Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Self Management dengan Tekanan Darah pada Klien Hipertensi di Desa Jantiganggong Kecamatan Perak Kabupaten Jombang Ariffatul Azizah; Padoli Padoli; Joko Suwito
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i3.36

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia. Tekanan darah akan meningkat seiring dengan pola hidup yang tidak sehat. Salah satu upaya dalam mengendalikan hipertensi agar mencegah terjadinya komplikasi yaitu dengan self management hipertensi. Self management merupakan kemauan atau kemampuan seseorang dalam mempertahankan atau mengubah perilaku tertentu untuk meningkatkan dan melindungi kesehatannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan self management terhadap tekanan darah pada klien hipertensi di Desa Jantiganggong Kecamatan Perak Kabupaten Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien hipertensi di Desa Jantiganggong Kecamatan Perak Kabupaten Jombang dengan jumlah sampel 54 klien. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengisi kuisioner self management hipertensi dan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan sphygmomanometer. Setelah data terkumpul dianalisis menggunakan tabel dengan distribusi frekuensi. Untuk mengetahui hubungan antara self management dengan tekanan darah menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan nilai signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya memiliki self management cukup (64,8%) dan sebagian besar memiliki tekanan darah dalam kategori hipertensi derajat 1 (51,9%). Terdapat hubungan antara self management dengan tekanan darah Hasil analisis didapatkan nilai p value = 0,000 p< 0,05 dimana apabila seseorang memiliki self management yang baik maka tekanan darah akan terkontrol dengan baik. Untuk itu diharapkan pada klien hipertensi agar dapat melakukan pola hidup yang lebih baik lagi sehingga tekanan darah dapat terkontrol dengan baik. Kata Kunci : Self Management, Tekanan Darah, Hipertensi ABSTRACT Hypertension is one of the most common diseases in Indonesia. Blood pressure will increase along with an unhealthy lifestyle. One of the efforts in controlling hypertension in order to prevent complications by self-management of hypertension. Self-management is a person's willingness or ability to maintain or change certain behaviors to improve and protect their health. The purpose this study was to determine the relationship of self-management to blood pressure in hypertensive clients in Jantiganggong Village, Perak District, Jombang Regency. The type of research used is descriptive correlation with cross sectional approach and uses accidental sampling technique. The population in this study were all hypertensive clients in Jantiganggong Village, Perak District, Jombang Regency with a total sample of 54 clients. Data collection instruments in this study were carried out by filling out hypertension self-management questionnaire and measuring blood pressure using a sphygmomanometer. After the data collected were analyzed using table with frequency distribution. To determine the relationship between self-management and blood pressure using the Spearman Rho correlation test with a significant value of 0.05. The results showed that almost all of them had sufficient self-management (64.8%) and most had blood pressure in the category 1 hypertension (51.9%). There is a relationship between self-management and blood pressure. The results of the analysis obtained p value = 0.000 p <0.05, where if someone has good self-management, blood pressure will be well controlled. For this reason, it is expected that hypertensive clients can carry out healthy lifestyle so that blood pressure can be controlled. Keywords : Self Management, Blood Pressure, Hypertension
IDENTIFIKASI DIAGNOSA KEPERAWATAN PADA KLIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS Aprillya Nilla Pertiwi; Dwi Utari Widiastuti; Hepta Nur Anugraheni; Padoli Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i3.42

