Claim Missing Document
Check
Articles

Speech Delay Anak Usia 4-5 Tahun di TK Miftahul Huda Desa Tegalsiwalan (Studi Kasus) Wahibatulmudiah Wahibatulmudiah; Aries Dirgayunita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10969

Abstract

Keterlambatan bicara (speech delay) merupakan kondisi di mana perkembangan kemampuan berbicara anak tidak sesuai dengan usianya. Pada usia 4-5 tahun, kemampuan berbicara yang baik sangat penting bagi perkembangan sosial dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi, faktor-faktor penyebab, serta dampak speech delay pada anak usia 4-5 tahun di TK Miftahul Huda, dan memberikan rekomendasi intervensi yang dapat dilakukan.Pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan metode observasi dan wawancara terhadap guru, orang tua, serta anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara. Pengumpulan data melibatkan analisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi speech delay, seperti gangguan pendengaran, kurangnya stimulasi verbal di rumah, serta penggunaan gadget yang berlebihan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak pada usia 4-5 tahun di TK Miftahul Huda mengalami keterlambatan bicara. Faktor utama yang mempengaruhi adalah kurangnya stimulasi bahasa di lingkungan keluarga, terbatasnya interaksi verbal di sekolah, serta kecenderungan anak untuk lebih banyak bermain gadget daripada berinteraksi secara verbal. Dampaknya terlihat pada aspek sosial, di mana anak-anak yang mengalami speech delay cenderung kesulitan berkomunikasi dengan teman sebaya dan mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif.Penelitian ini merekomendasikan intervensi berupa peningkatan stimulasi bahasa baik di rumah maupun di sekolah, serta pendampingan oleh terapis wicara untuk kasus yang lebih berat. Dengan intervensi yang tepat, diharapkan kemampuan bicara anak dapat berkembang secara optimal sesuai tahapan usianya
Pola Asuh Anak Usia Dini 4-5 Tahun Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan Orang Tua Di Gugus Dua Desa Tegalsiwalan Siti Qomariatul Munawaro; Aries Dirgayunita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10886

Abstract

Penelitian ini mengkaji  Metode pendampingan orang tua terhadap anak usia dini. (4-5 tahun) di Desa Tegalsiwalan, Dari sisi pendidikan orang tua.. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada tiga taman kanak-kanak, yaitu TK Harapan Bangsa, TK Siti Zubaida, dan TK Kartika dengan jumlah subyek yaitu sebanyak 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan orang tua memengaruhi Metode pengasuhan yang digunakan. Orang tua dengan pendidikan lebih tinggi cenderung menerapkan pola asuh demokratis, yang memberikan dukungan dan kebebasan yang terkontrol, serta kesempatan bagi anak untuk mandiri. Sebaliknya, orang tua dengan pendidikan rendah cenderung menggunakan pola asuh permisif atau otoriter. Pola asuh permisif terlihat dari kecenderungan menuruti keinginan anak tanpa batasan yang jelas, sementara pola asuh otoriter tampak dalam penerapan disiplin yang ketat tanpa mempertimbangkan kebutuhan emosional anak. Pola asuh demokratis memberikan dampak positif pada kemandirian dan perkembangan sosial-emosional anak, sementara pola permisif dapat mengurangi kedisiplinan dan pola otoriter dapat membatasi ekspresi anak. Temuan ini menyoroti pentingnya edukasi pola asuh bagi orang tua agar dapat mendukung perkembangan optimal anak usia dini, terutama di lingkungan dengan tingkat pendidikan yang beragam
PERAN MEDIA SOSIAL YOUTOBE KIDS DALAM PENAMBAHAN KOSAKATA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AL-HIKMAH KOTA PROBOLINGGO Infik Ivadatun Qomariah; Aries Dirgayunita
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v6i1.4886

Abstract

Perkembangan kosakata merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang perlu didukung melalui strategi pembelajaran yang sesuai. Salah satu media digital yang dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa adalah media sosial YouTube Kids. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran YouTube Kids dalam penambahan kosakata anak usia 5–6 tahun, proses pemanfaatannya dalam pembelajaran bahasa, serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya di RA Al-Hikmah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube Kids berperan sebagai media pendukung pembelajaran bahasa yang membantu anak mengenal, menyebutkan, dan menggunakan kosakata baru melalui tayangan visual dan audio yang menarik dengan pendampingan guru. Pemanfaatan media dilakukan melalui tahapan perencanaan, pemilihan konten, pelaksanaan pembelajaran, dan penguatan kosakata setelah pemutaran video. Faktor pendukung meliputi peran aktif guru, antusiasme anak, dan ketersediaan sarana, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan kemampuan bahasa awal anak. Kata Kunci: YouTube Kids, Kosakata, Anak Usia Dini, Pembelajaran Bahasa, Media Digital.
ANALISIS NEGLECTFUL PARENTING TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Masyrifah Nur; Aries Dirgayunita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14218

Abstract

Masa kanak-kanak, kadang-kadang disebut sebagai “masa keemasan”, adalah masa kritis bagi pertumbuhan sosial dan emosional anak. Namun, proses ini mungkin terhambat oleh penggunaan teknik pengasuhan yang tidak tepat, khususnya pola asuh yang mengabaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan sosial emosional anak usia dini di KB Aisyiyah IV dipengaruhi oleh pola asuh lalai. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik studi kasus secara kualitatif. Wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap lima orang tua dan guru yang berperan sebagai pendukung, teknik reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa respons emosional yang rendah, partisipasi anak yang rendah, komunikasi yang buruk, dan pandangan yang terbatas terhadap peran orang tua merupakan ciri-ciri pola asuh yang lalai. Dampaknya terhadap anak meliputi hambatan dalam pembentukan secure attachment, keterlambatan regulasi emosi, terbatasnya keterampilan sosial, serta rendahnya kepercayaan diri. Temuan ini mendukung teori attachment Bowlby dan teori ekologi Bronfenbrenner mengenai pentingnya kualitas interaksi dalam keluarga. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi pengasuhan yang tepat guna mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini