Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA MELALUI METODE SELF-ASSESSMENT Waliyudin, Waliyudin; Annisah, Annisah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 21 No 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v21i2.1822

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode self-assessment untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa pada mata kuliah Intermediate Writing. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan one group pre and post test design. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima. Sampel pada penelitian ini adalah satu kelas yang mendapat perlakuan dengan menggunakan metode self-assessment. Sampelnya adalah semester II tahun pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 22 mahasiswa pada kelas mata kuliah Intermediate Writing. Pengambilan data dilakukan melalui beberapa langkah antara lain: a) pre-test dengan menggunakan tes essay, b) menilai kemampuan menulis mahasiswa dengan menggunakan metode self-assessment, c) post-test dengan menggunakan tes essay. Dalam pelaksanaan penelitian ini mahasiswa menulis 5 jenis teks, seperti teks deskriptif, opini, instruksi, recount, dan naratif. Mahasiswa menulis, menilai, dan mengevaluasi hasil tulisan mereka sendiri sebanyak 11 kali dengan menggunakan metode self-assessment.
Analysis Of The Strength Arguments of Barrack Obama An MITT Romey In Usa Presidential Debate 2012 Nurlailah, Nurlailah; Julasro, Julasro; Wulandari, Putri; Abal, Hubertus; Waliyudin, Waliyudin; Irawati, Ika; Sarnita, Fitria; Ramli, Ramli
BAHTRA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3, No 02 (2022): November 2022
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/bahtra.v3i02.151

Abstract

Penelitian yang di teliti adalah kekuatan argument dari debat Barrack Obama dan Mitt Romey di USA Presidential debat 2012 dengan bantuan video debat dan Membuat transkrip percakapan, penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendeskripsikan kekuatan argumentasi yang digunakan presiden Barrack Obama dan Mitt Romney. Mendeskripsikan tujuan utama kekuatan argumentasi yang harus diucapkan Barrack Obama dan Mitt Romney.Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan kata dan Kalimat yang diucapkan yang memiliki argumentasi kuat. Ini juga digunakan untuk menganalisis dan menampilkan data. Kajian juga merupakan bagian dari kajian teks, karena seorang peneliti menganalisis kelebihan-kelebihannya argumen tentang perdebatan antara Barrack Obama dan Mitt Romney.Hasil peneliti ini menemukan total 18 ekstrak yakni 3 ciri argumentasi Ter Laak ada 2 ekstrak menyatakan tidak setuju, ekstrak 4 menyatakan setuju dan 12 ekstrak selalu berdebat satu sama lain. Penelitian menunjukkan ada argumen kekuatan yang digunakan oleh Barrack Obama dan Mitt Romney setelah debat terakhir di new york dia memenangkan presiden USA 2012 dengan mendiskriminasi saingannya. Argumen kekuatan itu efektif dianalisis menggunakan Critical Discourse Analysis (CDA) dan teori argumentasi oleh Ter Laak karena mengungkap cara bagaimana Barrack Obama berpolitik pembicara menggambarkan argumen kekuatannya kepada yang kurang kuat
EFEKTIVITAS METODE STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAKNA DAN PENGGUNAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS DI SDN 11 MANGGEMACI KOTA BIMA Waliyudin, Waliyudin; Annisah, Annisah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi praktis bagi guru sekolah dasar dalam memilih metode pembelajaran yang tepat, sekaligus memberikan wawasan teoretis mengenai efektivitas metode storytelling dalam pengajaran kosakata Bahasa Inggris. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana metode storytelling dapat meningkatkan pemahaman makna, penggunaan kosakata, serta motivasi dan minat belajar siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, yang bertujuan untuk mengukur pengaruh penerapan metode storytelling terhadap kemampuan kosakata siswa secara sistematis, melalui Pre dan Post Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling merupakan salah satu metode yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Metode ini mampu meningkatkan pemahaman kosakata siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik. Namun demikian, penerapan metode storytelling memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang dari guru, karena tidak semua siswa dapat dengan mudah memahami makna cerita yang disampaikan. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memberikan penjelasan awal, ilustrasi contoh, serta motivasi sebelum mengaplikasikan metode storytelling agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal dan efektif.
The Impact of Scrabble Game on EFL Context: Students Interpretation Ability in Vocabulary Waliyudin; Annisah; Nashruddin
Eduvelop: Journal of English Education and Development Vol 9 No 1 (2026): Eduvelop: Journal of English Education and Development
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/eduvelop.v9i1.5740

