Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN SUMBER PROTEIN SBM (Soybean Meal) DAN MINERAL ORGANIK (Zn DAN Cr) TERHADAP KECERNAAN LEMAK KASAR DAN TDN (Total Digestible Nutrient) PADA KAMBING RAMBON Khairunisa, Ni Komang Triana; Muhtarudin, Muhtarudin; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.414-420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sumber protein SBM (Soybean Meal) dan mineral organik (Zn dan Cr) terhadap kecernaan lemak kasar dan TDN (Total Digestible Nutrient) pada kambing rambon. Serta mengetahui perlakuan terbaik dalam ransum terhadap kecernaan lemak kasar dan TDN (Total Digestible Nutrient). Percobaan dilakukan pada 12 ekor kambing rambon jantan, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu: P1 : ransum basal (silase daun singkong, onggok, bungkil sawit, dan urea 35 gr), P2: ransum basal 90% dan SBM 10%, P3: ransum basal + mineral organik (Zn 40 ppm + Cr 0,3 ppm), dan P4 : ransum basal 90% + SBM 10% + mineral organik (Zn 40 ppm + Cr 0,3 ppm). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) lalu di uji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf nyata 5%. Peubah yang diamati adalah kecernaan lemak kasar dan nilai TDN. Pemberian ransum dengan sumber protein SBM dan mineral organik (Zn dan Cr) menunjukan hasil berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai TDN serta berpengaruh nyata (P<0,05) pada ransum perlakuan terhadap kecernaan lemak kasar. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki nilai yang tertinggi yaitu 82,81±3,66 berbeda nyata dengan P2 dan P4, namun tidak berpengaruh nyata dengan P1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian sumber protein SBM dan mineral organik (Zn dan Cr) berpengaruh terhadap kecernaan lemak kasar dan TDN pada kambing rambon.
APLIKASI ARBUSCULAR MYCORRHIZAE DAN JENIS PUPUK BERBEDA PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP MORFOLOGI DAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR PADA RUMPUT PAKCHONG Susanti, Wulan; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.377-386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian level mikoriza dan jenis pupuk yang berbeda pada kondisi cekaman kekeringan serta interaksi antara keduanya terhadap morfologi dan efisiensi penggunaan air rumput pakchong. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2022-Januari 2023, dilakukan di Rumah kaca Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas faktor mikoriza dan faktor pupuk. Faktor mikoriza terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu M0 (tanpa mikoriza), M1 (mikoriza 20 gram), M2 (mikoriza 40 gram), M3 (mikoriza 60 gram) dan faktor pupuk terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu P1 (pupuk kambing), P2 (pupuk NPK), P3 (pupuk NPK + pupuk kambing). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian pemberian mikoriza dan jenis pupuk tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap morfologi tinggi tanaman, jumlah daun, rasio daun batang, luas permukaan daun dan efisiensi penggunaan air rumput pakchong serta tidak ada pengaruh antara kedua perlakuan. Pemberian mikoriza dan jenis pupuk berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot akar rumput pakchong, akan tetapi tidak ada interaksi antara kedua perlakuan. Hasil uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada bobot segar akar rumput pakchong menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza M0 tidak berbeda nyata dengan perlakuan M1 dan M3, perlakuan mikoriza M2 tidak berbeda nyata dengan perlakuan M1 dan M3, dan perlakuan M0 berbeda nyata dengan perlakuan M2. Hasil uji BNT bobot segar akar rumput pakchong pada perlakuan pupuk menujukkan bahwa perlakuan P1 berbeda nyata dengan perlakuan P2 dan P3.
