Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kelimpahan Serangga akibat Beberapa Teknik Pengendalian pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Rahmadianti, Shifani Shintya; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu; Irfan, Budi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i2.762

Abstract

The decline in the production of long beans in Indonesia is one of the causes of a pest attack. The majority of farmers in Indonesia, still use synthetic pesticides as a pest control effort. The aim of this research is to obtain a pest control technique that gives the lowest result against insect abundance in long bean crops. (Vigna sinensis L). The study used a single factor random group design (RAK) method with 6 repetitions and 4 treatments including: No Treatment/Control (K), Biointensive Control (PB), Combined Control (PK) and Synthetic Control. (PS). The sampling of insects is done using 3 traps: yellow traps, pitfall traps and insect net traps. Sampling is done 10 times, starting from 1 – 10 mst. The data analyzed using a scale fingerprint, on a different real result will be performed a further trial of the Minimum Real Difference with a degree of 5%. PS control shows the results of the analysis with the lowest average abundance on insect net trap (SNT) of (130.17) and pitfall trap (PFT) of (147.50) different real from other treatments, but no real difference on yellow board trap (YST) of size (104,50).
MORFOLOGI DAN AKTIVITAS MAKAN LARVA Spodoptera frugiperda J.E. SMITH (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) AKIBAT BEBERAPA PEMBERIAN PAKAN ALAMI DAN BUATAN Bhekti, Lintang Cahya; Sugiarto, Sugiarto; afifah, Lutfi; irfan, Budi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.7914

Abstract

Spodoptera frugiperda atau (Fall Army Worm) adalah hama invasif yang menyebar ke beberapa daerah di Indonesia dan menyebabkan kerusakan hingga kehilangan hasil  pada tanaman pangan khususnya tanaman jagung. Penelitian respon biologi untuk membantu dalam pengembangan perbanyakan masal larva pada kegiatan laboratorium untuk strategi pengendalian yang lebih efektif. Tujuan dari penelitian untuk menentukan perlakuan jenis pakan yang menghasilkan tingkat respons biologi larva S. frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) terhadap preferensi jenis pakan yang paling dipilih. Metode yang digunakan eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan diulang sebanyak 5 kali (A) daun jagung  (B) Daun Sorgum, (C) Daun Padi gogo (D) Daun Padi inpari 32 (E) Pakan buatan. Metode percobaan kesesuaian pakan dilakukan dengan metode tanpa pilihan non choice test. Hasil penelitian Perlakuan daun jagung (A) memberikan hasil tertinggi terhadap bobot tubuh instar 2, 4 dan 6 sebesar 0.025 gram, 0.194 gram dan 0.361 gram. Panjang tubuh instar2, 4 dan 6 sebesar 14,365 mm, 22,720 mm dan 29,880 mm. Kesimpulan antara variable pengamatan menunjukan pengaruh dari pemberian pakan ke kelangsungan hidup biologi larva S. frugiperda.
Kompatibilitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana dengan Penambahan Minyak Nabati pada Media Tumbuh Alternatif Jagung Kulsum, Siti Yasmin Fauzia; Afifah, Lutfi; Sugiarto, Sugiarto
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.4727