Abstract

ABSTRAK Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah kerusakan fungsi ginjal yang bersifat irreversibel dimana terjadi kegagalan kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan, dan elektrolit. GGK ditandai dengan ketidakseimbangan cairan yang masuk dan yang dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi diagnosa keperawatan pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Populasi dalam penelitian ini adalah klien GGK dengan terapi hemodialisis di ruang hemodialisa RSI Jemursari Surabaya dengan besar sampel 20 klien yang diambil dengan teknik consecutive sampling . Variabel dalam penelitian adalah diagnosa keperawatan. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner berupa format pengkajian keperawatan, rekam medis klien dan daftar diagnosa keperawatan. Metode pengambilan data dengan cara wawancara dan obsevasi. Hasil penelitian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan dianalisis secara deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klien GGK seluruhnya mengalami diagnosa Hipovolemia bd gangguan mekanisme regulasi dan diagnosa risiko ketidakseimbangan elektrolit b.d disfungsi ginjal. Diharapkan klien melakukan pembatasan asupan cairan dan diet yang ketat , disertai motivasi keluarga kepada klien. Kata Kunci : GGK, Diagnosa Keperawatan GGK IDENTIFICATION OF NURSING DIAGNOSES IN CHRONIC RENAL FAILURE CLIENTS THAT ARE UNDERGOING HEMODIALYSIS THERAPY ABSTRACT Chronic Kidney Failure (CKD) is an irreversible damage to kidney function where there is a failure of the body's ability to maintain metabolic, fluid, and electrolyte balance. CKD is characterized by an imbalance of fluid intake and output. The purpose of this study was to identify nursing diagnoses in clients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy. The population in this study were CKD clients with hemodialysis therapy in the hemodialysis room of RSI Jemursari Surabaya with a sample size of 20 clients who were taken by consecutive sampling technique. The variable in the study is nursing diagnoses. The data collection instrument was a questionnaire in the form of a nursing assessment format, client medical records and a list of nursing diagnoses. Methods of collecting data by means of interviews and observations. The research results are presented in the frequency distribution table and analyzed descriptively. The results showed that all CKD clients had a diagnosis of hypovolemia related to impaired regulatory mechanisms and a diagnosis of risk of electrolyte imbalance related to kidney dysfunction. It is expected that the client will restrict fluid intake and strict diet, accompanied by family motivation to the client. Keywords : CKD, Nursing Diagnosis of CKD
PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI PADA IBU DI POSBINDU KANTIL PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA Putri Adita Wahono; Nurhasanah; Padoli Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i2.43

Abstract

ABSTRAK Hipertensi masih menjadi tantangan terbesar yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan. Kondisi ini sering kali tidak disadari dan tidak memiliki gejala spesifik, sehingga memicu timbulnya masalah kesehatan lain bahkan kematian bagi penderita yang tidak mengetahui tentang hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan tentang hipertensi pada ibu di pos pembinaan terpadu Kantil Pucangan Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sewu Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang berkunjung ke Posbindu Kantil Puskesmas Pucang Sewu Surabaya dengan besar sampel 44 orang yang dipilih secara accidental sampling. Variabel penelitian adalah pengetahuan tentang hipertensi. Instrument pengumpulan data terdiri dari kuesioner karakteristik ibu dan kuesioner pengetahuan hipertensi. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah, disajikan dalam bentuk tabel, dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan prosentasi, dianalisis secara deskriptif dan diinterpretasikan secara kualitatif, . Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya Ibu memiliki pengetahuan baik, dan hampir setengahnya memiliki pengetahuan kurang tentang hipertensi. Diharapkan petugas kesehatan Puskesmas agar lebih intensif dalam memberikan promosi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan ibu tentang hipertensi. Kata kunci: Pengetahuan, Hipertensi. Knowledge of Hypertension in Mothers at Posbindu Kantil Public Health Center Pucang Sewu Surabaya ABSTRAC Hypertension is still the biggest challenge that is often found in health services. This condition is often not realized and has no specific symptoms, thus triggering other health problems and even death for patients who do not know about hypertension. This study aims to identify knowledge about hypertension in mothers at the integrated development post of Pucangan Kantil Working Area of ​​Pucang Sewu Public Health Center Surabaya. This study uses descriptive research using a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who visited the Posbindu Kantil Puskesmas Pucang Sewu Surabaya with a sample size of 44 people selected by accidental sampling. The research variable is knowledge about hypertension. The data collection instrument consisted of a maternal characteristics questionnaire and a hypertension knowledge questionnaire. The data that has been collected is then processed, presented in tabular form, analyzed using frequency and percentage distributions, analyzed descriptively and interpreted qualitatively. The results showed that almost half of the mothers had good knowledge, and almost half had less knowledge about hypertension. It is expected that the health workers of the Puskesmas to be more intensive in providing health promotion in order to increase the mother's knowledge about hypertension.. Keywords: Knowledge, Hypertension.
TINDAKAN MENGURANGI MUAL DAN MUNTAH KLIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI 1Isma Wahyu Safitri; Padoli Padoli; Teresia Retno Puspitadewi
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i1.44

