Claim Missing Document
Check
Articles

Islam, Seni Musik, dan Pendidikan Nilai di Pesantren Sulasman -; Fadlil Yani Ainusyamsi
PANGGUNG Vol 24 No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i3.120

Abstract

 The purpose of this study is to give a description about how the Islam views about art, especially music art. To explain about this purpose, the documentation study is applied in this research. The de- scription is done ontologically, epistemologically, and axiological. For that reasons, we can comprehend what the music is, how characteristic features and ways of working of the music, also we can know how and what for we play music. Furthermore, there will be a new paradigm about music art in the Moslem especially in Pesantren. This research use qualitative method and the result shows that Pesantren as the educational organization of Islam has its own contribution in instilling the values of theological, juri- dical, Islamic socio-cultural, and sophistical. Sphistical value in Pesantren has been put by purpose for cleansing up the soul. To provide the passion and meaning in the context of deepening enlightenment to students performed the internalization of sophistical values in Pesantren through the music. There are differences about art especially music art in Pesantren between Ulama of Ahlussunah and Ulama of Sufi. Regardless of the controversy between the music is halal or haram, the up growing phenomenon that is there are a many Pesantren which developing the music art. Music in Pesantren is not only just an art but also as a tool of increasing and helping the private and social of Santri. Keywords: Islam, Art, Music, Ulama, Pesantren    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran bagaimana pandangan Islam tentang seni,  khususnya Seni Musik. Untuk menjelaskan tujuan ini, maka digunakan studi pustaka. Penjelasan dilakukan secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Oleh karena itu, kita akan paham tentang musik, bagaimana ciri-ciri dan cara kerja musik, serta tahu alasan dan tujuan kita bermusik. Dengan demikian maka akan lahir paradigma baru tentang seni musik di ka- langan umat Islam khususnya di kalangan pesantren. Metode yang digunakan adalah kualita- tif dan hasil penelitian menunjukan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam telah berjasa dalam menanamkan nilai-nilai teologia, yuridis, sosio kultural Islam, dan nilai sufistik. Nilai sufistik di pesantren ditanamkan dengan tujuan untuk membersihkan kalbu dari segala kotoran jiwa. Untuk memberikan gairah pendalaman serta pemaknaan dalam rangka pence- rahan jiwa bagi santri dilakukan internalisasi nilai-nilai sufistik di pesantren  melalui musik. Terdapat perbedaan pandangan mengenai seni khususnya seni musik dikalangan pesantren yaitu antara  ulama ahlusunnah dan ulama sufi. Terlepas dari kontroversi antara halal dan haram nya musik, banyak pesantren yang mengembangkan seni musik. Musik di pesantren selain untuk seni juga dijadikan alat untuk  meningkatkan dan membantu pribadi dan sosial santri. Kata kunci: Islam, Seni, Musik, Ulama, Pesantren
Musicalization of Qashîdah Burdah in the Horizon of Islamic Education Ainusyamsi, Fadlil Yani
Bestari Vol 21 No 1 (2024): Studi Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/bestari.v21i1.667

