Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) Pada Remaja Putri di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Hanriko, Rizki; Suharmanto, Suharmanto; Imanto, Mukhlis; Ulya, M. Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3236

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kanker merupakan problem kesehatan yang sangat serius karena jumlah penderita meningkat sekitar 20% per tahun. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), mendapatkan prevalensi penderita kanker pada penduduk semua umur di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013 dan 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Data Global Burden Cancer, International Agency for Research on Cancer tahun 2012, terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan melalui pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) pada remaja putri di Kelurahan Jatimulyo Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) sebanyak 80%. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pencegahan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi). Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Pesertabertanya tentang materi yang belum dipahami tentang pencegahan kanker payudara dengan PemeriksaannPayudara Sendiri (SaDaRi). Berdasarkan hasil pre-test yang telah dilakukan dengan nilai 20% peserta yang sudahmemahami tentang pencegahan kanker payudara dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) dan setelah melakukan post-test mendapatkan hasil sebesar lebih dari 80% peserta telah memahami tentang pencegahan kanker payudara dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi). Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja putri tentang pencegahan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) di Kelurahan Jatimulyo.Kata Kunci: kanker payudara, keterampilan, pencegahan, pengetahuan, SaDaRi
Pelatihan Kader Malaria Pada Populasi Khusus Sebagai Langkah Nyata Menuju Eliminasi Malaria Di Kawasan Wisata Pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa; Larasati, Ratri M.; Yuningrum, Hesti; Lusina, Septia Eva; Yunianto, Andi Eka; Daulay, Suryani A.; Happy, Terza A; Ulandari, Atri Sri; Febriani, Wiwi; Firdaus, Purna; Ulya, M. Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3237

Abstract

Prevalensi penyakit malaria masih tinggi di dunia. Penyakit ini merupakan golongan penyakit menular. Penyakit ini memerlukan biaya yang tinggi dalam perawatan dan pengobatannya karena malaria dapat komorbiditas danmortalitas, atau bisa kronik, yang menunjukkan kalau malaria sangat berpengaruh terhadap kesehatan penderita. Pengabdian kepada masyarakat desa binaan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melaluipelatihan kader malaria pada populasi khusus sebagai langkah nyata menuju eliminasi malaria di Kawasan Wisata Pesisir  Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian iniadalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman, sikap, praktik, meningkatkan literasi tentang pengobatan dan pencegahan malaria, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria, mencegah adanya kejadian luarbiasa (KLB) malaria serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pesisir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 kader kesehatan. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang upaya skrining dan pencegahan malaria. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang upaya skrining dan pencegahan malaria. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang upaya skrining dan pencegahan malaria pada kader kesehatan di Desa Kunjir.Kata kunci:  eliminasi malaria, kader, pelatihan  
Analisa Indeks Kekeringan Menggunakan Metode Thornthwaite Mather Di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Ulya, M. Ridho
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i3.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks kekeringan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, menggunakan metode Thornthwaite-Mather pada tahun 2023. Metode ini mengintegrasikan data curah hujan, evapotranspirasi aktual (ETa), kapasitas lapang tanah, serta surplus dan defisit air untuk menghitung indeks kekeringan bulanan. Data yang digunakan meliputi rata-rata curah hujan bulanan, rata-rata suhu udara, dan karakteristik tanah daerah penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi signifikan antara periode basah dan kering. Periode basah terjadi pada bulan Januari hingga April, serta November hingga Desember, dengan surplus air yang mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman. Sebaliknya, periode kering berlangsung pada bulan Mei hingga Oktober, dengan puncak kekeringan terjadi pada bulan Agustus, ditandai dengan nilai indeks kekeringan negatif yang signifikan. Kondisi ini mengindikasikan tekanan kekurangan air pada wilayah pertanian, yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kabupaten Banyuasin mengalami pola kekeringan musiman yang memerlukan strategi mitigasi, seperti pengelolaan irigasi yang efisien, pemanenan air hujan, dan diversifikasi pola tanam. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya air dan perencanaan tata guna lahan untuk meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan di wilayah tersebut.
Pendekatan Hidrologi Forensik untuk Analisis Penyebab dan Dampak Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Semangka, Lampung Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Mashuri, Mashuri; Ulya, M. Ridho
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i3.131

Abstract

Hidrologi forensik merupakan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk menyelidiki kejadian hidrologis ekstrem, seperti banjir, dengan memanfaatkan data historis, bukti lapangan, serta pemodelan numerik untuk menentukan penyebab dan dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi penerapan pendekatan hidrologi forensik dalam menganalisis banjir yang terjadi pada Januari 2024 di DAS Way Semangka, Lampung. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data curah hujan, debit sungai, serta penggunaan citra satelit dan observasi lapangan pasca-banjir. Hasil menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem (>200 mm/hari) selama dua hari berturut-turut yang diperparah oleh degradasi hutan di daerah tangkapan air. Pemodelan HEC-RAS menunjukkan bahwa luapan air melebihi kapasitas sungai hingga 40%. Pendekatan hidrologi forensik terbukti dapat memberikan informasi penting bagi perencanaan sistem mitigasi dan pengelolaan risiko banjir berbasis bukti.
Production of biogas from coffee husk waste with rumen fluid and mixture of rumen fluid and cow dung Hasrul Anwar; Ridho Ulya; Miftahul Djana; Rizka Mayasari
Konversi Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v12i1.15810

