Claim Missing Document
Check
Articles

Kepatuhan Minum Obat Pada Klien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonokusumo Surabaya Febiayuni, Nabila; Ongko Waluyo, Kiaonarni; padoli, Padoli; Minarti, Minarti
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.35

Abstract

ABSTRAK  Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Klien hipertensi harus memahami dan menumbuhkan kesadaran diri terhadap penyakitnya, dan melakukan perawatan mandiri seperti salah satunya patuh minum obat antihipertensi. Semakin patuh klien saat mengkonsumsi obat maka tekanan darah akan terkontrol dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada klien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Wonokusumo Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik accidental sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh klien hipertensi yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Wonokusumo Surabaya dengan jumlah sampel 85 klien. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dari Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data yang diperoleh kemudian di analisis dikode, dan ditabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 50,6% memiliki tekanan darah kategori tahap 1 dan sebagian kecil 14,1% memiliki tekanan darah kategori tahap 2, pada tingkat kepatuhan minum obat sebagian besar 57,6% klien hipertensi tidak patuh dan hampir setengahnya 42,4% klien patuh minum obat hipertensi. Klien dan keluarga diharapkan dapat mendukung untuk selalu melakukan pengontrolan tekanan darah dengan rutin serta patuh dalam melakukan pengobatan hipertensi. Kata Kunci : Kepatuhan, Tekanan Darah, Hipertensi ABSTRACT  Hypertension or high blood pressure is an increase in systolic blood pressure over 140 mmHg and diastolic blood pressure over 90 mmHg. Hypertension clients should understand and cultivate self-awareness of the disease, and perform self-care such as one of them obediently taking antihypertension drugs. The more obedient the client when taking the drug then the blood pressure will be well controlled. Theadvice of this study is to find out tingkat  compliance  taking  drugs  in hypertension clients at work area of Wonokusumo Public Health Center Surabaya.The type of research used is descriptive research with a cross sectional  approach  and  using  accidental sampling techniques.  The population  in  this study  was  all  hypertension  clients  who  conducted  examinations  at  Wonokusumo Health Center  Surabaya  with a sample number of  85  clients. Data  collection    using  questionnaires  from the Morisky Medication Adherence Scale  (MMAS). The result showed that most of the 50.6% had stage 1 category blood pressure and a small percentage of 14.1% had stage 2 category blood pressure, at the level of adherence to taking medications most of the 57.6% of hypertensive clients were non-compliant and almost half of 42.4% of clients were obedient to take hypertension medications. Families is hoped that can support clients to always control blood pressure regularly and be obedient in treating hypertension.  Keywords : Compliance, Blood Pressure, Hypertension
Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Klien Asma Di Wilayah Kerja Puskesmas Tulangan Kabupaten Sidoarjo riskiani, putriari; Padoli, Padoli; Kiaonarni Ongko W
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.37

Abstract

ABSTRAK Serangan asma menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya stress. Selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Kecemasan mengakibatkan penurunan fungsi dari Suprachiasmatic Nukleus (SCN) di hypothalamus yang mengakibatkan gangguan pada ritme sirkadia membuat klien asma mengalami kualitas tidur buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Klien Asma Di Wilayah Kerja Puskesmas Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh klien asma yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Tulangan Kabupaten Sidoarjo berjumlah 78 klien dengan jumlah sampel 65 klien. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probalility Sampling dengan metode Accidental Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan Zung Self Rating Anxiety Scale dan kuesioner kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji hipotesis Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengahnya klien asma (40,0%) mengalami kecemasan sedang dan sebagian besar klien asma (55,4%) mengalami kualitas tidur buruk. Ada hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur klien asma. (P value=0,002) dimana ketika klien semakin cemas maka kualitas tidur semakin buruk. Klien asma hendaknya tetap menjaga dan mengelola mood dengan baik, menciptakan suasana tidur yang nyaman, minum obat asma sesuai anjuran dokter, sehingga tidak terjadi kecemasan dan kualitas tidur tidak buruk. Kata Kunci : Asma, Kecemasan, Kualitas Tidur ABSTRACT Asthma attacks are one of the trigger factors for stress. It can also exacerbate existing asthma attacks. Anxiety causes a decrease in the function of the Suprachiasmatic Nucleus (SCN) in the hypothalamus which results in disturbances in circadian rhythms making asthmatic clients experience poor sleep quality. The purpose of this research is to find out Relationship Of Anxiety With Sleep Quality Of Asthma Clients In The Working Area Of Puskesmas Tulangan Kabupaten Sidoarjo. This research uses quantitative research with correlational descriptive design research method using cross sectional approach. The population in this study were all asthmatic clients who did examinations at the Puskesmas Tulangan Kabupaten Sidoarjo totaling 78 clients with a sample of 65 clients. The sampling technique used is Non-Probability Sampling with the Accidental Sampling method. The data collection instrument used the Zung Self Rating Anxiety Scale anxiety questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index sleep quality questionnaire. The data obtained were then analyzed using the Chi-Square hypothesis test. The results of this study showed that almost half of asthmatic clients (40.0%) experienced moderate anxiety and most asthmatic clients (55.4%) experienced poor sleep quality. There is a relationship between anxiety and sleep quality of asthmatic clients. (P value = 0.002) where when the client gets more anxious, the sleep quality gets worse. Asthma clients should maintain and manage mood well, create a comfortable sleeping atmosphere, take asthma medication as recommended by the doctor, so that anxiety does not occur and sleep quality is not bad. Keywords : Asthma, Anxiety, Sleep Quality
Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di Bumi Cabean Asri Sidoarjo Shafa Isnaeldha, Athaya; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.39

