Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROSES LITIGASI PERDATA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA DI PENGADILAN NEGERI Urbanisasi, Urbanisasi; Putri, Mutiara
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i9.2025.4077-4088

Abstract

Penyelesaian sengketa perdata di Indonesia pada dasarnya disediakan melalui berbagai mekanisme yang mencerminkan kebutuhan akan proses penyelesaian yang efektif, efisien, dan tetap memenuhi asas keadilan. Namun, pelaksanaan setiap mekanisme tersebut—baik litigasi maupun non-litigasi—sering menghadapi kendala struktural dan prosedural yang berpengaruh terhadap kualitas penyelesaian sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses litigasi dan alternatif penyelesaian sengketa dalam menyelesaikan perkara perdata di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif yang diperkaya data empiris melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litigasi tetap memiliki posisi strategis karena sifatnya yang formal, terstruktur, dan menghasilkan putusan yang bersifat mengikat serta dapat dieksekusi, meskipun prosesnya cenderung panjang dan berbiaya tinggi. Di sisi lain, mediasi semakin mendapat perhatian karena mendukung asas musyawarah, mendorong kesepakatan win-win, dan mampu menurunkan beban pengadilan meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada itikad para pihak dan kompetensi mediator. Arbitrase terbukti lebih unggul dalam sengketa komersial karena bersifat final dan mengikat serta menawarkan kerahasiaan proses, tetapi aksesnya terbatas pada pihak yang memiliki perjanjian arbitrase. Konsiliasi, meskipun lebih fleksibel, masih jarang dimanfaatkan karena minimnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan prosedurnya. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi setiap mekanisme melalui perbaikan regulasi, peningkatan kapasitas aparatur, dan perluasan literasi hukum agar penyelesaian sengketa perdata dapat berlangsung lebih efektif dan memenuhi rasa keadilan.
Analisis Awal Potensi Aliran Sungai sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air pada Sungai Desa Lubuk Keliat Nugraha, Muhammad Noviansyah; Putri, Mutiara; Moulita, R A Nurul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.12947

Abstract

 Penelitian ini menganalisis potensi aliran Sungai Lubuk Keliat (DAS Sungai Ogan) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala mikro. Latar belakang penelitian didasari oleh potensi energi hidro Indonesia yang besar (75GW), namun baru dimanfaatkan sekitar 5 GW, serta kebutuhan mendesak akan solusi energi terbarukan lokal di wilayah pedesaan dan terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan pengumpulan data primer langsung di lapangan, termasuk pengukuran head dan debit. Hasil pengukuran di lokasi menunjukkan Sungai Lubuk Keliat dikategorikan sebagai Sungai Datar dengan Head Rendah. Data primer yang diperoleh adalah Tinggi Jatuh Efektif (Head) 0,55meter (55 cm) Kecepatan Air (V) 0,212m, Debit Air (Q) 0,82~m3/s. Melalui perhitungan daya teoritis, potensi energi listrik yang dihasilkan (Hydropower) adalah $58,36$ kiloWatts (kW). Daya sebesar 58,36 kW ini mengklasifikasikan pembangkit ke dalam kategori PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro), karena berada di bawah batas 100kW Dengan karakteristik sungai yang datar dan head rendah, jenis PLTA yang paling cocok adalah Run-of-River (ROR), dan pemilihan turbin yang direkomendasikan adalah Turbin Archimedes Screw dan Turbin Cross-Flow. Hasil analisis ini akan dilanjutkan ke tahap publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi
ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI PERGURUAN TINGGI Mawaddah, Alfiani; Putri, Mutiara; Wijayanti, Putri Tri; Kamilah, Intan Putri; Alim, Jesi Alexander
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.18852

