Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Agroteksos

ANALISIS KEMISKINAN PETANI BERDASARKAN TIPOLOGI WILAYAH TEMPAT TINGGAL DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Tanaya, I Gusti Lanang Parta; Usman, Abdullah; Hidayati, Asri; Hidayanti, Anna Apriana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1045

Abstract

Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dengan penduduk miskin 27,04 persen pada tahun 2021 jauh diatas persentase penduduk miskin di Provinsi NTB yaitu 14,14 persen. Penduduk miskin ini tersebar di seluruh desa yang ada di KLU namun yang rentan berubah kategori dari tidak miskin menjadi miskin adalah penduduk yang tinggal di pulau-pulau kecil seperti Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air (Tramena). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik rumah tangga miskin berdasarkan tipologi sistem pertanian di Pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara; menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, kesehatan, aksesibilitas, kondisi ekonomi rumah tangga, dan tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pembangungan, serta aspek kewilayahan terhadap kerentanan kemiskinan di Pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara dan menganalisis perbedaan magnitude tingkat kerentanan rumah tangga miskin berdasarkan sistem pertaniannya di Pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan mengambil sampel sebanyak 90 orang yang terdiri atas 30 orang di masing-masing gili yang ada, Kerentanan kemiskinan dianalisis dengan fungsi z dan peluang terjadinya kerentanan ini dianalisis dengan Regresi Model Logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan rumah tangga terhadap kemiskinan dari perspektif mikro dipengaruhi oleh kepala rumah tangga perempuan, jumlah tanggungan rumah tangga yang besar, rendahnya tingkat pendidikan kepala rumah tangga, tingkat kesehatan kepala rumah tangga, kurangnya akses ke lembaga keuangan formal, kurangnya akses ke energi listrik, rendahnya tingkat partisipasi dalam proses pembangunan, dan rendahnya nilai asset yang dimiliki. Kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara berasosiasi dengan karakteristik wilayah, dimana rumah tangga yang berdomisili pada wilayah pegunungan memiliki kerentanan atau peluang untuk menjadi miskin lebih kecil dibanding dengan rumah tangga yang berdomisili pada wilayah pesisir dan dataran rendah. Peningkatan share sektor pertanian dan share sektor industri terhadap PDRB berpengaruh signifikan dalam mereduksi kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara, akan tetapi besar pengaruhnya berbeda. Kemudian Peningkatan harga barang dan jasa (GDP_Deflator), peningkatan PAD dan krisis moneter, berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penduduk miskin.
ANALISIS KEMISKINAN RUMAH TANGGA PETANI DURIAN LOKAL DI KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Sena, Made Arya Bratha; Mandalika, Eka Nurminda Dewi; Ayu, Candra; Hidayati, Asri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.984

Abstract

Kecamatan Lingsar merupakan salah satu sentra penghasil durian terbesar di Kabupaten Lombok. Usahatani durian lokal merupakan usahatani yang tergolong jangka panjang karena membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses usahataninya yang artinya pendapatan petani dari usahatani durian lokal tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga petani selama satu tahun penuh sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui tingkat kemiskinan rumah tangga petani durian. Kemudian dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil:(1) Rata-rata produksi durian lokal di Kecamatan Lingsar pada satu tahun musim panen yaitu sebanyak 935 buah/LLG dan 858 buah/ha dengan harga rata-rata durian lokal per buah sebesar Rp. 25.233/buah sehingga dapat diperoleh nilai produksi petani pada usahatani durian lokal dengan luas lahan garapan 1,09 Ha sebesar Rp. 23.191.667/LLG/tahun dan Rp. 21.664.821/ha/tahun. Rata-rata pendapatan usahatani yaitu sebesar Rp. 14.649.628/LLG/tahun dan Rp. 13.828.088/ha/tahun; (2) Berdasarkan Kriteria Kemiskinan Sajogyo maka keluarga petani durian lokal di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat tergolong “Hampir Miskin” karena hasil pendapatan per kapita per tahun setara beras yang di peroleh berada diantara 320-480 Kg. Kemudian berdasarkan Kriteria Bank Dunia petani durian lokal di Kecamatan Lingsar tergolong “miskin” karena pendapatan perkapita pertahun setara dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berada dibawah US$ 784,75.
THE WELFARE ANALYSIS OF CORN FARMERS' HOUSEHOLDS IN THE BUFFER AREA OF THE MANDALIKA SPECIAL ECONOMIC ZONE Hidayati, Asri; Septiadi, Dudi; Hidayanti, Anna Apriana; Febrilia, Baiq Rika Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1321

