Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG DI DAERAH PENYANGGA KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA Septiadi, Dudi; Hidayati, Asri
JURNAL AGRITA Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v5i2.3806

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk; 1) menganalisis biaya dan keuntungan usahatani jagung di daerah penyangga KEK Mandalika; 2) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi jagung di daerah penyangga KEK Mandalika; 2) menganalisis efisiensi ekonomi usahatani jagung di daerah penyangga KEK Mandalika. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan dari bulan maret hingga juni 2023 di Daerah Penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa penelitian yang terpilih adalah Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dengan responden yang dipandu dengan kuesioner terhadap 30 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, serta analisis efisiensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) total biaya produksi usahatani jagung pada penelitian ini sebesar Rp. 13.401.103 per hektar per musim tanam, sedangkan nilai keuntungan usahatani jagung adalah senilai Rp. 13.502.577/hektar per musim tanam; 2) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi jagung di daerah penyangga KEK Mandalika diantaranya adalah variabel benih, pestisida dan tingkat pendidikan formal petani; 3) kegiatan usahatani jagung di daerah penyangga KEK Mandalika dinyatakan efisien secara ekonomi dan layak untuk diusahakan.
PEMANFAATAN FOOD DELIVERY E-COMMERCE UNTUK PENINGKATAN STRATEGI PEMASARAN DAN PENJUALAN UMKM MUARA RIZKI PONTIANAK Mamase, Adiyath Randy Yudi; Hidayati, Asri; Depriyani, Magdalena
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i12.1086

Abstract

Perdagangan menggunakan media internet merupakan peluang usaha yang menjanjikan. Kemudahan proses transaksi dan dukungan teknologi membuat perdagangan menggunakan media internet berkembang pesat. Food Delivery E-Commerce merupakan salah satu media internet yang sering digunakan masyarakat dalam melihat dan membeli produk makanan serta minuman. Terjadinya pergeseran perilaku belanja pada masyarakat merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku UMKM di Indonesia. Sektor bisnis UMKM ini tidak boleh lagi terjebak pada pola-pola lama dalam mengembangkan usahanya. Sayangnya, dari survei yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UMKM menyatakan sekitar 36 persen pemilik UMKM belum melek komputer dan internet, 12 persen pemilik UMKM menggunakan komputer dan internet untuk bisnis, dan hanya 6 persen saja pemilik UMKM yang sukses berbisnis online. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan yang ingin dicapai adalah membantu usaha UMKM Muara Rizki Pontianak dalam membantu untuk memasarkan dan menjual produk makanan dan minumannya di Food Delivery E-Commerce. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Tim PPM Jurusan Administrasi Bisnis Polnep ini dapat terlaksana berkat kerjasama yang baik dengan ketua dan anggota UMKM Muara Rizky. Pemateri dalam pelatihan ini adalah para dosen anggota Tim PPM Jurusan Administrasi Bisnis Polnep. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahapan, pertama persiapan, kedua pelaksanaan dan ketiga adalah evaluasi. Hasil dari kegiatan adalah peserta yang merupakan anggota UMKM Muara Rizky meningkat pengetahuannya mengenai Food Delivery E-Commerce, hal itu ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest.
PEMBERDAYAAN EKONOMI PETANI BUAH BERBASIS AGROINDUSTRI JAHE DI DESA PEMEPEK Ayu, Candra; Wuryantoro, Wuryantoro; Nursan, Muhammad; Mandalika, Eka Nurminda Dewi; Wathoni, Nurtaji; Supartiningsih, Sri; Hidayati, Asri; Yusuf, M.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30401

Abstract

Desa Pemepek merupakan salah satu desa di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, dan merupakan salah satu desa penghasil buah-buahan di Pulau Lombok. Sebagian besar lahan pertaniannya merupakan lahan bekas penambangan batu apung sehingga kurang produktif untuk usahatani tanaman pangan yang umumnya berakar pendek. Dengan kondisi demikian maka sumber penghidupan utama petani dan keluarga adalah dari tanaman buah-buahan. Namun, tanaman buah umumnya berbuah satu kali per tahun sehingga petani sering mengalami masa tidak memiliki penghasilan. Untuk itu, tanaman jahe yang banyak tumbuh di bawah tanaman buah-buahan dalam bentuk agroindustri dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi kurang produktifnya lahan pertanian dan masalah putusnya penerimaan pendapatan akibat gap periode tanaman buah-buahan yang lama. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan: meningkatkan pengetahuan masyarakat tani terhadap potensi pengembangan agroindustri berbahan baku jahe yang dapat menjamin diperolehnya pendapatan secara kontinyu sehingga meningkatkan ekonomi keluarga petani buah di Desa Pemepek. Metode yang digunakan adalah penyampain materi penyuluhan, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa para peserta menunjukkan respon yang cukup baik, serta berpartisapasi secara aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Terjadi peningkatan aspek kognitif dan afektif serta aspek psikomotorik, yakni terjadi peningkatan pengetahuan tentang manfaat agroindustri berbahan baku jahe dan keterampilan pengembangannya dalam memberikan nilai tambah dan penerimaan pendapatan keluarga petani buah sepanjang tahun. Para peserta termotivasi mengembangkan unit bisnis ini sehingga lebih berkualitas pengelolaan budidaya jahe yang selama ini tumbuh tanpa pemeliharaan yang optimal.
STRATEGI PENGHIDUPAN RUMAHTANGGA PETANI JAGUNG MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Utama FR, Aeko Fria; Hidayati, Asri; Nursan, Muhammad; Setiawan, Rifani Nur Sindy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1455

