Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Latihan Passing Squence (Look For Position) dan Latihan Passing Squence (Speed Dribbling) Terhadap Kemampuan Passing Pemain Sepak Bola PS. Mujur Tahun 2023 Maulidi, Muh. Zainul; Yusuf, Muhammad; Zainuddin, Fadli
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5594

Abstract

: "The Effect of Passing Sequence Training (Look For Position) and Passing Sequence Training (Speed Dribbling) on the Passing Ability of PS Football Players. Mujur Tahun 2023".PS Mujur is one of the football clubs located in Mujur Village, East Praya District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, which is one of the many football clubs that actively trains and regularly participates in various tournaments. From the author's previous observations, there are still many problems that must be addressed in the club, one of which attracts the author's attention is the passing ability which still has many passing errors in training and matches. Passing Sequence (Look For Position) training and Passing Sequence (Speed Dribbling) training which aims to improve passing ability. The purpose of the study was to determine the effect of Passing Sequence Training (Look For Position) and Passing Sequence Training (Speed Dribbling) on the Passing Ability of PS Football Players. Mujur Year 2023. The instrument in this study was a passing ability test. From the results of statistical data analysis The count value of X1 football passing test on Passing Sequence (Look For Position) training is 7.2 the value simultaneously between Y and X concludes table analysis at a significant level of 5% with the number of samples (n - 1) which is 9 amounting to 1.833 So it can be concluded that seen from the tcount> table ¬¬ 7.2> 1. 833 and From the results of statistical data analysis X2 thing value of football Shooting test on Passing Sequence Exercise (Speed Dribbling) amounting to 6.7 simultaneous value between Y and X draw conclusions table analysis at a significant level of 5% with the number of samples (n - 1) ie 9 amounting to 1.833 So it can be concluded that judging from t count > t tabel ¬¬ 6.7 > 1.833).
Hubungan Penggunaan Warming Up Berbasis Permainan Tradisional terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Jasmani Siswa Sekolah Dasar Negeri 151/IV Kota Jambi Adli, Alhabsi Sahid; Sukendro, Sukendro; Munar, Hendri; Zainuddin, Fadli
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jptd.v10i2.52249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan model warming up berbasis permainan tradisional terhadap motivasi belajar pendidikan jasmani siswa Sekolah Dasar Negeri 151/IV Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 65 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket penggunaan model warming up berbasis permainan tradisional dan angket motivasi belajar pendidikan jasmani. Data dianalisis menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua variabel berdistribusi normal. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,999 dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan model warming up berbasis permainan tradisional dengan motivasi belajar pendidikan jasmani siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan warming up berbasis permainan tradisional mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, serta membangkitkan motivasi belajar pendidikan jasmani. Oleh karena itu, model warming up berbasis permainan tradisional dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar.
Persepsi Pemain Futsal Terhadap Pemanfaatan Sport Massage Sebelum Bertanding Abdurrahman, Abdurrahman; Zainuddin, Fadli
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20519

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pemain Futsal Sepang FC Dara Kunci terhadap pemanfaatan sport massage sebelum bertanding. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya tuntutan fisik dan psikologis permainan futsal serta kebiasaan pemain memanfaatkan sport massage sebagai strategi pendukung kesiapan pra-pertandingan. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah 25 pemain Futsal Sepang FC Dara Kunci, sedangkan sampel berjumlah 13 pemain yang dipilih dengan purposive total sampling karena memiliki pengalaman memanfaatkan sport massage sebelum bertanding. Instrumen penelitian berupa angket tertutup 30 butir dengan pilihan jawaban ya dan tidak. Uji instrumen menunjukkan reliabilitas sangat tinggi dengan alpha sebesar 0,982. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase dengan kategori sangat manfaat, manfaat, kurang manfaat, dan tidak manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,62% responden berada pada kategori sangat manfaat dan 15,38% berada pada kategori manfaat. Tidak ada responden pada kategori kurang manfaat atau tidak manfaat. Pada tingkat indikator, seluruh responden menyatakan sport massage dibutuhkan dan efektif sebelum bertanding, membantu memperlancar peredaran darah, mengurangi ketegangan otot, serta mengatasi rasa capek. Sebanyak 92,3% responden menilai sport massage membantu memberikan ketenangan dan mengurangi ketegangan mental, sedangkan 69,2% menilai sport massage memberi sumbangan terhadap mental bertanding dan penampilan di lapangan. Dengan demikian, hipotesis/premis utama terjawab bahwa pemain memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan sport massage sebelum bertanding. Sport massage dipahami sebagai strategi suportif untuk kenyamanan, relaksasi, dan kesiapan subjektif, bukan sebagai satu-satunya penentu performa pertandingan. Kata Kunci: Sport massage, futsal, persepsi, sebelum bertanding, kesiapan atlet.
Pengaruh Latihan Slalom Feint Untuk Meningkatkan Kemampuan Shooting Pemain Sepak Bola Faroni, Muhammad Indra Feri; Muhaimin, Ali; Zainuddin, Fadli
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan shooting on goal with opening on slalome course (feint) terhadap kemampuan shooting sepak bola pada pemain Kuripan Timur. Permasalahan utama penelitian berangkat dari rendahnya akurasi shooting pemain, yang ditandai dengan banyaknya tendangan melenceng ke sisi kiri dan kanan gawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh pemain Kuripan Timur sebanyak 18 orang, sehingga penelitian ini termasuk studi populasi. Instrumen yang digunakan adalah tes Shooting Bobby Charlton dengan pembagian wilayah skor pada gawang. Perlakuan diberikan melalui latihan shooting on goal with opening on slalome course (feint) selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor total pre-test sebesar 1220 meningkat menjadi 1410 pada post-test. Rata-rata skor shooting meningkat dari 67,78 menjadi 78,33, dengan kenaikan 10,56 poin atau sekitar 15,57%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 7,566 lebih besar daripada t-tabel 1,740 pada taraf signifikansi 5%. Temuan ini menjawab hipotesis bahwa latihan shooting on goal with opening on slalome course (feint) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan shooting pemain. Latihan ini efektif karena memadukan dribbling, gerak tipu, perubahan arah, dan penyelesaian akhir ke gawang, sehingga lebih menyerupai situasi permainan. Kata Kunci: Latihan Shooting; Slalom Feint; Akurasi Shooting; Sepak Bola; Pretest-Posttest.
Outdoor Education as an Experiential Learning Approach to Foster Physical Education Interest Kudus, Ahmad; Muhaimin, Ali; Zainuddin, Fadli; Irmansyah, Johan; Kurniawan, Ari Wibowo
Sportify Journal Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i2.5374