Abstract

Cendawan entomopatogen Beauveria bassiana sebagai pengendalian biologis dapat dijadikan alternatif pengendalian Nilaparvata lugens. Perbanyakan B. bassiana membutuhkan nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan. Media alternatif jagung dengan penambahan minyak nabati, seperti minyak kacang tanah dan minyak biji jarak memiliki nutrisi tambahan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan cendawan entomopatogen. Penelitian ini bertujuan mendapatkan media tumbuh jagung dengan penambahan minyak nabati yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan cendawan entomopatogen B. bassiana. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal terdiri dari 7 perlakuan dalam 4 ulangan: K (Kontrol Jagung); K1 (Jagung + Minyak Kacang Tanah 2 ml/25 g); K2 (Jagung + Minyak Kacang Tanah 5 ml/25 g); K3 (Jagung + Minyak Kacang Tanah 10 ml/25 g); J1 (Jagung + Minyak Biji Jarak 2 ml/25 g); J1 (Jagung + Minyak Biji Jarak 5 ml/25 g); J3 (Jagung + Minyak Biji Jarak 10 ml/25 g). Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan apabila uji F taraf 5% signifikan maka dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media jagung yang ditambahkan minyak kacang tanah memberikan pengaruh nyata terhadap diameter koloni tertinggi yaitu 7,94 cm pada media jagung 25 g + minyak kacang tanah 5 ml. penambahan minyak kacang tanah dengan media alternatif jagung kompatibel untuk pertumbuhan B. bassiana. Kata kunci: Beauveria bassiana, media tumbuh, minyak nabati, diameter koloni
INTENSITAS SERANGAN DAN FLUKTUASI POPULASI LALAT PENGOROK DAUN (Liriomyza sp.) PADA TANAMAN KACANG PANJANG DENGAN BEBERAPA TEKNIK PENGENDALIAN Latifah, Lia; Afifah, Lutfi; Mustikasari, Fauzia; Irfan, Budi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.5526

Abstract

Leafminer flies are pests of vegetable plants that attack the leaves in the larval stage by making white grooved burrows in the mesophyll of the leaves. These burrows can cause leaves to fall earlier than they should. Leafminer flies can attack long bean plants and other horticultural plants. This research aims to obtain pest control techniques that can reduce the intensity of leafminer fly attacks on long bean plants. The research method used was a single-factor Randomized Block Design (RBD) consisting of 4 treatments and 6 replications. The treatment consists of C (Control), CC (Combination Control), BC (Biointensive Control), and SC (Synthetic Control). The results of research using analysis of the Least Significant Difference test (LSD) with a 5% real level showed that BC treatment gave the lowest intensity of leafminer fly attacks of 6.25% - 14.58% with a total population ranging from 3 - 8 individuals followed by SC of 6.25% - 18.75% with a total population ranging from 4 - 9 individuals, CC of 6.25% - 20.83% with a total population ranging from 3 - 10 individuals, and C of 25.00% - 33.33 % with a total population ranging from 12 – 16 individuals. Biointensive control can be an alternative control to reduce the intensity of leafminer fly attacks.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI JAGUNG PIPIL (Zea mays L.) (Studi Kasus: Desa Ciherang Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung) Pratiwi, Nabila Dian; Abubakar, Abubakar; Afifah, Lutfi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i2.10227

Abstract

Corn is one of the important agricultural commodities for the community. Corn has benefits, namely for food, feed, fuel and industrial raw materials. Animal feed made from shelled corn is a promising potential. One area that develops shelled corn is Bandung Regency. Most of the farmers have not carried out input and output calculations to determine the profit and feasibility of the farming being carried out. This study aims to analyze farming costs, acceptance, income and feasibility of shelled corn farming in Ciherang Village, Nagreg District, Bandung Regency. The research area was determined purposively (intentionally). The sampling method uses non-probability sampling with accidental sampling techniques. In this study using primary data and secondary data. Primary data collection used interview techniques with questionnaires and secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics, Bandung District Agriculture Office and Ciherang Village Office. The results showed that the average production cost of shelled corn farming for one growing season was IDR 7,399,636/ha. The average income earned by farmers is IDR 32,130,000/ha. The income earned by shelled corn farmers in one planting season is IDR 24,730,364/ha. Based on the analysis of the value of the R/C Ratio, it is known that the R/C Ratio value of shelled corn farmers in Ciherang Village is 4.3, which means that every one rupiah spent will generate 4.3 rupiah in revenue, so is shelled corn farming feasible because the value of R/C > 1. Flat corn farmers in Ciherang Village will break even if the farmers are able to sell 175.88 kg of shelled corn at a selling price of IDR 1,174/kg and produce a revenue BEP of IDR 887,795.
Pertumbuhan Metarhizium rileyi dengan Penambahan Biji Sirsak dan Umbi Gadung untuk Mendukung Laju Pertumbuhan Cendawan Entomopatogen Senja, Safira Nurmala; Afifah, Lutfi; Sugiarto, Sugiarto; Kurniati, Anik
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 22 No. 1 (2023): Jurnal Agrotropika Vol 22 No 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v22i1.7452

