Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi; Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka
Evaluasi Perkuliahan Daring Mata Kuliah Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesisa dengan Model Diskrepansi Arsanti, Meilan; Suwito, Wagiran; Subyantoro, Subyantoro; Hasanudin, Cahyo
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9 No 2 (2022): July 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i2.2553

Abstract

Abstract: During the Covid-19 pandemic, lectures at the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI), Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Sultan Agung Islamic University (Unissula) were held online. Language Error Analysis is one of the courses conducted online. The problems studied include planning, implementing, and evaluating the process and results of online lectures for these courses. The method used in this study is a policy research program evaluation type with a qualitative and descriptive approach with a discrepancy model. Data in the form of scores of all variables were analyzed using the Wilcoxon tiered sign test procedure, with this technique a large difference sign will be obtained indicating that at the online lecture planning stage an average score of 79.9% is obtained with a large difference of 20.1 then there is a gap of 20, 1% with a small category (K). At the stage of implementing online lectures, the average score obtained is 76.4% with a large difference of 23.6, so there is a discrepancy of 23.6% with a small category (K). In the process and results assessment stage, an average score of 80.3% was obtained with a large difference of 19.7, so there was a discrepancy of 19.7% and was classified in the very small category (K). This gap is generally caused by technical factors such as poor internet facilities, limited internet quota, and inadequate online course equipment.  Keywords: online lectures, language error analysis, discrepancy model  Abstrak: Selama pandemi Covid-19 perkuliahan di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dilaksanakan secara daring. Analisis Kesalahan Berbahasa merupakan salah satu mata kuliah yang dilaksanakan secara daring. Masalah yang diteliti meliputi perencanaa, pelaksanaan, dan penilaian proses dan hasil perkuliahan daring mata kuliah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kebijakan jenis evaluasi program dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif dengan model diskrepansi. Data berupa skor semua variabel dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang wilcoxon, dengan teknik ini akan didapatkan tanda beda besar yang menunjukan bahwa pada tahap perencanaan perkuliahan daring diperoleh rata-rata skor 79,9% dengan besar beda 20,1 maka terjadi kesenjangan sebesar 20,1% dengan kategori kecil (K). Pada tahap pelaksanaan perkuliahan daring rata-rata pemerolehan skor sebesar 76,4% dengan besar beda 23,6 maka terjadi diskrepansi sebesar 23,6% dengan kategori kecil (K). Pada tahap penilaian proses dan hasil diperoleh rata-rata skor sebesar 80,3% dengan besar beda adalah sebesar 19,7 maka terjadi diskrepansi sebesar 19,7% dan tergolong dalam kategori sangat kecil (K). Kesenjangan tersebut secara umum disebabkan karena faktor teknis seperti kurang bagusnya fasilitas internet, terbatasnya kuota internet, dan perangkat perkualiahan daring yang kurang memadai.  Kata kunci: perkuliahan daring, analisis kesalahan berbahasa, model diskrepansi
Nilai Sosial dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila s. Chudori dan Implikasinya pada Pembelajaran Novel Kelas XII SMA Fatonah, Inten Nur; Chamalah, Evi; Arsanti, Meilan
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v2i2.3689

Abstract

abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Analisis nilai sosial akan diteliti menggunakan teori Zubaedi yang mengemukakan mengenai nilai sosial yang terdiri dari cinta kasih, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari tokoh yang diamati, sumber data berasal dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang diterbitkan pada tahun 2017 oleh Kepustakaan Populer Gramedia dengan jumlah halaman yaitu 379 halaman. Data yang diambil berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf yang merujuk pada nilai sosial. Teknik yang dipakai menggunakan teknik simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Ketika semua data terkumpul, maka proses selanjutnya yaitu analisis data yang dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan kemudian verifikasi atau penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengandung 12 bentuk nilai sosial, sehingga ditemukan sejumlah 163 data yakni mengenai nilai pengabdian, kekeluargaan, tolong-menolong, kepedulian, kesetiaan, rasa memiliki, empati, disiplin, keadilan, kerja sama, toleransi, dan demokrasi. Penelitian ini diimplikasikan pada pembelajaran novel kelas XII SMA. Terdapat banyak sekali nilai sosial yang dapat dipelajari oleh peserta didik yang nantinya nilai-nilai yang baik tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun di lingkungan masyarakat.Kata kunci— nilai sosial, novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori, pembelajaran novel  Abstract—This study aims to describe social values in the novel Laur Bercerita by Leila S. Chudori. Analysis of social values will be examined using Zubaedi's theory which suggests social values consisting of love, responsibility, and harmony in life. I This study uses a qualitative approach which will produce descriptive data in the form of written words from the characters observed, the data source comes from the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori which was published in 2017 by the Gramedia Popular Library with a total of 379 pages. The data taken is in the form of words, phrases, clauses, sentences, and paragraphs that refer to social values. The technique used is a listening technique followed by a note taking technique. When all the data is collected, the next process is data analysis which is done by reducing data, presenting data, and then verifying or drawing conclusions. This study contains 12 forms of social values, so that a total of 163 data were found, namely the values of devotion, kinship, mutual help, caring, loyalty, a sense of belonging, empathy, the discipline of justice, cooperation, tolerance, and democracy. This research is applied to class XII novels. SMA There are many social values that can be learned by students which later these good values can be applied in everyday life. whether at school, home or in the community.Keywords— social value, storytelling novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori, learning Novel
INTERNALISASI NILAI ISLAM DALAM BERPENDAPAT DI MEDIA SOSIAL MAHASISWA PBSI UNISSULA Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat; Arsanti, Meilan
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.9.2.44-49

Abstract

Perkembangan teknologi memiliki pengaruh besar bagi masyarakat. Salah satu bentuk teknologi yang digunakan masyarakat adalah internet. Salah satu manfaat internet ialah digunakan untuk media sosial. Perkembangan media sosial saat ini semakin masif. Media sosial yang digunakan secara baik dan bermanfaat mampu dijadikan sebagai bahan dalam menambah ilmu pengetahuan. Mahasiswa memiliki kesempatan dalam memilih informasi yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Hal tersebut juga bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan keterampilan ketika berkomentar atau berpendapat di sosial media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dan uumber data dalam penelitian ini ialah kalimat dari hasil angket mahasiswa PBSI Unissula. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahsiswa PBSI Unissula telah menggunakan nilai-nilai Islam ketika berpendapat di media sosial. Hal itu juga digunakan ketika proses pembelajaran, sehingga mahasiswa sudah terbiasa. Beberapa mahasiswa masih terbawa situasi ketika berpendapat di media sosial tetapi masih menjaga hal yang menjadi poin pada nilai Islam. Nilai Islam yang perlu ditanamkan meliputi aspek aqidah, akhlak dan ibadah. Penanaman nilai aqidah dan akhlaq mahasiswa PBSI unissula diberikan melalui proses pembelajaran dan materi ajar. Secara formal nilai Islam disampaikan dengan diinternalisasikan pada materi ajar dan proses pembelajaran. Sikap mahasiswa ketika bermedia sosial sudah mencerminkan sikap dan perilaku untuk sesama manusia. Menahan diri untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang dan informasi mengenai seseorang.