ABSTRACT This study is motivated by the importance of fostering independence from an early age as a foundation for children’s character development, particularly within farming families that have unique life dynamics. The family environment of potato farmers in Banaran Village, Wonosobo, provides contextual learning experiences through daily activities. This study aims to describe the role of potato farmers in instilling independence in early childhood and to identify the supporting and inhibiting factors. The study employs a qualitative approach with a case study design. The research subjects are potato farming families with children aged 3–6 years, supported by informants such as PAUD teachers and community leaders selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The results show that the role of farmers is not limited to economic fulfillment but also shapes family life patterns that instill values of discipline, responsibility, hard work, initiative, and perseverance through modeling and habituation. Children are accustomed to being independent in daily activities and are also involved in simple farming tasks. Supporting factors include consistent habituation, an active family environment, and a culture of mutual cooperation, while inhibiting factors include limited parental time, differences in children’s characteristics, and a lack of awareness of stimulative parenting. In conclusion, the role of potato farmers is strategic in shaping early childhood independence. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman kemandirian sejak usia dini sebagai dasar pembentukan karakter anak, khususnya dalam keluarga petani dengan dinamika kehidupan khas. Lingkungan keluarga petani kentang di Desa Banaran, Wonosobo, memberikan pengalaman belajar kontekstual melalui aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran petani kentang dalam menanamkan kemandirian anak usia dini serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah keluarga petani kentang yang memiliki anak usia 3–6 tahun, dengan informan pendukung guru PAUD dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran petani tidak hanya pada pemenuhan ekonomi, tetapi juga membentuk pola hidup keluarga yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, inisiatif, dan ketekunan melalui keteladanan dan pembiasaan. Anak dibiasakan mandiri dalam aktivitas sehari-hari serta terlibat dalam kegiatan pertanian sederhana. Faktor pendukung meliputi pembiasaan konsisten, lingkungan keluarga aktif, dan budaya gotong royong, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan karakter anak, dan kurangnya kesadaran pengasuhan. Dengan demikian, peran petani kentang bersifat strategis dalam membentuk karakter mandiri anak usia dini.