This Author published in this journals
All Journal FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Ilmiah Didaktika : Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran Al-Hayat: Journal of Islamic Education Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Jurnal Studia Insania Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Seling: Journal of PGRA Study Program TARBIYATUNA MANAZHIM Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan (JDMP) Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan, dan Hukum Islam AL-MUTTAQIN : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Edusiana : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Jurnal Ad-Dariyah al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ICO EDUSHA Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Journal of Early Childhood Education Studies Nuris Journal of Education and Islamic Studies Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Al Yazidiy: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Al-Abshar: Journal of Islamic Education Management Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Idealita: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Jurnal Manajamen Pendidikan Islam Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Pendidikan dan Pengajaran International Journal of Education Management and Religion An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

RODA (Rotating Education Game) sebagai Media Pembelajaran untuk Menanamkan Sikap Disiplin pada Anak Usia Dini Triana Rosalina Noor; Erwin Astutik
AS-SABIQUN Vol 1 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.775 KB) | DOI: 10.36088/assabiqun.v1i2.298

Abstract

Based on KPAI data, the trend of violence against children in education in 2018 has increased. Of the total 445 tapes, 51.2 percent or 228 cases were cases of physical, sexual and verbal abuse. In addition, child abuse also occurs at home. Acts of violence against children are carried out on the grounds of disciplining children. Violence experienced by children can have a prolonged psychological effect on him. The discipline of planting does not have to be done with violence. This then encourages the writer to make RODA (Rotating Education Game) as a learning medium to instill discipline in early childhood. This research uses a qualitative R&D approach, which is research that is used for certain products and tests its effectiveness. RODA is a colorful learning media and has a funny character so that it can stimulate children's memories from being disciplined in childhood. According to Albert Bandura this learning is called modeling. Thus it can be concluded, With the existence of RODA as a media for the formation of a disciplined attitude in early childhood, it can facilitate teachers or parents in the formation of a disciplined attitude so that they can help older children have discipline in carrying out their daily activities.
Strategi Pengembangan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Triana Rosalina Noor; Khoirun Nisa'il Fitriyah
PALAPA Vol 9 No 1 (2021): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/palapa.v9i1.1031

Abstract

Conflicts with ethnic and religious nuances is partly due to the lack of insight into the understanding of cultural diversity. Responding to this situation, Islamic Religious Education is important to develop the multicultural perspective so that the reality of a multicultural society can be accommodated in it. This study used a qualitative approach with the type of case study, with the research location at SMA Kertajaya Surabaya. The informants of this study were the principal and Islamic education teachers, using the method of collecting data through interviews, observation and documentation study. The data that has been obtained are analyzed, interpreted and interpreted qualitatively descriptive. The findings obtained that the formulation of the PAI curriculum that applied was flexible and based on an analysis of the situation faced by the community. The PAI design that is applied considers the multicultural aspects that exist in society by paying attention to the situation of students, and the teachers who carry out learning activities. The strategy used is to include multicultural values such as a sense of justice, love and compassion, mutual respect between teachers and students, between school institutions and elements to the society.
Manajemen Pendidikan Anak melalui Program Outbound di TK Al Muslim Surabaya Triana Rosalina Noor
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.608 KB) | DOI: 10.29062/seling.v3i2.120

Abstract

Pendidikan bagi anak usia dini begitu penting karena pada masa usia dini. Melalui program outbound anak belajar dari pengalaman langsung dan dilibatkan secara aktif dalam seluruh kegiatan yang dilakukan, dan dalam implementasinya dibutuhkan penerapan fungsi manajemen yang baik, yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian bertempat di TK Al Muslim Surabaya, dengan subyek penelitian meliputi direktur lembaga pendidikan, guru dan wali murid.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program outbound di TK Al Muslim Surabaya sudah menerapkan fungsi-fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan program outbound dilaksanakan dengan membuat perencanaan pembelajaran, perencanaan jenis permainan, dan perencanaan pembiayaan. Pengorganisasian program outbound dilakukan melalui pembagian kerja oleh direktur kepada guru. Untuk fungsi pelaksanaan pada program outbound melalui pengimplementasian atas apa yang telah disusun dalam perencanaan. Untuk fungsi pengawasan program outbound dilakukan melalui pembuatan laporan kegiatan dan kontrol oleh Direktur Lembaga Pendidikan.
Majelis Taklim sebagai Transformator Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya pada Komunitas Muslimah Urban Triana Rosalina Noor; Isna Nurul Inayati; Maskuri Bakri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.797

