Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Transformasi Pola Interaksi Sosial Antara Siswa dan Guru dalam Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMAN 1 Solok Selatan Putri Adilla; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.465

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) membawa perubahan pola interaksi sosial antara siswa dan guru di SMAN 1 Solok Selatan. Sebelum P5 dilaksanakan, interaksi sosial di sekolah berlangsung secara terbatas, bersifat formal, dan hanya terjadi saat proses belajar mengajar. Pelaksanaan P5 di SMAN 1 Solok Selatan mulai memberikan ruang bagi siswa dan guru untuk membangun komunikasi yang lebih kolaboratif, aktif, dan bermakna melalui kegiatan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola interaksi sosial antara siswa dan guru dalam kegiatan P5. Hal ini menarik untuk diteliti karena perubahan satuan pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka, Khususnya dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menekankan kolaborasi dan pembentukan karakter siswa serta interaksi siswa dan guru. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan tipe penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Kemudian penelitian ini dianalisis menggunakan teori Teori Struktural Fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons yang mana teori ini menjelaskan bahwa masyarakat sebagai suatu sistem sosial yang tersusun atas bagian-bagian atau struktur yang saling berkaitan dan saling bergantung. Langkah penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 13 orang, dengan karakteristik informan yaitu, kepala sekolah, wakil kurikulum, wakil kesiswaan, guru, dan siswa dalam P5. Teknik analisis data dilakukan dengan skema Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 mampu menciptakan perubahan mendasar pada hubungan sosial antara siswa dan guru. Siswa mengalami pembentukan diri (self) yaitu melalui interaksi sosial, mengembangkan kemampuan role talking (pengambilan peran), serta menginternalisasikan nilai-nilai sosial melalui generalized other.
Upaya Wali Kelas dalam Menangani Dampak Bullying di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir Ray Jordi; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya wali kelas dalam menangani dampak bullying di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Bullying masih menjadi salah satu masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa. Korban bullying sering mengalami rasa takut, kurang percaya diri, menurunnya motivasi belajar, serta kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya. Dalam konteks ini, wali kelas memiliki peran yang sangat penting karena berinteraksi secara langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran serta lebih mengetahui kondisi dan dinamika yang terjadi di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai upaya yang dilakukan wali kelas dalam menangani dampak bullying di lingkungan sekolah. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, serta catatan dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan penanganan bullying di sekolah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 guru, yaitu wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK), serta 5 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive dengan kriteria guru yang terlibat langsung dalam penanganan kasus bullying dan siswa yang mengetahui atau pernah mengalami kejadian bullying di sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan didukung dengan triangulasi sumber serta triangulasi metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas memiliki peran penting dalam menangani dampak bullying melalui pendekatan personal kepada korban, memberikan pembinaan kepada pelaku, melakukan kerja sama dengan guru BK dan orang tua siswa, serta menciptakan lingkungan kelas yang positif, aman, dan kondusif. Melalui berbagai upaya tersebut, penanganan dampak bullying dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga membantu siswa mengatasi dampak psikologis dan sosial yang dialami serta mencegah terjadinya perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Kebijakan In House Training Sekolah Penggerak dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di SMAN 1 Suliki Sakinatun Nafsi; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan In House Training (IHT) Sekolah Penggerak di SMAN 1 Suliki dalam meningkatkan kompetensi guru. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons dengan skema AGIL (Adaptation,Goal Attainment, Integration, Latency). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan 15 orang informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria informan terlibat dalam pelatihan IHT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyaijan data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan In-House Training (IHT) secara signifikan berhasil mengakselerasi empat kompetensi utama guru melalui penguasaan perangkat deep learning, integrasi teknologi digital seperti Canva dan Quizizz, serta penguatan keterampilan public speaking. Walaupun terdapat hambatan dalam adaptasi teknologi pada kelompok guru senior, kebijakan ini efektif dalam menciptakan ekosistem sekolah yang lebih kolaboratif dan adaptif. Keberhasilan transformasi ini didukung oleh sistem evaluasi yang terintegrasi melalui supervisi berkala, yang mana hasilnya menjadi instrumen strategis untuk menjamin keberlanjutan peningkatan kompetensi guru di SMAN 1 Suliki.
Pola Komunikasi dalam Upaya Pencegahan Ancaman Bahaya Kecanduan Narkoba Pada Masyarakat Kayu Kalek Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Putra Fahrishal Pratama; Muhammad Rivaldo Agriza; Muhammad Rafif Aradhi; Rara Indah Mutiara; Raudhah Binti Rustam; Delmira Syafrini; Ika Sandra; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.183

