Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIIT PADA KLIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACITAN Safira Nahar Fitriana Fitriana; Anita Joeliantina; Padoli Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 3 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i3.77

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di negara berkembang dan negara maju. Perubahan gaya hidup modern dapat memicu peningkatan angka kejadian hipertensi. Penanganan pada klien hipertensi diantaranya adalah terapi pengobatan dan pengaturan diit. Dukungan keluarga diperlukan dalam kepatuhan klien hipertensi agar menerapkan program diit yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit pada klien dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pacitan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasional menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pederita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pacitan dengan rata-rata jumlah 130 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan didapatkan 60 responden. Data yang didapatkan diolah menggunakan analisis korelasi Rank spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (56.7%) memiliki dukungan keluarga baik, setengahnya (50%) patuh melakukan diit. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diit (p = 0.000), yaitu dukungan keluarga yang baik meningkatkan kepatuhan diit hipertensi. Keluarga diharapkan mengoptimalkan dukungan yang diberikan kepada klien hipertensi, ditunjang dengan peran petugas kesehatan dalam memotivasi dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya dukungan keluarga bagi klien hipertensi untuk menjalankan diit sesuai anjuran petugas kesehatan. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kepatuhan Diit, Hipertensi ABSTRACT Hypertension is a common health problem in developing and developed countries. Modern lifestyle changes can lead an increase the incidence of hypertension. Treatment of hypertensive clients includes medication therapy and dietary management. Family support is needed in hypertension client in order to implement the recommended dietary program. This study aims to determain the relationship between family support and dietary adherence to hypertensive clients at working area of Pacitan public health center. This research used quantitative research with correlational analytic design used cross sectional approach. The population in this study were all hypertension clients at working area of Pacitan public health center with an average of 130 people. Sample was carried out used accidental sampling technique and obtained 60 respondents. The data obtained were processed using Rank Spearman correlation analysis. The result of the study showed that most (56.7%) had good family support, half (50%) adherence to diet. There was a relationship between family support and dietary adherence (p = 0.000), namely good family support increase hypertensive dietary adherence. Families are expected to optimize the support provided to hypertensive clients, supported by the role of health workers in motivating and providing counseling about the importance of family support for hypertensive clients to carry out a dietary according to the recommendations of health workers. Keywords : Family Support, Dietary Adherence, Hypertensive
PENGARUH ASUPAN NUTRISI, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI DENGAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PACAR KELING SURABAYA Delika Afriana Citra; Padoli Padoli; Minarti Minarti
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 3 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i3.78

