Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Iptek bagi Masyarakat (IbM) Sukaregang Garut yang menghadapi masalah air limbah industri penyamakan kulit Rudi Priyadi; Rakhmat Iskandar; Rina Nuryati; Betty Rofatin; Enok Sumarsih
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.113

Abstract

Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia. Sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan tak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Perkembangan industri, terutama industri penyamakan kulit menimbulkan hasil samping selain kulit yang berkualitas juga air limbah yang berbahaya akibat penyamakan kulit terutama unsur crom heksagonal (Cr+6) yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Saat ini kandungan Cr*6 jauh di atas ambang baku mutu yang di ijinkan oleh pemerintah sebesar 0,05 mg/L. hasil uji coba pendahuluan sebesar 0,63 mg/L (hampir dua betas kali lebih tinggi dan i baku mutu yang di ijinkan. Setelah diberi perlakuan M-Bio dengan takaran 9 ml/L hasilnya = 0,15 mg/L (menurunkan sampai empat kali) dengan lama kontak 24 jam. Uji lanjut kedua yaitu dengan perlakuan dosis M-Bio 12 ml/L dengan lama kontak 24 jam hasilnya 0,011 (sudah berada di bawah ambang batas yang di ijinkan yaitu 0,05mg/L).
Increasing Independence in Providing Feed in Tilapia Cultivation in Gapokkan Tilapia Village, Kawali District, Ciamis Regency Candra Nuraini; Ati Rosliyati; Erviyana Windiastuti; Lidya Nur Amalia; betty rofatin; Octaviana Helbawanti
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v7i1.7574

Abstract

ABSTRACT The fishing industry plays an important role in national food security and community economic improvement. Ciamis Regency, through Kampung Nila in Kawali District, has been designated as a center for tilapia (Oreochromis niloticus) farming. This commodity was chosen because of its rapid growth, affordable price, and stable market demand. However, farmers face high production costs due to their dependence on commercial feed, which reduces their profits. This community service program aims to increase farmers' independence through innovation in self-sufficient feed based on local  materials. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA) with stages of socialization, training,   Keywords: Nila Village, Management, Feed Milling Machines, Empowerment, Appropriate Technology.