Claim Missing Document
Check
Articles

Karakterisasi Efisiensi Penjerapan pada Nanopartikel Natrium Diklofenak dalam Sediaan Topikal PUTRI EKA SAVITRY; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3598.06 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17593

Abstract

Sistem penghantar nanopartikel telah banyak dijumpai karena memiliki berbagai keuntungan, di antaranya dapat meningkatkan pelepasan zat aktif. Natrium diklofenak merupakan jenis obat analgesik yang memiliki waktu paruh singkat serta efek samping berbahaya bagi pencernaan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Rute permberian secara topikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Sistem penghantaran obat melalui kulit telah banyak mengalami perkembangan, salah satunya dilakukan modifikasi ukuran partikel menjadi nanopartikel guna memanfaatkan keuntungannya sebagai sistem penghantar obat untuk meningkatkan penetrasi obat melalui stratum korneum. Karakterisasi nanopartikel menjadi hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan nanopartikel yang optimal melalui berbagai teknik pembuatan nanopartikel. Salah satu karakterisasi yaitu menghitung efisiensi penjerapan/efisiensi enkapsulasi sebab menjadi kriteria penting apabila penggunaan zat aktif dengan harga yang tinggi. Review ini meninjau efisiensi penjerapan natrium diklofenak dalam berbagai polimer dan teknik nanopartikel yang digunakan dalam sediaan topikal. Kata kunci : Nanopartikel, natrium diklofenak, efisiensi penjerapan, sediaan topikal
Artikel Review : Diagnosis dan Regimen Pengobatan Skabies MAYANG KUSUMA DEWI; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.208 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.12898

Abstract

Abstrak Skabies merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Infeksi tungau ini dapat menyebabkan gatal-gatal yang sangat hebat. Skabies ditandai dengan lesi. Terdapat dua lesi pada skabies yaitu lesi spesifik (liang atau terowongan) dan lesi nonspesifik (papula, vesikel dan ekskoriasi). Tempat  khas dari tubuh yang biasanya tekena skabies adalah jari-jari, pergelangan tangan, lipatan aksila, perut, bokong, dan alat kelamin. Riview artikel ini bertujuan untuk mengetahui beberapa macam metode diagnosis dan pilihan terapi yang tepat pada skabies. Diagnosis pasti dapat dilakukan dengan cara preparasi KOH, biopsi, dermoskopi dan pembesaran fotografi digital, serta burrow ink test (BIT). Pengobatan skabies dapat dilakukan secara oral maupun topikal. Ivermektin digunakan secara oral sedangkan permetrin, lindane, benzyl benzoate, crotamiton dan sulfur yang diendapkan digunakan secara topikal. Berdasarkan beberapa penelitian, pengobatan lini pertama skabies adalah dengan obat topikal krim permetrin 5%.
REVIEW ARTIKEL: METODE PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIKONVULSAN SEBAGAI SKRINING PENGOBATAN EPILEPSI Praditya Alfathan; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.277 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21938

Abstract

Antikonvulsan adalah suatu aktivitas yang diberikan oleh senyawa tertentu yang dapat mengobati penyakit yang memiliki gejalan kejang seperti epilepsi. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui potensi obat yang ingin dikembangkan untuk penyakit epilepsy. Pengujian antikonvulsan ini dibagi dengan tiga cara yaitu secara in vitro, in vivo, dan in silico. Dalam pengujian ini terdapat uji MES, Neurotoksisitas, Induksi PTZ, Induksi PIL, Midazolam Sleeping Assay, Electrophysiological recording, [3H] Flunitrazepam Binding, [3H]-t-Butylbicycloortho benzoate ([3H] TBOB) Binding,  dan molecular docking.
Aktivitas Biologi dan Aplikasi Biomedis dari Aphanothece sacrum : Review ELASARI DWI PRATIWI; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.15 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12476

Abstract

Aphanothece sacrum merupakan tanaman “hijau” yang berasal dari Jepang, yang dibudidayakan di sungai Kogane, Prefukor Fukuoka (Jepang Selatan) dan dilindungi secara hukum di habitat aslinya di Prefukor Kumamoto. Sacran adalah polisakarida molekuler alami yang diekstrak dari alga Aphanothece sacrum, yang mengandung gugus anionik seperti karboksilat dan sulfonat yang sangat tinggi (32 mol % dari total gula Unit), berat molekul yang sangat tinggi  (BM 1,6 x 107), dan memiliki ukuran sangat panjang (lebih dari 8 µm). Beberapa penelitian mengungkapkan aktivitas bilogi dari Aphanothece sacrum diantaranya yaitu sebagai anti inflamasi, mempercepat proses penyembuhan luka, dan dapat digunakan dalam pengiriman obat-obatan yang diberikan secara topikal
WEBINAR & WORKSHOP VIRTUAL SEBAGAI SARANA SOSIALISASI PHBS DAN POTENSI KULIT MANGGIS DI MASA PANDEMI COVID-19 DI MASYARAKAT Nasrul Wathoni; Ronny Lesmana; Norisca Aliza Putri; Nabilah Muhamad; Arief Cahyanto; Muchtaridi Muchtaridi
Dharmakarya Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i2.28981

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pada Masyarakat (KKN-PPM) merupakan kesempatan kepada mahasiswa untuk serta berinovasidan mengembahkan pemikiran agar dapat membantu mengatasi masalah dimasyarakat. Pada periode ini KKN dilaksanakan secara daring akibat adanya kondisi khusus darurat yakni pandemi Covid-19. Tema seminar online KKN-PPM “Potensi Manggis dalam Sediaan Sabun Antiseptik dan Olahan Pangan Fungsional Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Masa Adaptasi Baru”. Seminar online ini dilakukan pada tanggal 25 Juli 2020, pukul 10.00 WIB hingga 12.05 WIB. Seminar dan workshop virtual ini mengedukasi perilaku hidup sehat dan bersih saat masa Pandemi Covid-19, termasuk bagaimana kebiasaan mencuci tangan dan penggunaan masker sebagai upaya menekan penularan Covid-1, serta manfaat kulit manggis sebagai antioksidan. pemaparan beragam manfaat antioksidan pada kulit manggis salah satunya sebagai pengatur berbagai aktivitas inflamasi dan memberi signaling pathways dalam sel imun, terutama makrofag sehingga dapat mengoptimalkan kerja sistem imun. Peran bahan aktif Xanthones pada kulit manggis sebagai anti-bakteri, anti-jamur, anti-virus dan sumber antioksidan serta pengolahan produk kulit manggis menjadi fokus edukasi KKN-PPM. Kulit manggis dapat diolah menjadi sedian antiseptik dan olahan pangan fungsional seperti pempek, yogurt, dan wedang. Evaluasi kegiatan menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design tentang PHBS dan potensi kulit manggis Berdasarkan hasil analisa data, terdapat peningkatan pengetahuan tentang upaya perilaku hidup sehat sebagai pencegahan Covid-19 dan manfaat buah manggis sebesar 24.09 % dari data pra dan pascakegiatan. kegiatan ini berkontribusi memberikan pengetahuan pada partisipan dalam mendukung penguatan sosialisasi perilaku hidup sehat saat masa Covid-19 dan manfaat kesehatan dari kulit manggis.Dari Penelitian Xanthonespada kulit manggis berpotensi sebagai anti-virus yang mungkin dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber zat aktif untuk terapi Covid-19.
PERSEPSI, KESADARAN, DAN PENGETAHUAN DIABETES MELITUS DI SALAH SATU SMA DI PANGANDARAN Nasrul Wathoni; Aliya Nur Hasanah; Sriwidodo Sriwidodo
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.737 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14838

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan tingginya kadar gula darah. Prevalensi DM di Indonesia terus meningkat secara signifikan dan menduduki peringkat ke-4 di dunia. Gaya hidup dan kesehatan tubuh menjadi perhatian utama bagi penderita penyakit diabetes yang bisa mengendalikan kadar gula darah dan penyakit DM. Edukasi mengenai penyakit diabetes saat ini masih jarang dilakukan di kalangan masyarakat sejak dini. Oleh karenanya, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mencoba menganalisa persepsi[ah1] , kesadaran, dan pengetahuan DM di salah satu SMA di Pangandaran. Metode kuesioner dengan total 14 pertanyaan dilakukan pada 50 siswa SMA di Pangandaran. Hasil PKM menunjukkan bahwa 57,4% setuju terhadap program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) untuk penyakit DM yang merupakan solusi pemenuhan hak kesehatan rakyat. 74,07% sangat setuju terhadap program hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyakit DM. Pengetahuan tentang DM pun sangatlah baik, sekitar sekitar 55,55% mereka mengerti bahwa penyakit DM bukan merupakan penyakit menular. Namun, sebanyak 66,66% mereka mengira bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit turunan. Hal ini menandakan bahwa edukasi mengenai penyakit diabetes perlu ditingkatkan untuk mendorong gaya hidup sehat sedini mungkin.
SOSIALISASI PROTOKOL ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI MASYARAKAT DESA SAYANG MELALUI MEDIA SOSIAL DAN TEMU MAYA Muchtaridi Muchtaridi; Cecep Suhendi; Nasrul Wathoni; Sandra Megantara; Eli Halimah
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i2.31147