Abstract

The objective of this study is to comprehend the process of incorporating music into the Qashîdah Burdah within the context of Islamic education. The employed methodology is literature review. The integration of Qashîdah Burdah into Islamic education can be categorized as part of the nasyîd genre, which includes religious advice (tawâshih dîniyyah), religious qasidahs (qashâ'id dîniyyah), birthday texts (mawlid), prayer texts (ibtihâlat), religious stories (qishshah dîniyyah), dhikr, and religious songs (aghâny dîniyyah). other forms of religious oral literature have been disseminated to the public through live presentations and other media platforms, either independently or in conjunction with each other. The nasyîd genres are essentially musical interpretations of Arabic poetry and prose that include pleas to God and expressions of praise for the Prophet Muhammad, employing eloquent language. Utilizing Qashîdah Burdah as a musical form in Islamic education can serve as a means to impart character qualities and foster the development of children's personalities, promoting maturity, stability, and steadfastness.
Figures and Jakarta's Image Deconstruction in Novel Jakarta Rock ‘n Roll by Sekar Ayu Asmara Wanda Choirunisa; Fadlil Yani Ainusyamsi; Rohanda Rohanda
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Superior views circulating in society can draw out small narratives, but in this novel, there are inferior views from many of society’s views. The purpose of this research is to find the binary opposition of figure and image of Jakarta in novel Jakarta Rock ‘n Roll by Sekar Ayu Asmara because many people still believe in the grand narrative. In fact, there are still many realities hidden behind the grand narrative. The researcher uses Derrida's deconstruction theory to find binary opposition in novels and uses the literature technique. In the stage of analysis, the researcher divides it into four stages, classification, reduction, analysis, and conclusions. The results of this study show deconstruction value contained in various characters from the public's view and image of Jakarta city which has the reverse side of many public views. This research contributes to seeing different views from common views in society that are universal. Universal values are reviewed through this research so that readers can see the inferior values of figures and image of Jakarta.
Kohesi Rujuk Silang dan Sambungan: Alat Penanda dan Efek Keindahannya dalam Novel Hairat Asy-Syadzili Fi Masalil Al-Ahibbah Karya Muhammad Jibril: Kajian Stilistika Agnia, Ariel Husni; Rohanda Rohanda; Ainusyamsi, Fadlil Yani
Shaut al Arabiyyah Vol 12 No 2 (2024): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v12i2.53514

Abstract

Penelitian ini menganalisis kohesi berjenis rujuk silang dan sambungan berdasarkan alat penanda dan efek keindahan yang ditimbulkannya dalam novel Hairat Asy-Syāżilī Fī Masālik Al-Ahibbah karya Muhammad Jibril. Novel ini mengisahkan perjalanan Imam Abu Hasan Asy-Syadzili dalam mencari makna cinta sejati kepada Tuhan-nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kohesi berjenis rujuk silang dan sambungan berdasarkan alat penandanya dan menginterpretasikan efek keindahan yang ditimbulkannya dalam novel Hairat Asy-Syāżilī Fī Masālik Al-Ahibbah karya Muhammad Jibril. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode simak dan teknik catat untuk pengumpulan data. Analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) serta pendekatan stilistika yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa novel ini memuat kohesi berjenis rujuk silang yang ditandai dengan alat penanda pengacuan, substitusi, elipsis, pengulangan formal dan variasi elegan. Kohesi berjenis sambungan ditandai dengan alat penanda konjungsi. Selain itu, termuat juga efek keindahan yang ditimbulkan dari penggunaan tiap alat-alat penanda kohesinya.
FEMINIST LITERARY CRITIQUE OF WOMEN’S REPRESENTATION IN NAGUIB MAHFOUZ’S LAYALI ALF LAYLAH Alandira, Palendika; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Rohanda, Rohanda
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 8, No 2: December 2024
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v8i2.10288

Abstract

This research examines the portrayal of women in Arabian Nights and Days by Naguib Mahfouz through the lens of feminist literary criticism, focusing on the character of Dunyazad. The analysis explores her physical, psychological, and social dimensions, emphasizing how these aspects reflect broader societal perceptions and treatment of women. Employing a qualitative approach, the research utilizes feminist theory to uncover the depiction of Dunyazad and her interactions within the social context of the novel, which mirrors the condition of women in the Arab world. The formal object of this study is feminist literary criticism theory, while the material object is Mahfouz’s novel. The study is confined to analyzing Dunyazad’s character and her relationship with societal norms. Findings reveal that the representation of women in the novel is shaped by three main elements: physical idealization, psychological conflict, and social subordination, all of which are framed by patriarchal structures. Dunyazad’s physical portrayal reinforces the objectification of women, her psychological depiction reflects the inner turmoil of women constrained by social expectations, and her social portrayal underscores the systemic subjugation of women. In conclusion, Mahfouz critiques the societal norms that restrict women’s roles and exposes the persistence of gender inequality within patriarchal societies.
PERJUANGAN PEREMPUAN DAN NILAI MORAL DALAM NOVEL HIKAYAT ZAHRA KARYA HANAN AL-SHAYKY Rifa Mazin Aqillah; Rohanda, Rohanda; Ainusyamsi, Fadlil Yani
BASA Journal of Language & Literature Vol. 5 No. 1 (2025): Bulan 04 Tahun 2025
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v5i1.23483