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TONGKOL JAGUNG DAN AMPAS TAHU TERHADAP KANDUNGAN LEMAK KASAR, ABU, BETN, DAN TDN PRODUK FERMENTASINYA Tamara, Nina Yelly; Sutrisna, Rudy; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.291-299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tongkol jagung dan ampas tahu terhadap kandungan lemak kasar, abu, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), dan Total Digestible Nutrien TDN. Penelitian ini dilaksanakan pada 12 Januari—03 Februari 2023, di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : tongkol jagung 50% + ampas tahu 50% (kontrol), P1 : tongkol jagung 50% + ampas tahu 50% + Rhizopus oligosporus 4%, P2 : tongkol jagung 60% + ampas tahu 40% + Rhizopus oligosporus 4%, P3 : tongkol jagung 70% + ampas tahu 40% + Rhizopus oligosporus 4%. Variabel yang diamati meliputi lemak kasar, abu, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), dan Total Digestible Nutrien (TDN). Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase campuran tongkol jagung dan ampas tahu terfermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lemak kasar (P0: 13,81 ± , P1: 12,21 ± , P2: 10,92 ± , dan P3: 4,94 ± ), berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap abu (P0: 5,64 ± , P1: 4,65 ± , P2: 4,80 ± , dan P3: 4,85 ± ), berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BETN (P0: 27,28 ± , P1: 30,15 ± , P2: 40,67 ± , dan P3: 40,67 ± ), dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap TDN (P0: 66,86 ± , P1: 69,01 ± , P2: 67,54 ± , dan P3: 60,51 ± ). Perlakuan terbaik yaitu pada P1 terhadap kandungan abu dan TDN, pada P3 terhadap kandungan lemak kasar dan BETN.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN STEK DAN KONSENTRASI URIN KAMBING TERHADAP DAYA TUMBUH DAN PRODUKTIVITASRUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv. Thailand) Lestari, Vinka Dwi; Liman, Liman; Farda, Fitria Tsani; Muhtarudin, Muhtarudin; Tantalo, Syahrio
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.009-019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan konsentrasi urin kambing terhadap daya tumbuh dan produktivitas rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand). Penelitian ini dilaksanakan November 2022 - Januari 2023 di Laboratorium Lapang Terpadu, Universitas Lampung, Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 perlakuan dan 3 ulangan, dengan menggunakan 240 stek rumput pakchong. Perlakuannya adalah konsentrasi K0; urine 0%, K1; urine 25%, K2; urine 50%, K3; urine 100%, dan lama perendaman L0; 0 menit, L1; 10 menit, L2; 20 menit, L3; 30 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut BNT taraf 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman dan konsentrasi urine kambing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, daya tumbuh, jumlah tunas, dan berat segar dan berat kering rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).
INKORPORASI PRODUK SUPLEMENT MULTI NUTRIEN SAOS KE DALAM KONSENTRAT SAPI POTONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING, PROTEIN KASAR DAN PERTAMBAHAN BOBOT TUBUH Fitriyani, Fitriyani; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.200-209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Multi Nutrients Sauce (MNS) dan Indigofera pada ransum terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada sapi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September - November 2022 di Desa Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Analisis dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Ternak, Jalan Veternan III, Ciawi, Bogor dan Laboratoriun Politeknik Negri Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan menggunakan 15 sapi. Sapi dikelompokkan menjadi 5 kelompok berdasarkan kisaran bobot badan. Setiap kelompok diberikan 3 perlakuan yang berbeda, sehigga total sapi yang dibutuhkan sebanyak 15 ekor. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, protein kasar dan pertambahan bobot tubuh (PBT). Rancangan perlakuannya adalah R1= R1 : Ransum Basal 60% + Hijauan 40%; R2 : R1+ MNS 6,54 %; R3 : R2+ Indigofera 10%. Data dari hasil penelitian dianalisis dengan analisis Anova dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan Konsumsi bahan kering dan pertambahan bobot tubuh tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) dan konsumsi protein kasar berpengaruh nyata (P<0,05). Rata-rata konsumsi bahan kering (R1) 9,46; (R2) 9,51 dan (R3) 10,59 (kg/ekor/hari) . Rataan konsumsi protein kasar (R1) 0,76; (R2) 0,90 dan (R3) 1,01 (kg/ekor/hari). Rataan pertambahan bobot tubuh (R1) 0,56; (R2) 0,41 dan (R3) 1,06 (kg/ekor/hari).
PENGARUH LEVEL PENGGUNAAN MIKORIZA DAN JENIS PUPUK YANG BERBEDA PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT PAKCHONG Kholiq, Nur; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.029-037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian level mikoriza dan jenis pupuk yang berbeda pada kondisi cekaman kekeringan serta interaksi antara keduanya terhadap produktivitas rumput pakchong. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2022 – Januari 2023 di Rumah kaca Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 faktor yang disusun dalam percobaan faktorial 4x3. Faktor pertama jenis pupuk terdiri dari 3 perlakuan dan faktor kedua pemberian mikoriza dengan 4 perlakuan, masing-masing diulang 3 kali. Faktor pertama yang diberikan adalah P1: pupuk kambing, P2: pupuk NPK, P3: pupuk kambing + pupuk NPK. Faktor kedua M0: tanpa mikoriza, M1: mikoriza 20 gram, M2: mikoriza 40 gram, M3: mikoriza 60 gram. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata terkecil (BNt) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza dan jenis pupuk tidak berbeda nyata (P>0,05) dan tidak terdapat interaksi yang nyata (P>0.05) antara pemberian mikoriza dan jenis pupuk terhadap jumlah anakan, bobot segar dan bobot kering tajuk rumput pakchong.