Abstract

Pemeriksaan Payudara Sendiri adalah tindakan memeriksa kondisi payudara sendiri, tindakan inidilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara untuk mengetahui perubahan yang terjadi padapayudara. Kini kanker payudara terjadi pada remaja. Hal ini disebabkan karena gaya hidup remaja yang tidak sehat dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki remaja tentang SADARI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja putri tentang payudara sendiri (SADARI) untuk deteksi dini kanker payudara di Bumi Cabean Asri Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 67 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik Random Sampling. Peneliti dalam mengumpulkan data penelitian dari responden menggunakan kertas yang berisi kuesioner dan dibagikan melalui rumah ke rumah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian remaja putri (47%) memiliki pengetahuan yang cukup, dan sebagian kecil (16%) memiliki pengetahuan yang baik. Sebagian besar remaja putri (54%) memiliki sikap yang positif dan sebagian kecil (46%) memiliki sikap yang negatif. Remaja putri diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan cara mengikuti pendidikan kesehatan seperti seminar tentang SADARI, maupun menambah wawasan melalui buku, maupun majalah, ataupun media massa dan diharapkan dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin agar dapat mendeteksi secara dini terjadinya kanker payudara.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Nurul Khoir Surabaya Alfatik, Fatma; Padoli, Padoli; Minarti, Minarti
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.40

Abstract

ABSTRAK              Penyakit skabies yaitu kondisi pada kulit yang tidak hanya dapat menjadi penyebab infeksi akan tetapi juga sangat mengganggu. Pasien akan lebih sering menggaruk setiap saat, akibat adanya tungau skabies di bawah kulit. Penyakit skabies terjadi karena personal hygiene yang kurang baik di kalangan santri, seperti adanya kebiasaan santri saling pnjam-meminjam alat dan bahan perlengkapan mandi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santri dengan besar sampel 60 orang yang dipilih dengan accidental sampling. Instrumen pengumpulan data pengetahuan personal hygiene dan kejadian skabies menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Setelah data terkumpul dianalisis menggunakan tabel dengan  distribusi frekuensi. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan personal hygiene dan kejadian skabies menggunakan uji chi-square dengan nilai signifikan 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 33 orang (55,0%) mengalami tingkat pengetahuan tentang personal hygiene buruk dan hampir setengahnya 27 orang (45,0%) mengalami kejadian skabies. Ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies p value=0,046 p<0,05, dimana pengetahuan santri tentang personal hygiene yang kurang meningkatkan kejadian skabies. Disarankan kepada santri untuk mengikuti penyuluhan tentang pengetahuan personal hygiene di Puskesmas. Santri yang terkena skabies segera dilaporan ke Puskesmas. Kata Kunci : Skabies, Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene, Kejadian Skabies ABSTRACT             Scabies is a skin condition that can not only cause infection but can also be very annoying. Patients will scratch more often every time, due to the presence of scabies mites under the skin. Scabies disease occurs due to poor personal hygiene among students, such as the habit of students borrowing tools and toiletries. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge about personal hygiene and the incidence of scabies. The type of research used in this research is quantitative with descriptive design research method using a cross sectional approach. The population in this study were students with a sample size of 60 people who were selected by accidental sampling. The instrument for collecting data on personal hygiene knowledge and the incidence of scabies used questionnaires and observation sheets. After the data collected were analyzed using a table with a frequency distribution. To determine the relationship between knowledge of personal hygiene and the incidence of scabies using the chi-square test with a significant value of 0.05. The results showed that most of the 33 people (55.0%) experienced a level of knowledge about poor personal hygiene and almost half of them 27 people (45.0%) experienced the incidence of scabies. There is a relationship between the level of knowledge about personal hygiene with the incidence of scabies p value = 0.046 p <0.05, where the knowledge of students about personal hygiene that does not increase the incidence of scabies. It is recommended for students to take part in counseling about personal hygiene knowledge at the Puskesmas. Students who are affected by scabies are immediately reported to the Puskesmas. Keywords : Scabies, Personal Hygiene Knowledge Level, Scabies Incident
Faktor Risiko Terjadinya Miopia Pada Siswa Di SMA Negeri 11 Surabaya Trianaka Ficta Rochmah; Supriyanto; Padoli, Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.41

