Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisa Penggunaan CDI Racing Programmable Pada Mesin Sepeda Motor Jupiter Z 110 Cc Nazaruddin Nazaruddin; Weriono Weriono
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CDI racing programmble merupakan komponen yang banyak di jumpai di pasaran otomotif. Penggantian CDI racing programmmble bertujuan untuk meningkatkan performa kinerja mesin. Penelitian Analisa penggunaan CDI racing programmble dilakukan pada mesin sepeda motor Jupiter Z 110 cc. Pengujian dilakukan pada empat kondisi yaitu CDI Standar, CDI racing programmable maping 20, CDI racing programmable maping 25, CDI racing programmable maping 30. Parameter yang dicari adalah torsi, daya dan konsumsi bahan bakar.Variasi putaran pada putaran mesin 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, rpm. Perbandingan torsi tertinggi di dapat pada variasi CDI racing programmable maping 30 yaitu 9,26 N.m pada putaran mesin 3349 rpm dan daya paling besar juga dihasilkan oleh CDI racing programmable maping 30 yaitu 7,9 HP pada putaran mesin 7624 rpm dikarenakan penggunaan CDI racing programmble menghasilkan pengapian yang lebih besar dari standarnya. Sehingga proses pembakaran akan menjadi lebih cepat di ruang bakar. Konsumsi bahan bakar paling rendah didapat pada penggunaan CDI racing programmable maping 30 yaitu 08,25 kg/Hp. Penggunaan CDI racingprogrammble mempengaruhi konsumsi bahan bakar karena pengapian yang dihasilkan lebih besar jadi pembakaran lebih cepat dan lebih sempurna di ruang bakar.
Analisis Kekuatan Material Karet 79-81 D Akibat Pengaruh Kelenturan Weriono Weriono
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet mempunyai elastisitas dan ketahanannya yang cukup tinggi dan salah satu yang paling serbaguna dalam bahan teknik, Bahan ini merupakan pilihan yang sangat baik untuk komponen pengikat, penyekat dan anti getaran praktis. Perilakunya terhadap waktu menjadi masalah yang tidak diinginkan dalam aplikasi. Ketika regangan konstan diterapkan pada bahan karet, tegangan diatur secara bertahan dan menurun seiring berjalannya waktu yang dikenal sebagai relaksasi stres. Simulasi dengan menggunakan software Ansys terhadap lembaran karet mempunyai lebar 30 mm, 40 mm dan 50 mm. Untuk pemrosesan analisa dilakukan constrain searah sumbu – X, Y dan Z (all dof) pada daerah yang tidak mengalami pengaruh gaya gravitasi ke lembaran karet. Strip karet 30 mm dengan pemberian beban gaya gravitasi 20,4 grm (0,0204 kg) pengukuran pada panjang 100 mm, 40 mm beban gaya gravitasi 2,72 grm (0,0272 kg), 50 mm beban gaya gravitasi 3,40 grm (0,0340 kg). Kelenturan lembaran karet hardness 79 – 81 D dengan ukuran lebar 50 mm tebal 6,8 mm lebih lentur sebesar 7,8 mm, simulasi 8,049 mm dan tegangan maksimum sebesar 2,571 M.Pa dari pada lebar 30 mm dan lebar 40 mm. Tegangam maksimum mendekati tumpuan yang diberikan dan kelenturan lembaran karet terjadi pada 50% daerah dari titik terberat lembaran karet.