Abstract

Kemoterapi merupakan salah satu bentuk pengobatan kanker yang sering dan dipilih terutama untuk mengatasi kanker stadium lanjut lokal maupun metastase. Dari banyaknya efek samping dari kemoterapi, mual muntah adalah hal yang paling sering dikeluhkan oleh klien kemoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat mual muntah dan tindakan mengurangi mual muntah pada klien yang menjalani kemoterapi di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 29 klien. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan Mei 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klien di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur yang menjalani kemoterapi yaitu hampir setengahnya mengalami mual muntah sedang (41%) dan sebagian kecil mengalami mual muntah berat (21%). Serta seluruhnya menggunakan antiemetik (100%) dan hampir setengahnya (42%) dikombinasikan dengan penggunaan teknik relaksasi dalam mengurangi mual dan muntah. Diharapkan klien kanker mampu mengurangi mual dan muntah dari efek samping kemoterapi dengan metode lain selain menggunakan antiemetik yaitu teknik relaksasi, suplementasi herbal, massase/pijat, teknik akupuntur, terapi musik dan imajinasi terbimbing. Kata Kunci : Mual, muntah, kanker, kemoterapi ACTIONS TO REDUCE NAUSEA AND VOMITING IN CANCER PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY ABSTRACT Chemotherapy is one of the most common forms of cancer treatment and is chosen primarily to treat locally advanced or metastatic cancer. Of the many side effects of chemotherapy, nausea and vomiting is the most frequently complained by chemotherapy clients. The purpose of this study was to determine the degree of nausea and vomiting and actions to reduce nausea and vomiting in clients undergoing chemotherapy at the Indonesian Cancer Foundation, East Java Branch. This study uses a descriptive research method with a questionnaire. The number of samples in this study were 29 clients. The sampling technique used is purposive sampling. Data collection was carried out in May 2019. The results showed that clients at the Indonesian Cancer Foundation East Java who underwent chemotherapy, almost half experienced moderate nausea and vomiting (41%) and a small proportion experienced severe nausea and vomiting (21%). And all of them used antiemetics (100%) and almost half (42%) were combined with the use of relaxation techniques to reduce nausea and vomiting. It is hoped that cancer clients will be able to reduce nausea and vomiting from chemotherapy side effects with other methods besides using antiemetics, namely relaxation techniques, herbal supplementation, massage/massage, acupuncture techniques, music therapy and guided imagination. Keywords: Nausea, vomiting, cancer, chemotherapy
KEPATUHAN OLAHRAGA PADA KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PACAR KELING SURABAYA Agnes Valencia Noviar; Supriyanto; Padoli Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i3.47

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan terapi pada klien diabetes melitus salah satunya ditentukan dari kepatuhan untuk melakukan olahraga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan olahraga pada klien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah klien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pacar Keling Surabaya, besar sampel 100 klien yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kepatuhan olahraga. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul disajikan dalam table distribusi frekuensi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (61%) klien diabetes melitus tipe 2 tidak patuh melakukan olahraga. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat lebih intens dalam memberikan penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya olahraga pada klien diabetes melitus. dan melibatkan keluarga dalam memberikan pelayanan keperawatan untuk meningkatkan kepatuhan olahraga klien. Kata kunci : Kepatuhan, Olahraga, Diabetes Melitus Tipe 2 EXERCISE ADHERENCE IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS CLIENTS IN PACAR KELING PUSKESMAS SURABAYA ABSTRACT The success of therapy in diabetes mellitus clients is determined by adherence to exercise. The purpose of this study was to determine exercise compliance in clients with type 2 diabetes mellitus. This study used a descriptive method. The population of this study were clients with type 2 diabetes mellitus at the Paddy Keling Public Health Center, Surabaya, with a sample size of 100 clients who were selected using a consecutive sampling technique. The variable in this study is exercise compliance. The instrument of this research used a questionnaire. The data collected is presented in a frequency distribution table and analyzed descriptively. The results showed that most (61%) clients with type 2 diabetes mellitus did not comply with exercise. It is expected that health workers, especially nurses, are more intense in providing health education about the importance of exercise for clients with diabetes mellitus. and involve the family in providing nursing services to improve the client's exercise compliance. Keywords : Adherence, Exercise, Type 2 Diabetes Mellitus
Aktivitas Fisik Pada Lansia Hipertensi Di Posyandu Lansia Kelurahan Pacar Kembang Surabaya Aldila Rizma Amalia; Nur Hasanah; Padoli Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i2.48