Abstract

ABSTRAK  Miopia merupakan kelainan refraksi dimana sinar sejajar yang datang ke mata dalam keadaan tidak berakomodasi dibiaskan pada satu titik di depan retina. Faktor risiko miopia yakni genetik, faktor perilaku membaca buku, menonton TV,  dan penggunaan gadget. Miopia banyak dialami oleh siswa pada tingkat Sekolah Menengah Umum dibanding dengan kelompok usia lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko terjadinya miopia pada siswa di SMA Negeri 11 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 176 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 24 Mei 2019. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (53%)  siswa mengalami miopia, dan sebagian besar (74%) adanya faktor genetik mengalami miopia. Hampir seluruhnya (92%) siswa yang mengalami miopia memiliki perilaku membaca buku yang buruk. sebagian besar (64%) siswa dengan perilaku menonton TV yang buruk, sebagian besar (74%) siswa dengan penggunaan gadget yang buruk. Diharapkan siswa mengetahui faktor risiko terjadinya miopia dan cara memperhatikan kesehatan mata dengan baik serta tidak melakukan perilaku yang dapat mengakibatkan miopia. Kata Kunci: Miopia, Faktor Risiko, Siswa   ABSTRACT  Myopia is a refractive error in which parallel rays that come into the eye in an unaccommodated state are refracted at a point in front of the retina. Risk factors for myopia are genetics, behavioral factors for reading books, watching TV, and using gadgets. Myopia is more experienced by students at the high school level compared to other age groups. The purpose of this study was to determine the risk factors for myopia in students at SMA Negeri 11 Surabaya. This research is a descriptive study using a questionnaire. The number of samples in this study were 176 students. The sampling technique used is probability sampling. Data collection was conducted on May 24, 2019. The results showed that most (53%) students had myopia, and most (74%) had myopia with genetic factors. Almost all (92%) students who have myopia have poor reading behavior. most (64%) students with bad TV viewing behavior, most (74%) students with poor use of gadgets. It is expected that students know the risk factors for myopia and how to pay attention to eye health properly and not to engage in behaviors that can cause myopia. Key words: Myopia, Risk Factors, Student
Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Pada Anak Usia Sekolah Di Mi Plus Al- Islam Dagangan Husna, Halimah Fatayatul; Proboningsih, Jujuk; padoli, Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.91

