Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Uji Kemampuan Trichokompos Dalam Menekan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Tomat Simamora, Agnes V.; Serangmo, Diana Y. L.; Iburuni, Yohanes U. R.; Widinugraheni, Sri; Hali, Antonius Suban; Abanat, Fani R.
Wana Lestari Vol 4 No 2 (2022): JURNAL KEHUTANAN
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i02.9466

Abstract

Fusarium wilt is one of the deadly diseases on tomato plants that need to be controlled. Trichocompost is compost containing the antagonistic fungus Trichoderma sp., which increases soil fertility and controls plant pathogens. This study aimed to examine the effect of trichocompost doses on: (1) the growth and yield of tomato plants, (2) the incidence of fusarium wilt, and (3) the severity of fusarium wilt disease in tomato plants.This research was conducted at the Laboratory of Plant Diseases and Greenhouses of Faperta Undana from March 2021 to August 2021. This study used a Randomized Block Design consisting of seven treatments repeated three times, so there were 21 experimental units. The treatments tried were Trichocompost 25 g/polybag two weeks before F. oxysporum inoculation, Trichocompost 50 g/polybag two weeks before F. oxysporum inoculation, Trichocompost 75 g/polybag two weeks before F. oxysporum inoculation, Trichocompost 25 g/polybag two weeks after F. oxysporum inoculation, Trichocompost 50 g/polybag two weeks after inoculation of F. oxysporum, Trichocompost 75 g/polybag two weeks after inoculation of F. oxysporum, andInoculation of F. oxysporum at planting without trichocompost application. The results showed that: (1) Trichocompost 75 g/polybag applied two weeks before Fusarium oxysporum inoculation was able to increase plant height, the number of leaves, and the number of tomato fruits, (2) Trichocompost applied two weeks before and after inoculation of Fusarium oxysporum was able to reduce the incidence of fusarium wilt, (3) Trichocompost 75 g/polybag, applied two weeks before Fusarium oxysporum inoculation, reduced the severity of fusarium wilt and was included in the category of high control effectiveness.
PKM MENGIDENTIFIKASI DAN MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI PISANG SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA BURAEN, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR I Wayan Mudita; Agustina Etin Nahas; Petronella S. Nenotek; Don H. Kadja; Diana Yudi Lestari Serangmo; Ni Luh Putu Ravi Cakswindryandani; Cornelius P. Seran; Miona S. Uli
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.37487

Abstract

Pisang merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang terdiri atas jenus dan kultivar yang sangat beraneka ragam yang secara tradisional telah dibudidayakan secara luas di Indonesia, termasuk di Desa Buraen, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai cara mengidentifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit serta cara memanfaatkan pisang sebagai sumber pendapatan kepada masyarakat petani di Desa Buraen, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut, maka dilakukan penyusunan berbagai panduan mengenai hama, penyakit, pengendalian dan pemanfaatan tanaman pisang sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Pendekatan metodologis dalam PKM ini menggunakan pendekatan keanekaragaman hayati dan ketahanan hayati dengan menggunakan langkah 5-D, sebagai berikut: (1) mendefinisikan tujuan (definition), (2) penemuan potensi positif (discover), (3) perumusan visibersama (dream), (4) perancangan kegiatan (design), dan (5) penyiapan pelaksanaan kegiatan (destiny) yang saling berkaitan satu sama lain dengan memberikan penyuluhan serta praktek mengenai berbagai olahan dari pisang. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan PKM ini yang diberikan melalui formulir evaluasi yang dibagikan kepada peserta pada awal kegiatan, terdapat 50 % peserta belum mengenal dan mengetahui informasi mengenai cara mengidentifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit serta cara memanfaatkan pisang sebagai sumber pendapatan dan setelah kegiatan dengan merujuk kepada jenis luaran dan indikator capaian yang telah ditetapkan, terdapat 100 % peserta sudah mengenal dan mengetahui jenis hama, penyakit dan manfaat pisang sebagai sumber pendapatan.
Pelatihan Budidaya Ikan dan Tanaman dalam Ember bagi Guru SD Swasta Angkasa Kota Kupang Aristarkhus Taloim; Widasari Bunga; Peters Oktovians Bako; Diana Yudi Lestari Serangmo; Moresi M. Airtur; Muhamad Kasim
Abdibaraya Vol 5 No 01 (2026): Abdibaraya
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/abdibaraya.v5i01.2297

