Claim Missing Document
Check
Articles

HAK PENGELOLAAN WAKAF DAN PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM NAZHIR: Kajian Putusan Nomor 460/K/AG/2019 Isman Isman; Syamsul Hidayat; Risdayani Risdayani
Jurnal Yudisial Vol. 17 No. 3 (2024): DISPUTE OF RIGHT
Publisher : Komisi Yudisial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29123/jy.v17i3.683

Abstract

Tulisan ini menganalisis Putusan Nomor 460/K/AG/2019 dari perspektif nalar profetik dalam kaitannya dengan perbuatan melawan hukum oleh nazhir perseorangan yang menelantarkan tanah wakaf. Putusan Mahkamah Agung tersebut dilatarbelakangi oleh gugatan penggantian nazhir perseorangan yakni YK dan DD yang diajukan oleh SA (nazhir badan hukum) dan KRA (ahli waris wakif). Dengan dasar pertimbangan surat pernyataan wakif tanggal 23 Mei 2013 tentang penggantian nazhir perseorangan menjadi nazhir badan hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis filosofis dengan pendekatan deskriptif analitis untuk menguraikan pertimbangan hukum Mahkamah Agung dan konsep keadilan transendental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Mahkamah Agung telah memenuhi prinsip-prinsip penalaran profetik. Selain itu, majelis hakim mempertimbangkan keabsahan formal penggantian nazhir perseorangan menjadi nazhir berbadan hukum dan prinsip-prinsip keadilan wakaf yang mengharuskan penggunaan tanah wakaf untuk pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial keagamaan. Prinsip-prinsip ini terkait dengan aspek ‘nilai’ dan ‘norma’. Mahkamah Agung memutuskan bahwa seorang nazhir perorangan telah bertindak secara ilegal karena aset wakaf tersebut telah disalahgunakan selama kurang lebih 28 tahun. Selain itu, nazhir perorangan juga dianggap lalai dan gagal memanfaatkan harta benda wakaf untuk tujuan yang diinginkan oleh wakif. Akibatnya, wakaf mengalami kerugian yang signifikan karena hilangnya potensi manfaat dari harta benda wakaf tersebut. Selain itu, keputusan Pengadilan Tinggi Agama Samarinda mengenai penggantian nazhir perseorangan menjadi nazhir berbadan hukum dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena tidak mengikuti prosedur yang benar. Keputusan tersebut didasarkan pada kontekstualisasi dari aspek sosio-religius, sosio-filosofis, dan sosio-kultural.
ANALISIS EKONOMI HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI (KAJIAN PUTUSAN MA TENTANG KORUPSI BLBI) isman isman
Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan Vol. 8 No. 2 (2019): Repertorium
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/rpt.v8i2.434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan ekonomi hukum terhadap pertimbangan Mahkamah Agung dalam Putusan No. 1555.K/PID.SUS/2019 dan tinjauan ekonomi hukum terhadap perbuatan hukum pejabat publik yang beririsan dengan hukum perdata atau administrasi negara dihubungkan dengan kebijakan penegakan hukum pemberantasan tindak pidana korupsi. Penelitian ini merupakan kajian filosofis terhadap kebijakan penegakan hukum yang dilakukan melalui pendekatan studi kasus dan pendekatan konseptual.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis ekonomi hukum putusan Mahkamah Agung tersebut dapat dibenarkan karena penerbitan SKL berdasarkan dilakukan berdasarkan perjanjian MSAA dan Akta notaris. Model penafsiran yang digunakan Mahkamah Agung dalam memutus perkara ini adalah perpaduan model logike deontologis yang berbasis mazhab hukum positivsitk dengan logika utilitarian yang bercorak teleologis Pertimbangan hukum Mahkamah Agung tersebut di atas menjelaskan adanya pergeseran perspektif terkait dengan adanya irisan antara hukum pidana, perdata dan administrasi negara. Menurut Mahkamah Agung penerbitan SKL adalah ranah administrasi negara dan hukum perdata sehingga kesalahan dalam penerbitan SKL tidak dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana.Kata Kunci: Etika utilitarian; Ekonomi hukum; PenafsiranAbstract:The purpose of this study is to find out the legal, economic review of the Supreme Court's considerations in Decision No. 1555.K / PID.SUS / 2019 and legal, financial analysis of the legal actions of public officials that intersect with civil law and administration law when connected with enforcement policies to eradicate corruption. This research is a philosophical study of law enforcement policies carried out through a case study approach and conceptual approach. The results showed that based on legal, economic analysis of the Supreme Court decision could be justified because SKL issued was based on an MSAA and notarial deed. The interpretation model used by the Supreme Court in deciding this case is a mix of a deontological model based on positive schools of law with teleological-style form utilitarian logic. The Supreme Court's legal considerations above explain the shift in perspective related to the incision between criminal law, civil law, and state administration. According to the Supreme Court, SKL issued is the domain of administrative law or public law, so a fault in publishing SKL cannot be qualified as criminal acts.Keywords: Interpretation; Legal economy; Utilitarian ethics
Analysis of Regulatory Impacts on the Disharmonization of Professional Zakat Nisab in Indonesia: A Regulatory Impact Analysis (RIA) Approach Muhamad Agung Budiarto; Isman; Imron Rosyadi; Abdul Rozak; Muhammad Baasith
ASAS Vol. 17 No. 02 (2025): Asas, Vol. 17, No. 02 Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v17i2.29474

