Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche Di SMP N II Sukoharjo Yulia, Shinta; Surmiasih, S; Putri, Riska Hediya; Kameliawati, Feri
Wellness And Healthy Magazine Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.168322021

Abstract

Teenages is marked by the appearance of signs of puberty, puberty in young women is marked by hormonal changes that cause the first menstruation or called menarche. The average age at menarche for young women ranges from 10-19 years. In general, young women learn about menstruation from their mothers, but not all mothers provide adequate information about menstruation. The importance of maternal support in providing information about menstruation to young women, so that young women can recognize the signs and changes that occur so that young women have readiness to face menarche. This research objective was to determine the correlation between maternal support and the readiness of young women to face menarche at SMP N II Sukoharjo.This type of research is quantitative with correlational method with cross sectional approach. The research was conducted at SMP N II Sukoharjo on 19-20 February 2021. The population in this research was all of the seventh grade on young women at SMP N II Sukoharjo who had not experienced menstruation as many as 48 students and made the total population of the research. Data collection tools to measure maternal support and readiness in this research were in the form of a questionnaire. Bivariate data analysis used the gamma statistic test.The results showed that the maternal support for young women on facing menarche was mostly positive, namely 29 young women (60.4%), Readiness of young women in facing menarche was positive, namely 41 young women (85.4%). Gamma statistic results obtained p-value = 0.001, it can be concluded that there is correlation between maternal support and the readiness of young women to face menarche at SMP N II Sukoharjo. It is expected that mothers can provide more adequate information about menstruation to their daughters so that young women are better prepared to face their first menstruation.ABSTRAK  Masa remaja ditandai dengan kemunculan tanda-tanda pubertas, pubertas pada remaja putri  ditandai dengan perubahan hormonal yang menyebabkan datangnya menstruasi pertama kali atau disebut menarche. Rata-rata umur menarche remaja putri berkisar 10-19 tahun. Pada umumnya, remaja putri belajar tentang menstruasi dari ibunya, tetapi tidak semua ibu memberikan informasi yang memadai tentang menstruasi. Pentingnya dukungan ibu dalam memberikan informasi tentang menstruasi kepada remaja putri, sehingga remaja putri dapat mengenali tanda-tanda dan perubahan yang terjadi agar remaja putri memiliki kesiapan dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche di SMP N II Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan  di SMP N II Sukoharjo pada tanggal 19-20 februari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII di SMP N II Sukoharjo yang belum mengalami menstruasi sebanyak 48 siswi dan dijadikan total populasi penelitian. Alat pengumpulan data untuk mengukur dukungan ibu dan kesiapan pada penelitian ini berupa kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji statistik gamma.Hasil penelitian diperoleh dukungan ibu pada remaja putri dalam menghadapi menarche sebagian besar positif, yaitu sebesar 29 remaja putri (60,4%), Kesiapan pada remaja putri dalam menghadapi menarche positif, yaitu sebesar 41 remaja putri (85,4%). Hasil statistik gamma didapat p-value = 0,001, dapat disimpulkan ada hubungan dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche di SMP N II Sukoharjo. Diharapkan ibu dapat memberikan informasi yang lebih memadai tentang menstruasi kepada putrinya agar remaja putri lebih siap dalam menghadapi menstruasi pertamanya.
PENGALAMAN ORANG TUA TERHADAP TOILET TRAINING PADA ANAK DOWN SYNDROME DI SLB NEGERI PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN 2019 Novikha Nur Khumala Dewi; Feri Kameliawati; Surmiasih Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.729 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v6i1.1765

