Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Vaccine hesitancy (Keragu-Raguan Vaksin) Pada Mahasiswa Di Era Pandemi Covid-19 Saida, Saida; Zulfadhli, Muhammad; Jurais, Muh
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.430

Abstract

Vaccine hesitancy dapat menghambat upaya pengendalian COVID-19. Menurut IPI dan CSIS, tingkat vaccine hesitancy cukup tinggi di kalangan generasi muda, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan penerimaan dan mengurangi vaccine hesitancy. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat vaccine hesitancy mahasiswa. Kami menggunakan data dari hasil survei online terhadap mahasiswa di Makassar. Analisis deskriptif terhadap 384 mahasiswa didapatkan bahwa tingkat vaccine hesitancy cukup tinggi yaitu 54,55% mahasiswa masih akan menunda vaksinasi, bahkan ditemukan 10,13% mahasiswa menolak/tidak menginginkan vaksin sama sekali. Beberapa faktor yang berpengaruh secara signifikan diantaranya kebijakan pemerintah dalam pengambilan keputusan terkait vaksinasi, hambatan geografis, pengalaman vaksinasi masa lalu, kepercayaan dan sikap tentang kesehatan, pengetahuan dan wawasan, kepercayaan dan pengalaman pribadi terhadap sistem dan layanan kesehatan, serta risiko/manfaat (bukti epidemiologis dan ilmiah).
COMPARISON OF BINARY PROBIT REGRESSION AND FOURIER SERIES NONPARAMETRIC LOGISTIC REGRESSION IN MODELING DIABETES STATUS AT HAJJ GENERAL HOSPITAL SURABAYA Otok, Bambang Widjanarko; Zulfadhli, Muhammad; Pangesti, Riwi Dyah; Kurniawan, Muhammad Idham; Haryanto, Albertus Eka Putra; Darwis, Darwis; Kurniawan, Iwan
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 20 No 1 (2026): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol20iss1pp0255-0270

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease with a rising global prevalence, including in Indonesia. Early detection and accurate modeling are crucial for effective prevention and management. Binary Logistic Regression (BLR) is commonly used for binary outcome modeling; however, in practice, the relationship between binary outcomes and continuous predictors is often nonlinear, making BLR less suitable. To address these limitations, alternative methods such as Binary Probit Regression (BPR) and Flexible Semiparametric Nonlinear Binary Logistic Regression (FSNBLR) have been developed. This study aims to compare the performance of BLR, BPR, and FSNBLR models in classifying diabetes mellitus cases at Hajj General Hospital Surabaya. All three models were estimated using the Maximum Likelihood Estimation (MLE) method. Since the resulting estimators do not have closed-form solutions, numerical iteration using the Newton-Raphson method was applied. Model performance was assessed using Area Under the Curve (AUC), accuracy, sensitivity, and specificity. The FSNBLR model outperformed both the BLR and BPR models. It achieved the highest AUC value of 81.86%, while BLR (66.30%) and BPR (66.30%). That is indicated FSNBLR superior discriminative ability. In addition, the FSNBLR model recorded higher accuracy, sensitivity, and specificity compared to the other two models. The FSNBLR model demonstrated better predictive performance in identifying diabetes mellitus cases, especially in scenarios involving nonlinear relationships between predictors and the outcome variable. These findings suggest that flexible semiparametric approaches offer greater effectiveness in medical classification tasks, particularly for chronic conditions like diabetes mellitus.
Analisis Wacana Kritis Roger Fowler dan Theo Van Leeuwen Pemberitaan Bullying pada Media Kompas dan CNN Indonesia Haris Hamdani; Agustin Rebecca Lakawa; Muhammad Zulfadhli
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1398

