Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL, BRANDING DAN PACKAGING MODERN PADA UMKM JAMU TRADISIONAL Dewi, Novi Yanti Sandra; Abdillah, Muhammad Zaki; Hulaimi, Ahmad; Agustina, Ahadiah; Aini, Nur
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33987

Abstract

ABSTRAK                                                                                               Industri rumahan jamu tradisional Bude Nur menghadapi tantangan terkait pemasaran dan pengemasan produk. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha melalui pelatihan yang mencakup tiga aspek utama: pemasaran digital, branding, dan desain kemasan modern. Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Mataram, berkolaborasi dengan mitra untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan profesional. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dan praktis, yang melibatkan mitra secara aktif dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Selama pelatihan, mitra diajarkan cara memanfaatkan media sosial facebook dan platform e-commerce, untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pelatihan branding dan desain kemasan juga diberikan untuk membantu meningkatkan daya tarik produk jamu tradisional Bude Nur. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan daya saing produk Bude Nur yang signifikan. Mitra berhasil memanfaatkan strategi pemasaran digital yang lebih luas, mengembangkan merek yang lebih kuat, dan merancang kemasan produk yang lebih informatif dan menarik. Program ini berhasil memberikan dampak positif bagi Bude Nur dalam mengembangkan kemampuan pemasaran dan pengemasan, serta memperluas jangkauan pasarnya. Kata kunci: pemasaran digital; branding; packaging; UMKM; jamu ABSTRACTBude Nur's traditional herbal medicine home industry faces challenges related to product marketing and packaging. This program aims to improve business competitiveness through training covering three main aspects: digital marketing, branding, and modern packaging design. The training was conducted by involving a community service team from the University of Muhammadiyah Mataram, collaborating with partners to develop more effective and professional marketing strategies. The methodology used in this activity is a participatory and practical approach, which actively involves partners in every stage of the program, from planning to evaluation. During the training, partners are taught how to utilize social media platforms like Facebook and e-commerce platforms to expand market reach. In addition, branding and packaging design training is also provided to help increase the appeal of Bude Nur's traditional herbal medicine products. The results of this activity show a significant increase in the competitiveness of Bude Nur's products. Partners successfully utilized a broader digital marketing strategy, developed a stronger brand, and designed more informative and attractive product packaging. This program has successfully had a positive impact on Bude Nur in developing marketing and packaging capabilities, as well as expanding its market reach. Keywords: digital marketing; branding; packaging; SMEs; herbal medicine
STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BERBASIS KULINER SYARIAH DAN LITERASI DIGITAL UNTUK KOMUNITAS MAJELIS TAKLIM BAITURRAHMAN PESONA GRIYA ASRI Zaki, Muhammad; Hidayanti, Nur Fitri; Ariani, Zaenafi; Rahmawati, Endang; Ilham, Ilham; Hulaimi, Ahmad
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.35973