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pola komunikasi digunakan dalam upaya mencegah kecanduan narkoba di lingkungan masyarakat Kayu Kalek, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Permasalahan muncul karena masyarakat semakin rentan terhadap ancaman tersebut, yang dipengaruhi oleh pergaulan, akses internet yang luas, serta kurangnya informasi yang tersampaikan secara terstruktur mengenai dampak negatifnya. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, pemuda-pemuda , dan pihak terkait dalam menyampaikan pesan pencegahan serta membangun kesadaran kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara dengan 6 informanĀ  yang terdiri tadi tokoh masyarakat pemuda ,dan warga setempat, serta melakukan observasi langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil masih menjadi saluran utama, seperti melalui pertemuan warga, kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, pola komunikasi tersebut belum berjalan secara teratur dan belum memiliki koordinasi yang kuat.
Faktor-Faktor Quarter Life Crisis pada Fresh Graduate dalam Masa Transisi Menuju Dunia Kerja Haura Ramadhina; Ika Sandra
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i1.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan quarter-life crisis pada fresh graduate Prodi Pendidikan Sosiologi UNP. Penelitian ini kebaruannya pada fokus analisis yang tidak hanya melihat QLC dari aspek psikologis sebagaimana studi-studi sebelumnya, tetapi juga menekankan perspektif sosiologis guna memahami faktor pemicu QLC. Penelitian ini memiliki urgensi karena kecemasan akan masa depan dan karir yang dialami fresh graduate dapat membawa dampak bagi kesejahteraan individu, terutama dalam memicu munculnya QLC. Teori yang digunakan teori fenomenologi Alfred Schutz yang menekankan makna subjektif individu terhadap pengalaman hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Prodi Pendidikan Sosiologi UNP dengan rentang Juni hingga September 2025 dengan jumlah 15 informan. Informan dipilih secara purposive dengan kriteria fresh graduate Prodi Pendidikan Sosiologi UNP, telah menyelesaikan studi 6 bulan hingga 1 tahun, dan sedang dalam proses pencarian kerja. Data dikumpulkan melalui observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman yang yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab QLC yang meliputi: (1) Ekspektasi dan ketakutan Fresh graduate terhadap Masa Depan, (2) Keraguan diri terhadap kompetensi dalam menentukan arah karir, (3) Rasa cemas akibat tuntutan dari keluarga, (4) Perbandingan sosial dengan teman sebaya, (5) Keterbatasan peluang kerja yang sesuai dengan minat dan latar belakang Pendidikan, (6) Khwatir terhadap Ketidaksesuaian antara Pekerjaan dan Nilai Pribadi. Temuan ini memperlihatkan bahwa QLC dipengaruhi oleh kondisi individu dan ekspektasi sosial, serta dipahami melalui makna subjektif fresh graduate dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja.
Analisis Perencanaan Berbasis Data untuk Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Swasta Doni Purnawi Hardiyanto; Istaryatiningtias Istaryatiningtias; Ihsana El Khuluqo; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.365

Abstract

Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan pendekatan strategis yang menekankan penyusunan kebijakan dan program sekolah berdasarkan bukti yang valid dan terukur. Pendekatan ini telah diadopsi secara luas di tingkat global untuk meningkatkan efektivitas perencanaan pendidikan. Namun, di Indonesia, khususnya di sekolah dasar swasta, penerapan PBD masih menghadapi hambatan signifikan seperti rendahnya literasi data guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta lemahnya budaya refleksi dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi PBD di sebuah sekolah dasar Islam swasta di Kota Bekasi dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari tahap perencanaan hingga capaian hasil. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, analisis dokumen perencanaan dan evaluasi sekolah, serta validasi tematik oleh pakar pendidikan. Analisis mengidentifikasi tiga praktik utama yang menopang keberhasilan PBD: pemanfaatan data Rapor Pendidikan untuk program matrikulasi dan pengayaan, kolaborasi lintas peran dalam penyusunan rencana strategis, dan pelaksanaan refleksi berkala sebagai mekanisme perbaikan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif kepala sekolah dan guru berperan penting dalam memperkuat kepemimpinan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan literasi data. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan budaya reflektif dan kolaboratif di sekolah dasar, sekaligus menjadi acuan praktis bagi lembaga pendidikan serupa dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan berbasis data demi peningkatan mutu pembelajaran.
Merakit Keterampilan Abad ke-21 Melalui Teaching Factory dengan Model Discrepancy Rahma Widiati; Istaryatiningtias Istaryatiningtias; Fetrimen Fetrimen; Doni Purnawi Hardiyanto; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.366

Abstract

Peningkatan soft skills menjadi salah satu prioritas dalam pendidikan vokasi abad ke-21, mengingat dunia kerja menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan kolaboratif. Teaching Factory sebagai model pembelajaran berbasis produksi nyata dipandang mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi sekolah dan kebutuhan industri. Namun, implementasinya di banyak sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan seperti kurangnya integrasi evaluasi soft skills, keterbatasan pelatihan guru berbasis industri, serta lemahnya sistem refleksi program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Teaching Factory di sebuah SMK swasta menggunakan pendekatan Discrepancy Evaluation Model (DEM) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara tujuan dan praktik di lapangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan beberapa informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari kepala sekolah, 4 guru produktif, dan 5 siswa yang terlibat langsung dalam program. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran di bengkel kerja dan interaksi dengan mitra industri, serta analisis dokumen perencanaan dan evaluasi. Validasi dilakukan melalui triangulation of sources dan member checking. Analisis data dilakukan secara tematik mengacu pada lima komponen DEM: standar, kinerja, analisis kesenjangan, penyebab kesenjangan, dan strategi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teaching Factory berkontribusi pada penguatan komunikasi, kerja tim, dan tanggung jawab siswa, namun masih terdapat kelemahan pada perencanaan, konsistensi pembimbingan guru, dan evaluasi soft skills. Rekomendasi meliputi penguatan desain program, pelatihan guru berbasis industri, dan integrasi evaluasi berkelanjutan.