Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

PROGRAM ECO FORESTRY GREEN TOURISM SEBAGAI IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT BIO FARMA (PERSERO) DITINJAU DARI PERSPEKTIF INTEGRATED SUSTAINABILITY Resnawaty, Risna; Firmansyah, Tendry; Sarmedi, Sarmedi; Adiansah, Wandi
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.54831

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian pada program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Bio Farma (Persero) pada Program Eco Forestry Green Tourism di Bukit Senyum Desa Cipada, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Program ini memiliki upaya untuk pencapaian target SDGs (Sustainable Develoment Goals) terutama pada SDG1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 16 (Ekosistem Daratan). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji fenomena pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang dilakukan dalam salah satu program CSR PT Bio Farma (Persero) yaitu program Eco Forestry Green Tourism dengan menggunakan konsep integrated sustainability dan sustainability compass. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam pada penerima manfaat, CDO dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Eco Forestry Green Tourism yang digagas oleh PT Bio Farma memberikan peningkatan pendapatan dan keterampilan bagi masyarakat dalam mengelola tempat wisata. Perusahaan juga memiliki fokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan antara kurikulum sekolah dengan pengelolaan biodiversity serta pemberian sarana praktik secara langsung dalam bidang peternakan, serta melengkapi sarana dan prasarana wisata di Bukit Cipada yang dikelola oleh masyarakat secara mandiri untuk memanjakan wisatawan yang datang. Dari kacamata integrated development, program CSR yang dilakukan oleh perusahaan bukan hanya mencerminkan komitmen, namun juga kesadaran dari perusahaan untuk melakukan CSR yang terintegrasi yang kemudian menjadi manifestasi identitas perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Eco Forestry Green Tourism diimplementasikan oleh perusahaan sebagai bentuk CSR yang komprehensif secara bentuk telah mencakup pemenuhan kebutuhan, mempertegas identitas perusahaan, dan telah dapat memenuhi unsur ekonomi: pendapatan, unsur sosial: mewujudkan kurikulum yang terintegrasi antara pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola ternak secara mandiri, serta unsur lingkungan: menjaga hutan bukit senyum sehingga terjaga ekosistemnya dan memiliki nilai ekonomis untuk pariwisata.
ANALISIS RESOLUSI KONFLIK PADA FENOMENA KONFLIK OJEK ONLINE VS OJEK PANGKALAN DI WILAYAH JATINANGOR SUMEDANG Hanum, Fauziah; Adiansah, Wandi; Nulhaqim, Soni Akhmad
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.51973

Abstract

Konflik salah satunya terjadi dikarenakan oleh ketidaksamaan pandangan diantara kedua belah pihak serta adanya perebutan hak seperti yang terjadi dalam konflik antara ojek online dan ojek pangkalan yang merasa rezeki dari ojek pangkalan telah direbut oleh ojek online di wilayah Jatinangor, Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena konflik dan resolusi konflik antara ojek online dan ojek pangkalan yang terjadi di kawasan Jatinangor Sumedang dengan menggunakan alat bantu analisis konflik berupa penahapan konflik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh bersumber pada data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara ojol dan opang di wilayah Jatinangor ini terjadi dalam lima tahapan yaitu pra konflik, konfrontasi, krisis, akibat, dan pasca konflik. Dalam kasus ini juga ditemukan pra konflik dan konfrontasi lanjutan. Conflicts occur due to differences of opinion between the two parties and the struggle for rights such as that which occurred in the conflict between online motorcycle taxis and motorcycle taxis who felt that their livelihood from motorcycle taxis had been taken by online motorcycle taxis in the Jatinangor area, Sumedang. This study aims to analyze the phenomenon of conflict and conflict resolution between online motorcycle taxis and motorcycle taxis that occurred in the Jatinangor Sumedang area using conflict analysis tools in the form of conflict stages. The study used a descriptive method with a qualitative approach. The data obtained were sourced from primary data and secondary data. Data collection techniques were in the form of in-depth interviews and literature studies. Data analysis techniques used the stages of data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study showed that the conflict between motorcycle taxis and opang in the Jatinangor area occurred in five stages, namely pre-conflict, confrontation, crisis, consequences, and post-conflict.
STRATEGI KOMUNIKASI PENDAMPING SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PELAKSANAAN PERTEMUAN PENINGKATAN KAPASITAS KELUARGA (P2K2) DI KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG Praratya, Atalia; Nulhaqim, Soni Akhmad; Margana, Borromeus Brave Grady; Adiansah, Wandi
Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i2.49895

Abstract

Kemiskinan menjadi masalah sosial yang terus berkembang di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan yang dianggap telah berhasil menurunkan angka kemiskanan. Dalam proses bisnis PKH terdapat kegiatan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2). Keberhasilan P2K2 salah satunya dipengaruhi oleh strategi komunikasi dari para pendamping sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi dari para pendamping sosial PKH dalam P2K2. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa pendekatan kualitatif, metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Informan ditentukan berdasarkan strategi purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipatif, wawancara mendalam, FGD dan studi dokumentasi. Teknik analisis data akan dilakukan melalui tiga tahapan utama yaitu tahap reduksi data, tahap display data, dan tahap kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan dalam P2K2 di Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang dilakukan melalui lima aspek utama yang terdiri dari dari komunikator, pesan yang disampaikan, saluran yang digunakan, komunikan, dan pengaruh (efek) yang diharapkan.