Abstract

ABSTRAK Aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit kronis, termasuk salah satunya adalah hipertensi. Peningkatan aktivitas fisik berupa olahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah menjadi normal dan menurunkan risiko serangan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis, lama waktu dan frekuensi aktivitas fisik pada lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dan sampel pada penlitian ini adalah lansia yang terdiagnosis hipertensi di Posyandu Lansia RW 09 Kelurahan Pacar Kembang wilayah kerja Puskesmas Pacar Keling Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan besar sampel sebanyak 20 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi melakukan aktivitas fisik jenis kombinasi yaitu senam, bersepeda dan berjalan kaki dan sebagian kecil hanya melakukan satu macam aktivitas seperti senam, bersepeda dan berjalan kaki. Sebagian besar lansia melakukan aktivitas fisik selama > 30 menit, sebagian kecil lama waktu aktivitas fisik < 15 menit dan 15-30 menit. Setengahnya lansia hipertensi melakukan aktivitas fisik dengan frekuensi < 3 kali, sebagian kecil frekuensi aktivitas fisik 3-5 kali dan hampir setengahnya frekuensi aktivitas fisik >5 kali. Diharapkan lansia lebih meningkatkan lagi aktivitas fisik olahraga yang sesuai dengan tuntunan petugas kesehatan. Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Aktivitas Fisik PHYSICAL ACTIVITY FOR ELDERLY HYPERTENSION AT ELDERLY INTEDRATED SERVICE POST RW 09 KELURAHAN PACAR KEMBANG WORK AREA OF PUSKESMAS PACAR KELING SURABAYA ABSTRACT Lack of physical activity is a risk factor for various chronic diseases, including hypertension. Increased physical activity in the form of regular exercise can lower blood pressure to normal and reduce the risk of hypertension attacks. The purpose of this study was to identify the type, duration and frequency of physical activity in the elderly with hypertension. This research uses a descriptive method. The population and sample in this study were the elderly diagnosed with hypertension at the Posyandu Lansia RW 09, Paddy Kembang Village, the working area of ​​the Paddy Keling Health Center Surabaya. The sampling technique used was quota sampling with a sample size of 20 elderly people. The results showed that most of the hypertensive elderly did a combination type of physical activity, namely gymnastics, cycling and walking and a small proportion only did one type of activity such as gymnastics, cycling and walking. Most of the elderly do physical activity for > 30 minutes, a small portion of the duration of physical activity < 15 minutes and 15-30 minutes. Half of hypertensive elderly perform physical activity with a frequency of < 3 times, a small portion of the frequency of physical activity 3-5 times and almost half the frequency of physical activity > 5 times. It is expected that the elderly will further increase physical activity in sports in accordance with the guidance of health workers. Keywords: Hypertension, Elderly, Physical Activity.
FAKTOR PENYEBAB PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI Alif Nurul Lailia; Sri Hardi Wuryaningsih; Endah Suprihatin; padoli padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i3.50