Abstract

Salah satu wadah untuk menuntut ilmu agama Islam adalah majelis taklim, terlebih di era globalisasi yang mengarah pada kehidupan hedonisme, materialisme dan individualisme. Kegiatan majelis taklim tidak terikat waktu dan bisa dihadiri oleh semua lapisan masyarakat. artikel ini menggambarkan majelis taklim sebagai transformator pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya di masyarakat. Artikel ini adalah hasil riset yang dilakukan di Majelis Taklim Husnul Khotimah, Surabaya melalui pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumen dengan melibatkan lima orang secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menggambarkan terjadinya proses pengembangan kelembagaan di Majelis Taklim Husnul Khotimah dari awal hanya sebagai lembaga pendidikan agama kelompok kecil warga menjadi sebuah lembaga yang lintas kawasan yang telah mengalami diversifikasi fungsi menjadi lembaga sosial melalui kegiatan-kegiatan filantropi dan pemberdayaan ekonomi melalui program bank sampah yang dicanangkan. Majelis taklim Husnul Khotimah juga berperan sebagai tempat silaturahmi antar sesama warga dan tempat pengembangan kreativitas para muslimah. Melalui majelis taklim terinternalisasi nilai-nilai sosial bermasyarakat yang baik seperti nilai kasih sayang, tolong menolong, tanggung jawab khususnya pada kondisi masyarakat kota yang majemuk.
Bibliotherapy Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Interpersonal Remaja Triana Rosalina Noor
Jurnal Studia Insania Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jsi.v8i2.3974

Abstract

Literature or books is one of media that used to obtain information, knowledge and self-development. In addition literature also can be used to improve self development, especially teenagers. It becaused some teenagers has not optimize on improving  their selves. They still have lack of interpersonal skills that make them difficult to do good  adaption in their social environment. Bibliotherapy or or reading therapy is one alternative in dealing with self-development problems. In this way teenagers are expected to develop a more positive sense of themselves, provide insights into a problem, stimulate discussion of problems, provide solutions to problems, communicate new values and attitudes, and discover meaning in life. The choosen process of literature literature based on what problem  faced. The goal is the process of reading therapy  in order improving  teenagers interpersonal skills maximized. In addition, the application of bibliotherapy also consider the interests and learning styles that are owned by teenagers.Bibliotherapy is very effective therapy  for improving understanding and adding insight into teenagers  according to reading material. Through bibliotherapy, teenagers  are expected to find insight over obstacles their selves develompment to improve better interpersonal skills. 
FKUB DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL DALAM MENGEMBANGKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA PADA MASYARAKAT TENGGER Triana Rosalina Noor; Idrus Idrus; Mohamad Mujib Ridwan; Maskuri Maskuri
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i1.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spirit toleransi yang dikembangkan FKUB melalui Pendidikan Agama Islam Multikultural guna mengembangkan kerukunan umat beragama pada masyarakat Tengger. Penelitian ini dilakukan di masyarakat muslim Tengger tepatnya di Desa Sukapura dan Desa Krucil Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini adalah jajaran FKUB yang merupakan salah satu penggiat toleransi di Kabupaten Probolinggo.Hasil penelitian ini adalah spirit toleransi yang dikembangkan FKUB dan tokoh agama setempat melalui Pendidikan Agama Islam Multikultural guna mengembangkan kerukunan umat beragama telah membawa dampak positif. Masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Sukapura dan Desa Krucil mampu hidup berdampingan dengan damai. Nilai-nilai toleransi tersebut adalah saling menghormati, kebebasan beragama, menerima keberadaan orang lain dan berpikir positif. Pada proses implementasinya, proses penanaman spirit toleransi kepada masyarakat Muslim dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti suroan, istighosah, pengajian umum, kegaiatan mauludan dan kegiatan tahlil. Pada kegiatan-kegiatan tersebut, nilai toleransi tersebut diimplikasikan melalui pemberian pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya spirit toleransi (tolerance knowing), untuk selanjutnya masyarakat muslim akan bisa merasakan “rasa” dari pentingnya toleransi dalam kehidupan masyarakat (tolerance feeling) dan pada akhirnya bisa hidup berdampingan dengan orang lain dalam masyarakat sehingga terciptalah kerukunan umat beragama (tolerance action).
Strategi Solutif Kepala Sekolah Pada Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid 19 di SDN Sumput Sidoarjo Triana Rosalina Noor
al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.605 KB) | DOI: 10.31958/jaf.v9i1.2658

