Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SELODANG MAYANG

MENGOPTIMALISASIKAN C-COMMERCE WHATSAPP BUSINESS PADA PENGUSAHA KOPRA PUTIH (GUDANG KELAPA DO’A IBU) TEMBILAHAN KAB. INDRAGIRI HILIR RIAU Dharmasetiawan Dharmasetiawan; Yaswar Aprilian; Bayu Fajar Susanto; Raju Maulana; Widyawati Widyawati
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 8 No 2 (2022): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v8i2.251

Abstract

White Copra is a commodity that is in great demand today, especially in South Asian countries. For this reason, the processing of white copra currently carried out by the Doa Ibu coconut warehouse is only by drying in the hot sun using a tent system for 5 to 7 days, then in the oven for 8 hours until we get a moisture content of 5% to 7%. Research on improving business processes and improving company performance through digitization. One of the reasons for buying and selling transactions in c-commerce is to get additional information about products and be able to negotiate price offers. C-Commerce also has a variety of platforms. Facebook, WhatsApp, Instagram, Line, and Telegram are platforms of c-commerce. WhatsApp has the highest number of users at 140 million with the longest usage time of 30.8 hours per month. The difference lies in some features. The features in WhatsApp Messanger are also found in WhatsApp Business, while the features in WhatsApp Business are not always present in WhatsApp Messanger. WhatsApp Business features that really help sales are business profiles, management of message replies, catalogs, labels, short links, links to facebook and instagram pages, and messaging tools. Kopra Putih menjadi komoditi yang sangat diminati saat ini,terutama negara-negara Asia Selatan. Untuk itu pengolahan Kopra Putih saat ini yang dilakukan oleh gudang kelapa doa ibu hanya dengan menjemur di panas matahari menggunakan sistem tenda selama 5 sampai 7 hari, selanjutnya di oven selama 8 jam sampai kita dapatkan kadar air 5% sampai 7%. Penelitian mengenai adanya peningkatan proses bisnis dan peningkatan kinerja perusahaan melalui digitalisasi. Salah satu alasan melakukan transaksi jual-beli di c-commerce adalah mendapatkan informasi tambahan tentang produk dan dapat melakukan negosiasi penawaran harga. C-Commerce juga memiliki platform yang beragam. Facebook, WhatsApp, Instagram, Line, dan Telegram merupakan platform dari c-commerce. WhatsApp memiliki jumlah pengguna terbanyak sebesar 140 juta dengan waktu penggunaan terlama selama 30,8 jam per bulan. Perbedaannya terletak pada beberapa fitur. Fitur yang ada di WhatsApp Messanger juga terdapat pada WhatsApp Business, sedangkan fitur yang ada di WhatsApp Business tidak selalu ada pada WhatsApp Messanger. Fitur WhatsApp Business yang sangat membantu penjualan adalah profil bisnis, pengelolaan balasan pesan, katalog, label, tautan pendek, tautan ke halaman facebook dan instagram, serta peralatan perpesanan
PERAN KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM MERESPON TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA DIGITALISASI: STUDI KASUS PADA KODIM 0314 KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Roshid, Muhammad Nahruddin; Susanto, Bayu Fajar; Muchlis, Muchlis; Alfa, Akbar; Aprianto, Mulono
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.323