Abstract

The purpose of this article is to reveal the signs that exist in the novel in terms of moral values and the form of women's struggle according to the content of the story of a novel by Hanan Al-Shayky entitled Hikayat Zahra. In the story, Zahra represents a woman who lives under social and patriarchal pressures that limit her freedom. Through Zahra's journey, society can reflect on how rigid norms and patriarchy can harm individuals and the importance of a more inclusive, just and humane morality.  The method used in this research is a descriptive qualitative method with the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. From the signs that appear in the text, the researcher focuses on explaining the struggle of women and moral values.  The results of the study show that there is a sharp and emotional narrative style, Hanan Al-Shaykh (the novelist) presents a critique of patriarchy and violence, and describes how individuals can be destroyed in an oppressive environment. By describing morality and the form of women's struggle, it is hoped that readers can understand that morality is not something static, but something that develops according to the existing social and cultural situation.
ANXIETAS (KECEMASAN) MASYARAKAT MESIR PADA TAHUN 1960- AN DALAM NOVEL “AL-KARNAK” KARYA NAJIB MAHFUDZ (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Edfanda, Monda; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Hidayat, Deden
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 1 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.10381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan-kecemasan yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir pada tahun 1960-an, serta bagaimana bentuk-bentuk kecemasan masyarakat Mesir pada tahun 1960-an dalam novel “Al- Karnak” karya Najib Mahfudz. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel yang berjudul “Al-Karnak” karya Najib Mahfudz. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan kecemasan-kecemasan yang dialami tokoh- tokoh yang dikaji secara psikologi sastra. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap orientasi atau deskripsi, tahap reduksi atau fokus, dan tahap seleksi yaitu peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, kasus kecemasan objektif yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 36 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik- konflik yang acapkali terjadi: seperti merasa asing di lingkungan kafe, rasa canggung terhadap lawan bicara, situasi tidak nyaman, takut akan argumen sendiri, rasa ingin tahu terhadap suatu kejadian, merasa was-was akan seseorang yang dicintainya, tragedi penangkapan golongan muda yang berkali-kali, siksaan-siksaan dan perubahan- perubahan fisik pada mereka yang telah dipenjara, terancamnya kebebasan komunal, ingin cepat mati karena takut akan masa depan, cemas akan anggapan orang lain, mempertanyakan alasan penangkapan, mengalami neurosis noögenik, dan rusaknya harga diri, serta rasa bersalah terhadap kematian seseorang. Kedua, kasus kecemasan neurotik yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 26 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik- konflik yang beragam: seperti budaya yang belum tentu diterima oleh masyarakat, mengomentari penampilan seseorang, berhati-hati dalam berbicara, meragukan rasa cinta, cemas akan masa depan, penangkapan berkali-kali tanpa alasan yang jelas, mengalami neurosis noögenik, mengkhawatirkan diri sendiri, mencemaskan perubahan sikap orang yang dicintai, disiksa oleh agen-agen pemerintahan dan bertanya pada nasib, serta dituduh berbeda paham. Kata Kunci: Psikologi sastra, konflik psikologis, kecemasan objektif, kecemasan neurotik, logoterapi, Al-Karnak
REPRESENTASI KONFLIK SOSIAL DALAM FILM OMAR 2013 KARYA HANY ABU-ASSAD (SOSIOLOGI SASTRA) Adya Wijaya, Naufal; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Rohanda, Rohanda
(JIBS) JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol. 12 No. 1 (2025): JIBS (Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the representation of social conflict in the film "Omar" (2013) by Hany Abu-Assad through a literary sociology approach. This film depicts the life of a young Palestinian who is trapped between his personal aspirations and the political realities that limit him. Using qualitative analysis methods, this research explores the main themes that emerge in the narrative, characters and settings that reflect social and political dynamics in conflict zones. This study finds that “Omar” not only tells an individual story but also reflects the collective experience of the Palestinian community oppressed by the occupation. Through complex characters, the film depicts shifting identities, loyalties, and the struggle for freedom. These findings demonstrate that “Omar” serves as an effective medium for understanding and reflecting on deep social conflicts, as well as the challenges individuals face in a broader context. Therefore, this research contributes to the field of literary sociology by highlighting how art can provide a deeper understanding of social and political reality.
Representasi Makna pada Lirik Lagu Sherine Abdel Wahab yang Populer di Indonesia: Pendekatan Semiotika Roland Barthes Zahra, Siti Patimah; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Mardiansyah, Yadi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu Sherine Abdel Wahab yang memiliki populeritas di Indonesia dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, khususnya pada tataran makna denotatif dan konotatif. Lagu- lagu yang dianalisis meliputi El Watar El Hassas, Kalam Eineih, Bi Kelma Menak, Sabry Aalil, Hobbo Ganna, dan Ala Bali. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan (library research), Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik-lirik tersebut merepresentasikan berbagai ekspresi cinta, kerinduan, luka batin, serta harapan emosional yang kuat dalam hubungan romantis. Makna denotatif dalam lagu umumnya bersifat deskriptif, sedangkan makna konotatif membentuk citra perasaan mendalam dan konflik emosional khas relasi cinta. Representasi ini memperlihatkan daya tarik universal lagu-lagu Sherine bagi masyarakat Indonesia, khususnya karena kemampuannya menyampaikan emosi yang kuat secara liris dan musikal, dengan kekuatan lirik dalam lagu Arab tidak hanya terletak pada keindahan bahasanya, tetapi juga pada kedalaman makna yang dapat dijangkau melalui pendekatan semiotik.
SIMBOL KEKERASAN POLITIK DI IRAK ERA KEPEMIMPINAN SADDAM HUSSEIN DALAM NOVEL UKHRUJ MINHA YA MAL’UN KARYA SADDAM HUSSEIN (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Soemargono, Ahmad Bambang; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Taufiq, Wildan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2 No 1 (2019): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6474

