Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Paritas, Umur Ibu Dan Berat Bayi Terhadap Ruputure Perineal Pada Ibu Bersalin Di Puskesmas Mandala Rangkasbitung Tahun 2020 Husnida, Nintinjri; Iswanti, Tutik; Yuningsih, Nani; Sutianingsih, Hani
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.947 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.414

Abstract

Kematian ibu menurut definisi WHO adalah kematian selama masa kehamilan atau dalam jangka waktu 42 hari setelah berakhirnya masa kehamilan, yang disebabkan oleh segala penyebab yang berhubungan dengan masalah kehamilan atau pengobatannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera. Berdasarkan laporan kematian ibu dan bayi baru lahir dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2017, jumlah kematian ibu sebanyak 277 kasus Jumlah ini lebih kecil dari jumlah kasus tahun 2016 yaitu 253 kasus yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas diantaranya perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan pada sistem peredaran darah dan lain-lainJumlah kematian bayi sebanyak 1246 kasus, jumlah ini lebih kecil dari jumlah kematian tahun 2016 yaitu 1297 kasus, adapun penyebab tingginya angka kematian bayi kematian di Provinsi Banten yaitu bayi berat lahir rendah (BBLR), asfiksia, tetanus neonatorum, sepsis, kelainan kongenital, dan lain-lain. Ruptur perineum adalah robekan obstetrik yang terjadi pada daerah perineum akibat ketidakmampuan otot-otot panggul dan jaringan lunak untuk menampung kelahiran janin. Melahirkan sering menyebabkan jaringan parut jalan lahir. Luka yang terjadi biasanya kecil namun sering juga terjadi luka yang luas dan berbahaya, untuk itu setelah melahirkan harus dilakukan pemeriksaan vulva dan perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paritas, umur ibu dan berat badan bayi terhadap ruptur perineum pada ibu bersalin di Puskesmas Mandala Rangkasbitung tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan partograf sebagai alat observasi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 180 responden. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan data sekunder. Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa ibu bersalin mengalami ruptur perineum 33,3%, ibu dengan primipara mengalami ruptur perineum 50,9%, kategori ibu usia < 20 -/> 35 tahun mengalami ruptur perineum sebesar 42,1%, ruptur perineum terjadi pada ibu yang mengalami ruptur perineum. melahirkan bayi dengan berat < 3100 gram 26,6%. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh paritas dengan kejadian ruptur perineum dengan nilai P 0,002 dan OR 2,958, Tidak ada pengaruh umur dan berat badan bayi dengan kejadian ruptur perineum.
Analisis Penyebab Kematian Neonatal di Kabupaten Lebak Tahun 2019 Rohaeti, Ayi Tansah; Yuningsih, Nani; Iswanti, Tutik
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.788 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.417

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat yang masih menjadi masalah utama di Indonesia. Target penurunan AKB dalam Sustainable Development Goals 2030 adalah 12 per 1.000 kelahiran hidup. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan bayi baru lahir (neonatal) menjadi prioritas utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab kematian neonatal di Kabupaten Lebak periode Januari hingga Desember 2019. Metode penelitian menggunakan data sekunder dan merupakan studi epidemiologi analitik dengan asfiksia dan berat badan lahir rendah sebagai variabel independen. Variabel dependen adalah kematian neonatal. Rancangan penelitian case control, variabel dependen dan independen dikumpulkan pada waktu yang sama pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020. Instrumen yang digunakan adalah formulir isian. Populasi penelitian adalah seluruh kematian neonatal akibat asfiksia dan berat badan lahir rendah di Kabupaten Lebak periode Januari – Desember 2019 dengan jumlah sampel 255 sampel penelitian. Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur (P=0.048, OR=2.8), pendidikan (P=0.000 OR=0.4), paritas (P=0.049 OR=1.2), pengasuh (P=0.000 OR= 8 ,6), tempat persalinan (P=0.025 OR=4.0) dengan kejadian kematian neonatal akibat BBLR dan asfiksia di Kabupaten Lebak Tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kematian neonatal akibat BBLR di Kabupaten Lebak Tahun 2019 berhubungan dengan umur ibu, pendidikan ibu, paritas, pengasuh dan tempat persalinan.. Kesimpulan kedua kematian neonatus akibat asfiksia di Kabupaten Lebak tahun 2019 berhubungan dengan penolong persalinan dan tempat persalinan
INCREASING THE CAPACITY OF CADRE FOR CONTROLLING HIGH BLOOD PRESSURE (HYPERTENSION) IN THE COMMUNITY IN THE WORKING AREA OF CIBADAK HEALTH CENTER RANGKASBITUNG LEBAK DISTRICT Rokayah, Yayah; Husnida, Nintinjri; Yuningsih, Nani; Iswanti, Tutik; Widjanarko, Bangun
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v1i1.491