Abstract

Pemberian toilet training dari orang tua kepada anak merupakan hal yang cukup menantang terutama bila anak memiliki kebutuhan khusus. Bagi anak down syndrome, toilet training memerlukan waktu lebih lama dikarenakan mereka memiliki keterbatasan fisik dan kognitif. Kemampuan toilet training anak down syndrome berbeda antara anak satu dengan anak yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman orang tua terhadap toilet training pada anak down syndrome di Sekolah Luar Biasa Negeri Pringsewu 2019.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menggali partisipasi orang tua tentang pengalaman orang tua terhadap toilet training pada anak down syndrome. Pengambilan sampel berdasarkan pada tingkat pemenuhan terhadap informasi yang ingin dicapai, yaitu dengan menggunakan teknik snowball, dalam penelitian yaitu berjumlah 3 partisipan,   Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dilengkapi dengan catatan lapangan kemudian dibuat transkip wawancara dan dilakukan analisis data yang dimulai dari mendengarkan rekaman hasil wawancara sampai membuat kesimpulan atas data kualitatif yang diperoleh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan toilet training oleh orang tua pada anak down syndrome menggunakan teknik lisan dan teknik modelling. Sikap konsisten dalam mengajarkan toilet training dan pola asuh demokratis juga berperan dalam keberhasilan toilet training anak down syndrome. Saran bagi orang tua dan guru Sekolah Luar Biasa, dengan anak  down  syndrome  hendaknya dengan kesabaran, ketekunan serta  kelapangan hati  yang penuh, untuk mengajarkan dan memberikan latihan yang terus menerus kepada subjek dalam toilet training, sehingga subjek mampu untuk lebih mandiri dalam toilet traning nya.
Inisiasi Menyusu Dini dan Pencapaian Involusi Uterus pada Ibu Postpartum Riska Hediya Putri; Surmiasih Surmiasih; Feri Kameliawati; Hanna Afifah
Faletehan Health Journal Vol 7 No 03 (2020): Faletehan Health Journal, November 2020
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v7i03.136

Abstract

Postpartum hemorrhage gets the highest rank in the maternal mortality rate. One of the causes is uterine atony. Early initiation of breastfeeding can induce posterior lobe of pituitary gland to secret oxytocin. Oxytocin accelerates the involution process and minimizes blood loss. The research aims to identify the effects of early initiation of breastfeeding on uterine involution process in post-partum mothers. It is a quantitative research with quasi-experimental research design. The samples are postpartum mothers, 16 cases and 16 controls. The sampling technique used consecutive sampling. The data analysis used independent t-test. The results of the research found that the post-partum mothers who did early initiation of breastfeeding after two hours had the average of fundal height 3.13 cm below bellybutton and after twelve hours had the average of 2.13 cm below bellybutton. The group that did not do early initiation of breastfeeding after two hours and twelve hours got the same result of average 1.63 cm below bellybutton. The results of the bivariate analysis in both groups after two hours got p-value 0.000 and after twelve hours obtained p-value 0.030. It can be concluded that there is an effect of early initiation of breastfeeding on uterine involution process in post-partum mothers. Thus, the researchers suggested to make early initiation of breastfeeding as a standard operational procedure in childbirth service.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORANG TUA DALAM MENCEGAH CEDERA PADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD TUNAS BANGSA Feri Kameliawati; Riska Hediya Putri; Surmiasih Surmiasih
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v4i1.91

Abstract

Semua orang tua menyebutkan bahwa anak mereka pernah mengalami cedera. Data WHO cedera mengakibatkan 5,8 juta kematian di seluruh dunia. Cedera di Indonesia di dominasi oleh luka lecet/memar sebesar 70,9%, cedera di provinsi Lampung yang terjadi pada anak meliputi 76,3% lecet/memar dan untuk Kabupaten Pesawaran sebesar 19%. Cedera tidak terjadi apabila orang tua memiliki pengetahuan tentang tumbuh-kembang anak usia prasekolah dan sikap yang tanggap jika anak mengalami cedera dan tindakan pencegahan berupa pengawasan dapat dilakukan oleh orang tua, karena dalam beraktivitas anak tidak memperhatikan bahaya yang mungkin akan terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua dalam mencegah cedera pada anak usia toddler di PAUD Tunas Bangsa tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini mengunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di PAUD Tunas Bangsa Negeri Sakti. Adapun waktu pelaksanaannya pada tanggal 5 - 26 Maret 2018. Jumlah populasi adalah orang tua yang memiliki anak usia toddler. Adapun jumlahnya yaitu 41 orang. Sampel sejumlah 41 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil analisis menunjukan faktor yang paling berpengaruh terhadap pencegahan cedera adalah faktor pengetahuan dengan Pvalue <0,001 (<0.05) dengan odds Ratio sebesar 0.011 (0.001- 0.130). Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang mencegah cedera pada anak. Dan menjadikan sikap orang tua lebih tanggap melakukan pertolongan pada anak yang cedera kemudian lebih berhati-hati dalam mendampingi tumbuh kembang anak karena rasa penasaran anak yang tinggi dapat mengakibatkan adanya cedera pada anak.
EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN PEMANTAUAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MELATI DESA WONOSARI, GADINGREJO, PRINGSEWU. Feri Kameliawati; Riska Hediya Putri; Wiwi Febriani; Surmiasih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi balita yang baik memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden period di lima tahun pertama. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 di Indonesia menujukkan prevalensi stunting balita sebesar 27,5 %, balita kurus 8,0%, balita sangat kurus 3,1%, balita risiko kurus 22,8%, dan balita dengan gizi kurang sebanyak 17,8%. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu status gizi balita sehingga dapat menurunkan kejadian balita gizi buruk atau kurang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bersamaan kegiatan Posyandu balita di Desa Wonosari dengan cara menimbang balita, memberikan penyuluhan pada orang tua/pengasuh balita, dan pemberian makan tambahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dikuti oleh 32 balita. Hasil didapatakan jumlah balita dengan status gizi baik sebanyak 22 anak (68,8%), gizi kurang 5 anak (15,6%), gizi lebih 4 anak (12,5%) dan gizi buruk 1 anak (3,1%). Melalui edukasi mengenai gizi seimbang telah terjadi peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang pada balita. Meningkatnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan pengolahan makanan boleh jadi akan diikuti dengan perubahan perilaku. Penyuluhan gizi dengan metode ceramah disertai media poster dan leaflet merupakan salah satu pendekatan pembelajaran dengan memberi seperangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mampu menentukan pilihan perilaku yang tepat untuk meningkatkan status gizi balitanya
PENERAPAN REBUSAN WEDANG JAHE PADA NY. E DENGAN IBU HIPEREMESIS GRAVIDARUMDI DESA SUMBERGEDE TAHUN 2021 Winda Larasati; Riska Hediya Putri; Eva Yunitasari
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2022): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.006 KB) | DOI: 10.51873/jhhs.v6i1.116