Abstract

ABSTRAK Pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan anti tuberkulosis menyebabkan pertahanan tubuh menjadi lemah akibat efek samping obat anti tuberculosis. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh asupan nutrisi, aktivitas fisik dan status gizi dengan efek samping obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. 51 pasien TB yang dipilih dengan aksidental sampling terlibat dalam penelitian ini. Variabel independen penelitian ini adalah asupan nutrisi, aktivitas fisik dan status gizi sedangkan variabel dependen efek samping obat anti tuberkulosis. Instrumen penelitian menggunakan food recall 24 jam, kuesioner, dan observasi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dan uji Regresi Logistik Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (56%) pasien memiliki asupan nutrisi kurang, memiliki aktivitas fisik sedang (65%) dan memiliki status gizi baik (76,2%). Ada hubungan antara asupan nutrisi, aktifitas fisik dan kejadian efek samping, dimana aktivitas fisik dan status gizi yang baik maka berakibat efek samping obat anti tuberkulosis ringan pada pasien tuberkulosis paru serta asupan nutrisi yang kurang lebih berisiko 3,996 kali mengalami efek samping obat anti tuberkulosis adalah dibandingkan dengan status gizi dan aktivitas fisik. Disarankan pasien meningkatkan asupan gizi dan memperbaiki pola makan yang sehat. Kata kunci: asupan nutrisi, aktivitas fisik, status gizi, TB paru ABSTRACT Pulmonary tuberculosis patients undergoing anti-tuberculosis treatment cause the body's defenses to weaken due to the side effects of anti-tuberculosis drugs. The aim of the study was to analyze the effect of nutritional intake, physical activity and nutritional status on the side effects of anti-tuberculosis drugs in pulmonary tuberculosis patients. The research design is quantitative with cross sectional method. 51 TB patients selected by accidental sampling were involved in this study. The independent variables of this study were nutritional intake, physical activity and nutritional status, while the dependent variable was the side effects of anti-tuberculosis drugs. The research instrument used a 24 hour food recall, a questionnaire, and observation. The statistical test used is the Chi-Square test and Ordinal Logistic Regression test. The results showed that the majority (56%) of patients had poor nutritional intake, had moderate physical activity (65%) and had good nutritional status (76.2%). There is a relationship between nutritional intake, physical activity and the incidence of side effects, where physical activity and good nutritional status result in side effects of mild anti-tuberculosis drugs in pulmonary tuberculosis patients and nutritional intake which is more or less at risk of 3,996 times experiencing side effects of anti-tuberculosis drugs is compared with nutritional status and physical activity. It is recommended that patients increase their nutritional intake and improve a healthy diet. Keyword : nutritional intake, physical activity, nutritional status, pulmonary tuberculosis.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Manajemen Perawatan Diri Klien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gading Tambaksari Surabaya Nadilla Azzaaulia; Padoli; L.T Alberta
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.213

Abstract

ABSTRAK  Manajemen perawatan diri direkomendasikan pada klien hipertensi sebagai upaya efektif dalam mengontrol tekanan darah. Faktor dominan dalam perubahan perilaku seseorang dipengaruhi oleh efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan manajemen perawatan diri klien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gading Tambaksari Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah klien hipertensi dengan besar sampel 67 orang yang dipilih dengan purposive sampling. Variabel Independent adalah efikasi diri dan variable dependent manajemen perawatan diri. Pengukuran efikasi diri menggunakan kuesioner self-efficacy to manage hypertension dan pengukuran manajemen perawatan diri menggunakan HSMBQ. Analisis data yang digunakan uji statistik dengan menggunakan uji Chi-square dengan timgkan signifikan 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar klien hipertensi memiliki efikasi diri yang tinggi, dan sebagian memiliki manajemen diri baik. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p value = 0.000 < α = 0.05 sehingga hasilnya ada hubungan efikasi diri dengan manajemen perawatan diri klien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gading Tambaksari Surabaya. Klien hipertensi diharapkan mempunyai kesadaran dalam melakukan perilaku yang dapat menurunkan angka kejadian komplikasi hipertensi.   Kata kunci: Efikasi Diri, Manajemen Perawatan Diri, Hipertensi   ABSTRACT   Self-care management is recommended for hypertensive clients as an effective effort to control blood pressure. The dominant factor in changing a person's behavior is influenced by self-efficacy. The purpose of this research to know self-efficacy relationship with self-care management hypertension clients in Wilayah Kerja Puskesmas Gading Tambaksari Surabaya. The type of research is quantitative research with descriptive correlation design with cross sectional approach method. The population in this study were hypertensive clients with a sample size of 67 people selected by purposive sampling. Independent variables are self-efficacy and dependent variables are self-care management. Self-efficacy measurement uses self-efficacy to manage hypertension questionnaire and self-care management measurement uses HSMBQ. Analysis of the data used chi square test with a significant level of 0.05. The result of this study show that the majority of respondents have a level of self-efficacy high as many as 43 people (64.2%) and has a self-care management as many as 37 people (55.2%). Chi square test result shows the value of p value = 0.000 < α = 0.05 so that the result there is a relationship between self-efficacy with self-care management in clients with hypertension in wilayah kerja Puskesmas Gading Tambaksari Surabaya. Hypertensive clients are expected to have awareness in carrying out behaviors that can reduce the incidence of hypertension complications.  Keywords: Self-Efficacy, Self-Care Management, Hypertension
Perilaku Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberculosis Paru Berbasis Theory Of Planned Behavior (TPB) Di Puskesmas Banyu Urip Kota Surabaya: Pulmonary TB, compliance behavior and taking medication Miftah, Givensyah; ., Padoli; Khasanah, Nur; Alberta, LT
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.180

