Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Uji formulasi krim secara in-vitro pada ekstrak daun kemangi terhadap P.acnes dan S.epidermidis Apriani, Dila; Halimatushadyah, Ernie; Krismayadi, Krismayadi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.1011

Abstract

Daun kemangi merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi baik sebagai antibakteri. Salah satu senyawa metabolit sekunder yang diketahui memiliki efek antibakteri yaitu flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui krim dengan ekstrak daun kemangi sebagai bahan aktif utama memiliki efek antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat P.acnes dan S.epidermidis. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak daun kemangi, kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kemangi dengan 5 variasi konsentrasi yaitu 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%, setelah itu dilakukan pengujian sediaan krim ektstrak daun kemangi dengan 2 variasi konsentrasi yaitu 30%, dan 40%. Sediaan krim yang sudah dilakukan uji aktivitas antibakteri, dilakukan evaluasi fisik sediaan berupa organoleptik, homogenitas, daya sebar, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak daun kemangi memiliki efek antibakteri dengan zona hambat terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 50% dengan nilai 9,33 mm untuk P.acnes dan 7,34 mm untuk S.epidermidis, serta sediaan krim ekstrak daun kemangi dengan zona hambat terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 40% dengan nilai 1,65 mm untuk P.acnes dan 2,12 mm untuk S.epidermidis. Kata kunci: Daun kemangi; jerawat; krim; P.acnes; S.epidermidis
Pengujian In Vitro Serum Antiacne Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Rimpang Kunyit Fitri Cahyani, Mayassa; Halimatushadyah, Ernie; Krismayadi
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2024): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V5i2.6030

Abstract

Abstract—Acne is a chronic inflammation of the pilosebaceous follicles which is characterized by excess oil production caused by the bacterium Propionibacterium acnes. The content of flavonoids in basil leaves and the content of curcumin in turmeric rhizome can be used as an anti-acne treatment. The purpose of this study was to determine the anti-acne activity of a single extract of basil leaves and a single extract of turmeric rhizome, to determine the ability of the combination two extracts to inhibit acne-causing bacteria and to formulate combination of basil leaf extract and turmeric rhizome into a serum preparation to determine antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The research method used was experimental by testing the antibacterial activity of Propionibacterium acnes in vitro. Antibacterial activity test results in serum showed a negative control, namely serum base did not have an inhibition zone, positive control clindamycin phosphate showed an inhibition zone of 13.20 mm, with a ratio between extracts of turmeric rhizome and basil leaves 1:4, the diameter of the inhibition zone was obtained at a concentration of 30 % of 5.7 mm, 40% concentration of 7.38 mm and 50% concentration of 8.11 mm. Statistical analysis was carried out using the Shapiro-Wilk, Levene Statistics, and One Way Anova methods (p<0.05). Keywords: acne, basil, p. acnes, serum, turmeric Abstrak—Jerawat merupakan peradangan kronik folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya produksi minyak berlebih yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Kandungan flavonoid pada daun kemangi dan kandungan kurkumin pada rimpang kunyit dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan antijerawat. Sediaan farmasi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kulit berjerawat yaitu serum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijerawat pada ekstrak tunggal daun kemangi dan ekstrak tunggal rimpang kunyit, mengetahui kemampuan kombinasi kedua ekstrak dalam menghambat bakteri penyebab jerawat dan memformulasikan kombinasi ekstrak daun kemangi dan rimpang kunyit menjadi sediaan serum untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan uji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes secara in vitro. Hasil uji aktivitas antibakteri pada serum menunjukkan kontrol negatif yaitu basis serum tidak mempunyai zona hambat, kontrol positif clindamycin phospat menunjukkan zona hambat sebesar 13,20 mm, dengan perbandingan antara ekstrak rimpang kunyit dan daun kemangi 1:4 diperoleh hasil diameter zona hambat pada konsentrasi 30% sebesar 5,7 mm, konsentrasi 40% sebesar 7,38 mm dan konsentrasi 50% sebesar 8,11 mm. Analisa statistik dilakukan dengan metode Shapiro-wilk, Levene statistic, dan One Way Anova (p<0,05). Kata kunci: jerawat, kemangi, kunyit, p. acnes, serum
EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK SELADA AIR (NASTURTIUM OFFICINALE L.R. BR) DAN METFORMIN TERHADAP PERBAIKAN HISTOLOGI JANTUNG PADA MODEL DIABETES MELLITUS TIKUS (RATTUS NOVERGICUS) indah, Azizah; Rahma, Kartika; Humaedi, Aji; Krismayadi, Krismayadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32165

