Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Air Buah Kelapa Tua dengan Level yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv.Thailand) Alfriani, Try Hardianti; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.412-421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian air buahkelapa tua dengan level yang berbeda terhadap tinggi tanaman, jumlahtunas, dan jumlah daun pada rumput pakchong (Pennisetumpurpureum cv. Thailand). Penelitian ini dilakukan pada bulanSeptember-Desember 2024 yang berlokasikan di Rumah KacaLaboratorium Lapangan Terpadu, Fakultas Pertanian, UniversitasLampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan perlakuan 4 dan 5 ulangan. Adapun susunan perlakuandalam penelitian ini yaitu P0 : tanpa pemberian air buah kelapa tua(kontrol), P1 : pemberian air buah kelapa tua dengan konsentrasi 25%,P2 : pemberian air buah kelapa tua dengan konsentrasi 50%, P3 :pemberian air buah kelapa tua dengan konsentrasi 75%. Data yangdiperoleh akan dibuat dalam bentuk grafik untuk dianalisis secarastatistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakonsentrasi 25% memberikan respon rata-rata tinggi rumput pakchongyang cukup baik di umur 2 minggu hingga 7 minggu, dan konsentrasi50% memberikan respon yang cukup baik di umur 9 minggu hingga 11minggu. Pada jumlah tunas rumput pakchong, konsentrasi 25%memberikan respon yang cukup baik di minggu ke-10 (1,4 tunas) danminggu ke 11 (1,6 tunas). Pada jumlah daun rumput pakchong,konsentrasi 50% memberikan respon yang cukup baik di umur 2minggu hingga 9 minggu, sementara konsentrasi 75% memberikanrespon cukup baik di umur 10 minggu dan 11 minggu. Perbedaantersebut mengindikasikan kebutuhan zat pengatur tumbuh yangberbeda saat bertambahnya umur tanaman untuk meningkatkanpertumbuhan.
PENYULUHAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN KAMBING PERAH DAN PENANAMAN RUMPUT UNGGUL SEBAGAI PAKAN DI KECAMATAN SUKOHARJO Qisthon, Arif; Liman, Liman; Santosa, Purnama Edy; Farda, Fitria Tsani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6220

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman peternak tentang manajemen pemeliharaan kambing yang baik, meningkatkan pemahaman pentingnya rumput unggul dan meningkatkan kemampuan peternak dalam budidaya rumput unggul Pakchong. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan April-Agustus 2022 di Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok tani Rukun Amrih Sentosa. Tim pelaksana kegiatan ini adalah tim dosen Program Studi Peternakan, Program Studi Nutrisi dan Teknologi Pakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, pelatihan, dan demplot penanaman rumput, pengolahan rumput dan evaluasi pelaksanaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kelompok tani Rukun Amrih Sentosa, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Peternak lebih memahami system pemeliharaan ternak kambing yang tepat serta penanaman rumput unggul sebagai pakan ternak.
Diseminasi pembuatan Multi Nutrien Saus (MNS) sebagai sumber vitamin dan mineral bagi ternak ruminansia di Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru Erwanto, Erwanto; Qisthon, Arif; Liman, Liman; Farda, Fitria Tsani; Ramanda, Rio; Arifin, Muhammad Deni
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7825

Abstract

Peternak sapi potong dan kambing di Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, khususnya di Desa Teluk Dalem, hingga saat ini masih mengalami kesulitan dalam peningkatan ADG ternaknya. Kegiatan beternak yang hanya dilakukan sebagai kegiatan sampingan tentunya menjadi salah satu faktor kurangnya capaian ADG yang diinginkan, karena pemberian pakan diberikan bukan sesuai kebutuhan ternak. Pakan yang diberikan untuk ternak sapi potong di Desa Teluk Dalem hanya mengandalkan rumput lapang tanpa tambahan pakan lainnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian mengajukan solusi untuk memperbaiki nutrisi pakan ternak dengan pendampingan pembuatan Multy Nutrients Sauce (MNS) sebagai produk yang diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan nutrien bagi ternak ruminansia.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan selama 6 bulan yaitu Maret-Agustus 2023. Kegiatan dilakukan di Desa Teluk Dalem, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan dilakukan oleh tim dosen Jurusan Peternakan dan Mahasiswa Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, pelatihan pembuatan produk MNS dan evaluasi kegiatan. Peternak mengetahui jenis-jenis pakan, kebutuhan, cara pemberian dan pentingnya vitamin dan mineral bagi sapi dan kambing. Peternak mampu membuat multi nutrien saus (MNS) sebagai produk yang dapat meningkatkan produktivitas sapi dan kambing di Desa Teluk Dalem, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL SPESIFIK LOKASI DI KAMPUNG SENDANGASRI KECAMATAN SENDANG AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Sanjaya, Purba; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Tantalo, Syahrio; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Ermawati, Ratna
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8789