Abstract

Background: Pregnancy is a physiological and natural process. Hormonal changes on women occur during pregnancy, namely an increase in the hormones progesterone and estrogen. It can cause complaints that will be undergo by pregnant women, one of which is emesis gravidarum. Emesis gravidarum is a common complaint that occurs in early pregnancy. Complementary therapies that can be used to reduce nausea and vomiting in early pregnancy are herbal plants such as ginger. Objective: The objective of this scientific paper is to examine the implementation of wedangjahe decoction on Mrs. E with hyperemesis gravidarumin the first trimester of pregnant woman. Method: The scientific paper design used case study. Respondents used in this study were Mrs. E is the first trimester of pregnant woman who is a client with complaints of hyperemesis gravidarum (nausea and vomiting) in Sumbergede Village. Results: The results of this study showed that after five days of nursing care, Mrs. E the mother who has hyperemesis gravidarum (nausea and vomiting) is resolved. It marked by nausea and vomiting undergo by Mrs. E has decreased. The successful implementation of wedangjahe decoction to reduce nausea and vomiting is influenced by the natural content contained in the ginger plant which has an effect on reducing nausea and vomiting. Conclusion: Conclusion is the implementation of wedangjahe decoction on Mrs. E with hyperemesis gravidarumby using nursing care in accordance with nursing standards for five days, it was found that Mrs. E experienced a decrease in nausea and vomiting after drinking ginger stew. Suggestion for alternatives or recommendations iswedangjahe decoction or it can be replaced by using ginger candy.
PENGARUH BUKU SAKU KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL BAGI CATIN TERHADAP PENGETAHUAN CATIN TENTANG REPRODUKSI DAN SEKSUAL DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) TANJUNG KARANG PUSAT TAHUN 2017 Rilyani Rilyani; Riska Hediya Putri; Desy Lestari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.509 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1074