Abstract

Mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai agens pengendalian hama secara hayati salah satunya adalah cendawan entomopatogen Metarhizium rileyi. Penambahan ekstrak biji sirsak dan umbi gadung sebagai media alternatif yang kaya akan nutrisi mampu memengaruhi pertumbuhan cendawan entomopatogen M. rileyi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media pertumbuhan terbaik cendawan M. rileyi yang dicampur dengan ekstrak biji sirsak dan umbi gadung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan tersebut antara lain Kontrol (PDA), PS1 (PDA + ekstrak biji sirsak 1 ml/l), PS3 (PDA + ekstrak biji sirsak 3 ml/l), PS5 (PDA + ekstrak biji sirsak 5 ml/l), PG1 (PDA + ekstrak umbi gadung 1 g/l), PG3 (PDA + ekstrak umbi gadung 3 g/l), PG5 (PDA + ekstrak umbi gadung 5 g/l). Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak biji sirsak dan umbi gadung ke dalam media tumbuh M. rileyi memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap diameter koloni 21 hsi dengan rata-rata diameter koloni berkisar 8,95-9,00 cm, sedangkan hasil analisis regresi dan waktu inkubasi selama 21 hari berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan koloni M. rileyi sebesar 44% hingga 77%. Hubungan laju pertumbuhan koloni M. rileyi dengan waktu inkubasi pada semua perlakuan menunjukkan nilai R2 sebesar 0,44 hingga 0,77. Media paling efektif untuk pertumbuhan cendawan M. rileyi adalah media PDA dengan ekstrak umbi gadung 1 g/l dengan diameter koloni 9,00 cm.
UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP HAMA KUTU BERAS (Sitophilus oryzae L.) Nopiani, Siti; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.5525

Abstract

Kutu beras (Sitophilus oryzae L.) merupakan hama utama yang menyerang beras. Serangan kutu beras (S. oryzae) dapat menyebabkan bulir beras patah sampai hancur menjadi tepung, perubahan rasa dan aroma, sehingga nilai jualnya menurun. Pengendalian yang umum dilakukan yaitu secara kimiawi dengan cara fumigasi, hal ini berbahaya karena akan meninggalkan residu sehingga diperlukan alternatif pengendalian. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pestisida nabati yang dapat menekan dan mengendalikan kutu beras (S. oryzae) pada masa penyimpanan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas 9 perlakuan yaitu P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (ekstrak daun sirsak 10%), P2 (ekstrak daun sirsak 15%), P3 (ekstrak daun pandan wangi 10%), P4 (ekstrak daun pandan wangi 15%), P5 (ekstrak daun sukun 10%), P6 (ekstrak daun sukun 15%), P7 (ekstrak daun serai wangi 10%), dan P8 (ekstrak daun serai wangi 15%) dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 (ekstrak daun pandan wangi 15%) memberikan hasil rata-rata tertinggi pada mortalitas (97,50%) dan tingkat efikasi (97,50%). Penggunaan ekstrak daun pandan wangi 10% efektif dalam pengendalian kutu beras.
Respons Pemberian Kombinasi Dosis Pupuk Organik Hayati dan Pupuk NPK Urea terhadap Penyakit Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata sturt) MS-Unsika di Kabupaten Sumedang Hasanah, Siti Nissaul; Syafi’i, Muhammad; Afifah, Lutfi; Bahruzin, Bahruzin
JURNAL AGROPLASMA Vol 12, No 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025): (JURNAL AGROPLASMA VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2025)
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v12i2.7824