Abstract

Coffee is the second largest traded commodity in the world and also produces by-products and residues. Coffee husk waste is an abundant lignocellulosic material and has the potential to be used as raw material for biogas production. This study compared the production of biogas from coffee husk using rumen fluid with a mixture of rumen fluid and cow dung. In the pretreatment process using ethanol, the waste consisted of 65.90% cellulose, 24.95% hemicellulose, 0.21% lignin, 2.16% pectin, 1.08% protein, 3.11% tannins, 0.91% caffeine, and 3.78% polyphenols. The decrease in TS (total solid) and VS (volatile solid) values for C-RC (coffee-rumen fluid-cow dung) was greater than for C-R (coffee-rumen fluid) as 32.20% and 42.47% were obtained for C-RC, while the values for C-R were 19.32% and 38.37 The VFA (volatile fatty acids) values for C-R and C-RC were 1.09% and 2.24%. The biogas produced for C-R was CH4 of 14.4%, CO2 of 13.75%, and H2 of 0.59%, while that for C-RC consisted of CH4 of 22.3%, CO2 of 4.11%, and H2 of 0.36%. The yield of biogas for C-R was 0.48 Nm3/(kg COD removal) and for C-RC was 1.95 Nm3 /(kg COD removal).
Hidrologi Forensik terhadap Peristiwa Banjir Ekstrem di Sub DAS Way Pisang, Kabupaten Way Kanan Muhammad Hakiem Sedo Putra; Zainal Alim; M. Ridho Ulya
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27375

Abstract

Hidrologi forensik merupakan pendekatan ilmiah untuk mengungkap penyebab, kronologi, dan dampak dari peristiwa hidrologi ekstrem, seperti banjir besar, yang sering menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kerugian sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa banjir ekstrem yang terjadi di Sub DAS Way Pisang, Kabupaten Way Kanan, dengan menggunakan pendekatan forensik berbasis data hujan, data debit sungai, dokumentasi lapangan, dan wawancara masyarakat. Analisis dilakukan untuk merekonstruksi waktu puncak banjir, menganalisis kecepatan dan volume aliran, serta mengaitkannya dengan kerusakan infrastruktur yang terjadi, khususnya jembatan dan tanggul sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian banjir disebabkan oleh hujan ekstrem dengan intensitas >150 mm/hari yang terjadi secara berturut-turut, ditambah dengan buruknya sistem drainase dan hilangnya vegetasi bantaran. Pendekatan hidrologi forensik terbukti dapat memberikan gambaran menyeluruh atas rangkaian peristiwa dan memperkuat dasar ilmiah untuk perencanaan mitigasi bencana ke depan.
Analisis Daya Rusak Aliran Permukaan Berbasis Hidrologi Forensik pada Banjir Bandang Sub DAS Way Kuripan, Lampung: Forensic Hydrological Analysis Of Surface Flow Destructiveness In Flash Flood Events: Case Study Of Way Kuripan Sub-Dash Muhammad Hakiem Sedo Putra; M. Ridho Ulya
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v6i1.135

Abstract

Flash floods are one of the most destructive forms of water destructiveness, but have not been studied quantitatively at the sub-watershed level in Indonesia. This study aims to assess the mechanism of surface flow destructive power through a forensic hydrology approach in a flash flood event in Way Kuripan Subwatershed, Lampung, which occurred in January 2024. This research combines hydrological simulation using SCS-CN and HEC-HMS methods with spatial analysis and field measurements in an integrated manner. Data on rainfall, topography, land use, and documentation of infrastructure damage were used to calculate damage parameters such as stream power and shear stress spatially. The simulation results showed that the peak discharge reached 132.5 m³/s due to extreme rainfall of 128 mm/day, while the highest stream power values exceeded 400 W/m² in steep, narrow, and low hydraulic radius channel segments. Spatial overlays between the damaging power map and field damage points showed a high match, confirming the validity of the forensic approach used in this study. The findings show that a combination of quantitative and visual spatial approaches can provide a comprehensive picture of the causation of water disasters. The forensic hydrology approach can be a powerful tool in reconstructing catastrophic events, understanding the destructive characteristics of surface flows, and supporting flood risk mitigation efforts.
Integrating Disaster Risk Management into Infrastructure Governance: A Framework for Resilient Development in Indonesia Muhammad Hakiem Sedo Putra; M. Ridho Ulya; Zainal Alim
Journal of Infrastructure Policy and Management Vol. 9 No. 1 (2026): Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM)
Publisher : PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35166/jipm.v9i1.131

Abstract

Indonesia is highly vulnerable to disasters, e.g., floods, landslides, earthquakes, and volcanic eruptions; all of which pose serious risks to public infrastructure resilience. Although infrastructure investment continues to increase, disaster risk considerations are not fully integrated into infrastructure planning and governance. This study develops a conceptual framework for integrating Disaster Risk Management (DRM) into public infrastructure governance in Indonesia. Using secondary data from the National Disaster Management Agency, the Ministry of Public Works and Housing, and international development reports, the study applies a qualitative approach to examine policy frameworks, institutional arrangements, and the use of risk information in infrastructure planning. The findings show that infrastructure governance in Indonesia remains largely reactive, with limited use of hazard mapping in spatial planning and weak coordination among relevant institutions. The proposed framework emphasizes cross-sectoral coordination, systematic use of geospatial risk data, and community participation in planning and decision-making. Strengthening these mechanisms can enhance infrastructure resilience, reduce disaster-related losses, and support sustainable public infrastructure investment.