Abstract

KNOWLEDGE IN INTRAUTERINE CONTRACEPTIVE DEVICE (IUD) AMONG USERS OF IUDBackground: Intra Uterine Devices (IUD) is the contraceptive choices that are effective, safe, and convenient for most women.IUD is a reversible contraceptive method most commonly used throughout the world with the use of approximately 100 million women, mostly in China.Purpose: Knowing thateffect of the use of extension knowledge with mother contraception Intrauterine Device (IUD)  at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.Methods: This research quantitative, with designQuasi Experimental with one group pretest-postes design approach, total population using slovin formula obtained 96 respondents technique in this research is purposive sampling. The research will be conducted at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.Instrument with questionnaire research and statistic test usedT-testResults: Finding thataverage knowledge before given counseling that is Mean 8.15 Standar Deaviasi 2.475 (4-12), after counseling Mean 12.91 Standar Deviasi 1.807 (10-17). Statistical test results T-tes obtained p-value 0.000.Conclusion:There is an effect of the use of extension knowledge with mother contraception Intrauterine Device (IUD)  at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.. Suggesting to Management of Public Health Services (Puskesmas)this research result can improve mother's knowledge by doing health counseling with media leaflet so it can increase interest users of  IUD.Keywords: Counseling, Knowledge, Contraception, intrauterine contraceptive device (IUD) Pendahuluan: Berdasarkan data hasil survay yang dilakukan di 5 puskesmas di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2016, pemakaian IUD di Puskesmas Sumber Jaya didapat 62 orang (2.6%) dengan pemasangan IUD dari 1.688 pemasangan alat kontrasepsi, Puskesmas Sekincau 34 orang (3.5%) dari 2.288 pemasangan, Puskesmas Lombok 67 orang (3.1%) dari 2.054 pemasangan, Puskesmas Air Hitam 40 pemasangan (2.0%) dari 1.937 pemasangan, dan Puskesmas Buay Nyerupa sebanyak 58 orang (2.2%) dari 2.532 pemasangan (Data Pemasangan IUD Kab. Lampung Barat, 2016).Tujuan: Diketahui pengaruh  penyuluhan   tentang iud terhadap pengetahuan ibu dengan penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) Di Wilayah KerjaPuskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretes-postes design, jumlah populasi sebanyak 2.288, dengan menggunakan rumus slovin didapat 96 teknik sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun2018, dengan instrument penelitian kuisioner dan uji statistic menggunakan ujit-tesHasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan yaitu Mean 8.15 Std. Dev 2.475  S. Eror 0.253 nilai benar kuisioner pengetahuan min-max 4-12, setelah penyuluhan Mean 12.91 Std. Dev 1.807 S. Eror 0.184 nilai benar kuisioner pengetahuan min-max 10-17. Hasil uji statistik t-tes didapat nilai p-value 0.000 (<0.05).Simpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan  penggunaan IUD dengan pengetahuan ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun 2018. Saran diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan dengan media penyajian PPT pada slide melalui LCD sehingga dapat meningkatkan minat pengguna KB IUD.
Remaja Keren Tanpa Rokok Riska Hediya Putri; Feri Kameliawati; Surmiasih Surmiasih; Yenny Marthalena
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2666

Abstract

Saat ini, perilaku merokok semakin merata, bukan hanya perilaku orang dewasa, tetapi juga telah menjadi gaya hidup para remaja. Alasan remaja merokok yaitu coba-coba, gengsi, keingintahuan, sekedar ingin merasakan, kesepian, agar terlihat gaya, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, agar tidak dikatakan banci, lambang kedewasaan,  dan mencari inspirasi. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mensintesis gagasan kreatif melalui sebuah program  edukasi dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi adiksi merokok pada remaja. Pelakasanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti siswa kelas 10 SMA Negeri 2 Gadingrejo yang berjumlah 67 siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui pemutaran video, ceramah, dan diskusi serta tanya jawab, dimana sebelum dan sesudah kegiatan siswa diberikan pretest dan posttest. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak merokok  bagi tubuh beserta bahayanya  dan memberikan hasil peningkatan pengetahuan siswa tentang bahaya rokok. Pentingnya program pencegahan merokok yang dilakukan secara regular agar bisa menyadarkan dan mengingatkan kembali tentang pentingnya waspada terhadap rokok dan asap rokok. Kata Kunci : remaja, keren, tanpa rokok. ABSTRACTNowadays, smoking behavior is getting evenly distributed, not just adult behavior, but also has become the lifestyle of teenagers. The reason teenagers smoke is to try, prestige, curiosity, just want to feel, loneliness, to look stylish, emulate parents, be fun, relieve stress, not to be said to be a sissy, a symbol of maturity, and seek inspiration. The purpose of this community service is to synthesize creative ideas through an educational program with emphasis on preventive and promotive efforts in preventing and addressing the smoking addiction in adolescents. The implementation in this community service is followed by grade 10 students of SMA Negeri 2 Gadingrejo, amounting to 67 students. The method used in this activity is through the screening of videos, lectures, and discussions and questions and answers, where before and after the activities of students are given pretests and posttest. This activity enhances students ' understanding of the impact of smoking for the body and its dangers and provides increased students ' knowledge of cigarette hazards. The importance of a regular smoking prevention programme in order to be able to alert and recall the importance of being wary of cigarettes and cigarette smoke Keywords: teenagers, cool, no smoking
Implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru Selama Era New Normal Melalui Terapi Bermain Pada Anak Usia Sekolah Riska Hediya Putri; Feri Kameliawati; Surmiasih Surmiasih; Inggit Primadevi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.4884