Abstract

Sweet corn is one of the products of food crops products that until now the demand for these products is getting rapid. One of the limiting factors for the growth of sweet corn plants is nutrients. The state of nutrients in the soil greatly determines the yield of sweet corn because it can protect against various plant diseases. The effort to overcome this is by fertilizing, both using organic and inorganic fertilizers. The purpose of this study is to determine the response of a combination of doses of biological organic fertilizer and NPK Urea fertilizer to the main disease of sweet corn plants (Zea mays L. saccharata Sturt ) MS-Unsika in Sumedang Regency. This research was carried out on land owned by Biomethagreen (Educational House) on Banjar Sari Street, Awisurat Hamlet, Tanjungsari Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency, West Java Province. The research method used in this study is a Single Group Random Design (RAK) consisting of 5 treatments that are repeated 5 times, so there are 25 experimental units. The results of the study showed that the treatment (P3) of organic fertilizer dose of 7 cube/ha plus 150+100 kg/ha of NPK and Urea inorganic fertilizer gave the best results against disease resistance in sweet corn, namely leaf blight with a stable average incidence of 1.26%, gray leaf spot disease with an average incidence of 0.8%, leaf rust disease with an average incidence of 0.07%. The conclusion is that there is a good response to the use of organic fertilizers and inorganic fertilizers simultaneously and in balance to the control of sweet corn plant diseases. Keywords: sweet corn, organic fertilizer, inorganic fertilizer, plant disease
INVEKTIVITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana UNTUK MENGENDALIKAN HAMA BOLENG Cylas formicarius F Amelia, Nada; Afifah, Lutfi; Sugiarto; Kurniati, Anik
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i1.108

Abstract

Hama boleng (Cylas formicarius) merupakan hama utama pada tanaman ubi jalar dan dapat menurunkan hasil sebanyak 100%. Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yang berpotensi untuk mengendalikan hama tanaman. Efikasi B. bassiana dipengaruhi oleh produksi toksin yang terdiri dari beauvericin, bassianin, bassiacridin, bassianolide, cyclosporine, oosporein, dan tenellin yang dapat mengganggu sistem syaraf dan membunuh serangga sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi cendawan entomopatogen B. bassiana untuk mengendalikan imago C. formicarius. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 (empat) perlakuan yaitu kontrol (akuades); 107; 108; 109 konidia/ml dalam 6 (enam) kali ulangan. Pengamatan dilakukan setiap hari selama 10 hari setelah aplikasi (hsa) dengan menghitung 10 imago C. formicarius yang mati akibat disemprot dengan suspensi cendawan B. bassiana sebanyak 1 ml/perlakuan. Data yang diperoleh berupa persentase mortalitas dan LT50 hama C. formicarius dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) 5% pada pengamatan mortalitas dan LT50 dengan analisis uji probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan konidia B. bassiana 109 konidia/ml memberikan hasil paling efektif terhadap mortalitas C. formicarius sebesar 53% dengan nilai LT50 yang diperoleh 7,6 hari. Dengan demikian, cendawan entomopatogen B. bassiana sebagai agens hayati C. formicarius layak untuk dikembangkan.
VIRULENSI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana TERHADAP WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata lugens Stal Ihsan, Alya Khairani; Afifah, Lutfi; Sugiarto; Kurniati, Anik
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i1.136

Abstract

Penurunan hasil padi akibat serangan Nilaparvata lugens Stal dapat dilakukan pengendalian dengan agens hayati untuk menghindari resistensi pada Wereng Batang Coklat (WBC). Cendawan entomopatogen Beauveria bassiana adalah salah satu Agens hayati dengan kisaran inang yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui virulensi cendawan entomopotagen B. bassiana terhadap pengendalian N. lugens. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang 4 kali: Kontrol (Akuades); 106 konidia/ml; 107 konidia/ml; 108 konidia/ml; 109 konidia/ml. Pengamatan dilakukan selama 7 hari setelah aplikasi (hsa) secara berturut-turut dengan menghitung 10 nimfa instar 3 N. lugens yang mati akibat penyemprotan 1 ml/perlakuan suspensi cendawan B. bassiana. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi suspensi konidia B. bassiana 109 konida/ml memberikan hasil tertinggi pada mortalitas B. bassiana hingga 95% dengan nilai LC50 (5,1 x 108 konidia/ml). B. bassiana terbukti virulen terhadap N. lugens dan menyebabkan mortalitas yang tergolong tinggi B. bassiana sehingga dapat menjadi rekomendasi alternatif pengendalian wereng batang coklat.