Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Stainless Steel Crown pada Perawatan Pendahuluan Gigi Molar Pertama Permanen Muda: Keunggulan versus Kekurangan Warizky, Nanda T.; Jeffrey, Jeffrey
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.53402

Abstract

Abstract: Stainless steel crown (SSC) is a type of crown made from a dental alloy or stainless steel anatomically shaped and easily adaptable to extensively damaged teeth. This SSC can be utilized not only for deciduous teeth but also for young permanent teeth. This literature review aimed to further discuss the role of SSC as a preliminary treatment for young permanent first molars. Data search was conducted on electronic databases such as Google Scholar, NCBI (Pubmed), and Science Direct using the keywords "Stainless Steel Crown" and "Young Permanent Dentition." Previous research suggests that the use of SSC as a preliminary treatment for young permanent first molars is considered highly effective and suitable as a temporary restoration before definitive treatment was performed. In conclusion, it is proven that stainless steel crowns can maintain the function of severely damaged molars in children and adolescents until definitive treatment can be performed. This is attributed to the high success rate and long-term durability of stainless steel crown. Keywords: stainless steel crown; preliminary treatment; young permanent teeth   Abstrak: Stainless steel crown (SSC) adalah jenis mahkota yang terbuat dari paduan logam dental (alloy) atau baja tahan karat berbentuk anatomi gigi dan mudah dibentuk untuk diadaptasikan pada gigi yang mengalami kerusakan luas. Jenis restorasi ini tidak hanya dapat digunakan pada gigi sulung, namun juga untuk gigi permanen muda. Tujuan pembuatan literature review ini untuk membahas lebih lanjut mengenai peran SSC sebagai perawatan pendahuluan pada gigi molar pertama permanen muda. Penelusuran data dilakukan pada basis data elektronik seperti Google Scholar, NCBI (Pubmed), dan Science Direct dengan penentuan kata kunci “Stainless Steel Crown” dan “Young Permanent Dentition”. Penelitian sebelumnya mengemukakan bahwa penggunaan SSC sebagai perawatan pendahuluan pada gigi molar pertama permanen muda dinilai sangat baik dan layak digunakan sebagai restorasi sementara sebelum perawatan definitif dilakukan. Simpulan review ini ialah terbukti bahwa stainless steel crown dapat mempertahankan fungsi gigi molar yang mengalami kerusakan parah baik pada anak maupun remaja sampai perawatan prostetik defnitif dapat dilakukan. Hal ini disebabkan karena stainless steel crown memiliki keberhasilan yang tinggi dan ketahanan jangka panjang. ​Kata kunci: stainless steel crown; perawatan pendahuluan; gigi permanen muda
Diagnosis dan Penatalaksanaan Mesiodens pada Anak: Laporan Kasus Maryam, Khaulah; Jeffrey, Jeffrey
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57704

Abstract

Abstract: Mesiodens are supernumerary teeth or extra teeth that grow between two maxillary central incisors, often found in children with mixed dentition. Appropriate management in cases of mesiodens needs to be carried out, because mesiodens can cause various complications. We reported a 13-year-old boy who came to RSGM Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) with complaints of messy front teeth and an excess tooth appearing between the two incisors of the upper jaw. The patient underwent treatment in the form of mesiodens extraction, followed by continuous observation for one year after treatment. Evaluation one year after treatment showed excellent results. It is recommended that extraction of mesiodens be carried out as soon as possible. Removal of the mesiodens at a young age will minimize the need for orthodontic therapy and additional surgical intervention in the future. Keywords: tooth extraction; mesiodens; supernumerary teeth    Abstrak: Mesiodens adalah supernumerary teeth atau gigi berlebih yang tumbuh di antara kedua insisif sentral rahang atas, sering dijumpai pada anak dengan periode gigi campuran. Penatalaksanaan yang tepat pada penanganan kasus mesiodens perlu dilakukan, karena mesiodens dapat menyebabkan beragam komplikasi. Kami melaporkan kasus seorang anak laki-laki berusia 13 tahun datang ke RSGM Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dengan keluhan gigi depannya berantakan dan adanya gigi berlebih yang muncul di antara kedua gigi seri rahang atasnya. Pasien dilakukan perawatan berupa ekstraksi mesiodens, dilanjutkan dengan observasi berkelanjutan selama satu tahun pasca perawatan. Evaluasi satu tahun setelah perawatan menunjukkan hasil yang sangat baik. Ekstraksi mesiodens direkomendasikan untuk dilakukan sesegera mungkin. Pencabutan mesiodens pada usia muda akan meminimalkan kebutuhan terapi ortodontik maupun intervensi bedah tambahan di kemudian hari. Kata kunci:  ekstraksi gigi; mesiodens; supernumerary teeth  
Manajemen Klinis Fenestrasi Apikal pada Gigi Sulung: Laporan Kasus Ramadhan, Moh S. S.; Jeffrey, Jeffrey
e-GiGi Vol. 14 No. 1 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i1.64784