Abstract

Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kampung yang masyarakatnya merupakan petani dan peternak sapi. Masyarakat selain bertani juga banyak memelihara ternak terutama sapi Bali. Setiap harinya sapi Bali dengan bobot sekitar 200-250 kg dapat menghasilkan limbah feses sebanyak 8 – 10 kg feses/hari. Kurangnya ilmu pengetahuan menjadikan masyarakat belum mengetahui alternatif pupuk kimia. Limbah feses dari sapi tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif tambahan pendapatan bagi para peternak dan petani dengan cara menjadikan feses sebagai bahan pembuatan pupuk yang dikombinasikan dengan limbah pertanian seperti jerami padi dan daun singkong sehingga menjadi produk pupuk organik yang menyuburkan lahan pertanian melalui metode penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Bentuk evaluasi yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah a) evaluasi awal, b) evaluasi proses, dan c) evaluasi akhir untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 23 orang anggota Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan bahwa tingkat pengetahuan peternak sebelum pelaksanaan adalah 45,50% kemudian meningkat menjadi 94,30% setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah feses ternak dan limbah pertanian sebagai bahan baku potensial pupuk organik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 48,80% yang termasuk dalam kategori tinggi.
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) DALAM RANSUM TERHADAP ERITROSIT, HEMOGLOBIN, DAN HEMATOKRIT DARAH AYAM JOPER BETINA Kristanti, Nuke; Hartono, Madi; Liman, Liman; Sutrisna, Rudy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2022.6.3.311-320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian tepung maggot terhadap eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit darah ayam joper betina. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Maret 2022 dan berlokasi di Peternakan Ayam Joper Daffa, Labuhan Dalem, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung. Pemeriksaan eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit dilakukan di Balai Veteriner Lampung, Bandar Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu ransum tanpa suplementasi tepung maggot (P0), ransum dengan suplementasi 5% tepung maggot (P1), ransum dengan suplementasi 10% tepung maggot (P2), dan ransum dengan suplementasi 15% tepung maggot (P3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji polinomial ortogonal. Hasil uji lanjut polinomial ortogonal menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit pada ayam joper betina. Hasil uji lanjut polinomial ortogonal berpola kubik dengan persamaan pada eritrosit yaitu y = 2,692 – 0,1184x + 0,0359x2 – 0,002x3, pada hemoglobin y = 7,6 - 0,0493x+ 0,0256x2-0,0015x3, dan pada hematokrit y = 27,4- 0,58x+ 0,196x2-0,0112x3. Dosis suplementasi tepung maggot optimum pada eritrost, hemoglobin, dan hematokrit berturut-turut adalah 9,99%, 15,62%, dan 10,14%.
SUBSTITUSI SILASE DAUN SINGKONG DENGAN RUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv Thailand) TERHADAP KADAR PROTEIN DAN LAKTOSA SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH Ramadhan, Debi Putra; Wanniatie, Veronica; Liman, Liman; Farda, Fitria Tsani
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2022.6.3.258-265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi silase daun Singkong dengan rumput Pakchong (Pennisetum Purpureum cv Thailand) pada ransum terhadap kadar protein dan laktosa susu kambing Peranakan Etawah dan mengetahui pengaruh substitusi silase daun Singkong dengan rumput Pakchong (Pennisetum Purpureum cv Thailand) yang terbaik pada ransum terhadap kadar protein dan laktosa susu kambing Peranakan Etawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari--Maret 2022. Lokasi penelitian ini dilakukan di Asyifa Farm, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Analisis susu kambing dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga kelompok sebagai ulangan, sehingga dapat terdapat sembilan satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1: 30% silase daun Singkong + 70% konsentrat, P2: 15% silase daun Singkong + 15% silase rumput Pakchong + 70% konsentrat dan P3: 30% silase rumput Pakchong + 70% konsentrat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan taraf 5%. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa perlakuan ransum P1, P2 dan P3 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein dan laktosa susu kambing Peranakan Etawah. Rata-rata kadar protein dan laktosa pada penelitian ini yaitu 3,409--4,627% dan 3,217--3,425%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kualitas susu kambing segar berdasarkan kadar protein telah memenuhi standar susu segar menurut Badan Standarisasi Nasional 01-3141-2011 dan Thai Agricultural Standard. Kadar protein dan laktosa tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa pemberian silase rumput pakchong dengan kadar protein dan laktosa secara berturut- turut adalah 3,627 ± 0,331 % dan 3,425 ± 0,312 %.
UJI KUALITAS DEDAK PADI DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Nugroho, Muhammad Dika; Liman, Liman; Sutrisna, Rudy; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2022.6.3.286-292