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis paru adalah penyakit menular berbahaya yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia maupun di dunia karena mudahnya cara penularan penyakitnya. Keberhasilan program pengendalian penyakit TB paru salah satunya ditentukan dari perilaku kepatuhan minum obat yang lengkap sampai selesai bagi setiap penderita TB paru. Sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku mempengaruhi terbentuknya perilaku seseorang berdasarkan Theory Of Planned Behavior. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui perilaku kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini  150 pasien TB paru di Puskesmas Banyu Urip kota Surabaya dengan jumlah sampel 44 pasien yang dipilih dengan accidental sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah perilaku kepatuhan minum obat TB paru. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya  (90,9%)pasien TB paru patuh dalam minum obat, memiliki sikap yang baik(81,8%), memiliki norma subjektif yang baik (90,9%) dan memiliki kontrol perilaku yang baik(86,4%) dalam kepatuhan minum obat. Saran penelitian adalah diharapkan pasien TB paru mempertahankan perilaku kepatuhan minum obat yang sudah dijalankan secara rutin hingga tercapai kesembuhan dan meningkatkan angka kepatuhan pasien TB paru dalam proses pengobatan. Kata kunci: TB paru, perilaku kepatuhan minum obat ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a dangerous infectious disease that is still a health problem in Indonesia and in the world because of the easy way of transmission of the disease. The success of the pulmonary TB disease control program is determined by the compliance behavior of taking complete medication until completion for each patient with pulmonary TB. Attitudes, subjective norms and perceived behavioral control influence the formation of one's behavior based on Theory Of Planned Behavior. The purpose of this study was to determine the compliance behavior of taking medication in patients with pulmonary TB. This research is descriptive research. The population in this study were 150 pulmonary TB patients at the Banyu Urip Community Health Center in Surabaya city with a sample size of 44 patients selected by accidental sampling. The variable in this study was the compliance behavior of taking pulmonary TB medication. The research data were collected through questionnaires distributed to the research sample. Data analysis using descriptive test. The results showed that almost all (90.9%) pulmonary TB patients were compliant in taking medication, had a good attitude (81.8%), had good subjective norms (90.9%) and had good behavioral control (86.4%) in drug compliance. The research suggestion is that pulmonary TB patients are expected to maintain the behavior of adherence to taking medication that has been carried out routinely until recovery is achieved and increase the compliance rate of pulmonary TB patients in the treatment process. Keywords: Pulmonary TB, Drug Compliance Behavior
Efektifitas Pemberian Jus Mentimun Terhadap Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Di Masyarakat Dini Septiya Karina; padoli, Padoli; Fadilah, Nikmatul
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.193

