Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Hidup Pasien Kanker Ginekologi yang Menjalani Terapi Putri, Riska Hediya
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.509 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.34

Abstract

Abstrak: Meningkatkan kualitas hidup pasien kanker selama terapi akan meningkatkan kepatuhan mereka akan perawatan dan pengobatan serta memberikan mereka kekuatan untuk mengatasi berbagai keluhan yang dialami pasien kanker.Penelitian cross-sectional ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien kanker ginekologi yang menjalani terapi. Teknik consecutive sampling dilakukan untuk memilih 153 pasien kanker ginekologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pasien kanker ginekologi mempunyai kualitas hidup domain kesehatan global dan domain fungsional tergolong tinggi tetapi untuk domain gejala masih tergolong rendah. Hasil analsis data diketahui bahwa nilai rerata kualitas hidup global domain kesehatan umum adalah 67,55. Pada domian fungsional ditemukan bahwa fungsi emosional memilki nilai rata-rata tertinggi yaitu 83,60. Pada domain gejala menunjukkan bahwa gejala insomnia memilki nilai rerata tertinggi yaitu 46,62. Penilaian kualitas hidup membuktikan bahwa tidak hanya penting untuk mengatasi gejala kanker secara optimal akan tetapi dapat juga sebagai informasi tambahan dalam mengevaluasi hasil dari pengobatan. Abstract: Improved quality of life of cancer patients during the therapy may increase their treatment and empower them adherence to overcome any complains experienced by cancer patients. This cross-sectional research objective to identify the quality of life of the gynecology cancer patients who undergoing therapy. Consecutive sampling technique was performed to select 153 gynecology cancer patients. The results of the research indicated that most of the gynecology cancer patients required high level of quality of life on global health and functional domains.However, the quality of life on the symptom domain was quite low.The result showed that the mean value the quality of life in global health domain is 67,55. The quality of life in functional domain reported that the emotional function had the highest mean value 83,60. The quality of life in symptoms domain reported that insomnia had the highest mean value 46,62. The quality of life reported that is important to treat cancer symptoms optimally, it alsa can be additional information to evaluate the outcome of the treatment.
Manajemen Waktu dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Nisa, Nur Khoirun; Mukhlis, Hamid; Wahyudi, Dian Arif; Putri, Riska Hediya
Journal of Psychological Perspective Vol 1, No 1 (2019): June
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.1172019

Abstract

Prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya manajemen waktu, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan kesadaran yang rendah, ketakutan dan kecemasan terkait dengan kegagalan seseorang, dan kurang yakin terhadap kemampuan. Faktor yang sangat mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah manajemen waktu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dengan prokrastinsi akademik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan yang diganakan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2019 di Unversitas Aisyah Pringsewu Lampung. Populasi adalah 73 mahasiswa semester IV dan VI, sampel yang diambil dengan tekhnik total sampling. Alat ukur berupa kuesioner yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji gamma. Hasil penelitian diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,001 (kurang dari 0,005) artinya ada hubungan anatara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik. Responden dengan manajemen waktu rendah terdapat 50,7persesn (37 responden) dengan prokrstinasi akademik rendah 1,36 persen (1 responden), prokrastinasi akademik sedang 10,95 persen (8 responden) dan prokrastinasi tinggi 38,35 persen (28 responden). Berdasarkan hasil tersebut bahwa manajemen waktu sangat berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik. Jadi semakin tinggi manajemen waktu maka semakin rendah prokrastinasi akademik dan semakin rendah manajemen waktu maka semakin tinggi prokrastinasi akademik. Abstract. academic procrastination is influenced by various factors including time management, inability to concentrate and low awareness, fear and anxiety associated with someone’s failure, and not confident. The factors that influence academic procrastination is time management. The objective is research to determine the correlation between time management with academic procrastination. The type of the research is quantitative research. The research design used cross sectional. This research was conducted on March 2019 in Aisyah University of Pringsewu Lampung. The population is 73 students semester IV and VI, the sample taken with total sampling technique. The measurement is in the form of questionnaiers by analyzing univariate and bivariate with gamma analysis. The results of the research p-value 0,001 (more than 0,005) which mean there is a correlation between time management with academic procrastination. Responden with low time management 50,7 percent (37 responden) with low academic procrastination 1,36 percent (1 respondent), moderate academic procrastination 10,9 percent (8 respondent), and high academic procrastination 38,35 percent (28 respondent). Based on these results, time management is very influental on the academic procrastination. So, the higher time management, the academic procrastination is low and the lower time management, the academic procrastination is high.
Asuhan Keperawatan Pada Bayi Prematur Dengan Penerapan Facilitated Tucking Di Ruang Perinatalogi RSUD Jend. Ahmad Yani Metro Kusuma, Anggi; Safrida, Lisa; Rosyanti, Elvira; Putri, Riska Hediya
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.484