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SD Swasta Angkasa Kota Kupang dalam memanfaatkan lahan pekarangan melalui teknik budidaya ikan dan tanaman dalam ember. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan sekolah dan perlunya media praktik sederhana yang dapat mendukung edukasi pangan, gizi, dan lingkungan bagi peserta didik. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 di SD Swasta Angkasa, Kota Kupang, dengan melibatkan 15 guru sebagai peserta pelatihan. Metode kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, praktik pembuatan instalasi, pendampingan teknis, dan evaluasi melalui observasi selama pelatihan. Indikator evaluasi meliputi keaktifan peserta dalam diskusi, kemampuan menyiapkan alat dan bahan, kemampuan membuat instalasi budidaya ikan dan tanaman dalam ember, serta pemahaman awal tentang perawatan ikan dan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti tahapan praktik, membuat 2 unit instalasi budidaya ikan dan tanaman dalam ember, serta memahami fungsi utama sistem budidaya terpadu pada lahan terbatas. Luaran kegiatan berupa instalasi budidaya ikan dan tanaman dalam ember, keterampilan dasar guru dalam praktik budidaya sederhana, serta rencana pemanfaatan teknologi ini sebagai media pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler berbasis lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa budidaya ikan dan tanaman dalam ember dapat menjadi alternatif teknologi sederhana untuk mendukung pemanfaatan pekarangan sekolah dan rumah secara produktif
Analisis Keragaman Gulma pada Tanaman Jagung di Kelompok Tani Usaha Maju, Desa Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang Opa Nikolas Benu; Petronella S. Nenotek; Agustina E. Nahas; Agnes V. Simamora; Diana S. Serangmo; Max J. Kapa; I Wayan Mudita; Yeni Radja Kana
Wana Lestari Vol 4 No 2 (2022): JURNAL KEHUTANAN
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i02.9465

Abstract

The purpose of this study was to analyze the diversity of weed species in corn plantings in the Usaha Maju Farmer Group, Naibonat Village, East Kupang District, Kupang Regency which took place from July to December 2020. Observation of weeds was carried out using the quadratic method. Observations in the sample plots by making observation subunits measuring 1 x 1 m2. Unknown weed species were collected and then identified using the Plant Snap application and making a herbarium. The results showed that there were 13 weed species found associated with corn plants, namely Eleusine indica, Setaria pumila, Echinochloa colona, Cynodon dactylon, Digitaria ciliaris, Xanthium strumarium, Centela asiatica Ipomoea obscura, Euphorbia hirta, Tridax procumbens, Spigelia anthelmia, Passiflora foetida, and Phyllanthus niruri. Based on vegetation analysis, Eleusine indica and Euphorbia hirta were more dominant than other weed species with absolute densities of 20.5m2 and 21.3m2 per maize plant, respectively.
Pengaruh Aplikasi Pupuk NPK Disertai Zeolit Terhadap Ketersediaan Nitrogen dan Pertumbuhan Serta Hasil Jagung di Lahan Kering Beriklim Kering di Nusa Tenggara Timur Peters Bako; Diana Serangmo; Moresi Airtur; Roddialek Pollo; Petronella Nenotek; Elson Elo; Muhamad Kasim
Wana Lestari Vol 5 No 1 (2023): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i01.11756

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lahan Kering dan di Laboratorium Kimia Tanah, FakultasPertanian, Universitas Nusa Cendana dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan zeolite dalam meningkatkan ketersediaan hara N asal pupuk NPK, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di lahan kering beriklim kering di NTT. Penelitian dirancang dalam percobaan faktorial menggunakan rancangan acak lengkap. Faktor pertama yang dicobakan adalah dosis pupuk NPK yang terdiri atas 4 level, yakni: tanpa aplikasi pupuk NPK (P0); 1/3 dosis anjuran pupuk NPK yakni 133,33kg.ha-1 (P1); 2/3 dosis anjuran pupuk NPK yakni 166,67kg.ha-1 (P2); dan sesuai dosis anjuran yakni 400 kg.ha-1 (P3). Faktor kedua yang dicobakan adalah dosis zeolit yang terdiri dari 4 level, yakni: tanpa aplikasi zeolit (Z0); 3t.ha-1zeolit (Z1); 6t.ha-1zeolit (Z2) dan 9t.ha-1 zeolit(Z3). Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang dibuat dalam 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah: kandungan N-total tanah, tinggi tanaman, total jumlah daun per tanaman dan bobot segar tongkol per tanaman. Hasil penelitianmenunjukkan: (1) peran zeolit dalam meningkatkan ketersediaan N asal pupuk NPK di dalam tanah terlihat hanya pada level perlakuan dosis pupuk NPK yang relatif tinggi. Pada level dosis pupuk NPK sebesar 2/3 dosis anjuran (267,66 kg.ha-1) dan sesuai dosis anjuran (400kg.ha-1), aplikasi zeolit dengan dosis 3 ton.ha-1, 6t.ha-1, dan 9t.ha-1 mampu menghasilkan kandungan N-total tanah yang nyata lebih tinggi dibanding perlakuan tanpa aplikasi zeolit; (2) aplikasi pupuk NPK sebanyak 1/3 dosis anjuran (133,33 kg.ha-1), 2/3 dosis anjuran (267,66 kg.ha-1) dan sesuai dosis anjuran (400kg.ha-1) mampu menghasilkan bobot segar tongkol per tanaman yang nyata lebih tinggi dibanding perlakukan tanpa aplikasi pupuk NPK. Walaupun demikian, antar perlakuan dosis pupuk NPK tidak terdapat perbedaan yang nyata pada bobot segar tongkol yang dihasilkan, sehingga tidak ditemukan perlakuan dosis pupuk NPK yang memberikan pengaruh terbaik terhadap hasil jagung pada penelitian ini; (3) aplikasi zeolit dengan dosis 9t.ha-1memberikan pengaruh yang terbaik terhadap bobot segar tongkol per tanaman jagung dibanding perlakuan dosis zeolit 3t.ha-1 dan 6t.ha-1.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kascing dan NPK Phonska Terhadap Ketersdiaan Hara Nitrogen dan Hasil Selada pada Inceptisol di Lahan Kering Pulau Timor Peters Bako; Antonius S. J. Adu Tae; Moresi M. Airtur; Diana Y. L. Serangmo; Lorenso J. E. S. Taopan
Wana Lestari Vol 6 No 1 (2024): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v6i01.17134