Abstract

  ABSTRAK   Kondisi medis ketika tekanan darah pada dinding arteri terus-menerus tinggi yang bisa mengakibatkan berbagai permasalahan Kesehatan serius, contohnya masalah ginjal, stroke, serta penyakit jantung yakni Hipertensi. Pengendalian tekanan darah yang efektif melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup, pengobatan, dan pemantauan rutin. Terapi komplementer tanaman herbal yang sering di konsumsi oleh klien hipertensi yaitu buah belimbing, daun alpukat, daun seledri, serta mentimun. Tujuan riset penulis guna mengetahui efektifitas pemberian jus mentimun pada tekanan darah pada klien hipertensi. Desain penelitian ini adalah Quasy experiment (pre-post test with control grup), sampel sebanyak 36 orang berisi kelompok perlakuan serta kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi jus mentimun 200gr selama 7 hari setiap pagi hari, sedangkan kelompok kontrol hanya rutin meminum obat sesuai standart pengobatan dari puskesmas. Pengumpulan data dengan lembar observasi tekanan darah. Analisa data memakai uji Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann-Whitney Test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tekanan darah pada kelompok perlakuan sebelum intervensi 150,56/95,56 (SD=9,218/8,024), dan setelah intervensi 128,06/80,00 (SD=6,673/5,941). Rerata tekanan darah kelompok kontrol sebelum intervensi148,33/87,22 (SD=8,575/8,085) dan setelah intervensi 142,22/88,33 (SD=10,603/6,860). Pemberian Jus mentimun efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi (p= 0,001 < 0,05). Pemberian jus mentimun dapat digunakan sebagai terapi alternatif guna menurunkan tekanan darah tinggi. Kata kunci: Jus mentimun, hipertensi , tekanan darah tinggi ABSTRACT A medical condition in which the blood pressure on the artery walls is persistently high and can lead to a variety of serious health problems, such as kidney problems, stroke, and heart disease, is hypertension. Effective blood pressure control involves a combination of lifestyle changes, medication, and regular monitoring. Herbal complementary therapy that is often consumed by hypertensive clients is star fruit, avocado leaves, celery leaves, and cucumber. The purpose of the author's research is to determine the effectiveness of cucumber juice on blood pressure in hypertensive clients. The design of this study was Quasy experiment (pre-post test with control group), a sample of 36 people containing the treatment group and the control group. The treatment group was given 200gr cucumber juice for 7 days every morning, while the control group only routinely took medicine according to standard treatment from the health center. Data collection using blood pressure observation sheet. Data analysis used Wilcoxon Signed Rank Test and Mann-Whitney Test.  The results showed that the mean blood pressure in the treatment group before the intervention was 150.56/95.56 (SD=9.218/8.024), and after the intervention was 128.06/80.00 (SD=6.673/5.941). The mean blood pressure of the control group before intervention was 148.33/87.22 (SD=8.575/8.085) and after intervention was 142.22/88.33 (SD=10.603/6.860). Giving cucumber juice effectively reduces blood pressure in hypertensive patients (p = 0.001 <0.05). Giving cucumber juice can be used as an alternative therapy to reduce high blood pressure. Keywords: Cucumber juice, Hypertension, High blood pressure
Kepatuhan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Rutin Di Posyandu Lansia Sumur Welut RW 1 Kecamatan Lakarsantri Surabaya Syahrina Nur Mufida; Hepta Nur Anugrahini; Padoli; Anita Joeliantina
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.211

