Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Image Media to Improve Students Poetry Writing Skills in Elementary School Julianto, Indra Rasyid; Saputro, Pramisdi Winanto; Hayati, Rifa'atussalwa; Gusvita, Widya; Sintasari, Diardana Prima
Cognitive Insight in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Cognitive Insight in Education
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/cognitive.v1i1.3

Abstract

This article aims to assist elementary school teachers in teaching poetry writing skills. Writing poetry is often perceived as a challenging process that requires considerable time to implement. Moreover, writing instruction in general is frequently seen as complex due to the various cognitive demands it places on students. One of the main challenges lies in the stigma that the creative writing process must integrate both linguistic and non-linguistic elements to contribute to the cohesion of a text in an academically sound manner. This study employs a qualitative descriptive approach, focusing on the use of visual media in poetry writing instruction through a literature review. The use of images can support students, particularly at the elementary level, by offering a more engaging and innovative learning experience. Based on the analysis of 10 literature sources, visual media significantly enhance students’ poetry writing abilities. Therefore, this method may serve as an effective alternative for teachers in the instructional process and as a means to cultivate literary appreciation.
Pemanfaatan E-LKPD Berbasis Kearifan Budaya Lokal pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Lampung Utara Trikandi, Sonya; Hikmah, Nur; Sintasari, Diardana Prima
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.32388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi “Meliuk dan Menerjang” siswa SD di Lampung Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti mendeskripsikan E-KPD berbasis budaya lokal secara detail sesuai dengan fakta yang ada di sekolah yang memanfaatkan E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal. Data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yakni data yang diperoleh secara langsung berupa hasil observasi dan wawancara bersama pendidik di SD Lampung Utara, sedangkan data sekunder yakni data yang diperoleh dengan perantara meliputi dokumen bahan ajar E-LKPD dan sumber lain yang mendukung penelitian tetang E-LKPD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur pengumpulan data meliputi tahapan rencana, klasifikasi, dan penyajian data. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal dapat dilakukan pada siswa kela IV pembelajaran Bahasa Indonesia materi “Meliuk dan Menerjang” sesuai dengan nilai dan karakter kebangsaan. Pendidik dapat memanfaatkan teknologi dengan berbagai platform agar menciptakan pembelajaran yang aktif, kritis, dan inovatif. Pendidik merancang E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal memperhatikan indikator desain, meteri, dan bahasa.
Perspektif Psikologi dalam Ragam Hal Positif Keterampilan Menulis Diardana Prima Sintasari; Carissa Salwa; Muhamad Bahtiarudin; Litha Syahfira Maulana; Mita Pratiwi; Indra Rasyid Julianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3554

Abstract

Keterampilan menulis merupakan bagian integral dari keterampilan berbahasa yang tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup proses mental dan emosional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara aktivitas menulis, khususnya menulis ekspresif, dan dampaknya terhadap aspek psikologis individu. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, peneliti menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu yang membahas pengaruh menulis terhadap kesehatan mental, termasuk pengurangan stres, kecemasan, dan depresi. Penelusuran dilakukan terhadap sembilan sumber penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis, terutama dalam bentuk ekspresif, dapat menjadi sarana efektif dalam membantu individu mengelola emosi, menyalurkan perasaan negatif, serta meningkatkan kesadaran diri dan kesejahteraan psikologis. Menulis terbukti memberikan efek melalui proses katarsis dan refleksi diri, yang bermanfaat dalam mendukung ketahanan mental. Temuan ini mengimplikasikan bahwa menulis dapat diintegrasikan ke dalam intervensi psikologis dan pembelajaran untuk mendukung kesehatan mental secara menyeluruh. Oleh karena itu, menulis ekspresif layak dipertimbangkan sebagai strategi psikoedukatif yang murah, mudah diakses, dan berdampak positif bagi individu di berbagai latar belakang.
Code Switching and Code Mixing in Workplace Communication: Implications for Educational Management and Professional Development Saputro, Pramisdi Winanto; Trikandi, Sonya; Sintasari, Diardana Prima; Ina; Hayati , Rifaatussalwa; Fauzi, Aziz
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i2.1887