Abstract

Pendahuluan: Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan saat umur kehamilan kurang dari 37 minggu dan dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Sebanyak 18.131 (85,2%) dilakukan tindakan prosedur invasif yang menyebabkan stress bagi bayi dan 3,160 (14,8%) merupakan sejumlah prosedur invasif yang menyebabkan nyeri dan merusak kulit. Salah satu teknik nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk memberikan kenyamana dan mengurangi efek samping nyeri akibat prosedur invasif adalah dengan pemberian posisi facitated tucking. Tujuan: untuk menerapkan dan menganalisis hasil pelaksanaan intervensi facilitated tucking sebagai upaya untuk menurunkan nyeri pada bayi premature saat dilakukan prosedur invasif. Metode: Kegiatan ini menggunakan studi case report dengan melakukan pendekatan asuhan keperawatan. Partisipan 2 pasien yang mendapatkan tindakan nvasif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah format pengkajian asuhan keperawatan anak. Setelah data dikumpulkan, dilakukan analisa data menggunakan proses keperawatan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan pemberian posisi facilitated tucking efektif dalam menurunkan tingkat nyeri saat dilakukan prosedur invasif. Simpulan: Diharapkan perawat dapat menerapkan tindakan facilitated tucking sebagai salah satu terapi nonfarmakologis pada bayi premature yang akan dilakukan tindakan invasif.
Hubungan Perilaku Merokok dan Beban Kerja dengan Kejadian Hipertensi di Poli Penyakit dalam Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung Ellsa Diana Agustina; Hardono Hardono; Hana Zumaedza Ulfa; Riska Hediya Putri
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i1.961

Abstract

Hypertension is difficult for sufferers to realize because it has no specific symptoms. Hypertension in the elderly is a problem that is often found in the elderly today. One of the life habits that contributes to hypertension includes smoking and work history as triggers for hypertension in the elderly. The aim of this study was to determine the relationship between smoking behavior and work history with the incidence of hypertension in the elderly at the Internal Medicine Clinic, Graha Husada Hospital, Bandar Lampung. This type of quantitative research uses an analytical survey research design and a cross-sectional approach. The research was carried out in October 2024 at Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. The population in this study was elderly people who suffered from hypertension with a sample size of 64 respondents. The sampling technique in this research used purposive sampling. The instruments used were questionnaires, blood pressure monitors and stethoscopes to measure blood pressure. Data analysis used the chi square test. The results of this study show that there is a relationship between smoking behavior with a p-value <0.001 (<0.05) and work history with a p-value <0.001 (<0.05) on the incidence of hypertension in the elderly. It is hoped that hospitals can provide reading media to increase patient awareness by socializing smoking behavior and reducing heavy work or doing friendly or light work so as not to trigger an increase in blood pressure.
PENCEGAHAN KANKER SERVIKS MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA PUTRI Putri, Riska Hediya; Surmiasih, Surmiasih
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20631