Investigasi Kekerasan Material Aisi 1045 Pengaruh Proses Full Annealing Menggunakan Full Factorial Design Weriono Weriono; Rinaldi Rinaldi
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendinginan merupakan faktor yang menentukan kekerasan suatu material. Ada dua media quench yang sering dgunakan yaitu media oli dan air. Quench oli adalah pendinginan yang lebih perlahan sehingga mencegah retak akibat kecepatan akspansi material dibandingkan dengan quench air. Pemaparan fenomena yang terjadi di lapangan untuk penggunaan elemen mesin yang terbuat dari baja karbon sedang AISI 1045 dibatasi pada kegagalan elemen mesin yang diakibatkan oleh beban personal atau beban mekanik. Metode Full Factorial Design of Experiment digunakan untuk mengkaji hasil uji kekerasan sesuai dengan hipotesa pengujian. Design of Experiment (DOE) telah banyak digunakan untuk menentukan faktor desain yang signifikan mempengaruhi respons target dan membangun empiris model yang mewakili hubungan antara faktor signifikan. Untuk mendapatkan respon kekerasan terhadap perlakuan panas full annealing dengan media Quenching Oil dan air sehingga pada penelitian ini digunakan material AISI 1045 dengan variasi temperatur 7500 C, 8000 C dan 8500 C. AISI 1045 hasil produksi komersial dengan memotong sebagian kemudian diambil untuk dilakukan pengujian kekerasan Metode Full Factorial Design of Experiment digunakan untuk mengkaji hasil uji kekerasan sesuai dengan hipotesa sesuai analisis varians (Anova). Respon input data full factorial design pengujian kekerasan dipengaruhi media pendingin dan temperatur proses full annealing pada material AISI 1045. Pengaruh media pendingin menghaslkan Fo,5%, 2,18= 3,55,maka Fo=26,73>3,55 menunjukan pengaruh media pendingin berpengaruh terhadap kekerasan AISI 1045 sedangkan pengaruh temperatur menghaslkan Fo, 5%, 2,18 = 3,55, maka Fo = 31,74 > 3,55 menunjukan pengaruh temperatur berpengaruh terhadap kekerasan AISI 1045. Pengaruh interaksi media pendingin terhadap temperatur menghaslkan Fo, 5%, 1,18 = 3,55, maka Fo = 6,58 > 4,41 menunjukan pengaruh media pendingin berinteraksi temperatur berpengaruh terhadap kekerasan.
Karakteristik Putaran Motor Conveyor Dengan Variasi Elemen Mesin Akibat Getaran Mekanis Weriono Weriono; Rinaldi Rinaldi; Siswo Pranoto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin penggerak conveyor terdiri dari motor, gearbox, serta conveyor sebagai alat memindahkan lumpur dengan motor 2,2 KW putaran 1400 rpm. Rangsangan gaya luar menyebabkan terjadinya getaran paksa jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa bergetar pada frekuensi ransangan. Penelitian memfokuskan pada analisa getaran pada bagian block mesin yaitu Seal input gearbox, Gear input dan Seal Output gearbox searah horizontal dengan mengukur kecepatan getaran dan temperatur yang dihasilkan. Getaran pada daerah 3 yaitu seal output gearbox mengalami peningkatan 4,95 mm/s yang tidak stabil sehingga diprediksi bahwa elemen tersebut getarannya tidak stabil dibandingkan gear input dan seal ouput gearbox sehingga perlu adanya perbaikan lebih lanjut. Daerah 2 yaitu gear input mengalami peningkatan temperatur 53,6 0C dibanding daerah 1 dan 3 tetapi elemen tersebut masih dalam kondisi stabil. Getaran terjadi pada elemen mesin berbeda beda pada setiap priode waktu serta temperatur kerja setiap elemen mesin juga mengalami perubahan setiap priode waktu.