Abstract

Dedak padi yang berkualitas baik mempunyai ciri fisik yaitu baunya khas, tidak tengik, teksturnya halus, lebih padat dan mudah digenggam karena mengandung kadar sekam yang rendah. Dedak yang memiliki ciri seperti ini mempunyai nilai nutrisi yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas dedak padi yang terdapat di pasar dan pabrik di Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan masyarakat tentang cara membedakan kualitas dedak padi yang baik dan buruk serta untuk mengetahui cara menentukan kualitas dedak padi yang baik melalui karekteristik fisik dedak padi dengan melakukan uji organoletik, uji sekam dan uji kerapatan tumpukan. Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode purposive sampling dengan cara pengambilan sampel dedak padi yang berbeda di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 5 sampel dari pasar dan 5 sampel dari pabrik penggilingan padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dedak padi yang diambil di Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, serangga) dedak padi dari pabrik lebih baik dibandingkan dedak padi dari pasar. karena dalam segi aroma dedak padi pasar memiliki lebih banyak sampel yang beraroma tengik dan terdapat serangga dibandingkan dedak padi dari pabrik. Berdasarkan uji fluorogucinol didapatkan dedak padi yang berkualitas baik memiliki kadar sekam kurang dari 15% dan berkualitas rendah memiliki kadar sekam lebih dari 15%. Dedak padi berkualitas baik didapatkan dari sampel yang diambil di pabrik dengan kadar sekam 10%, sedangkan dedak padi berkualitas rendah didapatkan dari sampel yang diambil di pasar dengan kadar sekam 25%. Berdasarkan uji kerapatan tumpukan didapatkan dedak padi dari pasar lebih baik dibandingkan dedak padi dari pabrik. karena dedak padi dari pasar memiliki rata rata nilai yang lebih kecil dibanding dedak padi dari pabrik.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK TRICHOKOMPOS DAN PUPUK NPK TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR RUMPUT PAKCHONG Apriliana, Anisa Dwi; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.3.453-463