Abstract

Lettuce cultivation on Inceptisol in the drylands of Timor Island is constrained by low nutrient availability, especially nitrogen. The application of vermicompost fertilizer combined with NPK Phonska fertilizer is expected to increase the availability of N and lettuce yields through proper dosage settings. This study aims to obtain a combination dose of vermicompost and NPK Phonska fertilizer that gives the best effect on the availability of N and lettuce yield on Inceptisol in drylands of Timor Island. The research was designed in a single factor experiment using a completely randomized design. The treatments tested were the doses of combined vermicompost and NPK phonska fertilizers, namely: control/no fertilizer application (P0); 20t.ha-1 vermicompost + 200kg.ha-1 NPK phonska (P1), 20t.ha-1 vermicompost + 400kg.ha-1 NPK phonska (P2); 30t. ha-1 landfill + 200kg.ha-1 NPK phonska (P3); 30t.ha-1 landfill + 400kg.ha-1 NPK phonska (P4); 40t.ha-1 landfill + 200kg.ha-1 NPK phonska (P5); and 40t.ha-1 landfill + 400kg.ha-1 NPK phonska (P6). Each treatment was made in 3 replications so that 21 experimental units were obtained. The results showed that: (1) all treatments of combined doses of vermicompost and NPK Phonska fertilizers gave values of soil N-total content and plant tissue N that were significantly different from the control treatment, but no significant differences were found between the doses of combined vermicompost and NPK Phonska fertilizers; (2) the treatment of 40t.ha-1 vermicompost + 400kg.ha-1 NPK Phonska produced the highest fresh weight per lettuce plant which was not significantly different from the treatment of 40t.ha-1 vermicompost + 200kg.ha-1 NPK Phonska but significantly different from all other treatments. There was no best combination dose treatment of vermicompost and NPK Phonska fertilizer in this study.
Pengaruh Aplikasi Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Ketersediaan Hara Fosfor dan Hasil Tanaman Lobak pada Alfisol Di Lahan Kering Pulau Timor Peters Bako; Moresi M. Airtur; Diana Y. L. Serangmo; Muhammad Kasim; Rudianto Buche Lassa
Wana Lestari Vol 6 No 1 (2024): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v6i01.17204

Abstract

Lobak merupakan jenis tanaman sayuran bernilai gizi tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan memiliki manfaat ekonomis lain yakni bahan baku industri tekstil dan kertas. Alfisol di lahan kering Pulau Timor berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai lahan budidaya lobak namun perlu disertai dengan pengelolaan yang optimal berkaitan dengan tingkat ketersediaan hara yang rendah terutama fosfor. Penggunaan limbah cair tahu dapat menjadi alternatif peningkatan hara P dan hasil lobak karena mengandung unsur hara yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan konsentrasi limbah cair tahu terhadap ketersediaan hara P dan hasil lobak pada Alfisol di lahan kering Pulau Timor. Penelitian dirancang dalam percobaan berpola faktor tunggal menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diuji adalah konsentrasi limbah cair tahu yakni: tanpa aplikasi limbah cair tahu/kontrol (P0), konsentrasi limbah cair tahu 15% (P1), 30% (P2), 45% (P3), dan 60% (P4). Hasil penelitian menunjukkan; (1) aplikasi limbah cair tahu dengan konsentrasi sebesar 15,%, 30%, 45%, dan 60% mampu meningkatkan kandungan Ptotal tanah sebesar 16,35% - 122,82%, total jumlah daun per tanaman sebesar 14,75% - 32,79%, panjang umbi sebesar 7,64% - 23,90%, volume umbi sebesar 1,21% - 73,17%, dan bobot segar umbi per tanaman sebesar 0,62 – 76,47% dibanding perlakuan kontrol; dan (2) perlakuan konsentrasi limbah cair tahu 60% menghasilkan kandungan P-tersedia tanah tertinggi yang berbeda signifikan dibanding perlakuan lainnya, sedangkan untuk parameter hasil tanaman, bobot segar umbi tertinggi dicapai pada perlakuan konsentrasi limbah cair tahu 60% yang berbeda tidak signifikan dengan perlakuan konsentrasi 45% namun berbeda signifikan dengan perlakuan lainnya.