Abstract

PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MI PLUS AL- ISLAM DAGANGAN MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT BALANCED NUTRITION IN SCHOOL-AGE CHILDREN AT MI PLUS AL-ISLAM DAGANGAN ABSTRAK Gizi buruk dan overweight merupakan salah satu permasalahan kesehatan di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah tersebut tidak hanya terjadi pada balita, tetapi juga pada anak usia sekolah. Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan overweight adalah tidak seimbangannya asupan nutrisi yang dikonsumsi anak. Penyebab tersebut dapat terjadi salah satunya karena pengetahuan ibu yang kurang tetang gizi seimbang pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah di MI Plus Al-Islam Dagangan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah ibu siswa kelas 1 sampai kelas 4 di MI Plus Al-Islam Dagangan sebanyak 203 ibu, dengan besar sampel 148. Sampel diambil dengan quota sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dengan jumlah 10 soal dan diolah dengan analisa presentase serta disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentasi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah  dengan kriteria kurang terdapat 10 ibu (6,8%), kriteria cukup 38 ibu (25,7%), dan kriteria baik 100 ibu (67,5%), dari total 148 ibu. Hasil penelitian ini menununjukkan usia ibu mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu, pendidikan mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu, dan pekerjaan tidak mempengruhi tingkat pengetahuan ibu. Diharapkan untuk ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan kurang dapat meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti sosialisasi atau penyuluhan tentang kesehatan anak yang dilakukan di Puskesmas Dagangan. Bagi ibu yang sudah memiliki pengetahuan baik, diharapkan dapat melaksanakan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang agar anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu, Gizi Seimbang  ABSTRACT Malnutrition and overweight are health problems in several developing countries, including Indonesia. This problem does not only occur in toddlers, but also in school-age children. One of the causes of malnutrition and overweight is an imbalance in the intake of nutrients consumed by children. One of these causes can occur due to mothers' lack of knowledge about balanced nutrition in school-age children. This study aims to determine mother's knowledge about balanced nutrition in school-age children at MI Plus Al-Islam Dagangan. The research design used is descriptive. The population of this study were 203 mothers of grade 1 to 4 students at MI Plus Al-Islam Dagangan, with a sample size of 148. Samples were taken by quota sampling. Data was collected by means of a questionnaire with a total of 10 questions and processed by percentage analysis and presented in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that 10 mothers (6.8%) had sufficient knowledge about balanced nutrition in school-age children, 38 mothers (25.7%) had sufficient criteria, and 100 mothers (67.5%) had good criteria, of the total 148 mothers. The results of this study indicate that the mother's age affects the mother's knowledge level, education affects the mother's knowledge level, and work does not affect the mother's knowledge level. It is expected that mothers who have sufficient and less knowledge can increase their knowledge by participating in socialization or counseling about child health which is carried out at the Dagangan Health Center. For mothers who already have good knowledge, it is hoped that they can carry out the fulfillment of balanced nutritional needs so that children grow and develop optimally. Keywords: Knowledge, Mother, Balanced Nutrition
Pengetahuan Petugas Pariwisata Tentang Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Tenggelam Di Wisata Pemandian Pacet Mojokerto budi setiawan, indra; padoli, padoli; Ongko Waluyo, Kiaonarni; Widyastuti, Dwi Utari
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.94

Abstract

ABSTRAK  Angka kematian akibat insiden tenggelam yang masih tinggi disebabkan karena kontribusi dari faktor sistem pertolongan dan penanganan awal. Banyak kejadian korban pertolongan pertama yang justru meninggal dunia atau menderita kecacatan karena kurang pemahaman petugas dalam memberikan pertolongan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Pengetahuan Petugas Pariwisata Tentang Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Tenggelam Di Wisata Pemandian Pacet Mojokerto. Jenis penelitian ini deskriptif, melibatkan  60 Petugas pariwisata. Hasil penelitian didapatkan Sebagian besar (55%) petugas pariwisata memiliki pengetahuan pertolongan pertama cukup, hamper setengahnya memiliki pengetahuan baik (18%) dan Kurang (16%). Diharapkan petugas pariwisata lebih banyak mencari informasi tentang pertolongan pertama pada tenggelam dari berbagai sumber dan mengikuti berbagai pelatihan gawat darurat terutama penanganan pertama pada kejadian tenggelam. Kata Kunci : Pengetahuan, Petugas Pariwisata, Kegawatdaruratan, Tenggelam ABSTRACT  The high mortality rate due to drowning incidents is inseparable from the contribution of the rescue and initial care system. Many incidents of first aid victims who actually died or suffered disabilities due to the lack of understanding of officers in providing assistance. The purpose of this study was to identify the Knowledge of Tourist Officers About First Aid in Drowning Emergencies at Pacet Mojokerto Bathing Tour. This type of research is descriptive, involving 60 tour workers. The results showed that most (55%) tour workers had sufficient first aid knowledge, almost half had good knowledge (18%) and less (16%). It is expected that tourism officers seek more information about first aid in drowning from various sources and attend various emergency training, especially the first handling of drowning incidents.             Keywords: Knowledge, Tourism Officer, Emergency, Drowning
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Diagnosis Kanker Pada Klien Kanker Payudara Di Wilayah Kerja Puskesmas Waru Sidoarjo Rengganis, Anisa Suryaning; Padoli; Christiany, Irine
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.95