Abstract

ABSTRAK Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mewabah ke seluruh dunia sejak awal tahun 2020 dan membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Wilayah di tanah air memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang menyebabkan sekolah dan tempat kerja diliburkan, kegiatan keagamaan atau ibadah bersama dibatasi dan kegiatan-kegiatan di tempat umum atau fasilitas publik juga dibatasi. Menilik himbauan dari pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak sosial atau social distancing yang saat ini istilahnya diubah menjadi physical distancing oleh WHO. Physical distancing adalah hal yang hampir tidak mungkin dilakuakan oleh anak usia dini sebab dunia anak adalah dunia bermain dengan kecenderungan anak untuk berinteraksi secara langsung. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan terapi bermain ular tangga. Tujuan kegiatan ini memberi pengertian kepada anak tentang adaptasi kebiasan baru melalui cara yang menyenangkan, salah satunya melalui terapi bermain. Perbedaan pengetahuan anak sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan kesehatan dengan media bermain ular tangga dan lebih berpengaruh dalam peningkatan pengetahuan dan sikap anak mengenai 3M, terutama pada pertanyaan tanda dan gejala corona virus dan penting tidaknya memakai masker, adanya peningkatan presentasi sekitar 67%. Oleh karena itu terapi bermain ular tangga lebih banyak memberikan rangsangan terhadap anak dan sesuai dengan keinginan anak yakni bermain. Kata Kunci: Covid-19, New Normal, Terapi Bermain  ABSTRACT Coronavirus Disease Pandemic 2019 (COVID-19) has spread to the world since the beginning of 2020 and has had a significant impact on human life around the world. Areas in the country impose PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) that cause schools and workplaces to be closed, religious activities or worship together are restricted and activities in public places or public facilities are also restricted. Considering the appeal from the government for people to stay at home and maintain social distance or social distancing which is currently the term changed to physical distancing by WHO. Physical distancing is almost impossible for early childhood to do because the world of children is a world of play with a tendency for children to interact directly. This method of community service activities is done with therapy playing snake ladder. The purpose of this activity gives understanding to children about the adaptation of new habits through fun ways, one of which is through play therapy. Differences in children's knowledge before and after health education activities with the medium of playing snake ladder and more influential in increasing the child's knowledge and attitude about 3M, especially on the question of signs and symptoms of corona virus and the importance of not wearing a mask, there was an increase in presentation of about 67%. Therefore, the therapy of playing snakes stairs provides more stimulation to the child and in accordance with the child's wishes, namely, play. Keywords: Covid-19, New Normal, Play Therapy
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN MOTIVASI PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI KANTOR BPJS KESEHATAN CABANG METRO Budi Santoso; Tri Adi Nugroho; Riska Hediya Putri; Giri Susanto
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v4i2.818

Abstract

Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks. Data dari Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) di Indonesia pada tahun 2020, kanker serviks merupakan peringkat kedua kanker pada wanita dengan kasus baru mencapai 36.633 kasus dan kematian mencapai 21.003 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan motivasi pemeriksaan pap smear. Penelitian ini menggunakan metode korelasi cross sectional dengan uji analisis korelasi Spearman. Subjek penelitian adalah pegawai beserta keluarga inti di kantor BPJS Kesehatan Cabang Metro dengan populasi sebanyak 73 orang dan teknik sampling menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang kanker serviks dan motivasi tinggi dalam pemeriksaan pap smear, yaitu sebanyak 50 responden (68,5%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan motivasi pemeriksaan pap smear pada responden di kantor BPJS Kesehatan Cabang Metro berdasarkan hasil uji statistik Korelasi Spearman dengan p-value 0,001 lebih kecil dari yang ditetapkan, yaitu p < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,599 (hubungan kuat). Perlu adanya sosialisasi terkait kanker serviks dan pemeriksaan pap smear kepada seluruh wanita usia subur guna peningkatan pengetahuan tentang kanker serviks dan motivasi untuk pemeriksaan pap smear.