Karakteristik Kekuatan Material Pada Baja Dengan Variasi Diameter Akibat Proses Temper Quench Weriono; Junaidi; Rinaldi
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlakuan panas pada baja mempunyai peran penting dalam upaya mendapatkan sifat-sifat tertentu yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Pemakaian baja AISI 4140 aplikasi penggunaannya connecting rod, poros engkol, fastener, as roda, alat pertambangan dan komponen alat berat. Bahan yang digunakan mensyaratkan beberapa faktor seperti kekuatan, kekerasan, ketangguhan, keuletan, tahan panas, tahan aus dan sebagainya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas baja adalah dengan perlakuan panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kekuatan bahan akibat proses perlakuan panas pada logam serta untuk mendapatkan sesuai sifat spesifikasi sesuai standar sehingga kekuatan, kekerasan, ketangguhan, dan keuletan dapat terukur. Kekerasan di bawah standard di titil radius pengukuran sudut 30o tegak (Rb) untuk d = 36 mm sampel 1 dari tepi 15 mm 21,5 HRC, d = 38 mm sampel 1 (Ra) = 20,4 HRC (Rb) = 21,5 HRC sedangkan sampel 2 (Ra) = 20,5 HRC (Rb) = 22,4 HRC. Rata – rata kekerasannya masih di dalam standard tetapi radius pengukuran sudut 30o tegak (Rb) lebih tinggi nilai kekerasannya dibandingkan arah radius tegak (Ra) dan pada titik pengukuran mendekati pusat batangan baja mempunyai harga kekerasan dibawah standard Persentasi elongation dan persentasi reduction area diameter 36 mm lebih tinggi dari diameter 38 mm. diameter 36 mm ?y = 826 MPa lebih tinggi dari diameter 38 mm ?y = 708 MPa, kondisi ini menunjukan kekuatan standard AISI 4140 ?y = 655 MPa. Kekuatan material dan kekerasan tidak seragam pada variasi diameter.
Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Tebu Bermatrik E-Glass Epoxy Dengan Metode Hand Lay-Up Isra, Adi; Weriono, Weriono; Mirfaturiqa, Mirfaturiqa; Hypocrates Sihite, Hendra
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.241

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan komposit sebagai material yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan serat ampas tebu sebagai bahan penguat. Serat ampas tebu yang berasal dari pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia dipilih karena ketersediaannya yang mudah, sifat tidak berbahaya bagi kesehatan, harganya yang terjangkau, dan kemampuannya untuk terdegradasi secara alami. Proses perlakuan serat melibatkan rendaman dalam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam, diikuti dengan metode pencetakan komposit menggunakan hand lay up dan matriks resin epoxy. Eksperimen mencakup fraksi volume komposit antara serat ampas tebu, resin epoxy (75%:25%, 65%:35%, dan 55%:45%) dengan variasi sudut 45° dan 90° , dengan uji sifat mekanik sesuai standar ASTM, yaitu Uji Tarik. Hasil uji menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume 45%:55% sudut 90o serat Tebu memiliki kekuatan tarik yang paling besar diantara fraksi yang lain.
Model Matematik Eksperimental dan Validsi Momentum Takhingga Proses Kominusi dan Fragmentasi Batubara Nasution, Lukman Hakim; Weriono, Weriono; Rinaldi, Rinaldi; Julnaidi, Julnaidi; Syafar, Syafril; Harnis, Emri Juli; Irawansyah, Purnama; Hadi, Sopyan; Akmal, Nasrol; Husnadi, Andi; Haryon, Tri
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.242

Abstract

Kominusi secara physical collision melalui prinsip linier mometum dilakukan pada sampel batubara dengan panjang 10mm, lebar dan tebal masing-masing 1mm. Jarak proses momentum adalah 100cm, tekanan udara 0.1bar hingga 3bar, dan dinding landasan berdiameter 65mm. Perubahan ukuran sampel terjadi setelah momentum, dan selanjutnya dianalisis secara matematik dengan metode penskalaan per millimeter, berfaktorkan volume dan massa material; dimana dilakukan pada kondisi sebelum dan sesudah momentum. Hasil analisis membuktikan bahwa ukuran pecahan semakin besar jika semakin jauh dari titik pusat momentum dan sebaliknya. Namun jumlah momentum akhir dan distribusi pecahan sampel tidak terdefenisikan secara matematik . Melalui metode penskalaan per millimeter yang dilakukan sebelum dan sesudah momentum berfaktorkan volume, massa dan ukuran akhir pecahan material, adalah alternatif untuk memprediksi kebutuhan energi, dan ukuran pecahan akhir yang ingin dicapai.