Abstract

57 million (63%) mortality occurs in the world, and 36 million (43%) morbidity is caused by non-communicable diseases. WHO in 2010 reported that 60% of the causes of death for all ages in the world were PTM and 4% died before the age of 70 years. Community service in the regional partnership program contributed to the Cibadak Rangkasbitung Community Health Center program with the Lebak District Health Office, PTM patient care with hypertension control. Efforts by the Health Office, Cibadak Health Center to educate the community on prevention, control through POSBINDU, training of cadres in the village on hypertension control. not yet optimal and evenly reach the community. The solution is to increase the understanding of cadres in the village of the Cibadak Community Health Center who have not had training in controlling high blood pressure (hypertension). The method of carrying out the Pre test, providing information inviting health service resource persons to increase the cadre's understanding of the concept of hypertension, prevention efforts, early detection. Lecturers train the skills of cadres to measure blood pressure with digital blood pressure. The next meeting was Post test, Monev cadres conducted education, examined 5 patients with high risk of hypertension. There was an increase in the average score of community knowledge about hypertension from 64.3% to 88.3% from 64.3%, there was an increase in the skills of cadres to measure blood pressure with digital blood pressure from 5 people to 12 people. As a continuation of activities, there needs to be community participation, good cooperation between health cadres and village supervisors, program holders
Family Empowerment in Monitoring Fe Provision To (Rematri) Adolescent Women as A Stunting Prevention Effort Yuningsih, Nani; Rohaeti, Ayi Tansah; Sutomo, Omo
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL MENARA PENGABMAS
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v1i2.655

Abstract

The prevalence of stunting is around 27.67% (2019 Indonesian Toddler Nutrition Status Survey), a problem in health development. Presidential Decree no.18 of 2020 RPJMN 2020 – 2024. 4th pont strategy, improving the quality of children, women and youth. Preventing stunting can be done in this cycle. is about FE supplementation for teenagers, in Banten province children with stunting conditions there are 8.7% Lebak district 5.03% in 2022, in PKM Kalanganyar 1.55% with adherence to drinking Fe among Rematri (Adolescent Girls) is still low for those in home aged 12 – 18 years. In Sangiangtanjung Village Solution, determining targets for 50 Rematri families, licensing, coordination between Kesbangpol, health service, community health center, village. Resource persons, activity schedule, results obtained pre and post education. Family Knowledge of Giving Fe to Rematri has an increase in the minimum and maximum scores from 1 – 8 to 6 – 10, almost all (96.0%) there is an increase in knowledge scores, the p value = 0.000 (p < α) is considered significant. The minimum and maximum Hb values ​​increased after administration of Fe tablets from 10.4 – 13.5mg% to 11.0 – 13.8mg%. This means giving Fe tablets for 4 weeks at a dose of 1 x 1 tablet 60 mg once every 1 week. The activity is in synergy with the community health center program with the monthly activity of providing Rematri Fe, which is a nutrition program at the Community Health Center.