Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS PEMANFAATAN KAWASAN WISATA PANTAI BERBASIS KESESUAIAN LAHAN DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI PANTAI KURI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN Azis, Abdul; Kasnir, Muhammad; Asbar, Asbar
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 8 No 1 (2025): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu K
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v8i1.577

Abstract

Kuri Beach Tourism Nisombalia Village has great potential in attracting tourists, management and development. Management that does not pay attention to the carrying capacity aspect of the area causes environmental quality to decrease, this is the main attraction. This study aims to assess the land suitability and carrying capacity of Kuri Beach tourism in Nisombalia Village, Marusu District, Maros Regency, South Sulawesi. The research method employed land suitability and carrying capacity analysis through field observations and measurements of beach biophysical parameters. Results indicate that Kuri Beach has a suitability level of 71.25% for beach recreation activities (S2 category), 76.47% for relaxation activities (S2 category), and 79.48% for swimming activities (S2 category). The area's carrying capacity can accommodate 400 people per day for relaxation, 106 people for beach recreation, and 40 people for swimming. Tourist perceptions reveal that 90% consider the beach beautiful and 79.20% feel comfortable. The research recommends enhancing tourism promotion, developing tourist facilities, and limiting visitors during weekends to ensure area sustainability. The success of tourism development depends on government policy support and active community participation in preserving the beach environment.
Analisis Tinggi Gelombang Laut Signifikan Antara Model Copernicus Marine Service Dan Ocean Forecast System Di Sekitar Perairan Selat Makassar Henrawan, Rachmad; Asbar, Asbar; Yunus, Muhammad
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v2i2.582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinggi gelombang laut signifikan di perairan Selat Makassar dan membandingkan akurasi antara dua model prediksi, yaitu Copernicus Marine Service (CMS) dari European Space Agency dan Ocean Forecast System (OFS) dari BMKG. Pemodelan tinggi gelombang laut sangat penting untuk berbagai kepentingan maritim, seperti navigasi, keamanan pelayaran, dan mitigasi bencana. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dalam bentuk file NetCDF untuk kedua model, yang dianalisis menggunakan perangkat lunak GrADS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang laut di Selat Makassar memiliki dua puncak utama dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan September, yang dipengaruhi oleh perubahan angin muson. Wilayah bagian selatan Selat Makassar cenderung memiliki tinggi gelombang yang lebih besar dibandingkan bagian utara. Analisis statistik menggunakan RMSE (Root Mean Square Error) menunjukkan bahwa kedua model memberikan hasil yang cukup akurat dengan perbedaan nilai yang kecil, terutama pada bulan-bulan puncak. model CMS dan OFS dapat merepresentasikan tinggi gelombang signifikan di Selat Makassar secara baik, dengan nilai RMSE yang rendah di kedua lokasi penelitian. Selisih tinggi gelombang rata-rata antara kedua model berkisar antara 0 hingga 0,4 meter, yang menunjukkan bahwa model CMS dan OFS memiliki hasil yang relatif sesuai untuk prediksi gelombang laut di wilayah ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan model prediksi yang lebih akurat untuk mendukung aktivitas maritim di Indonesia.
Unpacking Genre-Based Instruction: Cognitive, Emotional, and Behavioral Engagement in High School Writing Asbar, Asbar; Mahmud, Murni; Halim, Abdul
Seltics Journal: Scope of English Language Teaching Literature and Linguistics Vol. 8 No. 1 (2025): Seltics Journal: Scope of English Language Teaching, Literature and Linguistics
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/seltics.v8i1.2599

Abstract

Genre-Based Instruction (GBI) is a structured approach that scaffolds students’ writing development by explicitly teaching genre conventions and guiding them through sequenced instructional stages. This qualitative study explores cognitive, emotional, and behavioral engagement among high school students who have experienced GBI in their writing instruction. This study, conducted at SMAN 1 Enrekang and SMAN 2 Enrekang, employs semi-structured interviews to capture students' lived experiences and perceptions. Using thematic analysis, findings reveal that GBI enhances cognitive engagement by improving genre awareness and structural clarity in writing, while emotional engagement is fostered through increased writing confidence and motivation, particularly in collaborative Joint Construction activities. Behavioral engagement is reflected in students’ active participation, peer interaction, and deeper involvement in the writing process. However, challenges include limited vocabulary acquisition, which hindered comprehension of genre-specific conventions, and time constraints, which restricted students’ ability to internalize writing structures before transitioning to independent tasks. These findings highlight the need for curricular flexibility to accommodate a more reflective writing process, as well as technology-supported vocabulary development to enhance students’ engagement with genre-specific text. While GBI effectively cultivates writing engagement across cognitive, emotional, and behavioral domains, its success depends on instructional refinements and professional development for teachers. Additionally, supportive policy frameworks are crucial to ensuring sustainable and adaptable implementation. This study contributes to ongoing discussions on effective writing pedagogy, offering insights into optimizing GBI for diverse educational contexts.
UPAYA PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT MELALUI SEMINAR LITERASI DI DESA KARRANG KABUPATEN ENREKANG Ismaya, Ismaya; Chabir Galib, Andi Ahmad; Pare Allo, Karmila; Asbar, Asbar
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 5, No.1 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpils.v5i1.30809