Abstract

This study was motivated by the need for innovation in Physical Education, Sports, and Health learning, as some Grade Five students at SDN 05 Danger showed limited enthusiasm and engagement in conventional learning activities. The study aimed to examine the relationship between Outdoor Education implementation and students’ learning interest in physical education at SDN 05 Danger, Masbagik District. This research used a quantitative associative approach with a survey method. The sample consisted of all 42 Grade Five students selected through total sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire, observation, and documentation, then analyzed through validity testing, reliability testing, simple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results showed that Outdoor Education had a positive and significant relationship with students’ learning interest, with Y = 4.684 + 0.714X, t = 4.653, p < 0.001, and R² = 0.351.
Relationship between Leg Length, Leg Explosive Power, and Flexibility to Sepaktakraw Smash FIK UNM Students Bachtiar, Ishak; Hasanuddin, M Imran; Zainuddin, Fadli
Sportify Journal Vol. 2 No. 1 (2022): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v2i1.5613

Abstract

Smash ability in sepaktakraw is a complex attacking skill that requires the integration of anthropometric reach, lower-limb explosive power, flexibility, body coordination, and technical accuracy. This study aimed to examine the relationship between leg length, leg explosive power, and flexibility with smash ability among students of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Makassar. A quantitative approach with a descriptive-correlational design was employed. The final sample consisted of 50 students with complete data and no missing values. Leg length was measured using an anthropometric procedure, leg explosive power using the vertical jump test, flexibility using a trunk flexibility test, and smash ability using a sepaktakraw smash skill test. The data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, Pearson correlation, simple regression, and multiple regression. The findings showed that leg length, leg explosive power, and flexibility were positively and significantly related to smash ability, with correlation coefficients of r = 0.552, r = 0.676, and r = 0.607, respectively. The multiple regression model indicated that the three predictors simultaneously explained 60.9% of the variance in smash ability. These findings indicate that sepaktakraw smash performance is more strongly supported by functional physical capacities, particularly lower-limb explosive power and flexibility, than by anthropometric characteristics alone.
Developing Prospective Physical Education Teachers’ Leadership through Community-Based Service-Learning Projects Hadinata, Reza; Yuliawan, Ely; Daya, Wawan Junresti; Mardian, Roli; Zainuddin, Fadli
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 10 No. 2 (2026): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v10i2.4553

Abstract

This study addresses the limited understanding of how community-based service learning develops leadership as an enacted and contextually shaped practice among pre-service physical education teachers. It explored the leadership-development processes experienced by students enrolled in the Teacher Professional Education Program (PPG) while implementing community-based service-learning projects in Islamic boarding schools. A qualitative multiple-case study design was employed, involving four PPG students who conducted 10-week leadership projects in four Islamic boarding schools in Jambi, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews lasting 45–60 minutes, participatory observations during project implementation, project documents, and participants’ reflective notes. The data were analyzed using team-based thematic analysis supported by NVivo 12 through iterative coding, categorization, comparison, and theme development. The findings showed that participants enacted leadership through stakeholder coordination, role distribution, collaborative communication, negotiation, and adaptive decision-making. These practices were particularly evident when participants responded to limited facilities, structured religious routines, scheduling conflicts, and institutional expectations. Initial difficulties in team management and stakeholder communication became important learning opportunities when participants reflected on their experiences and adjusted their subsequent actions. The Islamic boarding school context therefore functioned not only as the project setting but also as a source of leadership demands that encouraged culturally responsive, adaptive, and collaborative practices. This study provides a process-oriented account of leadership development by demonstrating how contextual demands, situated action, and reflection jointly shape leadership practice. The findings support the integration of structured community engagement, explicit leadership outcomes, and guided reflection into pre-service teacher education programs.
Implementasi Model Pembelajaran Outdoor Education dalam Meningkatkan Minat Belajar PJOK Siswa SDN 08 Pagi Jakarta Pratama, Ayub Novriyan; Zainuddin, Fadli; Satrianingsih, Baiq
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jptd.v11i1.53273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran Outdoor Education terhadap minat belajar PJOK siswa kelas V SDN 08 PAGI Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi untuk menguji pengaruh implementasi model pembelajaran Outdoor Education terhadap minat belajar PJOK siswa. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 42 orang, terdiri atas 16 siswa perempuan dan 26 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner berbentuk skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Outdoor Education berpengaruh signifikan terhadap minat belajar PJOK siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 serta koefisien regresi bernilai positif, yang menunjukkan bahwa semakin baik penerapan model Outdoor Education, maka semakin tinggi minat belajar siswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,351 menunjukkan bahwa model pembelajaran Outdoor Education memberikan kontribusi sebesar 35,1% terhadap peningkatan minat belajar PJOK siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis luar ruang tidak hanya meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran PJOK, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, antusiasme, dan pengalaman belajar yang lebih bermakna dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.