Abstract

ABSTRAK Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang optimal pada bayi . Menurut Riset Kesehatan Dasar (2018), menyatakan di Indonesia jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 37,3%, bayi yang mendapatkan MP-ASI sebelum berumur 6 bulan sebanyak 9,3% dan 3,3% bayi mendapatkan ASI prodominan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel adalah ibu yang memberikan makanan dan minum selain ASI di wilayah kerja puskesmas pacarkeling Surabaya sejumlah 50 sampel diambil menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara dan kuisioner. Analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang memberikan MP-ASI dini memiliki pengetahuan yang cukup (63%). Ibu yang bekerja diluar rumah sebagian besar sebanyak (63%). petugas kesehatan tidak mendukung kepada ibu tentang pemberian MP-ASI pada usia bayi dibawah 6 bulan sebanyak 100%. Diharapkan peran petugas kesehatan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang pemberian MP-ASI lebih dari 6 bulan di masyarakat. Kata kunci : MP-ASI, pengetahuan, pekerjaan ibu dan dukungan petugas kesehatan. ABSTRACT Giving weaning food (MP-ASI) since a 6-month-old baby is one of the factors that influence optimal growth and development in infants. According to Basic Health Research (2018), states in Indonesia the number of babies who get exclusive breastfeeding is 37.3%, babies who get MP-ASI before 6 months of age are 9.3% and 3.3% of babies get prodominan breast milk. This research is a descriptive study. Samples are mothers who provide food and drink in addition to breast milk in the working area of ​​Surabaya pacarkeling health center with 50 samples taken using the total sampling method. Data was collected by interviews and questionnaires. Data analysis used frequency distribution tables. The results showed that mothers who provided weaning food had sufficient knowledge (63%). The majority of mothers who work outside the house (63%). health workers provide support to mothers about giving MP-ASI at the age of babies over 6 months as much as 100%. It is expected that the role of health workers will increase the frequency of extension workers about the provision of MP-ASI for more than 6 months. Keywords: MP-ASI, knowledge, mother's work and support of health workers
PERILAKU KELUARGA DALAM RISIKO PENULARAN TUBERKULOSIS PARU PADA ANGGOTA KELUARGA Devi Rosida Kurniawati; Padoli Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i2.51

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat Indonesia, karena merupakan salah satu penyakit menular yang angka kejadiannya selalu meningkat. Di Puskesmas Pucag Sewu Surabaya tahun 2015 terdapat 36 klien dan tahun 2016 terdapat 42 klien Tb Paru dengan BTA positif. Kenaikan tersebut diakibatkan oleh faktor perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga dalam risiko penularan tuberkulosis paru pada anggota keluarga. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan kepada 15 keluarga yang anggota keluarganya terdiagnosis Tb Paru di wilayah kerja Puskesmas Pucang Sewu Surabaya. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah Kuesioner dan checklist. Teknik pengumpulan data dengan pengisian kuisioner tentang pengetahuan dan sikap serta observasi tindakan dengan menggunakan ceklist..dan menggunakan metode wawancara. Analisis deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi dan narasi untuk mendiskripsikan perilaku keluarga terhadap risiko penularan tuberkulosis paru, serta diinterpretasikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (67%) pengetahuan anggota keluarga baik, dan sebagian besar (60%) memiliki sikap tidak setuju dalam hal risiko penularan, dan 73% tidak melakukan tindakan dalam risiko penularan. Diharapkan tenaga kesehatan puskesmas lebih intens dalam memberikan informasi tentang risiko penularan Tb Paru pada klien dan keluarganya untuk mencegah penularan TB paru. Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Risiko Penularan dan Perilaku Keluarga DAILY BEHAVIOR IN A FAMILY IN THE RISK OF THE CONTAGION OF LUNGS TUBERCULOSIS TO THE FAMILY MEMBERS IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is still a health problem in Indonesian society, because it is one of the infectious diseases whose incidence is always increasing. In Pucag Sewu Public Health Center, Surabaya, in 2015 there were 36 clients and in 2016 there were 42 clients of pulmonary TB with positive smear. The increase was caused by behavioral factors. The purpose of this study was to determine the knowledge, attitudes and actions of families in the risk of pulmonary tuberculosis transmission to family members. This study is a descriptive study conducted on 15 families whose family members were diagnosed with pulmonary TB in the working area of ​​Pucang Sewu Public Health Center Surabaya. The data collection instruments in this study were questionnaires and checklists. Data collection techniques by filling out questionnaires about knowledge and attitudes and observing actions using a checklist and using the interview method. Descriptive analysis using frequency distribution tables and narratives to describe family behavior towards the risk of pulmonary tuberculosis transmission, and interpreted qualitatively. The results showed that most (67%) of family members had good knowledge, and most (60%) had a disapproval attitude regarding the risk of transmission, and 73% did not take action on the risk of transmission. It is expected that health center health workers will be more intense in providing information about the risk of transmission of pulmonary TB to clients and their families to prevent transmission of pulmonary TB. Key Words : Lungs Tuberculosis, Risk of Contagion and, The Behavior of the Family
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS PACAR KELING SURABAYA Jati Dara Anragani; Padoli Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i2.70

