Claim Missing Document
Check
Articles

EFISIENSI METABOLIK PADA FASE PUBERTAS: ANALISIS KORELASI KADAR GULA DARAH SEWAKTU TERHADAP KAPASITAS AEROBIK REMAJA Danendra, I Made Dalu; Rianti, Emillia Devi Dwi; Nursanti, Paramitha Dwi
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Fenomena pergeseran gaya hidup di era globalisasi memicu kekhawatiran akan risiko metabolik dini, seperti DM (Diabetes mellitus), yang berpotensi mendegradasi efisiensi energi dan performa fisik remaja. Tujuan: Studi ini difokuskan untuk menginvestigasi apakah terdapat asosiasi antara kadar glukosa darah sewaktu dengan daya tahan kardiovaskular pada kelompok usia 13-15 tahun di SMP 56 Surabaya. Metode: Melalui pendekatan observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional), penelitian menelaah data dari 50 siswa laki-laki yang dipilih secara acak. Evaluasi dilakukan dengan mengukur glukosa kapiler serta uji fisik menggunakan metode Harvard Step Test. Hasil: Analisis data memperlihatkan bahwa profil gula darah partisipan mayoritas berada dalam kategori fisiologis normal atau normoglikemia. Uji statistik Spearman mengonfirmasi korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan (p=0,759) antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan: Hal ini mengindikasikan bahwa fluktuasi gula darah dalam batas normal tidak menjadi prediktor utama kapasitas fisik pada populasi ini. Guna validasi metabolik yang lebih mendalam di masa depan, disarankan penggunaan parameter lanjutan seperti HbA1c, analisis komposisi tubuh, atau pengukuran VO2 max.
Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Pembuangan Kotoran pada Manusia Putri, Resa; Syintia, Vindy; Hardiyanti, Anindya; Rianti, Emillia Devi Dwi; Hutami, Gandes; Alvina, Adella
Calvaria Medical Journal Vol 4 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/fhzzfv57

Abstract

Background: Improper disposal of human waste can cause environmental pollution, increasing the risk of infectious diseases such as diarrhea. Adolescents as an age group who are building awareness of healthy living have an important role in environmental sanitation management. Objective: is to describe the level of knowledge of adolescents regarding the health of human waste disposal. Methods: research with measurement of the level of knowledge in the form of a questionnaire as an instrument, the method used is descriptive quantitative with a sample of 30 respondents from students aged 17-19 years. Results: research from the level of knowledge with the distribution of understanding of good environmental health is: 40%, human waste disposal: 40% (good), human waste causes disease: 67% (good), prevention of diarrhea by washing hands: 67% (good), and the distance of septic tanks to water sources: 60% (sufficient). So obtained a fairly good level of knowledge. Conclusion: sufficient knowledge of disease prevention management, sufficient knowledge of environmental management to be clean and healthy disease prevention. Good knowledge of human waste can cause disease, and good knowledge of diarrhea prevention by washing hands, one of which is sufficient knowledge of septic tanks to clean water sources. Improper disposal of human waste can cause environmental pollution and increase the risk of infectious
Deteksi Dini Kerusakan Gigi dan Maloklusi Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Desa Sukorejo Emillia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v3i1.80

Abstract

Karies gigi dan maloklusi merupakan dua masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar dan dapat berdampak terhadap fungsi mastikasi, estetika, serta kualitas hidup. Berbagai studi menunjukkan bahwa faktor biologis dan perilaku yang berbeda antara laki-laki dan perempuan berpotensi memengaruhi tingkat keparahan maupun pola terjadinya karies gigi dan maloklusi. Namun, data epidemiologis yang menggambarkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin pada anak usia sekolah dasar di tingkat komunitas, khususnya di Desa Sukorejo, masih terbatas sehingga diperlukan kajian untuk mendukung perencanaan program kesehatan gigi yang lebih terarah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui gambaran perbedaan kerusakan gigi (decay) dan maloklusi pada anak laki-laki dan perempuan di Madrasah Ibtidaiyah (MI)  Desa  Sukorejo, Kabupaten  Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di balai desa Sukorejo yang berdekatan dengan sekolah MI. Sasaran edukasi terdapat 37 siswa usia 9–11 tahun. Metode pendekatan deskriptif kuantitatif dan total sampling. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengisian daftar hadir, penyuluhan kesehatan gigi, pengisian kuesioner, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang difokuskan pada kondisi karies dan derajat maloklusi. Tingkat pengetahuan naik 100% sebelum edukasi dan setelah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi siswa laki-laki lebih dominan (64,86%) dibandingkan perempuan (35,14%). Kondisi maloklusi paling banyak ditemukan adalah Klas II Angle dengan berdesakan (24%), diikuti diastema (16,2%) dan Klas II Angle divisi 1 (protrusi) (10,8%), sementara oklusi normal hanya ditemukan pada 38% siswa. Kondisi kerusakan gigi juga tergolong tinggi, dengan mayoritas siswa mengalami karies 24,3% dan hanya 5,4% yang tidak mengalami karies. Kegiatan ini menunjukkan bahwa prevalensi karies dan maloklusi pada siswa MI Desa Sukorejo masih cukup tinggi, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan melalui peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan gigi.
PEMBERIAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA NYERI OTOT DI REGIO EXTREMITAS INFERIOR Rachmat Widiyasningsi; Lalu Ezi Maulana Putra; Anias Farida; Retno Wati; Emillia Devi Dwi Rianti
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i1.2217