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di wilayah pedesaan, termasuk di Kabupaten Enrekang, menjadi tantangan yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal akses informasi, pengambilan keputusan, dan pemberdayaan ekonomi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat Desa Karrang melalui kegiatan seminar literasi yang melibatkan warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kulibuku Maspul, sebuah komunitas baca yang ada di Kabupaten Enrekang. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, dan diskusi kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan Desa Karrang Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang dengan partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari, serta adanya komitmen bersama untuk mengembangkan ruang-ruang literasi desa, seperti taman baca dan kelompok belajar. Kegiatan ini juga memantik inisiatif warga untuk membentuk komunitas literasi berbasis lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam edukasi literasi mampu meningkatkan kesadaran kritis masyarakat desa. Hasil pengabdian ini penting sebagai model pemberdayaan berbasis literasi yang dapat direplikasi di desa-desa lain guna mempercepat pembangunan sosial dan budaya masyarakat pedesaan.
ANALISIS KELAYAKAN BIOTEKNIK DALAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK PADA LAHAN MARJINAL (STUDY KASUS DESA WIRINGTASI, TASIWALIE, DAN Analisis Kelayakan Bioteknik dalam Pengembangan BudidayaTambak pada Lahan Marjinal (Study Kasus Desa Wiringtasi, Taliwie, Lotangsalo), Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 7 LOTANGSALO) KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG, SULAWESI SELATAN Asbar, Asbar; Fattah, Muh. Hattah; Djamal, Muh. Arsyad
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 25 No. 1 (2015)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.149 KB) | DOI: 10.35911/torani.v25i1.256

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha budidaya udang intensif merupakan kegiatan ekonomi di kawasan pesisiryang sangat produktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, PAD dan devisa negara, namun legitimasikeberlanjutan sangat ditentukan oleh dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Penelitian inibertujuan untuk : (1) melakukan analisa kelayakan dalam pengembangan budidaya tambak pada lahan marjinal;(2) menetapkan kesesuaian pengembangan teknologi tradisional, semi-intensif, dan intensif pada lahan tambakmarjinal. Pengamatan data primer berupa pengukuran dan pengamatan kesesuaian bioteknik aspek saranaprasarana,dan data sekunder berupa hasil penelitian dan data-data dari beberapa instansi yang terkait.Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa analisis kelayakan bioteknik dalam pengembangan budidaya tambak padalahan marjinal dilokasi penelitian pada musim hujan untuk metode tradisional adalah seluas 79,9 Ha, untukmetode semi-intensif seluas 356,31 Ha, dan untuk metode intensif adalah seluas 365,03 Ha. Sedangkanpengembangan pada musim kemarau untuk metode tradisional adalah seluas 43,12 Ha, untuk pengembanganmetode semi-intensif adalah seluas 282,7 Ha dan untuk pengembangan metode intensif adalah seluas 475,4 Ha. Kata kunci: Kelayakan Bioteknik, pengembangan budidaya, lahan marjinal
ANALISIS KUANTIFIKASI AIR DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENGEMBANGAN TAMBAK DI KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN PINRANG Asbar, Asbar; Fattah, Hattah; Putra, Firmansyah
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 25 No. 2 (2015)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.153 KB) | DOI: 10.35911/torani.v25i3.2605

Abstract

 This study aims to: (1) Determine the biophysical characteristics of the waters for aquaculture development, (2)analyzing the quantity of water available for aquaculture development, and (3) to analyze the ability of carryngcapacity waters to support the development of aquaculture in the region Minapolitan in Pinrang. Observations andfield data collection in location of sampling points recorded by means of its geographical position positioning(GPS). The method of analysis using the waters of the pond carryng capacity analysis which includes quantificationof water at high tide and low tide and quantification of aquaculture waste. The results of this study showed thatbased on the availability of water at the beach for the cultivation of shrimp and fish ponds which could be loadedwith water from the shore to the cultivation of shrimp and fish with a height of 70 cm water ha-1 that is widelyapplied in traditional farms with the availability of water at the beach for Village area of 450.68 ha Lotang Salo,Wiringtasi Village area of 955.49 ha, and the Village area of 512.91 ha Tasiwalie. While the water level of 1 m insemi-intensive pond applications and intensive with the availability of water at the beach to the village area of315.47 ha Lotang salo, covering an area of 668.84 ha Wiringtasi village, and the village area of 359.04 haTasiwalie. Suggestions of this study is the allocation of land use and cultivation of Akua - input must be adjusted tothe carrying capacity and the feasibility bioteknis, For coastal environmental sustainability is maintained, then theamount of organic waste from aquaculture activities are discharged into coastal waters should be no more than 798kg for Tasiwalie village and 756 kg for the Village Wiringtasi.Keywords: Quantification of water, pond marginal, carryng capacity
Growth Rate and Production of Seagrass Cymodocea rotundata in the Waters of Bontosua Island, Mattirobone Village, Liukang Tupabbiring District, Pangkep Regency Hamsiah, Hamsiah; Asbar, Asbar; Danial, Danial; Hidayat , Irfan
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 18 No. 1 (2025): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v18i1.2535