Abstract

ABSTRAK        Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling umum terjadi pada wanita. Penderita kanker payudara biasa ditemukan pada stadium lanjut disebabkan adanya keterlambatan diagnosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan diagnosis kanker pada klien kanker payudara. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita penderita kanker payudara yang berkunjung untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Waru Sidoarjo dan ukuran sampel 30 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Dalam mengumpulkan data penelitian menggunakan kuesioner yang nantinya akan disebarkan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan wanita kanker payudara sebagian besar (51,4%) mengalami keterlambatan diagnosis rendah. Pasien dengan keterlambatan rendah adalah mereka terdeteksi stadium 1 (72,2%), sebagian besar memiliki pengetahuan penyakit kanker payudara yang cukup (69,2%) dan mengalami ketakutan tinggi terhadap penyakit (75,0%). Diharapkan klien rutin melakukan deteksi dini menggunakan cara SADARI dan  sesegera mungkin memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika merasakan adanya benjolan atau gejala kanker payudara.   Kata Kunci: Kanker Payudara, Keterlambatan Diagnosis   ABSTRACT Breast cancer is one of the most common cancers in women. Breast cancer patients are usually found at an advanced stage due to a delay in diagnosis. The purpose of this study was to determine the factors that influence the delay in cancer diagnosis in breast cancer clients. This type of research is descriptive with a cross sectional approach. The population in this study were women with breast cancer who visited to check themselves to the Puskesmas Waru Sidoarjo and a sample size of 30 people selected by accidental sampling technique. In collecting research data using a questionnaire that will be distributed to respondents. The results showed that most breast cancer women (51.4%) experienced a low delay in diagnosis. Patients with low delay are those detected at stage 1 (72.2%), most have sufficient knowledge of breast cancer (69.2%) and experience high fear of the disease (75.0%). It is expected that clients routinely conduct early detection using SADARI and as soon as possible check themselves to a health care facility if they feel a lump or symptoms of breast cancer. Keywords: Breast Cancer, Delayed Diagnosis
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Rw 03 Desa Berbek Waru Sidoarjo Aulia Alifiah, Ninda Putri; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli; Indriatie, Indriatie
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.106

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan minum obat adalah suatu bentuk perilaku yang timbul akibat adanya interaksi anatara petugas kesehatan dan pasien sehingga pasien mengerti rencana dengan segala konsekuensinya dan menyetujui rencana tersebut serta melaksanakannya. Terapi dengan obat merupakan kunci utama untuk mengontrol tekanan darah. Pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan pasien mengkonsumsi obat darah tinggi dan melakukan modifikasi gaya hidup.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pasien hipertensi di RW 03 Desa Berbek Waru Sidoarjo terdapat 45 orang. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan variabel tekanan darah. Dalam mengumpulkan data penelitian dari pasien hipertensi menggunakan kuesioner yang nantinya akan disebarkan kepada pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (63%) patuh minum obat,  dan mengalami hipertensi stage 1 (65%). Ada  hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi, Dimana pasien yang patuh minum obat cenderung mengalami tekanan darah yang terkendali atau stabil.  Diharapkan masyarakat tetap menjaga dan memertahankan kepatuhan dalam minum obat anti hipertensi, peran keluarga juga diharapkan untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam mengikuti aturan minum obat serta Tindakan nonfarmakalogi yang lain agar terhindar terjadinya hipertensi berat. Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Tekanan Darah Pasien Hipertensi ABSTRACT Medication adherence is a form of behavior that arises as a result of interactions between health workers and patients so that patients understand the plan with all its consequences and agree to the plan and carry it out. Drug therapy is the key to controlling blood pressure. Treatment of hypertension is influenced by patient compliance with taking high blood pressure medication and making lifestyle modifications. The purpose of this study was to determine the relationship between compliance with taking medication with blood pressure in hypertensive patients. This type of research is quantitative with a Cross Sectional approach. The population of hypertension patients in RW 03 Berbek Village Waru Sidoarjo was 45 people. There are two variables in this study, namely the variable of adherence to taking medication for hypertensive patients and the variable of blood pressure. In collecting research data from hypertension patients using a questionnaire which will be distributed to hypertension patients. The results showed that most (63%) were compliant with taking medication, and experienced stage 1 hypertension (65%). There is a relationship between adherence to taking medication with blood pressure in hypertensive patients, where patients who adhere to taking medication tend to experience controlled or stable blood pressure. It is hoped that the community will maintain and maintain compliance in taking anti-hypertensive drugs, the role of the family is also expected to provide support to patients in following the rules of taking medication and other non-pharmacalogical actions to avoid severe hypertension.  Keywords: Adherence to Taking Medication, Blood Pressure of Hypertensive Patients
Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur (Wus) Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo Imanda, Ardita Novia; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli; Ragayasa, Adivtian
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.107

