Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

INTENSITAS PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG PADA APLIKASI BEBERAPA TEKNIK PENGENDALIAN Sandi Ramadhan; Afifah, Lutfi; Satriyo Restu Adhi; Budi Irfan
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.148

Abstract

Teknik pengendalian penyakit tanaman dapat memengaruhi intensitas penyakit. Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknik pengendalian terbaik yang dapat menekan intensitas penyakit pada tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas Ciherang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal, terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan teknik pengendalian terdiri dari kontrol (K), pengendalian kombinasi (PK), pengendalian biointensif (PB) dan pengendalian sintetis (PS). Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila hasilnya berbeda nyata, maka diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh nyata pada intensitas penyakit blas (Pyricularia oryzae), hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae), dan hawar daun pelepah (Rhizoctonia solani). Perlakuan PS memberikan hasil terendah terhadap insidensi penyakit blas (39,3-37,6%), insidensi hawar daun bakteri (15,5-54,5%), insidensi hawar daun pelepah (0,3-60,6%), severitas penyakit blas (31,1-51,1%), severitas penyakit hawar daun bakteri (14,5-39,0%), dan severitas hawar daun pelepah (0,2-25,8%).
Uji Tingkat Resistensi Nilaparva Uji Tingkat Resistensi Nilaparvata lugens Asal Lemahabang Karawang Terhadap Insektisida Berbahan Aktif Nitenpiram Mutmainah, Fionni Sholihah; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu; Irfan, Budi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i2.5527

Abstract

Wereng batang cokelat dengan nama ilmiah Nilaparvata lugens merupakan hama utama tanaman padi yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman padi secara signifikan. Salah satu pengendalian yang sering dilakukan oleh petani yaitu penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik secara berlebih dapat mengakibatkan resistensi bahkan resurjensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resistensi WBC asal Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang terhadap insektisida berbahan aktif nitenpiram. Pemilihan kecamatan tersebut didasari oleh data luasan lahan terserang WBC pada periode Januari – November 2022 di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari: Kontrol (K), Nitenpiram 0,25 ml/l (N1), Nitenpiram 0,50 ml/l (N2), Nitenpiram 1 ml/l (N3), Nitenpiram 2 ml/ (N4), Triflumezopirim 0,50 ml/l (T), dan Daun pepaya 75 ml/l (P). Apabila data yang dihasilkan berbeda nyata dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Pengujian WBC menggunakan sampel populasi standar, dan populasi lapang (Kecamatan Lemahabang). Metode pengujian yang digunakan metode dari IRAC yaitu celup atau perlakuan pakan nomor 005 versi 4. Nilai Rasio Resistensi (RR) dihasilkan dari membandingkan LC50 populasi lapang dan populasi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WBC populasi Kecamatan Lemahabang termasuk kriteria terhadap insektisida berbahan aktif nitenpiram, dengan nilai RR sebesar 3,641yang terindikasi resisten.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT UDANG PADA MEDIA LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN CENDAWAN Beauveria bassiana Adelita, Shafa; Afifah, Lutfi; Surjana, Tatang
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i2.5581

Abstract

Beauveria bassiana is one of the biological agents that has a huge potential to control insect pests, the mass production has to be developed in a large scale. In the process of micropropagation, the culture media should contain appropriate and contain nutrition that can produce optimal growth. This study aimed to determine the effect of adding shrimp shell powder to support the growth of B. bassiana. The study was designed using a single factor Completely Randomized Design (CRD) at each stage of research. This stage consists of 7 treatments in repeated 4 times: K (control corn media); A (Sugarcane bagasse); B (Tea dregs); C (Sawdust); D (Sugarcane bagasse + Shrimp shell powder); E (Tea dregs + Shrimp shell powder); F (Sawdust + Shrimp shell powder). The data obtained and analyzed using one way analysis of variant (ANOVA). The results showed that the addition of chitin powder was not significantly effective for the diameter of B. bassiana, but the incubation period was 2 days after inoculation and the diameter given 4,03 cm up to 8,8 cm in general. The addition of chitin powder gave the best physical appearance of B. bassiana.
Kelimpahan dan Fluktuasi Populasi Artropoda Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Pada Lahan Sawah Di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur Alwi, Fauzan; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu; Koswanudin, Dodin
AGRICA Vol. 17 No. 1 (2024): June
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v17i1.3428