Komposit Hybrid Serat Tebu Bermatrik E-Glass Epoxy: Adi Isra, Weriono, Mirfaturiqa Isra, Adi; Weriono, Weriono; Mirfaturiqa, Mirfaturiqa
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan komposit sebagai material yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan serat ampas tebu sebagai bahan penguat. Serat ampas tebu yang berasal dari pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia dipilih karena ketersediaannya yang mudah, sifat tidak berbahaya bagi kesehatan, harganya yang terjangkau, dan kemampuannya untuk terdegradasi secara alami. Proses perlakuan serat melibatkan rendaman dalam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam, diikuti dengan metode pencetakan komposit menggunakan hand lay up dan matriks resin epoxy. Eksperimen mencakup fraksi volume komposit antara serat ampas tebu, resin epoxy (75%:25%, 65%:35%, dan 55%:45%) dengan variasi sudut 45° dan 90° , dengan uji sifat mekanik sesuai standar ASTM, yaitu Uji ketangguhan impak. Hasil uji menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume Resin 25%:75% Serat tebu pada sudut 90° ketebalan 1 mm memiliki ketangguhan impak yang paling besar diantara fraksi yang lain.
Efek Ukuran Terhadap Sifat Mekanik Komposit Diperkuat Serat Sabut Kelapa Weriono, Weriono; Isra, Adi
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.270

Abstract

Pengaruh ukuran terhadap kekuatan komposit laminasi yang diperkuat serat buatan telah dibahas secara luas selama perancangan struktur komposit. Dengan uji coba sebagai struktur dalam kedirgantaraan, teknik sipil, industri otomotif, penskalaan sifat komposit yang diperkuat serat tanaman harus dipelajari. Dalam makalah ini, pengaruh ukuran dan mekanisme kegagalan sifat tarik dan impak komposit yang diperkuat serat sabut kelapa dinilai. Pengaruh area, ketebalan, dan volume yang berbeda terhadap sifat tarik komposit dieksplorasi. Selain itu, mekanisme kegagalan pengaruh ukuran pada spesimen tarik diusulkan melalui morfologi kerusakan komposit. Ditemukan bahwa puntiran bundel serat memainkan peran penting dalam pengaruh ukuran ketebalan komposit. Selain itu, hubungan antara sifat impak dan pengaruh ukuran komposit dilakukan, termasuk ukuran palu, energi impak yang berbeda, dan ukuran sampel. Kurva berbagai jenis sampel impak dinormalisasi untuk memverifikasi aturan linier dalam tahap respons. Hasilnya diharapkan dapat memberikan dasar teoritis untuk desain struktural komposit yang diperkuat serat serabut kelapa.
Sifat Mekanik Sambungan Las Butt Joint Pada Plat ASTM A36 Menggunakan Las GTAW Junaidi, Abdul Khair; Isra, Adi; Pertiwi, Eka; Rinaldi; Weriono
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik sambungan las butt joint pada plat ASTM A36 menggunakan metode pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum pada spesimen 1 (40 A) lebih tinggi dibandingkan spesimen 2 (60 A), dengan nilai 440.0 MPa dan strain 18.5%, sedangkan spesimen 2 memiliki nilai kekuatan tarik 396.7 MPa dan strain 12.95%. Pada pengujian tekuk, spesimen 2 (60 A) memiliki kekuatan tertinggi sebesar 5.830,482 N dengan deformasi 14,8 mm, lebih tinggi dibandingkan spesimen 1 yang memiliki kekuatan 4.533,510 N dengan deformasi 13,3 mm. Pengujian kekerasan menunjukkan bahwa spesimen 2 (60 A) memiliki nilai kekerasan rata-rata lebih tinggi (48,2 HRA) dibandingkan spesimen 1 (45,8 HRA), terutama pada daerah HAZ. Struktur mikro spesimen 1 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan lebih banyak bainit dan martensit karena proses pendinginan yang lebih cepat, sementara spesimen 2 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan sedikit bainit dan hampir tanpa martensit akibat pendinginan yang lebih lambat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus pengelasan yang lebih rendah (40 A) menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi, sementara arus yang lebih tinggi (60 A) meningkatkan kekuatan tekuk dan kekerasan permukaan, jadi untuk material ASTM A36 dengan menggunakan sambungan butt joint lebih baik menggunakan arus 60 A.