Abstract

Deteksi dini kanker serviks adalah pemeriksaan untuk menemukan kanker di leher rahim, dar sejak perubahan awal sel (dysplasia) sampai dengan pra kanker. Setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual beresiko terkena kanker serviks sehingga diperlukannya deteksi dini sebagai langkah awal melihat kelainan pada area serviks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 102 wanita usia subur (WUS) di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo yang dipilih dengan pusposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap terhadap deteksi dini kanker servik. Analisa data pada penelitian dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir setengahnya (48%) memiliki pengetahuan cukup dan hampir setengahnya (35%) Wanita usia subur memiliki pengetahuan yang baik, Sebagian besar (54%) memiliki sikap negatif dan hampir setengahnya (46%) memiliki sikap positif terhadap deteksi dini kanker serviks. Diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan promosi kesehatan khususnya tentang kanker serviks dan pencegahannya untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks.
Co-Authors 1Isma Wahyu Safitri Abda Abda Agnes Valencia Noviar Alberta, LT Aldila Rizma Amalia Aldila Rizma Amalia Alfatik, Fatma Alif Nurul Lailia Alit Armini, Ni Ketut Anita Joeliantina Anjarsari, Ranum Aprillya Nilla Pertiwi Ardita Novia Imanda Ariffatul Azizah Aulia Alifiah, Ninda Putri budi setiawan, indra BUDI UTOMO Cahyono, Intim Delika Afriana Citra Devi Rosida Kurniawati Dinda Ailsa Vania Dini Septiya Karina Dwi Utari Widiastuti Endah Suprihatin Esti Yunitasari Fatimah - Zahra Febiayuni, Nabila Happy April Yanita Hepta Nur Anugraheni Hepta Nur Anugrahini Husna, Halimah Fatayatul Imanda, Ardita Novia Indriatie Indriatie Indriatie Indriatie, Indriatie Irine Christiany, Irine Jati Dara Anragani Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Suwito Jujuk Proboningsih, Jujuk Kiaonarni Ongko W Kiaonarni Ongko Waloya, Kiaonarni Ongko Kurnia Rahmawati Rahmawati Kurnia Rahmawati Rahmawati Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto L.T Alberta Luthfiyah, Sari MARIA BINTANG Miftah, Givensyah MINARTI Minarti Minarti Minarti Minarti Mohamad Roni Alfaqih Nadilla Azzaaulia Nikmatul Fadilah Nita Tri Septiana Noer Saudah Noer Saudah, Noer Nur Aini Lutfi Rahmawati Nur Aini Luthfi Rahmawati Nur Hasanah NUR HASANAH Nur Hasanah Nur Hidayati Nur Khasanah Nurhasanah Nuryati . Ongko Waluyo, Kiaonarni Puspita Dewi, Teresia Retna Putri Adita Wahono Ragayasa, Adivtian Rengganis, Anisa Suryaning riny pujiyanti riskiani, putriari Rossy Sinta Nurbaya Safira Nahar Fitriana Fitriana Setyorini, Dhiana Shafa Isnaeldha, Athaya Soelistyowati, Endang Suharyono Suharyono Supriyanto Syahrina Nur Mufida Syaifuddin Kurnianto Tanto Hariyanto Teresia Retno Puspitadewi Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Titik Sumiatin Trianaka Ficta Rochmah Widyastuti, Dwi Utari Wuryaningsih, Sri Hardi