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe 16 dan 18. Meskipun vaksinasi HPV telah menjadi program nasional di Indonesia sejak 2023, tingkat pengetahuan dan kesadaran remaja putri masih rendah, terutama mengenai pencegahan melalui vaksinasi dan deteksi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri tentang pencegahan kanker serviks melalui edukasi interaktif. Intervensi dilaksanakan di salah satu SMP di Kabupaten Pesawaran dengan melibatkan 40 siswi kelas VIII dan IX. Metode kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan visual, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan peserta, terutama pada topik vaksinasi HPV (dari 38% menjadi 82%) dan deteksi dini (dari 36% menjadi 81%). Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis sekolah secara interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi. Disarankan agar program serupa dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kurikulum pendidikan untuk memperkuat perilaku preventif sejak usia dini.
Comparison of Quality of Life of Diabetes Mellitus Ulcer Patients with Non Ulcer Patients at Kota Agung Hospital Stiawan, Usman; Sahyana, Sahyana; Putri, Riska Hediya; Hardono, Hardono
INDOGENIUS Vol 4 No 2 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i2.522

Abstract

Background & Objectives: Diabetes mellitus (DM) is currently one of the global health threats, worldwide nearly half a billion people live with diabetes. Poor quality of life of patients with DM results in decreased self-care, worsening the situation over time. Quality of life issues become an important aspect in diabetes mellitus with ulcers or non-ulcers.Tujian in this study to determine “Comparison of Quality of Life of Patients with DM Ulcers with Non Ulcers at Kota Agung Hospital”. Methods: This research method uses descriptive with a cross sectional approach, this research was conducted at Kota Agung Hospital during December 15 - January 07. The sampling technique used total sampling, which was 20 respondents, of the 20 respondents there were 10 respondents with diabetic ulcers and 10 non-diabetic ulcer respondents as well as the World Health Organization Quality of Life (WHOQoL) questionnaire developed by WHO to assess quality of life, data analysis using the mann withney test. Results: Based on the results of the Mann-Whitney test, the p-value = 0.000 indicates that ha is accepted and ho is rejected, which means that there is a comparison between the quality of life of non-ulcer DM patients and the quality of life of DM patients with ulcers. Conclusion: It is hoped that the management of the Great City Hospital can create an assessment unit for the quality of life of non-ulcer DM patients and diabetic ulcers, in order to improve the quality of life of patients.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Baby Blues Syndrome pada Ibu Post Partum: Factors Related to the Incidence of Baby Blues Syndrome Among Postpartum Mothers Yolanda, Helen; Sumarsih; Riska Hediya Putri; Palupi, Rini
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v4i1.355

Abstract

Introduction: The postpartum period is the time experienced by every woman after giving birth. The impact of postpartum blues (baby blues) on infants can hinder their growth and development, leading to issues such as language delays and low IQ. Several risk factors for postpartum blues include age, parity, pregnancy status, and support from husbands and families. The global prevalence of postpartum blues ranges from 3% to 8%, while in Lampung, 14.6% of mothers experience postpartum blues. Based on the results of a pre-survey conducted in Airan Raya during June 2024, it was recorded that 63 mothers experienced postpartum blues. Objectives: The aim of this study is to identify the factors associated with the occurrence of postpartum Baby Blues Syndrome among postpartum mothers at Airan Raya Hospital. Method: This study employs a quantitative method with a cross-sectional approach using interviews and observations through questionnaires. The population in this study were postpartum mothers. The subjects are postpartum mothers from May to June 2024 at Airan Raya Hospital, with a total of 63 postpartum mothers and a total sampling technique, resulting in 63 respondents. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Result: The results of the study showed a relationship between age and the incidence of postpartum blues syndrome with a p value of 0.001, a relationship between parity and the incidence of postpartum baby blues syndrome with a p value of 0.001, a relationship between pregnancy status and the incidence of postpartum baby blues syndrome with a p value of 0.007, and a relationship between husband's support and the incidence of postpartum baby blues syndrome with a p value of 0.063. Conclusion: There is a relationship between age, parity, pregnancy status and husband's support with the incidence of postpartum blues syndrome.
Akses informasi dan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja Saputri, Lisa Wida; Surmiasih, Surmiasih; Putri, Riska Hediya; Kusuma, Anggi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1566