Abstract

ABSTRAK Jumlah lansia yang terus meningkat mempengaruhi status kesehatan yang semakin menurun akibat penurunan fungsi tubuh menyebabkan angka kesakitan lansia meningkat. Posyandu lansia menjadi salah satu upaya pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia. Ketidakpatuhan lansia dalam mngikuti posyandu rutin tersebut menjadi masalah yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kepatuhan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu yaitu pemeriksaan kesehatan rutin dan senam lansia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi sebanyak 133 peserta posyandu lansia, Surabaya. Penentuan besar sampel menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 57. Variable dalam penelitian ini adalah kepatuhan. Waktu dan tempat penelitian pada Juni 2024 di Sumur Welut RW 1 Lakarsantri, Surabaya. Pengumpulan data menggunakan instrumen daftar kunjungan lansia dan kuisioner untuk kepatuhan serta kuisioner faktor primer dan sekunder yang mempengaruhinya. Kemudian dianalisis data dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang serta narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, sebagian besar (52,6%) tidak patuh dalam mengikuti kegiatan posyandu baik pemeriksaan kesehatan rutin maupun senam lansia. Diharapkan  lansia dapat aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu rutin dengan dukungan keluarga, pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan agar mendapatan manfaat dari kegiatan tersebut sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia. Kata Kunci : Kepatuhan, Lansia, Posyandu ABSTRACK The increasing number of elderly people affects the declining health status due to the decline in body functions, causing the elderly to suffer an increase in illness. Posyandu for the elderly is one of the efforts of the government and the community in improving the health status of the elderly. The non-compliance of the elderly in participating in the routine posyandu is a problem that can affect the quality of life of the elderly. The purpose of this study is to identify the compliance of the elderly in participating in posyandu activities, namely routine health checks and gymnastics for the elderly. This study uses a descriptive research design. The population is 133 participants of the elderly posyandu, Surabaya. The determination of sample size using the purposive sampling technique obtained 57 variables in this study is compliance. The time and place of the research will be in June 2024 at Sumur Welut RW 1 Lakarsantri, Surabaya. Data collection used the instrument of the elderly visit list and questionnaire for compliance as well as a questionnaire of primary and secondary factors that affect it. Then the data was analyzed in the form of frequency distribution and cross-tabulation and narrative. The results of this study show that most (52.6%) do not comply in participating in posyandu activities, both routine health checks and elderly gymnastics. It is hoped that the elderly can be active in participating in routine posyandu activities with the support of their families, government, community, and health workers in order to benefit from these activities so that they can improve the health and quality of life of the elderly.  Keyword : Compliance, Elderly, Posyandu
Faktor Body Image Pada Remaja Kelas X Di SMAN 3 Tuban Happy April Yanita; Padoli; Anita Joeliantina; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1903

Abstract

Body image merupakan gambaran atau penilaian yang dimiliki oleh seseorang terhadap kondisi fisik yang dimilikinya. Body image sendiri terbagi menjadi dua, yaitu body image positif dan body image negatif. Body image remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis kelamin, media sosial, hubungan interpersonal dan self esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor body image pada remaja kelas X di SMAN 3 Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 3 Tuban yaitu sebanyak 331 remaja. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 154 remaja. Variabel penelitian adalah faktor body image pada remaja. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner faktor body image pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (60%) faktor-faktor yang mempengaruhi body image remaja adalah media massa dan berjenis kelamin perempuan. Media massa sangatlah berpengaruh pada body image remaja. Perempuan sangat mudah terpengaruh body image-nya baik melalui media massa, hubungan interpersonal maupun self-esteem. Namun media massa paling besar perannya bagi body image remaja. Remaja harus lebih selektif dalam penggunaan media massa, pembekalan tentang rasa syukur dan body image perlu diajarkan di sekolah maupun keluarga untuk meningkatkan body image yang positif
Gaya Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban Rossy Sinta Nurbaya; Anita Joeliantina; Padoli; Minarti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1960

Abstract

Secara global, Penyakit Jantung Koroner termasuk faktor kematian tertinggi di antara penyakit lainnya, bersama Tingkat prevalensi tinggi di Indonesia. Diabetes Mellitus (DM) sebagai faktor risiko memperburuk kondisi pasien PJK. Aspek kebiasaan sehari-hari yang menambahkan potensi bahaya kesehatan, termasuk pola makan yang tidak sehat, rendahnya tingkat aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok, dan kurang istirahat menjadi penyebab utama. Menganalisa dan memaparkan ciri khas gaya hidup pasien Penyakit Jantung Koroner di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban merupakan tujuan penelitian. Studi ini menggunakan desain deskriptif melalui pendekatan cross-sectional. Dengan populasi berjumlah 112 pasien PJK, dengan sampel sebanyak 74 pasien dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Data dan temuan yang diperoleh melalui penelitian ini, kebanyakan responden berada antara umur 60 hingga 74 tahun (47,3%), berjenis kelamin laki-laki (54,1%), berpendidikan rendah (hampir setengahnya tidak sekolah), dan tidak bekerja (57,3%). Sebanyak 89,2% pasien memiliki gaya hidup yang tidak sehat, ditandai oleh aktivitas fisik yang kurang, pola makan tinggi lemak, serta kebiasaan istirahat yang kurang. Seluruh pasien mengonsumsi makanan yang disediakan keluarga, dan sebagian besar belum pernah menjalani tindakan operasi atau kateterisasi jantung. Data yang dihasilkan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa gaya hidup pasien PJK sangat dipengaruhi oleh faktor sosiodemografis seperti usia lanjut, rendahnya pendidikan, dan status pekerjaan. Rendahnya tingkat aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang tidak seimbang termasuk masalah utama yang dapat memperburuk kondisi pasien. Hal ini menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang konsisten dan berkelanjutan kepada pasien dan keluarga, serta perlunya pengembangan program promotif dan preventif oleh fasilitas kesehatan untuk mendukung perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Hubungan Kecanduan Telepon Pintar (Smartphone Addiction) Dengan Kecenderungan Perilaku Phone Snubbing (Phubbing) Pada Remaja Kelas X Di SMAN 3 Tuban Dinda Ailsa Vania; Padoli; Anita Joeliantina; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1987