Abstract

Menurut International Diabetes Federation (IDF) prevalensi global diabetes akan meningkat disetiap tahun. Ekstrak daun selada air memiliki senyawa metabolit yaitu, flavonoid, fenol, tannin, alkaloid, asam klorogenat, kuersetin ynag mampu menurunkan gula darah dengan memperbaiki hiperglikemia diabetes dan hyperlipidemia. Metformin digunakan dalam pengobatan DM, Daun selada air (Nasturtium officinale R. Br) yang memiliki senyawa flavonoid. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas selada air dibandingkan dengan terapi metformin, ekstrak daun selada air dan kombinasi dalam menurunkan glukosa darah dan gambaran serta perbaikan histologi jantung pada tikus. Hasil penelitian ini pada ketiga terapi dilakukan uji ANOVA dengan diperoleh nilai p value = 0,000 (<0,05) sehingga terdapat penurunan signifikan pada kelompok selada air tunggal, metformin tunggal dan kombinasi selada air dengan metformin jika dibandingkan dengan kelompok tikus DM. Hasil penurunan rata-rata kadar gula darah pada kelompok ekstrak selada air tunggal (294 mg/dL), kelompok metformin tunggal (245,6 mg/dL) dan kombinasi (266,4 mg/dL). Pada gambaran histologi organ jantung tikus model DM hasil induksi STZ, selama terapi dengan metformin tunggal, ekstrak daun selada air tunggal maupun kombinasi terdapat perbaikan kongesti pembuluh darah dan tidak adanya infiltrasi sel radang limfosit yang tampak pada multifokal area miokardia.
Antibacterial Activity Testing Propionibacterium acnes Combination of 70% Ethanol Extract of Starfruit Leaves (Averrhoa bilimbi L.) and Jarak Pagar Leaves (Jatropha curcas L.) Putri, Tarisya Anilya Dwi; Yuliana, Agnes; Krismayadi, Krismayadi
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2024.132.591-594

Abstract

Acne is an inflammation accompanied by blockage of oil gland ducts that gather and cause blackheads. The onset of acne can be caused by the bacterium Propionibacterium acnes. Flavonoid compounds and tannins contained in star fruit leaves and jatropha leaves can be used as antibacterials. Both extracts from the plant can be combined to achieve antibacterial effects that can be used as an alternative to acne treatment. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of star fruit leaf extract and jatropha leaf and determine the optimal concentration resulting from the antibacterial activity of the extract combination. The method used is experimental and antibacterial tests in vitro. The results of antibacterial tests on the combination of jatropha leaf extract and star fruit leaf extract against P. acnes had the most optimal average inhibitory zone of 9,642 mm with a ratio of 1:2 at a concentration of 10%.
Formulasi dan Uji Aktivitas Handbody Gel Ekstrak Kulit Mangga Manalagi (Mangifera indica L.) Sebagai Antioksidan Zakiyah, Fatiya; Halimatushadyah, Ernie; Krismayadi, Krismayadi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.100009

Abstract

Kulit buah mangga manalagi merupakan salah satu tumbuhan buah yang umum ditemukan di Indonesia. Kulit buah mangga manalagi memiliki senyawa aktif yaitu fenol dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai senyawa aktivitas antioksidan, sehingga perlu diteliti senyawa antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada kulit mangga manalagi pada ekstrak kental dan dalam sediaan handbody gel. Metode pelaksanaan ini diawali dengan pemilihan buah mangga manalagi dan dilakukan determinasi tanaman, pemisahan, pembersihan kulit buah mangga manalagi, pembuatan ekstrak kental dari kulit buah manga manalagi, menentukan nilai aktivitas antioksidan dalam kulit mangga manalagi, pembuatan sediaan handbody gel kulit mangga manalagi dan uji evaluasi sediaan meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, dan uji daya sebar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kulit buah mangga manalagi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 69,6 ppm termasuk kedalam kategori kuat pada ekstrak kental dan pada sediaan handbody gel kulit mangga manalagi dengan formulasi 10%, 20%, dan 30% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 270,1 ppm, 241,8 ppm, dan 172,6 ppm termasuk kedalam kategori lemah dan sangat lemah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental kulit mangga manalagi memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antioksidan sediaan handbody gel yang paling baik pada formulasi 30% yang mendapat nilai IC50 172,6 ppm.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dalam Sediaan Gel terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Syafitri, Mulyani; Yuliana, Agnes; Krismayadi, Krismayadi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12903