Abstract

Muscle pain in the inferior extremities (leg region) is a musculoskeletal complaint that is often found, both due to excessive physical activity and blood circulation disorders. Acupuncture therapy has long been used as a non-pharmacological alternative to pain management. The purpose of this journal is to examine the effectiveness of acupuncture therapy at six key points: ST 36, SP 10, SP 6, SP 3, LI 4 and SJ 5 (TB 5),  in reducing the intensity of leg muscle pain. The research method uses an evidence-based literature review that refers to research in Indonesia and internationally. The results showed that stimulation at these points significantly increased the pain threshold through the mechanism of endorphin release, improvement of microcirculation, and energy regulation (Qi). It was concluded that the combination of distal and local points exerted an optimal analgesic effect on the inferior extremities
PEMBERIAN EDUKASI PADA INSIDENSI BALITA STUNTING DI WILAYAH KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTA SURABAYA Wahyuni Dyah Parmasari; Emillia Devi Dwi Rianti; Indah Widyaningsih; Candra Rini Hasanah Putri
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.22046

Abstract

Abstract. The stunting case in Indonesia is a negative trend that must be eradicated. One of the causes of the incidence of stunting is due to a lack of nutritional intake before the mother becomes pregnant, during pregnancy, and after the child is born and grows. Toddlerhood is the golden period that determines the quality of a human's growth and development. This is one of the visions of the Indonesian government to eradicate malnutrition, especially during childhood. In Surabaya, the percentage of stunting still exists, although it is not significant. The community service was held in the Gunung Anyar work area, which is one of the marginal areas in Surabaya city planning.  The purpose of this service is to provide education to cadres and mothers of stunted toddlers about the incident of stunted toddlers in the Gunung Anyar District, Surabaya City. The method of this service is to educate cadre mothers and mothers who have pre-stunting and stunting children. There are toddlers whose height is 90 cm at the age of 60 months (5 years) and 95 cm at the age of 48 months (4 years), this condition occurs in male toddlers. So toddlers 4 years old are already in ideal conditions, but toddlers 5 years old are not in ideal conditions. The incidence of stunted toddlers still exists, so it is a concern. The incidence of stunting is not large, but it must be a special concern, especially for the Surabaya city government, in alleviating the stunting problem to make the city of Surabaya zero stunting.   Abstrak. Kasus stunting di Indonesia merupakan salah satu trend negatif yang harus dientaskan. Salah satu penyebab adanya Insidensi Stunting dikarenakan adanya kurangnya asupan nutrisi dari sebelum ibu hamil, selama masa kehamilan, dan setelah anak tersebut lahir dan tumbuh. Masa balita merupakan periode emas penentu kualitas tumbuh kembang seorang maniusia. Hal ini salah satu visi dari pemerintah Indonesia untuk mengentasan malnutrisi khususnya masa balita. Di Surabaya presentase stunting masih ada, walaupun tidak signifikan. Pengabdian masyarakat diadakan di wilayah kerja Gunung Anyar, yang merupakan salah satu wilayah marginal dalam tata kota Surabaya. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pada kader dan ibu balita stunting tentang  insiden si balita stunting di wilayah Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya.  Metode dari pengabdian ini dengan mengedukasi ibu-ibu kader dan para ibu yang memiliki anak pra-stunting dan stunting. terdapat balita yang memiliki tinggi badan 90 cm di usia 60 bulan (5 tahun) dan 95 cm diusia 48 bulan (4 tahun), kondisi tersebut terjadi pada balita laki-laki. Maka dengan balita yang berusia 4 tahun sudah masuk dalam kondisi ideal, akan tetapi utuk balita yang berusia 5 tahun masuk dalam kondisi tidak ideal. Insidensi balita stunting masih ada, sehingga menjadi perhatian. Insidensi Stunting didapat angkanya tidak besar tetapi harus menjadi perhatian khusus, khususnya pemerintah kota Surabaya dalam mengentaskan masalah stunting sehingga menjadikan Kota Surabaya yang Zero Stunting.
Gambaran Hipertensi pada Pendampingan Lansia di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik Indah Widyaningsih; Nugroho Eko Wirawan Budianto; Handy Arief; Emillia Devi Dwi Rianti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30546