Abstract

This study investigates the effect of the Scrabble teaching method on students’ vocabulary interpretation ability in English instruction for English as a Foreign Language (EFL) students at SMAN 1 Kota Bima. Using a quantitative pre-experimental approach with a one-group pretest–posttest design, the study involved class XI IPA. Data were collected through vocabulary interpretation tests administered before and after the implementation of the Scrabble teaching method. The findings reveal that the application of the Scrabble teaching method significantly improves students’ ability to interpret the meaning of English vocabulary by promoting active participation, collaborative learning, and contextual engagement. The effectiveness of the method was supported by appropriate instructional procedures and teaching techniques. However, the findings also indicate that the success of the implementation is highly dependent on teachers’ pedagogical competence in managing classroom activities and integrating game-based instruction effectively. The study concludes that, with proper instructional planning and teacher expertise, the Scrabble teaching method has strong potential to enhance vocabulary interpretation ability and enrich students’ overall learning experience in EFL classrooms.
EFEKTIVITAS METODE STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAKNA DAN PENGGUNAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS DI SDN 11 MANGGEMACI KOTA BIMA Waliyudin Waliyudin; Annisah Annisah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 9 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi praktis bagi guru sekolah dasar dalam memilih metode pembelajaran yang tepat, sekaligus memberikan wawasan teoretis mengenai efektivitas metode storytelling dalam pengajaran kosakata Bahasa Inggris. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana metode storytelling dapat meningkatkan pemahaman makna, penggunaan kosakata, serta motivasi dan minat belajar siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, yang bertujuan untuk mengukur pengaruh penerapan metode storytelling terhadap kemampuan kosakata siswa secara sistematis, melalui Pre dan Post Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling merupakan salah satu metode yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Metode ini mampu meningkatkan pemahaman kosakata siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik. Namun demikian, penerapan metode storytelling memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang dari guru, karena tidak semua siswa dapat dengan mudah memahami makna cerita yang disampaikan. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memberikan penjelasan awal, ilustrasi contoh, serta motivasi sebelum mengaplikasikan metode storytelling agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal dan efektif.
EFL Students’ Functional and Cognitive Dependency on ChatGPT in EFL Academic Writing Awalia Putri, Fitri; Suratman, Suratman; Annisah, Annisah; Waliyudin, Waliyudin
International Journal of Language Teaching and Education Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Language Teaching and Education
Publisher : Universitas Jambi, Magister Program of English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijolte.v10i1.56588

Abstract

The increasing use of ChatGPT in academic writing has raised concerns about students' dependency on artificial intelligence, particularly in EFL contexts. This study examines students' functional and cognitive dependency on ChatGPT as theoretically distinct constructs and describes dependency patterns across gender. A descriptive quantitative design was employed involving ten fourth-semester English Education students at STKIP Taman Siswa Bima. Data were collected through a questionnaire (functional: α = .830; cognitive: α = .632) and self-reflection responses analysed thematically, with findings triangulated to strengthen credibility. The results revealed higher functional dependency (M = 3.66) than cognitive dependency (M = 3.29). Students primarily relied on ChatGPT for grammar correction, vocabulary improvement, sentence construction, and paraphrasing, while cognitive support was associated with idea generation and argument development. Thematic analysis yielded three themes: reasons for use, perceived benefits, and awareness of over-reliance. Gender differences were minimal. The novelty of this study lies in demonstrating that AI dependency operates across qualitatively different levels of the writing process, extending AI-assisted writing frameworks and contributing to learner autonomy discourse by suggesting that EFL learners can exercise selective AI use as a form of strategic autonomy.
TEKNIK MIND MAPPING DALAM PROSES MENULIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA SEMESTER I PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS STKIP TAMAN SISWA BIMA PADA MATA KULIAH BASIC WRITING Waliyudin Waliyudin; Annisah Annisah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi menulis mahasiswa dengan menggunakan teknik mind mapping dalam proses menulis. Penelitian ini akan diterapkan pada mata kuliah Basic Writing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one pretest dan posttest. Sampel adalah mahasiswa semester I Program Studi pendidikan Bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima yang berjumlah satu kelas. Tahap penelitian dilakukan dalam 3 tahap mencakup; Tahap Persiapan: observasi awal, menyusun instrument pembelajaran, melakukan validasi instrument dengan ahli, melakukan uji coba instrument yang telah dibuat, menganalisis hasil uji coba instrument untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrument. Tahap Pelaksanaan: melakukan pre-test, memberikan treatmen dengan menggunakan Teknik mapping dalam Proses Menulis, melakukan observasi selama pembelajaran berlangsung, memberikan post-test untuk mengetahui peningkatan kompetensi menulis mahasiswa. Tahap Akhir: mengolah data hasil pretest-posttest, dan istrumen lainnya, membandingkan hasil analisis data sebelum diberikan perlakuan dengan setelah diberikan perlakuan, memberikan kesimpulan dan saran berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian. Hasil yang diperoleh pada penelitian adalah terjadi peningkatan kompetensi menulis mahasiswa pada mata kuliah basic writing. Hasil pre-test menunjukkan nilai minimum yang diperoleh mahasiswa adalah 48 dan nilai maksimum adalah 64, sedangkan pada posttest terjadi peningkatan yang cukup baik yaitu nilai minimum yang diperoleh mahasiswa adalah 75 dan nilai maksimum adalah 90.
Analysis of the Quality of Teachers' Beliefs in English Language Teaching and Its Implementation in the Independent Curriculum Annisah Annisah; Sholihin Sholihin; Waliyudin Waliyudin
Seltics Journal: Scope of English Language Teaching Literature and Linguistics Vol. 6 No. 2 (2023): Seltics Journal: Scope of English Language Teaching, Literature and Linguistics
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/seltics.v6i2.2045

Abstract

This research aims to reveal the quality of teachers' beliefs in teaching English and its implementation in the curriculum in Bima Regency. The method used is descriptive qualitative and uses purposive sampling techniques. Data was obtained through in-depth interviews with ten teachers from two different schools with questions about teacher experience, teaching experience, educational principles, and teacher personality, then analyzed by data reduction, display, conclusions, and verification. The research results show that: 1) the teacher has an educational background relevant to English subjects and strong motivation to choose an English education major. They also identify idols or role models in learning English. 2) The teachers' teaching experience, with most teachers having taught for more than five years, shows that they consider their main task to be educating, guiding, and providing information to students. Teachers also feel the most impressive experience is when their students succeed. 3) teachers remember the importance of knowledge about content, pedagogy, and students in the teaching process. 4) there is a lack of research and use of specific teaching methods, strategies, and approaches. 5) Implementing the new independent curriculum begins in classes X and XI, with efforts to measure student characteristics and potential, although teachers are still limited in designing open modules. This research concludes that teachers have strong confidence in teaching English, but there are still challenges in implementing the new curriculum.