Abstract

Pandemi coronavirus yang diakibatkan oleh SARS-CoV-2 (Covid-19) telah menyebabkan berbagai permasalahan, meliputi kesehatan, ekonomi, dan sosial. Penyesuaian dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masa pandemi penting untuk dilakukan demi mencegah penularan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Sayang, Kabupate Sumedang, dilakukan survey mengenai pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan ditindaklanjuti dengan pemberian materi berupa “Sosialisasi Protokol Adaptasi Kebiasan Baru pada Masyarakat Kabupaten Sumedang” dalam bentuk webinar. Hasil survey menunjukkan bahwa 95,2% masyarakat sudah mengetahui adanya penerapan protokol kesehatan di masa AKB. Namun demikian, hanya 64% masyarakat saja yang mengetahui tata cara pelaksanaan protokol kesehatan di masa AKB. Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui sosialisasi protokol kesehatan di masa AKB dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjalankan hidup sehat di masa AKB
Characterization Methods of Amorphous Form Stability in Solid Dispersion : A Review Maria Elvina Tresia Butarbutar; Nasrul Wathoni; Yoga Windu Wardhana
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 2, Issue 2, May - August, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v2i2.27123

Abstract

Solubility as a cause of ineffective active pharmaceutical ingredients (API) needs to be a concern. One of the solutions to increase the solubility by choosing active ingredients in the amorphous form. However, the amorphous form tends to be unstable because it has high Gibbs free energy and molecular mobility. To overcome those properties solid dispersion methods can be an answer. The dispersion of the amorphous form in the polymer is expected to prevent the transformation of API to crystal stable form. The solid dispersion (SD) resulted needs for physicochemical characterization to prove the ability of SD to maintain the amorphous form. Therefore, the physicochemical properties of the amorphous solid dispersions (ASDs) have to analyze there in any interactions that are able to occur between the drug and the polymer. Also for evaluate the stability of the ASDs within a certain period. In the article presents, some articles related with ASDs and its characterization will studying, include several product on the market as example. The number of literature used in this article is 69 articles.Keywords: Solubility, amorphous for, solid dispersion, characterization ASDs.
Fabrication of Native and Enzymatically Modified Durian Seed (Durio zibethinus Murr.) Starch Susi Afrianti Rahayu; Nasrul Wathoni; Sriwidodo Sriwidodo; Lisa Sophianingsih
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 1, Issue 2, May - August 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7297.465 KB) | DOI: 10.24198/idjp.v1i2.19287

Abstract

Durian seed (Durio zibethinus Murr.) has a high starch content (46.2%) and thus can be used as a new source of starch for the raw materials of pharmaceutical and food industries. In this study, we fabricated native and enzymatically modified durian seed starch using a rough enzyme extract from Saccharomycopsis fibuligera. Wet grinding method was used for starch production. Physicochemical characterization of the starches was investigated by organoleptic, acidity-basicity, loss on drying,  flow capability, compressibility, ash content and microbial limit. In addition, viscoamylograph had been done to clarify the viscosity properties of the starches. The result of starch production showed that the durian seed had a starch yield of 17.68%. Physicochemical characterization of the starch showed that the results of quality testing had fulfilled the Indonesian Pharmacopoeia 4th edition standards requirements, such as description, identification, acidity-basicity, loss on drying, ash content and microbial limit. In addition, viscoamylograph study showed that the enzymatically modified durian seed starch had a higher viscosity than the native durian seed starch. Interestingly, modification of the durian seed starch using a rough enzyme extract improved its flow capability and compressibility. These results suggest that the modified durian seed starch experienced an increase in viscosity, compressibility and flow capability compared to native durian starch.  Keywords: durian, seed, starch, enzymatic modification
Veterinary Drug Development from Indonesian Herbal Origin: Challenges and Opportunities Yedi Herdiana; Nasrul Wathoni; Sriwidodo Sriwidodo; I Ketut Madite Adnyane
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 3, Issue 1, Jan - April 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v3i1.33632

Abstract

Herbal medicine is increasingly being used in human and veterinary medicine to reduce and prevent minor ailments and support conventional treatment using allopathic medicine. The medicinal properties of the plants used in phytotherapy are due to the large number of active compounds found in the plant kingdom. The active compounds extracted from the plant is often equivalent to a synthetic drug according to its therapeutic efficacy; thus, they are used in veterinary medicine, primarily as antibacterial, antimycotic, antiparasitic, disinfect, and immunostimulant.pharmaceutical quality, ensuring safety, specific standards of purity, and consistency. These standards apply throughout the production and formulation process. This review describes the development of herbs that can be used as veterinary drugs with the possibility of dosage form technology. Veterinary dosage forms show great promise for the future of the herbal veterinary delivery system.Keywords: Veterinary drug, herbal medicine, dosage form, drug delivery.