Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

BALANCING DIGITAL HABITS: INVESTIGATING THE IMPACT OF SOCIAL MEDIA FREQUENCY ON COLLEGE STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN INDONESIA M. Bahly Basri; Muhammad Rapi; Sultan; Usman; Iin Nur Yasinta
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 9 No. 3 (2024): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The percentage of social media users has an increasing trend and is problematic from a positive-negative impact perspective. The study aims to reveal the influence of social media frequency and the purpose of accessing social media on the reading comprehension skills of university students. Explanatory quantitative research was applied to 293 samples. The data were collected using questionnaires and objective tests. The results showed that students with moderate social media frequency (> 3 < 5 hours) had the best reading comprehension (mean rank: 161.68), while students with low social media frequency (< 3 hours) had the worst reading comprehension (mean rank: 134.55). The purpose of using social media to obtain information was the highest in the low frequency (n=109) and medium frequency (n=77) groups, while the purpose of obtaining entertainment was the highest in the high frequency group and the purpose of obtaining information took second place. The purpose of accessing information plays a role in the increase of insight that is a supporting factor for the performance of reading comprehension skills. The findings of this study recommend the implementation of digital literacy programs in education with the design of (a) integration in the curriculum, (b) moderate use of social media as a learning strategy, (c) development of usage guidelines, and (d) evaluation and monitoring of social media usage.
DIGITAL READING IN EDUCATIONAL CONTEXTS: A PRISMA-GUIDED SYSTEMATIC REVIEW OF MODE EFFECTS, METACOGNITION, AND SOCIAL JUSTICE IMPLICATIONS Muh. Bahly Basri; Sultan; Usman; Iin Nur Yasinta
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 11 No. 1 (2026): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital reading has become ubiquitous in educational settings, yet its impact on learning outcomes remains complex and context-dependent. This systematic literature review synthesizes evidence from nine open-access articles published by Taylor & Francis between 2021 and 2025, focusing on digital reading within the education subject area. Adhering to PRISMA 2020 guidelines, the study employed a rigorous screening process to identify relevant research, followed by thematic synthesis to extract key characteristics, outcomes, and implications. The analysis reveals four predominant themes shaping current discourse. First, mode effects highlight inequality-sensitive patterns in large-scale assessments, suggesting that digital formats may exacerbate existing achievement gaps if not carefully managed. Second, metacognitive navigation and strategic processing emerge as critical determinants of comprehension, emphasizing the need for learners to actively regulate their engagement with digital texts. Third, the review examines digital early-literacy ecosystems, underscoring the importance of home literacy supports, shared digital storybook reading, and established quality principles for children’s digital picture books in fostering foundational skills. Fourth, critical–ecological perspectives reframe digital reading through lenses of attention, curriculum design, and social justice, advocating for a holistic approach to future literacy practices. The findings indicate that benefits of digital reading are most pronounced when instructional scaffolds, high-quality design, and equitable access are explicitly prioritized. Conversely, risks such as superficial processing arise when efficiency-driven logics dominate without adequate support for deep comprehension. Consequently, this study proposes targeted implications for pedagogy, interface design, assessment frameworks, and future research directions. By integrating these insights, educators and policymakers can better navigate the challenges of digital literacy, ensuring that technological integration supports rather than hinders equitable and profound learning experiences in diverse educational contexts.
PELATIHAN MENULIS KREATIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SISWA Magfira Ramadani; Syilvi Putri Amelia; Fiqriwildani Irawan; Muh. Bahly Basri; Yasinta, Iin Nur
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa melalui penguatan keterampilan kebahasaan di SMP Negeri 13 Makassar. Sebanyak 15 siswa kelas 7 dan 8 berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelatihan dilaksanakan dalam empat tahapan utama, yaitu: (a) edukasi bahaya singkatan, (b) penguatan penggunaan huruf kapital, (c) pemahaman tanda baca, dan (d) ketepatan penulisan imbuhan. Setiap sesi dirancang dengan metode interaktif berupa diskusi, latihan menulis, dan berkelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata sekitar 40% pada seluruh indikator keterampilan menulis, dengan capaian tertinggi pada penggunaan imbuhan (+44%). Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi terhadap pembentukan budaya menulis yang lebih sistematis dan komunikatif di sekolah menengah pertama.
Penguatan Kompetensi Akademik Mahasiswa melalui Pelatihan Publikasi Artikel Ilmiah Muh. Bahly Basri; Usman Usman; Abdul Haliq; Fitriansal Fitriansal; Nurrahma Nurrahma
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1567

Abstract

Publikasi artikel ilmiah menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan kompetensi akademik mahasiswa, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Namun, sebagian besar mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami proses penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menulis serta mempublikasikan artikel ilmiah melalui pelatihan yang sistematis dan berbasis praktik. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan mitra, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Materi pelatihan meliputi struktur dan sistematika publikasi, pengenalan jurnal, praktik, dan pendampingan penulisan-publikasi artikel. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta tentang publikasi ilmiah, kemampuan menulis artikel, serta motivasi untuk terlibat dalam publikasi akademik. Sepuluh kelompok berhasil submit artikel, 7 berstatus accepted dan 3 review. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan budaya publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa.
Pengembangan Kompetensi Guru melalui Pemanfaatan Media Interaktif dalam Pembelajaran Anshari Anshari; Muh. Bahly Basri; Sakaria Sakaria; Asis Nojeng; Iin Nur Yasinta
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2308

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif melalui pelatihan penggunaan JeopardyLabs. Pelatihan ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Mandai, Maros. Sebanyak 25 guru berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelatihan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu: (a) pemaparan materi seputar konsep gamifikasi dan pengenalan fitur JeopardyLabs, (b) praktik langsung membuat kuis interaktif menggunakan aplikasi tersebut, dan (c) simulasi pengoperasian JeopardyLabs dalam konteks pembelajaran di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan aspek pemahaman materi (93%), kemudahan penggunaan aplikasi (94%), motivasi menggunakan media digital (92%), kesiapan implementasi (94%), serta kualitas penyajian pelatihan (95%). Hasil tersebut menegaskan bahwa JeopardyLabs dinilai sebagai media yang mudah digunakan, menarik, dan efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik. Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis gamifikasi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.