Abstract

The objective of this study is to: (1) Analyze the income of corn farmers in the buffer zone of the Mandalika Special Economic Zone (SEZ); (2) Assess the welfare levels of these farmers. The research was conducted in the buffer zone of the Mandalika SEZ, specifically in Mertak Village, Pujut District, Central Lombok Regency. This study employs a qualitative-descriptive research design. Data collection was carried out through interviews guided by questionnaires with 40 respondents, selected through accidental sampling. The data analysis techniques used in this study include: (1) Income analysis; (2) Household welfare level analysis. The results indicate that: (1) The average income from corn farming per planting season in the buffer zone of the Mandalika SEZ is IDR 11,928,400 per LLG or IDR 12,563,764 per hectare; (2) Based on the NTRP, Sajogyo, and BPS approaches, on average, corn farming households fall into the prosperous category. However, when considering distribution, 30% of farming households are still not prosperous according to the NTRP approach. Additionally, according to the Sajogyo criteria, 12.5% of households are categorized as poor, and 5% as extremely poor. Meanwhile, the BPS poverty analysis reveals that 47.5% of households are classified as poor.
STRATEGI PENGHIDUPAN RUMAHTANGGA PETANI JAGUNG MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Utama FR, Aeko Fria; Hidayati, Asri; Nursan, Muhammad; Setiawan, Rifani Nur Sindy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1455

Abstract

Komoditas jagung merupakan komoditas unggulan dan sumber pendapatan utama bagi banyak rumahtangga petani di Kabupaten Lombok Tengah. Petani di kawasan ini sangat rentan terhadap perubahan iklim. Keberlanjutan penghidupan rumah tangga petani jagung bergantung pada kemampuan mereka untuk mengadaptasi strategi penghidupan yang tangguh dan responsif terhadap perubahan lingkungan yang dinamis. Tujuan Penelitian ini adalah; 1) Mengidentifikasi modal penghidupan rumahtangga petani jagung di Kabupaten Lombok Tengah; 2) Menganalisis strategi penghidupan yang digunakan rumahtangga petani jagung menghadapi dampak perubahan iklim. Penelitian dilakukan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode mix methode. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dengan responden yang dipandu dengan kuesioner terhadap 40 responden yang ditentukan secara simple random sampling. Analisis data yang akan dipakai pada penelitian ini diantaranya adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan modal Penghidupan Petani Jagung di Kabupaten Lombok Tengah relatif memiliki variasi yang sedang, dengan distribusi aset terbesar terdapat pada modal manusia, modal fisik, dan modal sosial, sementara modal finansial dan modal alam relatif terbatas. Strategi penghidupan petani jagung terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu: a) Strategi aktif, berupa diversifikasi tanaman, penggunaan varietas tahan kekeringan, pembuatan sumur bor, penerapan pola tanam adaptif, hingga keterlibatan anggota keluarga dalam usahatani; b) Strategi pasif, meliputi pengurangan pengeluaran rumah tangga, penghematan konsumsi, hingga menjual aset kecil; c) Strategi jaringan, terutama mengandalkan bantuan sosial pemerintah (62,5%) dan dukungan keluarga/kerabat (45%), sementara akses ke kelembagaan tani (25%) dan kredit berbasis kemitraan (12,5%) masih terbatas. Hal ini memperlihatkan bahwa jaringan sosial dan dukungan eksternal menjadi pilar penting ketahanan petani, meski masih bersifat jangka pendek.
MODEL STOCHASTIC FRONTIER PADA ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PRODUKSI PADI DI WILAYAH PENYANGGA KEK MANDALIKA Setiawan, Rifani Nur Sindy; Hidayati, Asri; Hidayanti, Anna Apriana; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Jamil, Farah Ainun; Mariun, Mariun
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi di wilayah penyangga kek Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil produksi. Data primer dikumpulkan melalui survei terhadap 30 petani padi dengan metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan model Stochastic Frontier Analysis (SFA) berbasis fungsi produksi Cobb-Douglas dengan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, pupuk urea, dan bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi padi, sedangkan pupuk phonska dan pestisida tidak memberikan pengaruh nyata. Koefisien elastisitas tertinggi terdapat pada variabel luas lahan (0,722), diikuti tenaga kerja (0,216). Pupuk urea berpengaruh positif signifikan, sedangkan bibit justru berpengaruh negatif signifikan akibat penanaman bibit berlebih dalam satu lubang tanam. Nilai rata-rata efisiensi teknis petani sebesar 0,844, dengan rentang antara 0,531 hingga 0,997, yang menunjukkan bahwa mayoritas petani telah cukup efisien dalam mengelola input produksi, meskipun masih terdapat ruang perbaikan. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan efisiensi melalui penyuluhan dan pelatihan terkait dosis pestisida dan penggunaan bibit yang tepat, sehingga produktivitas padi di wilayah penelitian dapat lebih optimal. Kata kunci: efisiensi teknis, padi, Stochastic Frontier Analysis, faktor produksi