Abstract

This qualitative research is classified as a case study that aims to describe and analyze the principal's solution strategy for online learning during the Covid-19 pandemic at SDN SumputSidoarjo. The data were collected through observation, interviews with three people, namely the principal, secretary and treasurer of SDN SumputSidoarjo, and also documentary studies. Data analysis was carried out through the process of condensing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study showed that the Principal applied a solution strategy in the form of developing the potential of teachers through training for HR, providing online extracurricular services for students, preparing adequate learning tools for learning and optimizing the use of BOS(School Operational Funds). The obstacles faced in implementing the principal's strategies and solutions for learning during the Covid 19 pandemic were the human resource factors, heterogeneity of student guardians, limited funds and communication. In response to this, the Principal has taken a policy to develop HR competencies, relax financial financing and open a two-way communication forum between parents and schools.
Alternatif Pemecahan Masalah Pada Masyarakat Multikultural Triana Rosalina Noor
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural dengan keragaman yang terdapat pada beberapa aspek dalam kehidupan, seperti suku, budaya, agama, status sosial dan lain sebagainya. Pada dasarnya multikulturalisme yang dimiliki tersebut bukan hanya bisa menjadi hal potensial dalam pengembangan Bangsa Indonesia, namun di sisi lain juga bisa membawa konflik horizontal yang harus diselesaikan dengan bijak. Konflik yang terjadi pada masyarakat multikultural harus diolah agar bisa membawa pada sebuah proses dinamisasi perubahan ke arah yang konstruktif dan positif, bukan justru mengarah pada suatu tindakan yang destruktif. Penyelesain suatu konflik pada umumnya akan sangat bergantung pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah bagaimana pihak-pihak yang berkonflik menyikapi konflik yang dihadapinya, sedangkan faktor eksternal adalah bagaimana pihak luar berperan dalam melakukan penanganan konflik. Untuk itu penting dibuat suatu perencanaan dan langkah tata pengelolaan konflik dalam bentuk pembangunan perdamaian agar masyarakat multikultural tetap terjaga proses dinamisasinya dengan baik. Indonesia is a multicultural nation with diversity in several aspects of life, such as ethnicity, culture, religion, social status and others. Basiclly, multiculturalism that is not only be a potential thing in the development of the Indonesian nation, but also lead to horizontal conflicts that must be resolved wisely. Conflicts that occur in multicultural societies must be processed so that they can lead to a process of dynamizing change in a constructive and positive direction, instead of leading to destructive action. In general, the resolution of a conflict will depend heavily on internal and external factors. The internal factor is how the conflicting parties respond to the conflict they face, while the external factor is how the outsiders play a role in handling conflict. For this reason, it is important to make plans and steps for conflict management in the form of peace building so that the multicultural society is well maintained in its dynamic process
REMAJA DAN PEMAHAMAN AGAMA Triana Rosalina Noor
VICRATINA Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.409 KB)

Abstract

Abstract. Teenagers are a certain period of human life that has a lot of dynamics. At this period, religious understanding is a guideline for  teenagers to protect them from negative effects from environment. This study is a study of literature studies which examines a phenomenon by reference to the supporting theories, in particular theories related to the concept of teenagers and religions. The results of this study indicate that teenager's religiousunderstanding  is related to the cognitive development that he goes through. The development of a religious understanding of a teenager is a continuation of the religious understanding that has been gained in the previous development phase of the phases of the children. But the difference is that when the phases of the children's concepts of understanding are real manifested in the real symbolic form, whereas in the youth phase the understanding of religion has been manifested in more abstract form and hypothesis. This means that the concept of a religious understanding of a teen can not be separated from the periode before on their development that has been acquired since childhood.  Keywords : Teenagers, Religious Understanding
Cyber Safety dalam Merespon Kekerasan Berbasis Gender Online di Masa Pandemi Covid-19 Afina Mauliya; Triana Rosalina Noor
Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2022): Dialektika, Sosial dan Budaya (Desember 2022)
Publisher : STAI DDI Kota Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/ad.v3i2.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena kekerasan berbasis gender online yang semakin meningkat di masa pandemi covid-19. Komisi nasional perempuan menemukan 1.458 kasus kekerasan berbasis gender selama masa pandemi Covid-19. Data kekerasan tahun 2020 selama masa pandemi mencapai 1.617 kasus dan 1.458 kasus diantaranya adalah kasus kekerasan berbasis gender dan terdapat 659 kasus kekerasan gender berbasis online yang diadukan secara langsung ke komisi nasional perempuan. Edukasi tentang jenis-jenis kekerasan berbasis gender online juga masih minim dilakukan, sehingga perlu pengenalan dan pemahaman. Kebijakan tinggal dirumah selama pandemi covid-19 menyebabkan penggunaan internet meningkat sehingga akses dunia digital semakin meluas. Metode penelitian yang digunakan menggunakan library research. Sumber data penelitian diperoleh dari berita, artikel, dan jurnal publikasi. Hasil menunjukkan cyber safety (keamanan digital) diperlukan dalam merespon kekerasan berbasis gender online. Penggunaan media sosial tanpa keamanan digital memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya kekerasan berbasis gender online khususnya perempuan yang rentan sebagai objek dan korban yang harus dilindungi.