Abstract

Hipertensi  memiliki nilai presentase terbesar dan menjadi nomor 3 dari penyakit yang ditemukan pada usia lanjut, dengan tekanan darah 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui kondisi lansia yang mengalami hipertensi pada kegiatan pendampingan lansia di desa  Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat  bersifat deskriptif, dengan memberi gambaran suatu keadaan secara objektif, populasi lansia, sampel yang digunakan sebesar 33 responden atau total sampling.Hasil yang diperoleh, jenis kelamin wanita 24 orang (72,7%) responden dan 9 orang (27,3%) laki-laki, usia di atas 60 tahun yaitu sebanyak 19 orang (57,6%) dan 14 orang (42,4%)  berusia di bawah 60 tahun. Rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg.Kesimpulan, kondisi lansia pada kegiatan pendampingan lansia sebanyak 33 lansia, dan berdasarkan jenis kelamin; wanita sebanyak 24 (72,7 %), laki-laki 9 (27,3%) dengan usia diatas 60 tahun sebanyak 19 (57,6%), dan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg. Kondisi desa Sukorejo yang berada dipesisi laut dan luas wilayah desa Sukorejo yaitu sebesar 0,16 km2 dari luas wilayah kecamatan Kebomas 30,06 km2 .
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam A F Listyawati Achmad Fathor Rosyid Agung Budi Setiawan Agung Budi Setiawan3 Agusniar Furkani Listyawati Aisyah, Yeti akhmad sudibya, akhmad Alvina, Adella Ama, Fuad Anias Farida Aryan Rafly Firdausy Ayly Soekanto Azka, Andra Agnes Al Boing Sobina Buana, Cikal Septy Candra Rini Hasanah Putri Danendra, I Made Dalu Daniel Okifrits Yeuwun David Yulianto S Davina Shofa Ari Agustina1 Dorta Simamora Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Enny Willianti, Enny Erny Erny Erny Erny Faise Riftika Agustin Fuad Ama Fuad Ama Furkani Lystyawati Geaneda Erli Inayah Handy Arief Hardiyanti, Anindya Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono HARMAN AGUSAPUTRA Hidayat, Muhamad Hutami, Gandes Indah Widyaningsih Indah Widyaningsih Jordhy Akbar Raja Krisnanda Juwono, Benedictus Prayogi Putera Kadek Berlia Narayani Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Lalu Ezi Maulana Putra Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Lilis Sulistyorini Maha Putri Dealofa Anugrah Illahu Marsyanda Rambu Kirana Meivy Isnoviana Muhammad Rifky Ramadhan Narayani, Kadek Berlia Ni Luh Ayu Citra Mutiarahati Ni Made Kharisma Triloka Nugraha, Wima Handika NUGROHO EKO WIRAWAN BUDIANTO Nugroho Eko Wirawan Budianto Nur Syefiatur Rohmah Nurachmawati Meindah Sari Nursanti, Paramitha Dwi Nurul Khasanah P O A Tania Pranaya, Randy Hadyan Puteri Salsabila Putri, Resa Putu Denny Tanaya, Putu Denny Putu Eza Ananta Villareal Rinov Putu Oky Ari Tania Putut Laksminto Emanuel Qorratul Aini R. Azizah Rachmat Widiyasningsi Raihan Hafizh Prasetyawan Ramadhany Nugroho Retno Wati Rini Purbowati Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Ryan Aditya Pratama Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sobina, Boing Solbiyah Solbiyah Sukma Sahadewa, Sukma Suryaningtyas, Andhini Della Syintia, Vindy Triloka, Ni Made Kharisma Wahyuni Dyah Parmasari, Wahyuni Dyah Wanda Zulaiha Yeti Aisyah Yulianto S, David