Abstract

Dalam era digital dan globalisasi saat ini, media massa memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk opini publik dan persepsi masyarakat terhadap berbagai isu sosial, termasuk bullying. Pemberitaan mengenai bullying sering kali mempengaruhi bagaimana masyarakat memahami, merespons, dan berinteraksi dengan fenomena tersebut. Analisis wacana kritis dapat digunakan dalam menganalis teks berita daring tentang bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kedua media tersebut memberitakan kasus bullying dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis yang dikembangkan oleh Roger Fowler dan Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Roger Fowler dan Theo Van Leeuwen untuk menganalisis teks berita tentang bullying dari aspek kosakata, tata bahasa, ekslusi, dan inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 63 data yang diperoleh dari teks berita tentang bullying dari koran digital Kompas dan CNN Indonesia dengan model analisis wacana kritis Roger Fowler dan Theo Van Leeuwen yang merujuk pada aspek kosakata dalam analisis wacana kritis model Roger Fowler mencakup kosakata klasifikasi, membatasi pandangan, pertarungan wacana, dan marginalisasi. Sedangkan pada aspek tata bahasa mencakup pasivasi dan nominalisasi. Kemudian beberapa apsek yang dianalisis menurut Theo Van Leeuwen diantaranya adalah pasivasi dan nominalisasi untuk eksklusi, dan untuk aspek inklusi diantaranya adalah Objektivasi-Abstraksi, Nominasi-Kategorisasi, Determinasi-Indeterminasi, Asosiasi-Disosiasi, dan Nominasi-Identifikasi. Pemilihan kosakata dan struktur tata bahasa sangat penting bagi para penulis dalam menyampaikan sebuah berita. Terdapat keterkaitan antara teori analisis wacana kritis Roger Fowler dan Theo Van Leeuwen seperti pasivasi dan nominalisasi serta klasifikasi berkaitan dengan identifikasi dan kategorisasi.
UPAYA PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI MELALUI ADAPTASI TEKNOLOGI DI SD NEGERI SRIJAYA 04 BEKASI Widyantoro, Murwan; Zulfadhli, Muhammad; Ismaniah; Hamdani, Haris; Kurniasari Rahmawati, Nurina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum kemunculan Covid-19, proses belajar mengajar dilaksanakan dengan cara tatap muka. Akan tetapi, hadirnya Covid-19 membuat proses belajar mengajar dilaksanakan dengan cara daring (online), maupun luring (offline). Dalam proses pembelajaran online, para guru harus mengikuti perkembangan dalam adaptasi penggunaan teknolgi yang baru. Walaupun sudah ada yang menerapkan tatapmuka dan pembelajran jarak jauh. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah dampak Covid-19 ini membuat pembelajaran daring (online) mengakibatkan beberapa siswa masih ada yang belum dapat membaca. Selain kemampuan literasi, pengetahuan numerasi juga masih rendah. Hal ini disebabkan guru belum dapat mengoptimalkan media pembelajaran bekaitan literasi dan numerasi. Oleh karena itu, tim PKM mengadakan pelatihan peningkatan literasi dan numerasi melalui adaptasi teknologi di SD Negeri Srijaya 04 Bekasi. Dengan hadirnya pelatihan ini, para guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui adaptasi teknologi. Selain itu, para guru juga diharapkan dapat menguasai adaptasi teknologi di bidang literasi dan numerasi. Pelaksanaan PKM dilakukan dengan bentuk sosialisasi, pengenalan, pelatihan, dan praktik penerapan literasi dan numerasi melaui adaptasi teknologi kepada guru-guru SD Negeri Srijaya 04 Bekasi. Berdasarkan dari hasil pengabdian kepada masyarakat, para guru sangat menyambut positif dan bersemangat ketika berpartisipasi dalam kegiatan PKM dan para guru sangat senang dengan hasil yang sudah dilaksanakan karena mereka langsung mempraktikkan teori yang telah diberikan. Melalui kegiatan ini, PKM ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi melalui adaptasi teknologi. Kata Kunci: Literasi, Numerasi, Teknologi
Exploring Students’ Problem-Solving Skills Reviewed from Gender Perspective in Elementary School Farokhah, Laely; Juita, Dessy Norma; Sari, Venna Puspita; Zulfadhli, Muhammad; Dulyapit, Apit
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.9456

Abstract

Mathematics education serves a fundamental role in developing students’ 21st-century competencies, particularly in fostering reasoning, communication, critical thinking, and problem-solving skills. However, instructional practices in elementary schools still tend to emphasize routine and procedural tasks, resulting in students’ limited exposure to non-routine problems that require higher-order thinking strategies. This study aims to explore elementary school students’ mathematical problem-solving skills reviewed from gender perspective. A qualitative research approach was employed. The data were collected through problem-solving skill tests, observations, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that students with high problem-solving skill are able to carry out problem-solving steps in a coherent and systematic manner, although reinforcement is still needed in terms of accuracy and verification. In contrast, students with low problem-solving skill experience difficulties at almost all stages of the problem-solving process. These difficulties are characterized by insufficient conceptual understanding, inability to organize information, lack of proficiency in performing mathematical operations, and the absence of habits related to checking calculation results. Both male and female students demonstrate adequate basic problem-solving abilities. However, female students exhibit more structured, systematic, and detail-oriented thinking processes at each stage. In contrast, male students tend to be less consistent in utilizing all available information, rely more heavily on visual approaches, and show less accuracy in verifying their solutions. These findings highlight the necessity of designing mathematics instruction that prioritizes the development of problem-solving skills while incorporating an awareness of gender-based variations in students’ cognitive processing.