Abstract

ABSTRAKPelaku usaha kuliner yang tergabung dalam Komunitas Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha, khususnya pengelolaan keuangan yang masih tradisional, belum melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) secara sistematis, mencampur keuangan usaha dengan keuangan pribadi, serta memiliki keterbatasan literasi digital untuk mendukung pemasaran produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi umat melalui pemberdayaan pelaku usaha kuliner berbasis prinsip syariah dan literasi digital sehingga mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berdaya saing. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-terintegrasi melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan, workshop perhitungan HPP dan pencatatan keuangan digital, pelatihan literasi digital meliputi fotografi produk dan pemanfaatan media sosial serta e-commerce, seminar fikih muamalah, serta pendampingan dan monitoring pascapelatihan. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Pesona Griya Asri, Lombok Barat, dengan mitra sasaran anggota Majelis Taklim Baiturrahman yang memiliki usaha kuliner, melibatkan sebanyak 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perhitungan HPP, meningkatnya kemampuan dalam menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital, tumbuhnya konsistensi dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara rutin, meningkatnya pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk, serta meningkatnya pemahaman peserta terhadap praktik bisnis yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah sehingga mendukung penguatan kapasitas usaha kuliner masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi; Kuliner Syariah; Literasi Digital; UMKM.ABSTRACTCulinary entrepreneurs who are members of the Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri community face various challenges in managing their businesses, particularly in financial management which is still traditional in nature. Many of them have not systematically calculated the Cost of Goods Sold (COGS), still mix business finances with personal finances, and have limited digital literacy to support product marketing. This community service activity aims to enhance the economic capacity of the community through the empowerment of culinary entrepreneurs based on sharia principles and digital literacy so that they are able to manage their businesses more professionally and competitively. The implementation method employed a participatory-integrated approach through Focus Group Discussions (FGD) to identify needs, workshops on COGS calculation and digital financial record-keeping, digital literacy training including product photography and the utilization of social media and e-commerce platforms, seminars on fiqh muamalah, as well as post-training mentoring and monitoring. The activity was conducted in the Pesona Griya Asri Housing Area, West Lombok, targeting members of the Majelis Taklim Baiturrahman who run culinary businesses, involving a total of 25 participants. The results of the activity indicate an increase in participants’ understanding of COGS calculation, improved ability to use digital financial recording applications, growing consistency in conducting routine business financial records, increased utilization of digital platforms for product marketing, and enhanced understanding of business practices in accordance with sharia economic principles, thereby supporting the sustainable strengthening of community-based culinary enterprises. Keywords: Economic Empowerment; Sharia Culinary; Digital Literacy; MSMEs.
PENGEMBANGAN KERAJINAN GERABAH MELALUI PENYULUHAN SISTEM PEMBAYARAN CASH ON DELIVERY DALAM PERSPEKTIF MUAMALAH ISLAM Hulaimi, Ahmad; Dewi, Novi Yanti Sandra
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38828

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kerajinan gerabah merupakan salah satu bentuk usaha mikro berbasis kearifan lokal yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat setempat. Dalam praktiknya, pengrajin gerabah masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pemasaran dan sistem transaksi yang mampu menjamin kepercayaan konsumen sekaligus selaras dengan prinsip syariah. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) dalam perspektif muamalah Islam, sehingga penerapannya belum optimal dan belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai strategi penguatan kepercayaan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengrajin gerabah dalam menerapkan sistem pembayaran COD yang sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan berbasis edukasi syariah, diskusi partisipatif, serta pendampingan praktik transaksi yang menekankan kejelasan akad dan keadilan para pihak. Mitra kegiatan adalah kelompok pengrajin gerabah yang berjumlah 20 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta observasi terhadap simulasi transaksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra sebesar 35% terkait konsep COD dalam Islam, disertai dengan meningkatnya kesiapan mitra dalam mengimplementasikan sistem transaksi yang transparan, adil, dan berorientasi pada kepercayaan konsumen. Penerapan sistem COD berbasis syariah berkontribusi terhadap penguatan relasi produsen dan konsumen serta membuka peluang perluasan pemasaran produk gerabah.Kata kunci: Kerajinan Gerabah; System Pembayaran; Cash On Delivery; Muamalah Islam. ABSTRACTPottery craftsmanship is a form of micro-enterprise rooted in local wisdom that carries both economic potential and cultural significance. In practice, pottery craftsmen continue to face limitations in marketing and transaction systems that are able to ensure consumer trust while remaining compliant with Islamic principles. One of the main challenges encountered by the partners is the limited understanding of the Cash on Delivery (COD) payment system from the perspective of Islamic transactions (muamalah), resulting in suboptimal implementation. This community service program aims to enhance the understanding and capacity of pottery craftsmen in applying a sharia-compliant COD payment system. The methods employed include sharia-based counseling, participatory discussions, and mentoring on transaction practices that emphasize clarity of contract and fairness between parties. The partners involved were 20 pottery craftsmen. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure knowledge improvement, as well as observation of transaction simulations. The results indicate a 35% increase in participants’ understanding of COD transactions in Islamic law, accompanied by improved readiness to implement transparent and fair transaction systems. The application of a sharia-based COD system contributes to strengthening producer–consumer trust and expanding market opportunities for pottery products. Keywords: Pottery Craftsmanship; Payment Systems; Cash On Delivery; Islamic Commercial Transactions.