Abstract

Abstract: Apical fenestration is a defect in the apical region of a tooth root that penetrates the oral mucosa. Unlike dehiscence, which involves the marginal bone, fenestration is limited to the apical portion of the root and may arise from physiological or pathological processes. Although the exact cause remains unclear, several predisposing factors, including prominent root morphology, malocclusion, buccal or labial tooth position, and thin cortical bone, have been associated with its occurrence. This case report describes the management of apical fenestration in a 5-year-old male patient who presented to the Dental and Oral Hospital, Jenderal Achmad Yani University, with a complaint of the upper left primary incisor root protruding through the labial gingiva. Clinical examination revealed that the apical tip of tooth 61 had penetrated the alveolar bone and was visible intraorally as a rounded projection with surrounding erythema. The treatment consisted of extraction of the remaining root of tooth 61. Follow-up evaluation one month after surgery demonstrated satisfactory soft-tissue healing without signs of secondary infection. The management of apical fenestration in primary teeth requires accurate diagnosis and appropriate treatment to prevent complications. In this case, the clinical intervention resulted in favourable healing and periodontal improvement, demonstrating that a well-planned approach can lead to a good prognosis. Keywords: apical fenestration; extraction; soft tissue healing; primary teeth    Abstrak: Fenestrasi apikal adalah suatu defek pada daerah apikal akar gigi yang menembus mukosa mulut. Berbeda dengan dehiscence yang melibatkan tulang marginal, fenestrasi hanya terbatas pada bagian apikal akar dan dapat terjadi akibat proses fisiologis maupun patologis. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, beberapa faktor predisposisi seperti morfologi akar yang menonjol, maloklusi, posisi gigi yang lebih bukal atau labial, serta ketebalan tulang kortikal yang tipis diduga berperan dalam terjadinya kondisi ini. Laporan kasus ini menjelaskan penatalaksanaan fenestrasi apikal pada seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Achmad Yani dengan keluhan adanya bagian akar gigi insisivus sentralis kiri atas yang menonjol pada daerah gingiva labial. Pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa ujung apikal gigi 61 telah menembus tulang alveolar dan tampak secara intraoral berbentuk bulat dengan jaringan sekitarnya yang eritematosa. Perawatan yang dilakukan berupa ekstraksi sisa akar gigi 61. Evaluasi hasil perawatan setelah satu bulan menunjukkan penyembuhan jaringan lunak yang baik tanpa tanda-tanda infeksi sekunder. Penanganan fenestrasi apikal pada gigi sulung memerlukan diagnosis tepat dan terapi yang sesuai untuk mencegah komplikasi. Pada kasus ini, intervensi klinis menunjukkan hasil baik dengan penyembuhan jaringan dan perbaikan kondisi periodontal, sehingga menegaskan bahwa tata laksana yang terencana dapat memberikan prognosis yang baik. Kata kunci: fenestrasi apikal; ekstraksi; penyembuhan jaringan lunak; gigi sulung