Abstract

The status of arthropod diversity and biodiversity in Jakarta is often ignored, so the development of Plant Disturbing Organisms (Pests) is increasing. This has spurred farmers managing rice fields (Oryza sativa L.) to carry out unwise pest control on the remaining 414 hectares of land. The purpose of this study was to determine how the percentage of arthropod abundance based on order and fluctuations in arthropod populations on several rice fields in Cakung District, East Jakarta, and as information material in pest control based on Integrated Pest Management (IPM) that is appropriate in the field. The method used in this research is non-experimental with a direct survey method in the rice fields of the Maju Bersama (MB), Ujung Menteng (UM), dan Sawah Abadi (SA) in the vegetative planting phase until the harvest of rice plants. From the findings, the highest percentage of arthropod abundance was found in the order Diptera (36.73%), Araneae (19.45%), Hymenoptera (14.20%), Hemiptera (14.03%), Coleoptera (9, 32%), Lepidoptera (4.75%), Odonata (0.73%), Orthoptera (0.57%), Thysanoptera (0.07%), Heteroptera (0.05%), Dermaptera (0.05%), Isoptera (0.03%), and Psocodea (0.02%). Fluctuations in arthropod populations during one growing season increased starting from 6 - 8 MST, this is thought to be due to the use of various types of synthetic and sustainable pesticides that can affect the diversity of arthropods in rice fields. Therefore, it is necessary to conduct further research on the resistance level of pest arthropods to synthetic pesticides in rice fields.
Karakteristik Biologi dan Preferensi Pakan Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) pada Berbagai Jenis Pakan Hidayah, Vania Utami; Afifah, Lutfi; Surjana, Tatang; Subagyo, Vani Nur Oktaviany
AGRICA Vol. 17 No. 1 (2024): June
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v17i1.3437

Abstract

Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda) is one of the invasive insect species that cause yield loss in corn crops. This pest can attack other crops, such as food crops, vegetables, legumes, and weeds. This research aims to determine the host suitability of S. frugiperda on several types of host plants. The method used was an experimental method with a single-factor completely randomized design (CRD) consisting of four treatments in five replications using four different types of host plants: maize (Zea mays L.), soybean (Glycine max L.), papaya (Carica papaya L.), and chinese kale (Brassica oleraceae var. acephala). The highest percentage of S. frugiperda attack intensity in the choice test was obtained in the treatment with chinese kale leaves (70%) and the lowest in the papaya leaves treatment (20%). In the feeding activity of 3rd instar larvae, the treatment of maize leaves and soybean leaves showed the fastest feeding activity at 11:00 and 12:00, while in the feeding activity of 4th instar larvae, the treatment of maize leaves and chinese kale leaves showed a fast larval feeding activity with a feeding duration of ± 5-10 minutes. Fall Armyworm can also attack other host plants such as soybeans and chinese kale. It can even endure by feeding on papaya leaves, which are typically used as a botanical pesticide. It is essential to step up surveillance against this pest because there are so many additional possible hosts for it.
UJI TOKSISITAS INSEKTISIDA NABATI DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) TERHADAP HAMA KUTU KACANG (Callosobruchus maculatus) DALAM PENYIMPANAN Khoerunnisa, Khoerunnisa; Afifah, Lutfi; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i2.5554

Abstract

Callosobruchus maculatus yang umumnya dikenal dengan kutu kacang merupakan hama gudang yang sering menyebabkan kerusakan pada berbagai jenis kacang, salah satunya adalah kacang hijau. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan perlakuan yang mampu meningkatkan mortalitas dan menekan serangan hama kutu kacang C. maculatus. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan : P0 (Kontrol 0 g/100 g) ; P1 (Tepung Daun Mimba 15 g/100 g) ; P2 (Tepung Daun Mimba 20 g/100 g) ; P3 (Tepung Daun Mimba 25 g/100 g) ; P4 (Tepung Daun Mimba 30 g/100 g) ; P5 (Tepung daun Mimba 35 g/100 g) ; P6 (Kontrol Karbosulfan). Pengaplikasian dilakukan secara kontak dengan ditabur ketubuh imago C. maculatus. Pengamatan dilakukan selama 7 hari dengan 10 ekor imago C. maculatus yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 5 ekor betina disetiap ulangan. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa dosis insektisida nabati tepung daun mimba 35 g/100 g menghasilkan mortalitas tertinggi sebesar 95% dan mampu menyebabkan persentase penyusutan berat biji kacang hijau terendah sebesar 0,04%. Dengan demikian dosis tepung daun mimba 35 g/100 g efektif untuk mengendalikan hama kutu kacang C. maculatus dan menekan populasinya.