PENGGUNAAN MULTI NUTRIENT SAUCE (MNS) DAN INDIGOFERA DALAM RANSUM KOMERSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT TUBUH, KONSUMSI RANSUM, DAN KONVERSI RANSUM Hati, Diah Permata; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman; Adhianto, Kusuma; Tantalo, Syahrio; Noer, Irmayani; Hasiib, Etha' Aziza
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.045-051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan multi nutrient sauce dan indigofera sp. pada ransum terhadap pertambahan bobot tubuh, konsumsi ransum, dan konversi ransum pada sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2022--November 2022 di Desa Negeri Katon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok, dengan menggunakan 12 sapi potong. Perlakuannya adalah R1 ; Ransum Basal (Konsentrat Grumi Feed A) 60% + Hijauan (Silase tebon jagung) 40%, R2 ; R1 + multi nutrient sauce 6,45 % R3 ; R2 + Indigofera sp. 10%. Hasil penelitian pada konsumsi ransum sapi potong sebesar (R1 10,80 ± 0,90 ; R2 11,23 ± 1,78 ; dan R3 11,65 ± 1,35) kg/hari, hasil pada pertambahan bobot badan sapi potong sebesar (R1 1,29 ± 0,32 ; R2 0,71 ± 0,28 ; dan R31,40 ± 0,19) kg/hari, hasil pada konversi ransum sapi potong sebesar (R1 9,75 ± 4,79 ; R2 16,79 ± 3,34 ; dan R3 8,44 ± 1,63 0,47). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot tubuh, dan konversi ransum.
PERBEDAAN PERFORMANS SAPI POTONG YANG DIBERI RANSUM KOMERSIAL GRUMI FEED DENGAN SAPI POTONG YANG DIBERI RANSUM FORMULA MATCHING FUND Hanafi, Isniah; Erwanto, Erwanto; Farda, Fitria Tsani; Liman, Liman; Tantalo, Syahrio; Noer, Irmayani; Hasiib, Etha' Aziza
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.052-058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performans sapi potong yang diberi ransum komersial Grumi Feed (P0) dengan sapi potong yang diberi ransum formula Matching Fund (P1). Penelitian ini dilaksanakan pada November 2022 di Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah; Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung; dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari 2 perlakuan, dimana pada masing-masing perlakuan terdapat 10 ulangan sehingga terdapat 20 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian ransum komersial Grumi Feed dan ransum formula Mathcing Fund. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, konsumsi protein kasar dan pertambahan bobot tubuh. Data yang diperolehdianalisismenggunakan uji independent T-test dan mannwhitneydengantaraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata pada konsumsi bahan kering, konsumsi protein dan pertambahan bobot tubuh sapi potong (P>0,05). Walaupun tidak terdapat perbedaan rata-rata namun hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsumsi bahan kering (BK) dan konsumsi protein kasar (PK) pada P1 lebih tinggi dibandingkan P0 sehingga pertambahan bobot tubuh harian (PBBH) pada P1 juga lebih tinggi daripada P0. Besarnya nilai konsumsi BK, PK, dan PBBH pada P1 berturut-turut yaitu 8,79 kg/ekor/hari; 1,15 kg/ekor/hari; 1,23kg/ekor/hari.
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) PADA RANSUM BASAL TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) FASE STARTER Syakti, Rendi; Liman, Liman; Nova, Khaira; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.067-074

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari subtitusi terbaik tepung maggot black soldier fly (BSF) pada level berbeda dalam ransum terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat tubuh, dan konversi ransum ayam kampung unggul balitnak (KUB). Penelitian ini dilaksanakan pada 4 Februari -- 4 Maret 2023 selama 4 minggu bertempat di kandang ayam Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang masing-masing ulangan terdiri dari 6 ekor ayam KUB. Perlakuan yang di berikan adalah ransum basal sebagai kontrol (P0); ransum basal 95% dengan subtitusi tepung maggot BSF 5% (P1); ransum basal 90% dengan subtitusi tepung maggot BSF 10%(P2); ransum basal 85% dengan subtitusi tepung maggot BSF 15% (P3). Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pada taraf 5%, apabila hasil analisis ragam nyata maka di lanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) untuk mendapatkan performa penggunaan maggot terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung maggot BSF pada ransum basal berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berattubuh (PBT). Konversi ransum, dan income over feed cost (IOFC) ayam KUB fase starter. Pemberian ransum basal dengan subtitusi tepung maggot BSF sebesar15% (P3) signifikan dalam meningkatan konsumsi ransum, pertambahan berat tubuh, dan mampu menurunkan konversi ransum. Namun, tidak memberikan nilai IOFC terbaik. Nilai IOFC terbaik terdapat pada perlakuan ransum basal (P0) yaitu tanpa penambahan tepung maggot.