Abstract

Kemampuan berpikir kritis keterampilan menjadi esensial dalam pembelajaran matematika di perguruan tinggi, karena berperan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan pengaruh kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal matematika di perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada mahasiswa di Provinsi Riau. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk mengukur hubungan antara tingkat berpikir kritis dan prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih mudah memahami soal yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari dibandingkan soal yang bersifat abstrak. Selain itu, soal dengan tingkat kesulitan tinggi lebih efektif dalam membedakan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti problem forming dan diskusi berbasis kasus, serta evaluasi yang lebih variatif guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika. 
Synthesis and Application of Deep Eutectic Solvents for the Deacidification of Waste Cooking Oil: A Pathway to High-Quality Biodiesel Putri, Mutiara; Kalsum, Leila; Syarif, Aida
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13036

Abstract

This study investigates the synthesis and application of deep eutectic solvents (DESs) for deacidifying waste cooking oil (WCO) to produce high-quality biodiesel. The research addresses conventional biodiesel production's economic and environmental challenges by using WCO as a cost-effective feedstock and employing DESs as a greener alternative to traditional solvents. DESs are biodegradable, have low toxicity, and can be easily prepared by mixing a hydrogen bond donor (HBD) and a hydrogen bond acceptor (HBA). The study synthesized DES using Choline Chloride (ChCl) as the HBA and ethylene glycol (EG) as the HBD at a constant temperature of 60° C and variable stirring rates of 150 and 200 rpm. Five different molar ratios of ChCl to EG were tested: 1:1, 1:2, 1:4, 1:6, and 1:8. The effectiveness of the DESs was evaluated based on their ability to remove free fatty acids (FFAs) from WCO, with DES 2 (1:2 molar ratio) and DES 3 (1:4 molar ratio) showing the highest adsorption efficiencies. The research also characterized the resulting biodiesel, comparing key properties such as cetane number, sulfur content, and flash point to established standards. The results show that increasing the DES concentration significantly enhances the removal of FFAs, with DES 2 achieving an 84% efficiency and DES 3 achieving an 83% efficiency at a 1:6 WCO: DES molar ratio. DES treatment consistently improved key fuel properties: the cetane number increased, while sulfur content and total acid number (TAN) were significantly reduced. DES 3 emerged as the most effective solvent, yielding the highest cetane number (56.3), lowest sulfur content (18 ppm), and lowest TAN (0.12 mgKOH/g) at the 1:6 molar ratio. While DES treatment reduced the fuel's flash point, the overall benefits of producing a cleaner, higher-quality fuel outweigh this concern. This research confirms that DESs provide a sustainable and practical pathway for producing high-quality biodiesel from waste cooking oil
Development of Temperature and Heat Teaching Modules Based on Problem Based Learning to Improve Students' Critical Thinking Putri, Mutiara; Akhsan, Hamdi; Kistiono
Journal of Science Education Research Vol. 10 No. 1 (2026): J. Sc. Edu. Research (In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jser.v10i1.91564

Abstract

This study aims to develop a physics teaching module based on Problem-Based Learning (PBL) on Temperature and Heat for 11th grade high school students, integrated with deep learning principles and PhET virtual practicums, to enhance critical thinking skills. Due to time and resource constraints, only the first three phases of the 4-D model (Define, Design, Develop) were implemented. Three experts in content, media/design, and curriculumvalidated the module. Ten Grade 11 students from SMA PGRI Gelumbang participated in a small-group trial to assess practicality. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed with the HEOS % formula. The module achieved an average validity score of 96.58%, classified as Very Valid, confirming alignment with curriculum standards and scientific accuracy. Practicality scores ranged from 83% to 90%, falling in the Practical to Very Practical category, indicating students found the module engaging, understandable, and feasible within classroom constraints. The integration of PhET simulations significantly reduced barriers to understanding abstract concepts like heat capacity and energy transfer. The module’s structure supports student-centered learning and can be adapted to diverse learning contexts. By embedding contextualized problems and deep learning strategies, it effectively fosters conceptual understanding and higher-order thinking. The high validity and practicality scores collectively demonstrate that the PBL-integrated module is both technically robust and pedagogically effective for improving critical thinking in thermal physics education. Keywords: Problem based learning, deep learning, temperature and heat, PhET virtual labs, 4-D model, critical thinking.