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kecanduan smartphone tertinggi di dunia, dengan lebih dari 19% remaja mengalami kecanduan. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam durasi online remaja, dari 7,27 jam menjadi 11,6 jam per hari (peningkatan 59,7%) pada 2.933 remaja yang disurvei di 34 provinsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan smartphone dengan kecenderungan perilaku phubbing remaja di SMAN 3 Tuban. Desain penelitian ini diklasifikasikan sebagai studi correlational dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 251 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 154 siswa yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner SAS-SV dan PS. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian terhadap 154 siswa SMAN 3 Tuban menunjukkan bahwa sebagian besar berada pada tingkat kecanduan smartphone sedang sebanyak 97 orang (63%), dengan kecenderungan perilaku phubbing hampir setengahnya berada pada kategori sedang sebanyak 50 orang (32,5%). Uji Spearman Rank Correlation dengan taraf signifikansi <0,05, menghasilkan nilai p-value <0,001, menandakan hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dan perilaku phubbing, dengan koefisien korelasi -0,595 yang menunjukkan hubungan kuat dan negatif. Kecanduan smartphone di kalangan remaja telah menjadi fenomena global yang memengaruhi dinamika sosial sehari-hari. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya perilaku phubbing, di mana remaja lebih memilih interaksi digital daripada komunikasi langsung dengan orang di sekitarnya. Kondisi ini menyoroti perlunya pendidikan digital yang seimbang dan dorongan untuk membangun kesadaran akan pentingnya koneksi antarmanusia di era teknologi yang kian mendominasi.
Kepatuhan Minum Obat dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kenjeran Surabaya Anjarsari, Ranum; Padoli, Padoli; Waluyo, Kiaonarni Ongko
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.31