INKORPORASI PRODUK SUPLEMEN MULTI NUTRIEN SAOS KE DALAM KONSENTRAT SAPI POTONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK RANSUM Sari, Rizka Novita; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.083-090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Multi nutrien saos (MNS) pada ransum terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada sapi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September--November 2022 di Desa Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Analisis dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan dan 8 ulangan menggunakan 16 sapi. Rancangan perlakuannya adalah R1: Ransum Grumi Feed A 50% + Hijauan 50% dan R2: R1 +MNS 6,45 %. Data dari hasil penelitian dianalisis dengan analisis Uji T. Hasil penelitian menunjukkan penambahan MNS tidak berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian MNS 6,45% tidak mempengaruhi KCBK dan KCBO. Rataan KCBK pada R1 adalah 69,23%+4,27%; dan R2 70,96%+2,34%. Sedangkan KCBO masing-masing adalah R1 68,84%+4,15%; dan R2 71,44%+2,65%. Rataan KCBO pada R2 71,44%+2,65%. Lebih tinggi dari R1 68,84%+4,15%.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Fattah, Muhamad Faris Abhirama, Farid Afif, Dwi Agustina Afrianti, Zulvina Akbar, Khoirul Alamanda, Raddien Laduni Alfriani, Try Hardianti Ali Djamhuri Ali Husni Andika, Wahyu Antika, Cloudia Apriliana, Anisa Dwi Arief Qisthon Arif Qisthon Arifin, M. Deni Arifin, Muhammad Deni Arrozak, Muhammad Rofif Ilham Choirul Anwar Dian Septinova Doni Ramadhan, Doni Erwanto Farda, Firia Tsani Farida Fathul Febriana, Dini Fitria Tsani Farda Fitriani Fitriani Fitriyani Fitriyani Hanafi, Isniah Hanawati, Nadia Dwi Hasiib, Etha' Aziza Hati, Diah Permata Herdiansyah, Lani I Gusti Bagus Wiksuana Imelda, Meilita Irawan Saputra Irawan, Bayu Hadi Setya Khaira Nova Khairunisa, Ni Komang Triana Kholiq, Nur Kristanti, Amelia Evi Kristanti, Nuke Kusuma A. Kusuma Adhianto Laurin, Clarisa Lestari, Vinka Dwi Madi Hartono Maliya, Mirwa Siti Muhammad Mirandy Pratama Sirat Muhtarudi, Muhtarudi Muhtarudin Muhtarudin Noer, Irmayani Novita Lestari, Novita Nugroho, Kaleb Wisnu Nugroho, Muhammad Dika Nurunnisa, Fitria Nurwidya, Nasywa Pragastya, Ambrosius Nugraha Dimas Prayoga, Ibnu Kesuma Purba, Eko Prasetyo Purnama Edy Santosa Putri, Dewi Annisa Ramadhan, Debi Putra Ramadhani, Afiqah Ramadhani, Fath Hate Ramanda, Rio Ratna Ermawati Rinjani, Nadinda Khoirunnisa Puri Ririn Angriani Rizkiyah, Nayla Syaqiratul Rizky Amelia, Aniza Rohayanti, Rohayanti Rudy Sutrisna S Siswanto Safira, Auliya Sanjaya, Purba Santoso, Riyadi Bagus Sari, Andini Novita Sari, Dewi Nofita Sari, Rizka Novita Sazena, Mayang Septia, Dela Septiana, Tri Silvia, Desma Sri Suharyati Sukma, Delta Tiara Susanti, Wulan Sutami, Rifqi Anwar Syah Khosi, Aghil Syahrio Tantalo Syakti, Rendi Tabtalo, Syahrio Tamara, Nina Yelly Ulhaq, Afifah Nida Utami, Siti Nina Sri Veithzal Rivai Zainal Veronica Wanniatie Widiasri, Ni Luh Putu Wijaya, Agung Kusuma Wijaya, Agung Kusuma yamartha, yamartha Yudiyanto, Febri YUSUF WIDODO