Abstract

The purpose of the study was to analyze the diversity of species, growth rate and production of seagrass in the waters of Bontosua Island, Liukang Tuppabiring District, Pangkep Regency. While the specific target to be achieved is to obtain a picture of the condition of seagrass vegetation and the growth rate and production of seagrass Cymodocea rotundata in the waters of Bontosua Island, Liukang Tuppabiring District, Pangkep Regency. The method that will be used in this study is the identification of seagrass species, the method of measuring seagrass growth by marking. As supporting data, water quality measurements are carried out as a limiting factor for seagrass growth. The data obtained will be analyzed descriptively, which are arranged in the form of tables or graphs. The results obtained 9 (seven) species namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis, Halophila minor, Halodule uninervis, Halodule pinifolia and Syringodium isoetifolium. The average growth rate of C. rotundata is 8.01 mm/leaf/day while the average seagrass production is 0.047 grbk/m2/day. The physical and chemical parameters of the waters still support the growth of seagrass.
The Interplay of Cognition and Genre-Based Instruction in English Writing Development Asbar, Asbar; Mahmud, Murni; Halim, Abdul
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 12 No. 1 (2025): Volume 12 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.810

Abstract

The development of effective English writing skills is a persistent challenge for learners, particularly in English as a Foreign Language (EFL) contexts, where cognitive and linguistic demands often overwhelm students. This study examines the role of Genre-Based Instruction (GBI) in addressing challenges by exploring its interaction with cognitive processes on writing proficiency. Specifically, the research explores how GBI contributes to students’ understanding of genre structures, promotes cognitive engagement in planning and organizing writing, and cultivates critical thinking. Employing a qualitative approach, data were collected through interviews involving 20 secondary school students. The results highlighted how GBI facilitated students' understanding of genre-specific conventions, enabling them to create texts with greater cohesion and coherence. Students also reported that the structured steps inherent in GBI reduced cognitive load and enhanced their ability to plan and organize ideas systematically. Furthermore, the study highlighted GBI’s role in motivating students by providing clear guidance and relevant content, which increased their confidence and enthusiasm for writing tasks. These findings underscore the potential of GBI to address the multifaceted challenges of writing by integrating cognitive and pedagogical strategies, offering actionable insights for educators and curriculum designers.
ANALYSIS OF SEA SURFACE CONDITIONS DURING ROB FLOOD EVENTS USING HYDRODYNAMIC MODELS IN MAKASSAR CITY (CASE STUDY: DECEMBER 24, 2022) Taqwim, Muhammad Ahsani; Asbar, Asbar; Asni, Andi; Mahagnyana, Mahagnyana
Jurnal Segara Vol 20, No 1 (2025): June
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v20i1.16720

Abstract

The coastal flooding (ROB) event that occured on Barrang Lompo Island, Sangkarrang District, Makassar City on December 24, 2022.
PKM KELOMPOK PENGELOLA SAMPAH ORGANIK DI PESISIR KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Asbar, Asbar; Abdullah, Abdullah; Ilmiah, Ilmiah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v3i2.569

Abstract

Kawasan pesisir Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar memiliki sumberdaya yang cukup besar untuk pegembangan wisata pantai. Akan tetapi, wilayah pesisir Sanrobone dan sekitarnya ditemukan berbagai macam sampah laut yang tersebar di sepanjang bibir pantai seperti berbagai sampah organik dan sampah anorganik serta pengolahan sampah tersebut masih kurang di wilayah tersebut. Tujuan PKM ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis sampah laut dan bagaimana cara pengolahan sampah tersebut menjadi pupuk kompos dengan mellalui metode pelatihan membuat pupuk kompos. Metode kegiatan PkM ini adalah penyuluhan yang disertai dengan pelatihan merancang bahan-bahan pupuk kompos yang berasal dari sampah-sampak organik dari laut, serta metode partisipatif dimana mitra yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan sampai terlaksananya kegiatan. Hasil yang telah dicapai adalah kelompok sudah mampu menjaga kelestarian lingkungan pesisir dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan dan meminimalkan sampah yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Masyarakat sudah memanfaatkan sampah organic menjadi pupuk kompos. Kompos adalah pupuk organik yang dibuat dari hasil fermentasi bahan organik, seperti bahan hijau, bahan kering tanaman, dan sisa makanan.