Abstract

This study aims to describe the forms of code switching and code mixing that occur in workplace communication and to examine their implications from an educational management perspective. A descriptive qualitative approach was employed using observation, listening, audio recording, and documentation techniques. The data consisted of five selected speech events, which revealed two instances of code switching (internal and external) and three instances of code mixing in the form of words, phrases, and clauses. The dominant languages used were Indonesian, Sundanese, Javanese, and English. The findings indicate that code switching and code mixing are influenced by conversational context, speakers’ cultural backgrounds, habitual language use, the presence of a third participant, and the formality of workplace situations. Beyond their linguistic function, these phenomena reflect social interaction patterns, cultural identity, and communication effectiveness in multilingual professional settings. From an educational management perspective, the results highlight the importance of managing language use in workplace learning, communication training, and professional development programs to support effective collaboration and inclusive learning environments.
METODE ROLE PLAYING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DRAMA DI SEKOLAH DASAR Julianto, Indra Rasyid; Saputro, Pramisdi Winanto; Hayati, Rifa'atussalwa; Gusvita, Widya; Sintasari, Diardana Prima
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v2i1.89

Abstract

This research proposes the use of role-playing as an alternative method for teaching drama skills in elementary schools, employing a literature review methodology. The concept of role-playing is grounded in proven educational theories, particularly Lev Vygotsky's emphasis on social interaction in learning. Constructivist approaches and Jean Piaget's child development theory also provide relevant foundations for developing drama skills through role-playing. Drama skills play a crucial role in shaping students' characters, boosting confidence, and instilling moral values. Implementation challenges for teaching drama skills in elementary schools include teachers' lack of understanding, resource limitations, academic pressure, and concerns related to assessment. Nevertheless, the role-playing method offers significant potential in engaging students, enhancing creativity, and improving communication skills. By incorporating these aspects, role-playing emerges as an effective and efficient method for teaching drama skills at the elementary school level.
PERAN SENTRAL GURU DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA Hafirah Tazkia Nissa; Rizqi Nur Rachmawati; Pramisdi Winanto Saputro; Diardana Prima Sintasari; Sonya Trikandi; Vicky Hidantikarnillah; Hasnah Setiani; Indra Rasyid Julianto
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Pesastra Edisi November 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v2i4.132

Abstract

Peran guru dalam meningkatkan minat literasi siswa menjadi aspek fundamental dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, dan penerapan informasi dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sentral guru dalam menumbuhkan budaya literasi di sekolah melalui pendekatan pembelajaran yang terarah bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada upaya memahami dan menafsirkan fenomena sosial melalui pengumpulan data naratif serta analisis deskriptif. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, perancang strategi, serta teladan dalam membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan. Guru tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis membaca dan menulis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar literatif melalui kegiatan seperti membaca bersama, menulis reflektif, serta diskusi berbasis teks. Selain itu, guru turut mengembangkan media pembelajaran inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua terbukti menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya literasi yang kuat. Dengan profesionalisme dan dedikasi guru, sekolah dapat melahirkan generasi pembelajar yang melek literasi, cerdas, dan adaptif terhadap tantangan global.
DINAMIKA BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI SLANG DALAM INTERAKSI MEDIA SOSIAL SEBAGAI INOVASI MATERI PEMBELAJARAN SOSIOLINGUISTIK Khoirun Nisa; Diardana Prima Sintasari; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2570

