities in Makassar City. The research area is located between 4°59’20”S 119°27’46”E and 5°11’26”S 119°22’54”E. This study uses weather observation data, including weather radar data, weather observations, and wave heights from January 2020 to December 2020, divided into three seasonal periods (rainy season, transition period, and dry season). The weather observation data were obtained from Hasanuddin Makassar Meteorological Station and Paotere Makassar Maritime Meteorological Station. Additionally, questionnaires were distributed to fishermen at three locations: PPI Paotere Makassar, PPI Untia Makassar, and Kuri Caddi-Maros Beach Fishermen Village, with 15 respondents at each location. The study shows that land breezes in Makassar are dominant from 18:05 to 19:00 LT with a duration of 9.1 to 11 hours, while sea breezes dominate from 08:00 to 09:00 LT with a duration of 5.1 to 7 hours. This phenomenon is most frequently detected during the dry season (JJA). Land and sea breezes can intrude up to 20.1 to 30 km from the coastline. There is a highly significant positive correlation between wind and wave height in January and August, indicating a strong influence of winds on waves in the Spermonde Waters of Makassar. About 80% of fishermen utilize these wind conditions for fishing activities. Overall, the land and sea breeze patterns significantly impact wave heights and the activities of fishermen in the coastal areas of Makassar.
Analisis Produksi Dan Laju Dekomposisi Serasah Pada Jenis Mangrove Avicennia Alba Dan Rhizophora Mucronata Di Kelurahan Takkalala Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo Abmi, Rahul; Asbar, Asbar; Rustam, Rustam
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i1.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi serasah pada jenis mangrove R. mucronata dan A. alba serta Mengetahui laju dekomposisi serasah pada jenis mangrove R. mucronata dan A. alba di Kelurahan Takkalala Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April – Mei 2023. Jangka waktu tersebut meliputi studi literatur, pengambilan data di lapangan. Pengambilan data produksi serasah metode yang umum digunakan untuk pengambilan data produksi serasah adalah metode litter-trap atau jaring penampung serasah serta laju dekomposisi serasah pengukuran laju dekomposisi serasah dilaksanakan bersamaan dengan mulai dilakukannya penelitian produktivitas serasah selama 1 bulan dengan interval waktu pengambilan selama 10 hari. Berdasarkan hasil penelitian Produktivitas serasah mangrove Rhizophora mucronata menghasilkan rata rata yakni 2,76 gr/m2/hari (10,07 ton/ha/tahun), dimana serasah pada mangrove Avicennia alba menghasilkan produksi serasa mangrove 2,72 gr/m2/hari (9,91 ton/ha/tahun). Total produksi serasah mangrove R. mucronata sebesar 149,8 ton/ha/tahun dan total produksi A. alba sebesar 138,74 ton/ha/tahun serta laju dekomposisi serasah daun mangrove selama penelitian memperlihatkan bahwa A. alba mengalami laju dekomposisi lebih cepat (0,19 gr/hr) dibandingkan R. mucronata (0.17 gr/hr).
Asosiasi Fauna Akuatik Pada Ekosistem Mangrove Di Pesisir Desa Laliko Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Hairil, Muh; Asbar, Asbar; Hamsiah, Hamsiah
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i2.422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik asosiasi fauna terhadap ekosistem mangrove, jenis mengrove dan kerapatan mangrove di pesisir Desa Laliko Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. pengambilan sampel untuk analisis kerapatan mangrove dilakukan dengan metode transek-kuadrat 10 x 10 m dan pengambilan sampel untuk analisis asosiasi fauna akuatik menggunakan metode transek-kuadrat 1 x 1 m. nilai rata-rata asosisasi fauna akuatik dihitung menggunakan rumus nilai rata-rata per plot, untuk data kerapatan mangrove dihitung menggunakan analisis indeks keasnekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan dan asosiasi fauna akuatik yang di temukan yaitu sebanyak 3 kelas dengan jumlah jenis sebanyak 24 jenis dan jumlah individu secara keseluruhan pada semua stasiun pengamatan sebanyak 254 individu, Keanekaragaman ditemukan keanekaragaman/diversitas di dapatkan sebesar 4,493.
Analisis Karakteristik Fisik Habitat Pantai Tempat Peneluran Penyu Di TWP Pulau Kapoposang Kabupaten Pangkep Eriawan, Erick; Asbar, Asbar; Danial, Danial
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i2.423