Abstract

ABSTRAK         Hipertensi merupakan penyakit kronis dan menahun yang hanya bisa dikontrol dengan rutin minum obat. Minum obat berpengaruh untuk keberhasilan terapi dan terkontrolnya tekanan darah. Klien apabila tidak rutin minum obat akan berdampak pada kesehatannya yaitu komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal bahkan kematian. Hal ini dapat menyebabkan kualitas hidup pasien hipertensi menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Kenjeran Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan besar sampel 83 orang yang dipilih dengan accidental sampling. Pengukuran kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner MMAS-8 dan pengukuran kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF. Data yang terkumpul dianalisis univariat untuk mendeskripsikan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar patuh dalam minum obat 64,1% dan sebagian besar kualitas hidup pasien hipertensi baik 87,1%. Pada kesehatan secara umum sebagian besar baik 61,4%,pada domain fisik sebagian besar buruk 74,6%, pada domain psikologis sebagian besar buruk 54,2%, pada domain sosial sebagian besar baik 71,0%, pada domain lingkungan sebagian besar baik 65,0%. Untuk itu diharapkan pada pasien hipertensi untuk selalu patuh dalam minum obat dan rutin kontrol tekanan darah untuk menjadikan kualitas hidup yang baik. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup   ABSTRACT         Hypertension is a chronic disease that can only be controlled by taking medication regularly. Taking medication affects the success of therapy and controlled blood pressure. If the client does not take medication regularly, it will have an impact on his health, namely complications such as heart disease, kidney failure and even death. This can cause the quality of life of hypertensive patients to decrease. The purpose of this study was to determine adherence to medication and quality of life in hypertensive patients at the Kenjeran Public Health Center Surabaya. The type of research used in this research is quantitative with descriptive design research method using a cross sectional approach. The population in this study were hypertensive patients with a sample size of 83 people who were selected by accidental sampling. Measuring medication adherence using the MMAS-8 questionnaire and measuring quality of life using WHOQOL-BREF. The data collected were analyzed univariately to describe medication adherence and quality of life of patients. The results of this study showed that most of them were obedient in taking medication 64.1% and most of the quality of life of hypertensive patients was good 87.1%. In general health, mostly good 61.4%, in the physical domain mostly bad 74.6%, in the psychological domain mostly bad 54.2%, in the social domain mostly good 71.0%, in the environmental domain mostly good 65.0%. For this reason, it is expected that hypertensive patients will always be obedient in taking medication and regularly control blood pressure to make a good quality of life Keywords: Hypertension, Compliance with Medication, Quality of Life
Co-Authors 1Isma Wahyu Safitri Abda Abda Agnes Valencia Noviar Alberta, LT Aldila Rizma Amalia Aldila Rizma Amalia Alfatik, Fatma Alif Nurul Lailia Alit Armini, Ni Ketut Anita Joeliantina Anjarsari, Ranum Aprillya Nilla Pertiwi Ardita Novia Imanda Ariffatul Azizah Aulia Alifiah, Ninda Putri budi setiawan, indra BUDI UTOMO Cahyono, Intim Delika Afriana Citra Devi Rosida Kurniawati Dinda Ailsa Vania Dini Septiya Karina Dwi Utari Widiastuti Endah Suprihatin Esti Yunitasari Fatimah - Zahra Febiayuni, Nabila Happy April Yanita Hepta Nur Anugraheni Hepta Nur Anugrahini Husna, Halimah Fatayatul Imanda, Ardita Novia Indriatie Indriatie Indriatie Indriatie, Indriatie Irine Christiany, Irine Jati Dara Anragani Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Suwito Jujuk Proboningsih, Jujuk Kiaonarni Ongko W Kiaonarni Ongko Waloya, Kiaonarni Ongko Kurnia Rahmawati Rahmawati Kurnia Rahmawati Rahmawati Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto L.T Alberta Luthfiyah, Sari MARIA BINTANG Miftah, Givensyah MINARTI Minarti Minarti Minarti Minarti Mohamad Roni Alfaqih Nadilla Azzaaulia Nikmatul Fadilah Nita Tri Septiana Noer Saudah Noer Saudah, Noer Nur Aini Lutfi Rahmawati Nur Aini Luthfi Rahmawati Nur Hasanah Nur Hasanah NUR HASANAH Nur Hidayati Nur Khasanah Nurhasanah Nuryati . Ongko Waluyo, Kiaonarni Puspita Dewi, Teresia Retna Putri Adita Wahono Ragayasa, Adivtian Rengganis, Anisa Suryaning riny pujiyanti riskiani, putriari Rossy Sinta Nurbaya Safira Nahar Fitriana Fitriana Setyorini, Dhiana Shafa Isnaeldha, Athaya Soelistyowati, Endang Suharyono Suharyono Supriyanto Syahrina Nur Mufida Syaifuddin Kurnianto Tanto Hariyanto Teresia Retno Puspitadewi Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Titik Sumiatin Trianaka Ficta Rochmah Widyastuti, Dwi Utari Wuryaningsih, Sri Hardi