Abstract

This research will explore some of the issues faced by Kodim 0314 in adopting new technologies, developing relevant skills and knowledge, changing organizational culture, managing security risks, leveraging data and analytics, facilitating effective communication and coordination, and dealing with structural changes. Through an in-depth case study analysis, this research will uncover the important role that innovative leadership plays in overcoming challenges. The research method that can be used is a qualitative approach where information is collected through interviews, observation, and analysis of relevant documents. The survey was answered by administrators and members of Kodim 0314 Indragiri Hilir who are involved in decision-making and technology implementation in the unit. The results of this study aim to provide a deeper understanding of the role of innovative leadership in overcoming challenges and capturing opportunities in the digitalization era. The findings of this study will provide practical recommendations for leaders in Kodim 0314 and other military units in responding to rapid and complex changes in the digitalization era, including optimizing the use of technology, developing relevant skills and knowledge, changing organizational culture, managing security risks, leveraging data and analysis, facilitating communication and coordination, and dealing with structural changes that may be required. Penelitian ini akan mengeksplorasi beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Kodim 0314 dalam mengadopsi teknologi baru, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, mengubah budaya organisasi, mengelola risiko keamanan, memanfaatkan data dan analisis, memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang efektif, serta menghadapi perubahan struktural. Melalui analisis studi kasus yang mendalam, penelitian ini akan mengungkap peran penting yang dimainkan oleh kepemimpinan inovatif dalam mengatasi tantangan. Metode penelitian yang dapat digunakan adalah pendekatan kualitatif dimana informasi dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen terkait. Survei ini dijawab oleh pengurus dan anggota Kodim 0314 Indragiri Hilir yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan penerapan teknologi di unit tersebut. Hasil penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran kepemimpinan inovatif dalam mengatasi tantangan dan menangkap peluang di era digitalisasi. Temuan-temuan penelitian ini akan memberikan rekomendasi praktis bagi pemimpin di Kodim 0314 dan unit militer lainnya dalam merespon perubahan yang cepat dan kompleks di era digitalisasi, termasuk dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, mengubah budaya organisasi, mengelola risiko keamanan, memanfaatkan data dan analisis, memfasilitasi komunikasi dan koordinasi, serta menghadapi perubahan struktural yang mungkin diperlukan.
INDEKS KEPUASAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN INDRAGIRI HILIR TAHUN 2022 Alfassa, Achmad Isya; Alfa, Akbar; Susanto, Bayu Fajar; Rosmiar, Rosmiar
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v9i3.353

Abstract

Based on the Minister of State Apparatus Empowerment and Bureaucratic Reform Regulation Number 14 of 2017 concerning Guidelines for Preparing Community Satisfaction Surveys for Public Service Organizing Units and Regional Medium Term Development Plan Documents (RPJMD) for Indragiri Hilir Regency for 2018-2023 which have been stipulated in Regional Regulation Number 10 In 2019, placing infrastructure and a sense of security as a development mission in an effort to achieve the vision of Indragiri Hilir Regency "INHIL PROPERTY THAT IS MORE ADVANCED, WONDERFUL AND Dignified" in 2023. The Infrastructure Service Satisfaction Index (IKLI) is a measure used to measure the level of user satisfaction with infrastructure services that are available. This index is usually calculated by measuring the level of dissatisfaction or satisfaction felt by users with the services available. Users are surveyed to identify their level of satisfaction with the available infrastructure services. In general, the infrastructure service satisfaction index value for 2022 is 65.02. Based on the table of Perception Value, Interval Value, Conversion Interval Value, Service Quality, and Service Unit Performance in Permenpan-RB 14/2017, it can be seen that the sense of security index is MEDIUM for 2022. Berdasarkan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik dan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2018-2023 yang telah di tetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2019 menempatkan Infrastruktur dan rasa aman sebagai Misi Pembangunan dalam upaya mencapai Visi Kabupaten Indragiri Hilir “KEJAYAAN INHIL YANG SEMAKIN MAJU, BERMARWAH DAN BERMARTABAT” tahun 2023 Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna atas layanan infrastruktur yang tersedia. Indeks ini biasanya dihitung dengan mengukur tingkat ketidakpuasan atau kepuasan yang dirasakan oleh pengguna terhadap layanan yang tersedia. Pengguna disurvei untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan mereka dengan layanan infrastruktur yang tersedia. Secara umum, nilai Indeks kepuasan layanan infrastruktur tahun 2022 adalah 65.02. Berdasarkan table Nilai Persepsi, Nilai Interval, Nilai Interval Konversi, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan pada Permenpan-RB 14/2017, dapat diketahui bahwa Indeks rasa aman adalah SEDANG untuk tahun 2022.
Pengaruh Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Kerupuk Amplang Udang di Kabupaten Indragiri Hilir: Pengaruh Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Kerupuk Amplang Udang di Kabupaten Indragiri Hilir Fajar Susanto, Bayu; Widyawati; Zulfhi Surya, Roberta; Ikhwan, Khairul; Nalendra, Brama
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 10 No. 3 (2024): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v10i3.432