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan secara total dan dapat berakibat pada kualitas hidup pasien yang merupakan tujuan utama perawatan. Saat seseorang menderita diabetes melitus maka pasien akan mulai mengontrol pola makan dan aktifitas serta program pengobatan. Dukungan keluarga merupakan bentuk peran aktif bagi penatalaksaan perawatan diabetes melitus sehingga kualitas hidupnya dapat meningkat.Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup ditinjau dari empat domain (kesehatan fisik, kesehatan psikologi, hubungan sosial, dan lingkungan) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pacar Keling Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan waktu cross-sectional.Jumlah populasi adalah 50 pasien diabetes melitus tipe 2.Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 45 responden.Insstrumen penelitian menggunakan kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan WHOQOL-BREF. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi ρ = 0,05. Hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup domain kesehatan fisik (ρ value: 0,045), domain kesehatan psikologi (ρ value: 0,041), domain hubungan sosial (ρ value: 0,041), domain lingkungan (ρ value: 0,038) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup ditinjau dari empat domain (kesehatan fisik, kesehatan psikologi, hubungan sosial, dan lingkungan) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pacar Keling Surabaya. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup bagi pasien diabetes melitus tipe 2. Kata kunci: Diabetes melitus tipe 2, dukungan keluarga, kualitas hidup ABSTRACT Diabetes mellitus type 2 is a chronic disease that can not be cured completely and can result in the patient's quality of life is the ultimate goal of treatment. When a person has diabetes, the patients will begin to control their diet and activity as well as treatment programs. Family support is a form of an active role for the treatment of diabetes mellitus containment procedures so that the quality of life can be improved. The purpose of this study was to analyze the relationship between family support and quality of life in terms of four domains (physical, psychological, social relationships, and environment) in patients with diabetes mellitus type 2 in the Puskesmas Pacar Keling Surabaya. The used method was descriptive-analytic with cross-sectional time approach. Total population was 50 patients with diabetes mellitus type 2. The sampling technique using consecutive sampling. The number of sample was 45 respondents. Instrumen research used Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) questionnaires and WHOQOL-BREF. The statistical test used was Spearman Rank correlation test with significance level ρ= 0.05. The data analysis showed that there is relationship between family support with the quality of life in physical domain (ρ value: 0.045), the domain of = psychology (ρ value: 0.041), the domain of social relationships (ρ value: 0.041), the environmental domain (ρ value: 0.038) in patients with diabetes mellitus type 2. There is a relationship between family support and quality of life in terms of four domains (physical, psychological, social relationships, and environment) in patients with type 2 diabetes mellitus in the Puskesmas Pacar Keling Surabaya. It is advisable to conduct further research on the factors that can affect the quality of life for patients with diabetes mellitus type 2. Keywords: Diabetes mellitus type 2, family support, quality of life
AKTIVITAS FISIK PADA KLIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG ANYAR SURABAYA Kurnia Rahmawati Rahmawati; Padoli Padoli; Anita Joeliantina Joeliantina
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v15i2.72