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris adalah peradangan kronis yang umum terjadi pada remaja dan dewasa, yang dapat menurunkan rasa percaya diri. Salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus epidermidis. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) mengandung senyawa flavonoid dan fenol yang berpotensi sebagai antibakteri dan dapat digunakan sebagai obat antijerawat. Gel adalah sediaan farmasi yang efektif untuk mengatasi jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antijerawat pada sediaan gel ekstrak daun pandan wangi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Studi ini merupakan penelitian eksperimental dengan melakukan uji antibakteri pada sediaan ekstrak daun pandan dan gel esktrak daun pandan wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil uji efektivitas ekstrak daun pandan wangi dengan menggunakan metode sumuran pada konsentrasi 30%, 50%, dan 70% menghasilkan zona hambat berturut-turut adalah 12,48 mm, 16,69 mm, dan 17,68 mm sehingga konsentrasi 50% efektif menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis; (2) hasil uji efektifitas gel ekstrak daun pandan wangi pada kosentrasi 15%, 20%, dan 25% menghasilkan zona hambat berturut-turut adalah 2,39 mm, 3,58 mm, dan 5,36 mm sehingga konsentrasi gel ekstrak daun pandan wangi 25% efektif menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis. 
Pengaruh Penggunaan Kapsul Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Terapi Komplementer Pada Penderita Hipertensi Kholisah, Alisa; Ernie Halimatushadyah; Krismayadi
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.419

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah ≥ 140 mmHg/ 90 mmHg. Secara non-farmakologi, ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat digunakan untuk hipertensi. Kandungan antioksidan daun kelor antara lain saponin, alkaloid, tannins, fitosterols, fenolik, polyphenol, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kapsul daun kelor (Moringa oleifera) terhadap penurunan tekanan darah. Kandungan antioksidan daun kelor antara lain saponin, alkaloid, tannins, fitosterols, fenolik, polyphenol, dan flavonoid. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan one group pre-test post-test design dengan cara membuat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dengan mengonsumsi amlodipine 5mg/hari di minum pada malam hari dan kelompok perlakuan mengonsumsi amlodipine 5mg/hari dan kapsul daun kelor sebanyak 2x1 di minum pada pagi dan siang hari selama delapan minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada hari pertama dan di lakukan pengecekan tekanan darah setiap dua minggu sekali. Hasil uji Paired t-test pada kelompok kontrol dan perlakuan yaitu 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari mengonsumsi amlodipine dan kapsul daun kelor terhadap penurunan tekanan darah. Pada uji Anova didapatkan nilai penurunan rata-rata sistole pada kelompok kontrol yaitu 19.15 mmHg dan diastole 12.36 sedangkan pada kelompok perlakuan memiliki rata-rata penurunan lebih besar yaitu untuk sistole 22.00 mmHg dan pada diastole 13.88 mmHg dengan nilai P-value > 0.05 yang menujukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pemberian terapi antara kelompok kontrol dan perlakuan terhadap penurunan tekanan darah.
Pengabdian Masyarakat Penyuluhan Skincare Yang Aman, Berkualitas, Dan Bermanfaat Pada Ibu-Ibu Rukun Tetangga Bunga Destiyana; Halimatushadyah, Ernie; Rahayu , Ani; krismayadi, krismayadi
Khidmatuna (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022): On Progress
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.196 KB) | DOI: 10.58330/khidmatuna.v1i1.64