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh Word of Mouth (WOM) terhadap keputusan pembelian kerupuk amplang udang di Kabupaten Indragiri Hilir. Studi ini mengungkap bahwa dimensi WOM seperti intensitas, konten positif, sumber terpercaya, dan kecepatan penyebaran memainkan peran signifikan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Analisis data menunjukkan bahwa konten positif memiliki pengaruh paling kuat, menekankan pentingnya informasi yang menyoroti rasa, tekstur, dan kualitas produk. Rekomendasi dari teman dan keluarga terbukti lebih dipercaya dibandingkan iklan komersial, menciptakan kesadaran produk yang lebih luas dan meningkatkan loyalitas konsumen. Penelitian ini menyarankan strategi pemasaran yang mengintegrasikan WOM tradisional dengan media sosial untuk memperluas jangkauan dan dampak.
SUSTAINABLE HRM DAN PENGUATAN BUMDES: STRATEGI EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PANGAN BERBASIS MASYARAKAT DI INDRAGIRI HILIR Widyawati; Suhermin; Dharmasetiawan; Bayu Fajar Susanto
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.484

Abstract

This study aims to analyze the influence of Sustainable Human Resource Management (HRM) and strengthening Village-Owned Enterprises (BUMDes) on the effectiveness of community-based food management in Indragiri Hilir Regency, considering the mediating role of community participation levels and local government support. Using a quantitative approach using the PLS-SEM method, data were collected from 197 villages in 20 sub-districts through purposive sampling techniques, resulting in 197 respondents. The results showed that the strengthening of BUMDes had a significant effect on the effectiveness of food management (β=0.953; p<0.001) and the level of community participation (β=0.864; p<0.001). Sustainable HRM had a positive effect on community participation (β=0.073; p=0.001), but it was not significant on local government support (β=0.016; p=0.446). Community participation had a negative effect on the effectiveness of food management (β=–0.102; p=0.022), while local government support had no significant effect (β=0.063; p=0.451). The practical implications emphasize the importance of strengthening BUMDes and sustainable HRM practices in improving the effectiveness of food management. The limitations of this study include the geographical scope limited to one district and a quantitative approach that does not explore qualitative aspects. Further research is suggested to expand the study area and integrate qualitative approaches for a deeper understanding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sustainable Human Resource Management (HRM) dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap efektivitas pengelolaan pangan berbasis masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan mempertimbangkan peran mediasi tingkat partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah daerah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data dikumpulkan dari 197 desa di 20 kecamatan melalui teknik purposive sampling, menghasilkan 197 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan BUMDes berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan pangan (β=0,953; p<0,001) dan tingkat partisipasi masyarakat (β=0,864; p<0,001). Sustainable HRM berpengaruh positif terhadap partisipasi masyarakat (β=0,073; p=0,001), namun tidak signifikan terhadap dukungan pemerintah daerah (β=0,016; p=0,446). Partisipasi masyarakat berpengaruh negatif terhadap efektivitas pengelolaan pangan (β=–0,102; p=0,022), sedangkan dukungan pemerintah daerah tidak berpengaruh signifikan (β=0,063; p=0,451). Implikasi praktis dari temuan ini menekankan pentingnya penguatan BUMDes dan praktik HRM berkelanjutan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pangan. Keterbatasan penelitian ini meliputi cakupan geografis yang terbatas pada satu kabupaten dan pendekatan kuantitatif yang tidak menggali aspek kualitatif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah studi dan mengintegrasikan pendekatan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.