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah tekanan darah tinggi dimana tekanan darahnya diatas 140/90 mmHg. Pada orang yang terkena hipertensi jika tidak aktif melakukan kegiatan aktivitas fisik cenderung mempunyai frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Aktivitas fisik juga dapat menjaga kestabilan tekanan darah pada klien hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas fisik pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Anyar Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 60 klien. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2021 dengan kuesioner modifikasi International Physical Activity Questionaire (IPAQ). Hasil dari penelitian ini didapatkan sebagian besar (51.7%) memiliki tingkat aktivitas fisik ringan, hampir setengahnya (45%) aktivitas fisik sedang, sebagian kecil (3.3%) aktivitas fisik berat. Jenis aktivitas fisik sebagian besar (63.3%) melakukan aktivitas fisik kombinasi antara aktivitas fisik sehari-hari dan aktivitas aerobik. Frekuensi aktivitas fisik sebagian besar (73.3%) jarang, sebagian kecil (20%) kadang-kadang (5%), sering (1,7%) tidak pernah. Lama waktu beraktivitas hampir seluruhnya 90% beraktivitas 20-60 menit/hari dengan aktivitas sehari-hari, setengahnya (50%) berktivitas <20 menit/hari dengan aktivitas olahrag aerobik. Tekanan darah pada klien hipertensi hampir seluruhnya (90%) mengalami hipertensi. Diharapkan klien hipertensi dapat meningkatkan aktivitas fisik agar tekanan darah dapat terkontrol dalam keadaan normal atau stabil. Kata Kunci : Hipertensi, Aktivitas fisik ABSTRACT Hypertension is high blood pressure where the blood pressure is above 140/90 mmHg. In people with hypertension, they are not active in physical activity. Physical activity can also maintain blood pressure stability in hypertensive clients. The purpose of this study was to determine the physical activity of hypertensive clients in the Gunung Anyar Public Health Center, Surabaya. This type of research is a descriptive study with a cross sectional approach and using a accidental sampling technique with a sample size of 60 clients. Data collection was carried out in April 2021 with a modified International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). The results of this study found that most of the 51.7% had a light physical activity level, almost half 45% moderate physical activity, a small proportion of 3.3% heavy physical activity. Most of the types of physical activity 63.3% did a combination physical activity daily and aerobic activity. The frequency of physical activity was mostly 73.3% rarely, a fraction of 20% sometimes, 5% often, 1.7% never. Almost 90% of the time spent doing their activities 20-60 minutes with daily activities, half of which 50% did <20 minutes / day with aerobic exercise activities. Blood pressure almost was 90% of clients have hypertension. It is expected that clients with hypertension can increase physical activity so that blood pressure can be controlled in normal or stable conditions. Keywords : Hypertension, Physical Activity
Co-Authors 1Isma Wahyu Safitri Abda Abda Agnes Valencia Noviar Alberta, LT Aldila Rizma Amalia Aldila Rizma Amalia Alfatik, Fatma Alif Nurul Lailia Alit Armini, Ni Ketut Anita Joeliantina Anjarsari, Ranum Aprillya Nilla Pertiwi Ardita Novia Imanda Ariffatul Azizah Aulia Alifiah, Ninda Putri budi setiawan, indra BUDI UTOMO Cahyono, Intim Delika Afriana Citra Devi Rosida Kurniawati Dinda Ailsa Vania Dini Septiya Karina Dwi Utari Widiastuti Endah Suprihatin Esti Yunitasari Fatimah - Zahra Febiayuni, Nabila Happy April Yanita Hepta Nur Anugraheni Hepta Nur Anugrahini Husna, Halimah Fatayatul Imanda, Ardita Novia Indriatie Indriatie Indriatie Indriatie, Indriatie Irine Christiany, Irine Jati Dara Anragani Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Suwito Jujuk Proboningsih, Jujuk Kiaonarni Ongko W Kiaonarni Ongko Waloya, Kiaonarni Ongko Kurnia Rahmawati Rahmawati Kurnia Rahmawati Rahmawati Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto L.T Alberta Luthfiyah, Sari MARIA BINTANG Miftah, Givensyah MINARTI Minarti Minarti Minarti Minarti Mohamad Roni Alfaqih Nadilla Azzaaulia Nikmatul Fadilah Nita Tri Septiana Noer Saudah Noer Saudah, Noer Nur Aini Lutfi Rahmawati Nur Aini Luthfi Rahmawati NUR HASANAH Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Hidayati Nur Khasanah Nurhasanah Nuryati . Ongko Waluyo, Kiaonarni Puspita Dewi, Teresia Retna Putri Adita Wahono Ragayasa, Adivtian Rengganis, Anisa Suryaning riny pujiyanti riskiani, putriari Rossy Sinta Nurbaya Safira Nahar Fitriana Fitriana Setyorini, Dhiana Shafa Isnaeldha, Athaya Soelistyowati, Endang Suharyono Suharyono Supriyanto Syahrina Nur Mufida Syaifuddin Kurnianto Tanto Hariyanto Teresia Retno Puspitadewi Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Titik Sumiatin Trianaka Ficta Rochmah Widyastuti, Dwi Utari Wuryaningsih, Sri Hardi