Abstract

Kecantikan merupakan sebuah kebutuhan primer saat ini bagi kaum wanita. Pada dasarnya kecantikan dibagi menjadi dua bagian yaitu, kecantikan bersumber dari dalam dan kecantikan bersumber langsung pada bentuk fisik. Kecantikan dari segi bentuk dan fisik kini menjadi populer di masyarakat sehingga menciptakan banyak solusi atau alternatif untuk mendapatkannya. Skin care atau perawatan kulit adalah produk yang bertujuan untuk merawat kulit yang hasilnya tidak terlihat saat pemakaian pertama karena skin care membutuhkan proses sampai hasil yg diinginkan. Skin care adalah perawatan yang memberikan nutrisi pada kulit agar lebih terawat, yaitu untuk membuat cantik, bersih dan sehat. Pengabdiaan masyarakat ini dilakukan pada ibu- ibu RT 04 Grand Depok City Cluster Acacia karena banyak yang suka berdandan tetapi masih belum memahami cara memilih skincare yang aman, berkualitas dan bermanfaat yang sesuai persyaratan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta skincare yang cocok bagi kulit mereka. Pada pengabdiaan masyarakat ini dilakukan pre test dan post test, dari hasil tersebut terlihat peningkatan pengetahuan pada post test jika dibandingkan dengan pre test.
The Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Nanas Dan Mangga Yang memiliki Aktivitas Antioksidan Dan Inhibisi Tirosinase Krismayadi, Krismayadi; Taurhesia, Shelly; Noor, Siti Umrah
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.237 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v14i1.81

Abstract

The peel of pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) and mango (Mangifera indica L.) contain polyphenolics that have antioxidant activity and tyrosinase inhibitor. Both of these activities are useful for skin lightening treatments. The purpose of this study was to determine the value of the antioxidant and tyrosinase inhibitor activity of each pineapple peel extract (EKBN) and mango peel extract (EKBM), and their combination with a ratio of 2:1; 1:1; 1:2. The combination that gives the best value for antioxidant activity and tyrosinase inhibitor may be made for cosmetic preparations. The antioxidant activity of each extract and its combination was determined by the DPPH method, after the antioxidant IC50 value was obtained, then the tyrosinase enzyme inhibitory activity was tested. The results showed that EKBN; EKBM; the combination of EKBN and EKBM with a ratio of 2:1, 1:1, 1:2 has antioxidant activity with IC50 values: 618.42 ppm, 10.29 ppm, 30.73 ppm, 20.20 ppm and 18.04 ppm, has tyroinase inhibitory activity with IC50 of 5,019.98 ppm, 930.85 ppm, 1.992.31 ppm, 2.070.89 ppm and 2.839.75 ppm, respectively. There is a correlation between the IC50 of the combined extract and its weight. the combination of EKBN and EKBM, 1:2 gave the best antioxidant activity results with an IC50 value of 18.04 ppm (very strong) and the combination of EKBN and EKBM, 2:1 gave tyrosinase inhibitory activity with an IC50 value of tyrosinase 1.992.31 ppm. The combination of EKBN and EKBM, 1:2 may be developed further as cosmetic preparations such as serum, liquid spray, and others.
Swamedikasi Dismenore Yang Tepat Dan Rasional Sebagai Upaya Pemeliharaan Kesehatan Remaja Wanita Nurraya Lukitasari; Ernie Halimatushadyah; Frida Octavia Purnomo; Krismayadi; Dwi Puspitasari; Dinda Widia Apriliani Putri; Rizkiyawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i6.1722

Abstract

Dismenore merupakan salah satu penanda bahwa terjadi perlukaan (inflamasi) pada endometrium manusia yang terjadi pada masa periode endometrial dan menstruasi. Dismenore adalah nyeri di perut bagian bawah ataupun di punggung bagian bawah akibat dari gerakan rahim yang meremas-remas (kontraksi) dalam usaha untuk mengeluarkan lapisan dinding rahim yang terlepas. Kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat tepat dan rasional, penggunaan obat bebas secara berlebihan, serta kurangnya pemahaman tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar menyebabkan terhambatnya penanganan dismenore. Kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi swamedikasi dengan materi penyakit dismenore, dan workshop pembuatan jamu untuk dismenore pada siswa/siswi SMK Kesehatan Prof Dr Moestopo, Bogor Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyampaian secara langsung dengan pemaparan materi terkait penyakit dismenore dan pemeliharaan kesehatan remaja wanita pemanfaatan tanaman obat berkhasiat. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan siswadan siswi SMK Kesehatan Prof Dr Moestopo terhadap penyakit dismenore.