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit infeksi menular seksual (IMS), dan tingginya angka aborsi tidak aman di kalangan remaja. Berbagai faktor mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja, termasuk pengetahuan, lingkungan keluarga, status sosial ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap informasi yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui apakah ada hubungan akses informasim dan pengetahuan remaja dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (KRR) di SMA IT Insan Mulia Boarding School Pringsewu.Metode: Kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Jumlah responden penelitian adalah 84 remaja. Analisis yang akan digunakan penelitian ini yaitu uji Chi SquareHasil: Hasil penelitian Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : 0,007 ) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : <0,001).Kesimpulan: Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan akses informasi, penyuluhan kesehatan reproduksi serta komunikasi yang efektif dengan remaja dan orang tua perlu dilakukan untuk mendukung perilaku kesehatan reprpoduksi yang positif pada remaja
Aplikasi Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Anemia dengan Intervensi Konsumsi Jus Buah Bit untuk Peningkatan Hemoglobin : Application of Nursing Care for Pregnant Women with Anemia through the Intervention of Beet Juice Consumption to Increase Hemoglobin Levels Cintia, Ummi; Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.197

Abstract

Pendahuluan: Berbagai risiko gangguan kesehatan mengancam ibu hamil dan bayi dalam kandungan, anemia juga mengancam kondisi ibu dan janinnya. Jus bit (Beta vulgaris L.) yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C, merupakan salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan informasi umum tentang perawatan kesehatan ibu hamil anemia dengan aplikasi intervensi keperawatan mengkonsumsi  jus buah bit.Metode: Penelitian dilakukan pada dua ibu hamil dengan anemia ringan yang disediakan jus buah Bit seberat 50 gr atau 250 ml diminum sekaligus atau sedikit demi sedikit setiap hari. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran  kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi selama 3 hari, pemeriksaan fisik, dan wawancara.Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi, kadar hemoglobin meningkat setelah tiga hari, yaitu pada pasien pertama dari 9,7 g/dL menjadi 10,8 g/dL dan pada pasien kedua dari 9,8 g/dL menjadi 11,1 g/dL. Selain itu, terdapat faktor subjektif seperti berkurangnya kelelahan. Kesimpulan: Hasil studi kasus, ibu hamil dengan anemia dapat ditingkatkan kadar hemoglobinnya dengan mengkonsumsi jus buah bit setara berat buah Bit 50rg/dilarutkan dalam 250 ml air setiap hari selama 3 hari.
Aplikasi Asuhan Keperawatan Manajemen Laktasi dengan Posisi Menyusui Cross Cradle : Lactation Management Nursing Care Application with Cross Cradle Breastfeeding Position Rica Micolla, Bunga; Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.198

Abstract

Pendahuluan: Menyusui tidak efektif merupakan salah satu masalah umum yang dihadapi ibu setelah melahirkan, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan bayi, seperti gangguan nutrisi dan peningkatan risiko infeksi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan penerapan teknik manajemen laktasi menggunakan posisi menyusui cross cradle. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan masalah menyusui tidak efektif melalui intervensi penerapan posisi menyusui cross cradle . Metode: Penelitian dilakukan secara studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian adalah dua orang ibu post partum primipara yang mengalami masalah menyusui tidak efektif dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut di PMB Dian Novisa Pekon Yogyakarta Selatan, kabupaten Pringsewu dengan penerapan edukasi serta praktik teknik menyusui posisi cross cradle.. Hasil: Evaluasi menunjukkan perbaikan kemampuan menyusui pada kedua pasien, yaitu peningkatan perlekatan bayi pada payudara, pengosongan payudara yang optimal setelah menyusui, meningkatnya kenyamanan ibu saat menyusui, serta peningkatan rasa percaya diri ibu dalam memberikan ASI. Keluhan nyeri pada payudara, puting lecet, dan produksi ASI yang dirasa kurang juga mengalami penurunan. Kesimpulan: Intervensi posisi menyusui cross cradle dapat menjadi intervensi yang wajib diajarkan dan dicoba oleh ibu post partum primipara yang belum memiliki pengalaman menyusui sebelumnya.