Abstract

Apendik I Konvensi Perdagangan Internasional Fauna dan Flora Spesies Terancam. Banyaknya pengaruh dan ancaman yang menghalangi pertumbuhan dan kelangsungan hidup penyu terutama aktifitas manusia merupakan dampak berkurangnya populasi penyu Pada penelitian ini, metode pengambilan data dilakukan untuk mempelajari karakteristik fisik, biologi, dan distribusi sarang yaitu kedalaman sarang semi alami dan sarang alami mengukur kedalaman sarang menggunakan roll meter. Mengukur suhu sarang alami dan sarang semi alami setiap hari menggunakan soil tester dan thermometer dilakukan empat kali sehari pada waktu pagi (06.00-07.00 WIB), siang (12.00-WIB), sore (18.00-19.00 WIB), dan malam hari (23.00-01.00 WIB) dan kelembapan sarang alami dan sarang semi alami mengukur kelembapan sarang menggunakan soil tester dan Berdasarkan hasil penelitian peneliti dapat mengambil kesimpulan yaitu tingkat penetasan telur penyu hijau pada sarang alami dan sarang semi alami yaitu sebesar 56,46%. Parameter yang mempengaruhi tingkat keberhasilan penetasan telur yaitu suhu sarang dengan rata– rata 29℃ - 31℃, kelembapan yang stabil untuk masa inkubasi telur penyu hijau yaitu kering kelembapan yang cocok untuk inkubasi telur penyu hijau yaitu 50 cm. Perbandingan masa inkubasi antara sarang alami dan semi alami, sarang yang efektif untuk penetasan telur penyu yaitu sarang semi alami, karena sarang alami sendiri memiliki ancaman predator yang sangat besar.
Pengaruh Angin Monson Terhadap Kelayakan Laut Di Teluk Bone Provinsi Sulawesi Selatan Gusalim, Lili; Asbar, Asbar; Danial, Danial
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i1.426

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Stasiun Maritim Paotere pada Makassar pada bulan Oktober – Desember 2023. Analisis data yang dilakukan yaitu Ketinggian rata-rata Gelombang (SWH), Ketinggian Maksimum Gelombang (MWH), dan kecepatan angin (WS) dengan data Wavewatch-III kemudian diolah menggunakan aplikasi GraDs. Pengaruh angin Munson Timur dan angin Munson Barat terhadap karaketristik gelombang di Teluk Bone Sulawesi Selatan pada saat bulan bulan Maret 2022 - Februari 2023 nelayan harus waspada terhadap adanya potensi gelombang tinggi 2 meter waspada terhadap adanya kecepatan angin 6 – 15 knots dalam Skala Beaufort nomor 2 sampai nomr 4n sedang dan potensi gelombang tinggi 0,5 - 2 meter dengan waktu yang panjang pada bulan Januari, Februari, Juni, Juli Agustus dan Desember. Hubungan tingkat resiko dan keselamatan berlayar berdasarkan karakteristik gelombang pada angin Munson Timur dan angin Munson Barat di Teluk Bone Sulawesi Selatan bulan Maret 2022 - Februari 2023 dengan Standar kesesuaian antara Tinggi Gelombang dengan ukuran Tonase Kapal menunjukkan bahwa wilayah teluk Bone bagian Utara dapat di simpulkan bahwa Sepanjang Tahun aman digunakan untuk kapal <5 GT, untuk Teluk Bone Bagian Tengah aman untuk kapal diatas 5 - 10 GT. Sedangkau untuk Teluk Bone Bagian aman di gunakan untuk kapal 10 – 20 GT. Merupakan ringkasan penelitian berupa bahasa indonesia dan memuat tidak lebih 250 kata dan kata kunci 4-5 kata. Menggunakan Font times new roman ukuran 10.
Kajian Tingkah Laku Ikan Lumba-Lumba Di Perairan Maurole Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Subhan, Muhamad Subhan; Asbar, Asbar; Yunus, Muhammad
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i2.454

Abstract

Wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari 17.058 pulau itu memiliki keanekaragaman tumbuhan, hewan jasad renik yang tinggi, termasuk tingkat endemisnya. Wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari 17.058 pulau itu memiliki keanekaragaman tumbuhan, hewan jasad renik yang tinggi, termasuk tingkat endemisnya. tujuan dalam peneltian ini adalah, Untuk Mengetahui Jenis ikan Lumba-Lumba di perairan Maurole, Ende, Nusa Tenggara Timur, Untuk Mengetahui Tingkah Laku Lumba-Lumba di perairan Maurole, Ende, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan melibatkan penentuan lokasi dan pengumpulan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dengan mengintegrasikan visualisasi titik perjumpaan menggunakan peta atau Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis ikan Lumba – Lumba yang ditemukan di perairan Maureole sebanyak 2 jenis, yaitu jenis Spinner dolphin Sebanyak 94 ekor dan jenis Botlenose dolphin Sebanyak 18 ekor. Tingkah laku ikan Lumba – Lumba di Perairan Maurole adalah Traveling yaitu membentuk kelompok dalam kegiatan mencari mangsa, serta Bowriding yang merupakan aktivitas berenang yang dilakukan Lumba-Lumba mengikuti gerakan ombak dan mengikuti kapal serta dan Avoidence yakni gerakan Lumba-Lumba yang bergerak menghindari kapal.
Analisis Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove Akibat Aktivitas Masyarakat Kawasan Pesisir Karang-Karangan Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Gufron, Ali; Asbar, Asbar; Danial, Danial
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v2i1.481