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menggeser paradigma komunikasi masyarakat modern, di mana bahasa tidak lagi dipandang sebagai sistem formal yang statis, melainkan sebagai entitas sosial yang dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang bentuk, makna, dan fungsi bahasa slang di media sosial sebagai inovasi materi pembelajaran sosiolinguistik yang relevan dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat terhadap unggahan populer di platform Instagram dan TikTok selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk slang seperti yolo, ragebait, dan delulu yang terbentuk melalui proses akronim, pemaduan kata (blending), serta pemendekan istilah (clipping). Penggunaan slang ini berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional yang intens, penguat identitas kelompok (khususnya Generasi Z dan Alfa), serta strategi komunikasi efisien yang mampu menembus batas-batas formalitas di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa gaul merupakan respon alami terhadap kecepatan interaksi media sosial yang menuntut efektivitas pesan tanpa mengabaikan aspek solidaritas sosial antarpenutur. Dinamika kebahasaan ini sangat potensial diintegrasikan sebagai materi ajar sosiolinguistik yang inovatif agar siswa dapat memahami hubungan nyata antara bahasa dan masyarakat tutur secara kritis, kontekstual, serta mampu membedakan penggunaan variasi bahasa sesuai dengan situasi sosialnya. Dengan menjadikan fenomena viral sebagai objek kajian ilmiah, pembelajaran bahasa diharapkan menjadi lebih hidup, menarik, dan mampu meningkatkan literasi digital peserta didik di tengah pesatnya perubahan zaman.
ANALISIS LINGUISTIK JUDUL BERITA CLICKBAIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LITERASI INFORMASI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN BAHASA Tiara; Diardana Prima Sintasari; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2573

Abstract

Penelitian ini menganalisis manipulasi linguistik dalam judul berita clickbait pada media online dan dampaknya terhadap kemampuan membaca informasi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap judul berita pada rentang waktu Oktober 2024 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan sengaja memanfaatkan penghilangan elemen kalimat, homonim ambigu, dan interjeksi yang bersifat persuasif guna menciptakan celah informasi untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembaca. Kegiatan ini terbukti menyebabkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat dan merusak cara berpikir serta berbicara mereka. Penelitian ini menyarankan agar analisis kritis terhadap teks media dimasukkan ke dalam kurikulum merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan kognitif siswa di zaman digital.  
ANALISIS PENGGUNAAN JARGON DALAM KOMUNITAS FOODIES SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS SOSIAL DI MEDIA SOSIAL Aziz Fauzi; Diardana Prima Sintasari; Ina Ina; Imamudin Imamudin; Widya Hamzah; Ai Nurhayati; Nafa Amandani Winata
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.104153

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pemakaian jargon di kalangan komunitas Foodies di media sosial sebagai simbol identitas sosial. Dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiolinguistik, kajian ini meneliti istilah-istilah untuk menggambarkan berbagai macam aktivitas dalam komunitas Foodies. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang termasuk ke dalam  jargon yang digunakan komunitas Foodies di media sosial, sedangkan sumber datanya berasal dari berbagai konten di TikTok, Instagram, dan YouTube. Data diperoleh melalui observasi partisipatif tidak langsung di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, dengan fokus pada kolom komentar, konten video, dan keterangan pengguna. Hasil dari analisis ini mengidentifikasi 30 istilah jargon yang dikelompokan ke dalam enam kategori; (a) ciri terhadap rasa makanan terdapat 9 data; (b) aktivitas dalam konten kuliner terdapat 6 data; (c) resep masakan terdapat 5 data; (d) nilai estetika terdapat 4 data; (e) jenis makanan terdapat 3 data; dan (f) waktu makan terdapat 3 data. Setiap istilah mencerminkan makna sosial, nuansa emosional, dan pembangunan identitas di dalam ekosistem digital yang berkaitan dengan kuliner. Penelitian ini menunjukkan bahwa jargon bukan hanya berfungsi untuk mendeskripsikan makanan, melainkan juga memengaruhi cara orang menentukan posisi diri, berinteraksi, dan memengaruhi orang lain di dunia maya. Dengan demikian, jargon memiliki peranan penting dalam memperkuat solidaritas, eksklusivitas, dan nilai simbolis di antara para Foodies. Temuan ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik dengan memberikan pemahaman bagaimana bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi diri dan pertunjukan budaya di komunitas digital