Abstract

This study aims to interact and influence the use of a combination of trichocompost and NPK fertilizers on the crude protein and crude fiber content of pakchong grass. This research was conducted from October to December 2023 at the Integrated Field Laboratory Greenhouse, Faculty of Agriculture, University of Lampung, Bandar Lampung. This study used an experimental method with a Factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors arranged in a 4 × 4 factorial experiment with 3 replications. The treatments given were a combination of the first factor, namely T0: without trichocompost, T1: 15 tons/ha trichocompost, T2: 30 tons/ha trichocompost, T3: 45 tons/ha trichocompost with the second factor which is K0: no NPK fertilizer, K1, 100 kg/ha urea+50 kg/ha TSP+50 kg/ha KCL, K2: 150 kg/ha urea+75 kg/ha TSP+75 kg/ha KCL, K3: 200 kg/ha urea+100 kg/ha TSP+100 kg/ha KCL. The variables observed were crude protein and crude fiber content. The data obtained were analyzed using analysis of variance and continued with the Least Significant Difference Test (LSD) at the 5% level. The results showed that the use of NPK fertilizer gave a significant effect (P <0.05) on the crude protein content and crude fiber content of pakchong grass. The results of the Least Significant Difference (LSD) test on crude protein showed that K3 treatment was significantly different from K0, K1 and K2 (K3: 15.53%; K2: 13.46%; K1: 13.44%; K0: 12.10%). While the crude fiber content of K3 treatment is significantly different from K1 (K3: 31.49%; K1: 28.16%).
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SILASE PUCUK TEBU (ESTOSI FORMULA 2) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK, KANDUNGAN NEUTRAL DETERGENT FIBER, DAN ACID DETERGENT FIBER Utami, Siti Nina Sri; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Tantalo, Syahrio
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.3.478-490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molases, ammonium sulfat, urea dan dolomit dengan lama penyimpanan yang berbeda dan mengetahui lama penyimpanan terbaik pemberian molases, urea, ammonium sulfat dan dolomit pada silase pucuk tebu terhadap uji organoleptik, kandungan Neutral Detergent Fiber, dan Acid Detergent Fiber. Penelitian ini dilaksanakan bulan September--Desember 2023 bertempat di PT. Gunung Madu Plantations, KM 90 Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Analisi Kandungan NDF dan ADF dilaksanakan di Laboratorium Pelayanan Kimia, Balai Penelitian Ternak, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 5 ualangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 : 0 minggu, P1 : 4 minggu, P2 : 8 minggu, P3 : 12 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Varian (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji benar nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian terdapat pengaruh yang nyata pada lama penyimpanan silase pucuk tebu terhadap organoleptik, kandungan Acid Detergent Fiber pada silase pucuk tebu namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan Neutral Detergent Fiber. Hasil kualitas fisik warna pada P0 : Hijau, P1 : Hijau Kekuningan, P2 : Hijau Kecoklatan P3 : Hijau Kecoklatan, kualitas fisik tekstur pada P0 : Kasar, P1 : Agak Kasar, P2 : Agak Kasar, P3 : Lembut, dan kulitas fisik aroma pada P0 : Asam. P1: Agak Asam, P2 : Agak Asam. P3 : Sangat Asam. Lama penyimpanan 4 minggu menunjukan hasil data yang baik terhadap tekstur yaitu agak kasar dan kandungan Acid Detergent Fiber yaitu 41,95% tetapi penyimpanan 0 minggu menunjukan hasil data yang baik terhadap warna yaitu hijau dan aroma yaitu asam, namun kandungan Neutral Detergent Fiber tidak menunjukan hasil data yang terbaik.
PENGARUH PENAMBAHAN KULIT NANAS DENGAN LEVEL BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN UJI ORGANOLEPTIK SILASE TEBON JAGUNG Septia, Dela; Muhtarudin, Muhtarudin; Tantalo, Syahrio; Liman, Liman
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.3.464-477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penambahan kulit nanas yang terbaik terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan uji organoleptik silase tebon jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober-Desember 2023 di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1: Tebon jagung + 4% onggok + 5% kulit nanas, P2: Tebon jagung + 4% onggok + 10% kulit nanas, P3: Tebon jagung + 4% onggok + 15% kulit nanas Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit nanas dengan level berbeda pada silase tebon jagung tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan uji organoleptik.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Fattah, Muhamad Faris Abhirama, Farid Afif, Dwi Agustina Afrianti, Zulvina Akbar, Khoirul Alamanda, Raddien Laduni Alfriani, Try Hardianti Ali Djamhuri Ali Husni Andika, Wahyu Antika, Cloudia Apriliana, Anisa Dwi Arief Qisthon Arif Qisthon Arifin, M. Deni Arifin, Muhammad Deni Arrozak, Muhammad Rofif Ilham Choirul Anwar Dian Septinova Doni Ramadhan, Doni Erwanto Farda, Firia Tsani Farida Fathul Febriana, Dini Fitria Tsani Farda Fitriani Fitriani Fitriyani Fitriyani Hanafi, Isniah Hanawati, Nadia Dwi Hasiib, Etha' Aziza Hati, Diah Permata Herdiansyah, Lani I Gusti Bagus Wiksuana Imelda, Meilita Irawan Saputra Irawan, Bayu Hadi Setya Khaira Nova Khairunisa, Ni Komang Triana Kholiq, Nur Kristanti, Amelia Evi Kristanti, Nuke Kusuma A. Kusuma Adhianto Laurin, Clarisa Lestari, Vinka Dwi Madi Hartono Maliya, Mirwa Siti Muhammad Mirandy Pratama Sirat Muhtarudi, Muhtarudi Muhtarudin Muhtarudin Noer, Irmayani Novita Lestari, Novita Nugroho, Kaleb Wisnu Nugroho, Muhammad Dika Nurunnisa, Fitria Nurwidya, Nasywa Pragastya, Ambrosius Nugraha Dimas Prayoga, Ibnu Kesuma Purba, Eko Prasetyo Purnama Edy Santosa Putri, Dewi Annisa Ramadhan, Debi Putra Ramadhani, Afiqah Ramadhani, Fath Hate Ramanda, Rio Ratna Ermawati Rinjani, Nadinda Khoirunnisa Puri Ririn Angriani Rizkiyah, Nayla Syaqiratul Rizky Amelia, Aniza Rohayanti, Rohayanti Rudy Sutrisna S Siswanto Safira, Auliya Sanjaya, Purba Santoso, Riyadi Bagus Sari, Andini Novita Sari, Dewi Nofita Sari, Rizka Novita Sazena, Mayang Septia, Dela Septiana, Tri Silvia, Desma Sri Suharyati Sukma, Delta Tiara Susanti, Wulan Sutami, Rifqi Anwar Syah Khosi, Aghil Syahrio Tantalo Syakti, Rendi Tabtalo, Syahrio Tamara, Nina Yelly Ulhaq, Afifah Nida Utami, Siti Nina Sri Veithzal Rivai Zainal Veronica Wanniatie Widiasri, Ni Luh Putu Wijaya, Agung Kusuma Wijaya, Agung Kusuma yamartha, yamartha Yudiyanto, Febri YUSUF WIDODO