Abstract

Mangrove memiliki banyak manfaat dari berbagai perspektif ekologi, biologi dan ekonomi. Fungsi ekologi antara lain menjaga pantai stabil dan menjadi habitat burung, fungsi biologi adalah untuk membenihkan ikan, udang dan biota laut yang memakan plankton dan fungsi ekonomi adalah sebagai tempat budidaya ikan tambak, tempat rekreasi dan sumber kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove dan mengetahui tingkat kerusakan hutan mangrove serta pengaruh aktivitias masyarakat terhadap tingkat kerusakan mangrove di Kawasan Pesisir Karang-karangan Kecamatan Bua Kabupaten Luwu. Metode yang digunakan yaitu Metode Transek Garis dan Petak Contoh (Line Transect Plot) yang merupakan sebuah metode untuk mengambil sampel populasi dalam suatu ekosistem Metode ini menggunakan pendekatan petak contoh yang ditempatkan sepanjang garis yang ditarik melintasi wilayah ekosistem tersebut. Setiap stasiun mangrove yang berada disepanjang transek plot yang berukuran 10 m x 10 m (100m2) yang digunakan untuk mangrove kategori pohon minimal tiga petak contoh plot, letakkan petak-petak contoh (plot) secara acak berbentuk kotak dengan ukuran 5 m x 5 m (25m2) yang digunakan untuk mangrove kategori anakan.
Analisis Perubahan dan Faktor Penyebab Kerusakan Garis Pantai Di Ujung Tape Kabupaten Pinrang Tasya, Putri; Danial, Danial; Asbar, Asbar
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v2i1.487

Abstract

Perubahan pesisir merupakan salah satu jenis dinamika kawasan pantai yang terjadi tanpa henti. Perubahan pantai yang terjadi pada wilayah tepi laut antara lain disintegrasi sisi laut (scraped spot) dan perluasan pantai (sedimentasi atau pertumbuhan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju dan luas perubahan pantai selama beberapa tahun terakhir di wilayah sisi Samudera Ujung Tape, Rezim Pinrang. Metode yang digunakan adalah metode overlay atau penumpukan tumpeng citra Landsat -8 dan observasi lapangan. Berdasarkan hasil penelitian di kawasan pesisir Pantai Ujung Tape selama kurun waktu 5 periode dengan rata-rata laju abrasi -14,3 m/tahun dan akresi 7,45 m/tahun. Sedangkan luas abrasi -1,8 Ha dan akresi 0,45 Ha disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Faktor alogenik meliputi gelombang, arus laut, dan pasang surut. Sedangkan unsur antropogenik memisahkan air atau merusak ombak, kurangnya tanaman bakau, pengumpulan sampah di sekitar kawasan tepi pantai Ujung Tape, dan pengembangan lahan. Kedua variabel ini saling berkaitan dan membawa perubahan terhadap laju dan luas pantai
Analyzing Linguistic Complexity in Students' Presentations: A Multimodal Approach Asbar, Asbar; Hasan, Hasan; Musdalifah, Musdalifah; Ismail, Ismail
Maspul Journal of English Studies Vol 6 No 1 (2024): Curriculum Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/majesty.v6i1.8669

Abstract

This study investigates linguistic complexity and multimodal strategies in student presentations, aiming to enhance understanding of effective communication in educational settings. The research employs a qualitative approach, analyzing verbal and non-verbal features from video recordings, interviews, and presentation materials of seventh-semester students. Results indicate a wide range of linguistic abilities, with vocabulary diversity and sentence complexity varying significantly among participants. Multimodal strategies, particularly the integration of verbal, visual, and gestural elements, were found to significantly enhance audience engagement. Challenges such as anxiety, language barriers, and technical difficulties were identified, with strategies like peer practice and feedback proving beneficial. The study highlights the importance of targeted support and technical training to improve presentation skills. These findings contribute to the existing knowledge by emphasizing the value of multimodal communication and suggesting practical approaches for educators. Future research could explore skill development over time and the impact of multimodal strategies in diverse educational contexts.
Analyzing Linguistic Complexity in Students' Presentations: A Multimodal Approach Asbar, Asbar; Hasan, Hasan; Musdalifah, Musdalifah; Ismail, Ismail
Maspul Journal of English Studies Vol 6 No 1 (2024): Curriculum Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/majesty.v6i1.8669

Abstract

This study investigates linguistic complexity and multimodal strategies in student presentations, aiming to enhance understanding of effective communication in educational settings. The research employs a qualitative approach, analyzing verbal and non-verbal features from video recordings, interviews, and presentation materials of seventh-semester students. Results indicate a wide range of linguistic abilities, with vocabulary diversity and sentence complexity varying significantly among participants. Multimodal strategies, particularly the integration of verbal, visual, and gestural elements, were found to significantly enhance audience engagement. Challenges such as anxiety, language barriers, and technical difficulties were identified, with strategies like peer practice and feedback proving beneficial. The study highlights the importance of targeted support and technical training to improve presentation skills. These findings contribute to the existing knowledge by emphasizing the value of multimodal communication and suggesting practical approaches for educators. Future research could explore skill development over time and the impact of multimodal strategies in diverse educational contexts.