Abstract

The phenomenon of disharmony in the implementation of professional zakat nisab in Indonesia highlights the discrepancy between existing zakat regulations and the practices applied on the ground. Although Fatwa MUI No. 3 of 2003 and PMA No. 31 of 2019 clearly stipulate that professional zakat is only mandatory for individuals whose income meets the nisab threshold, many zakat institutions fail to verify the nisab properly. This study aims to analyze this phenomenon using the Regulatory Impact Analysis (RIA) approach to evaluate the impact of existing regulations and explore the causes of the discrepancy between regulations and practices on the ground. The method used is a qualitative approach with descriptive analysis, involving interviews with Zakat Amil Institutions (LAZ) and a literature review. The findings show that variations in the application of professional zakat nisab, such as the elimination of nisab or the use of silver nisab, lead to injustice and violate sharia principles. The policy recommendations include implementing mandatory infaq contracts for employees whose income does not reach the nisab, strengthening sharia audit regulations to ensure nisab compliance and proper zakat calculation, and enforcing PMA No. 31 of 2019 more strictly. The novelty of this research lies in applying RIA to analyze the impact of professional zakat regulations and propose policies that align more closely with sharia principles. This study contributes to improving the management of professional zakat in Indonesia to enhance fairness and the effectiveness of zakat distribution
Co-Authors Abdul Jalal, Ridwan ABDUL ROZAK Afief El Ashfahany Aidul Fitriciada Azhari Ali Rabbani Andri Nirwana AN Annajaty, Abdulloh Yahya Arief Budiono Arova Bakhtiar Ashim Atania Saida El Rosyidah Azhar Alam Bafana, Faiz Adib Budi Badrul Zaman Budi Utomo Bukhori Diana Setiawati Diniyah, Dita Nurul Dwinuryidha Ken Rifqi Eny Purwandari Fadlurrahman Naufal Fauzul Hanif Noor Athief Febriyanto, Ridwan Firman, Muhammad Syafry Hamidah, Al Milla Harits, Muhammad Hasbullah Hasna Mumtaza Abdullah Hidayat, Syamsul Imran Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imtah Salsabila Pratiwi Indira Rahma Annisa Indriyani, Latifah Itsnaini Bambang Hasto Nugroho Kelik Wardiono Khaeruddin Hamsin Khairuddin Hamsin Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim M Junaidi, M Mamdukh Budiman Mani, Dwi Mutiara Kintan Mariam Elbanna Mohammad Zakki Azani Muhamad Agung Budiarto Muhamad Ramdhani Jihad Muhammad Ammar Al Amudi Muhammad Azhar Muttaqin Muhammad Baasith Muhammad Fahroni Hamsan Muhammad Irkham Firdaus Muhammad Syafri Firman Muhammad Syafry Firman Muhammad Syafry Firman Firman Mursheed Achmad Muthoifin Muttaqin, Ahmad Zainul Nimas Ayu Sholehah Nimas Ayu Sholehah Noto Narwanto Novita Novita Novita, N Nugroho, Bramantyo Suryo Nur Rizqi Febriandika Nur Sillaturohmah Handayani Oktafianus Yoga Tri Kusnandar Permatasari, Wulandari Dewi Prabu Arya Sembara Prima Arya Widodo Purwaningsih, Rista Putri Rahmawati, Shelly Rahardjo, Trisno Rahmah, Avivi Kayla Bikratuna Rania Mahmoud ELSakhawy Reyhan, Muhammad Reyhan Ridwan Febriyanto Risdayani Risdayani Risdayani, R Risdayani, Risdayani Rismawati, Eva Nur Rizka Rohmat Soekarno Salim, Hakimuddin Salsabila, Azka Saputra, Yusup Setiawan Budi Utomo Setyawati, Afifah Yuli Shaina Safa Reswara SYAMSUL HIDAYAT Syamsul Hidayat Triyono Adi Saputro Wardah Yuspin Widodo, Prima Ariyo Widodo, Prima Aryo Yahya Yahya Yuli Setyowati Yuli Setyowati