Abstract

Penelitian ini berjudul simbol kekerasan politik di Irak era kepemimpinan Saddam Hussein dalam novel Ukhruj Minha Ya Mal’un Karya Saddam Hussein. Saddam Hussein adalah seorang presiden di negara Irak sekaligus sastrawan yang hebat. Ia menggunakan karya sastra sebagai alat pengkritik untuk melawan kekerasan-kekerasan yang dilakukan musuhnya. Seperti dalam novel Ukhruj Minha Ya Mal’un yang didalamnya banyak menceritakan kelicikan dan kejahatan yang dilakukan oleh musuhnya yaitu Amerika. Ia juga menciptakan beberapa karya sastra diantaranya novel yang berjudul Zabibah Wa al-Mulk, al-Qal’ah al-Hashinah, Rijal Wa Madinah dan Ukhruj Minha Ya Mal’un. Maka dari itu, peneliti menggunakan novel sebagai objek dalam penelitian ini.Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk memahami simbol  kekerasan politik di Irak era kepemimpinan Saddam Hussein dan mendeskripsikan makna kekerasan politik yang terdapat dalam novel Ukhruj Minha Ya Mal’un karya Saddam Hussein. Sehingga dalam novel tersebut, dapat diketahui variasi kekerasan politik yang disimbolkan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan sesuai dengan hasil menelaah dan mengkaji sumber data yang didapatkan dari novel Ukhruj Minha Ya Mal’un. Sedangkan kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep triadik Semiotika Charles S. Peirce, yaitu mengungkap Representamen (R), Objek (O), serta Interpretan (I).Berdasarkan analisis, penelitian ini ditemukan 20 data yang memberikan simbol-simbol kekerasan politik, diantaranya: (1) kekerasan tidak langsung (indirect violence); (2) kekerasan alienatif (alienative violence); (3) kekerasan refresif (represif violence); (4) peperangan; (5) revolusi. Kekerasan politik adalah suatu kondisi yang sangat tidak ingin dihadapi oleh sebagian besar dari  masyarakat serta hanya menguntungkan bagi elit politik saja. Karena hal itu, dengan adanya analisis ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadi dasar dalam mengenal dan mengetahui variasi dari kekerasan politik yang biasa terjadi disekelilingnya.Â