Abstract

Komoditas jagung merupakan komoditas unggulan dan sumber pendapatan utama bagi banyak rumahtangga petani di Kabupaten Lombok Tengah. Petani di kawasan ini sangat rentan terhadap perubahan iklim. Keberlanjutan penghidupan rumah tangga petani jagung bergantung pada kemampuan mereka untuk mengadaptasi strategi penghidupan yang tangguh dan responsif terhadap perubahan lingkungan yang dinamis. Tujuan Penelitian ini adalah; 1) Mengidentifikasi modal penghidupan rumahtangga petani jagung di Kabupaten Lombok Tengah; 2) Menganalisis strategi penghidupan yang digunakan rumahtangga petani jagung menghadapi dampak perubahan iklim. Penelitian dilakukan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode mix methode. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dengan responden yang dipandu dengan kuesioner terhadap 40 responden yang ditentukan secara simple random sampling. Analisis data yang akan dipakai pada penelitian ini diantaranya adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan modal Penghidupan Petani Jagung di Kabupaten Lombok Tengah relatif memiliki variasi yang sedang, dengan distribusi aset terbesar terdapat pada modal manusia, modal fisik, dan modal sosial, sementara modal finansial dan modal alam relatif terbatas. Strategi penghidupan petani jagung terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu: a) Strategi aktif, berupa diversifikasi tanaman, penggunaan varietas tahan kekeringan, pembuatan sumur bor, penerapan pola tanam adaptif, hingga keterlibatan anggota keluarga dalam usahatani; b) Strategi pasif, meliputi pengurangan pengeluaran rumah tangga, penghematan konsumsi, hingga menjual aset kecil; c) Strategi jaringan, terutama mengandalkan bantuan sosial pemerintah (62,5%) dan dukungan keluarga/kerabat (45%), sementara akses ke kelembagaan tani (25%) dan kredit berbasis kemitraan (12,5%) masih terbatas. Hal ini memperlihatkan bahwa jaringan sosial dan dukungan eksternal menjadi pilar penting ketahanan petani, meski masih bersifat jangka pendek.
MODEL STOCHASTIC FRONTIER PADA ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PRODUKSI PADI DI WILAYAH PENYANGGA KEK MANDALIKA Setiawan, Rifani Nur Sindy; Hidayati, Asri; Hidayanti, Anna Apriana; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Jamil, Farah Ainun; Mariun, Mariun
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi di wilayah penyangga kek Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil produksi. Data primer dikumpulkan melalui survei terhadap 30 petani padi dengan metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan model Stochastic Frontier Analysis (SFA) berbasis fungsi produksi Cobb-Douglas dengan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, pupuk urea, dan bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi padi, sedangkan pupuk phonska dan pestisida tidak memberikan pengaruh nyata. Koefisien elastisitas tertinggi terdapat pada variabel luas lahan (0,722), diikuti tenaga kerja (0,216). Pupuk urea berpengaruh positif signifikan, sedangkan bibit justru berpengaruh negatif signifikan akibat penanaman bibit berlebih dalam satu lubang tanam. Nilai rata-rata efisiensi teknis petani sebesar 0,844, dengan rentang antara 0,531 hingga 0,997, yang menunjukkan bahwa mayoritas petani telah cukup efisien dalam mengelola input produksi, meskipun masih terdapat ruang perbaikan. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan efisiensi melalui penyuluhan dan pelatihan terkait dosis pestisida dan penggunaan bibit yang tepat, sehingga produktivitas padi di wilayah penelitian dapat lebih optimal. Kata kunci: efisiensi teknis, padi, Stochastic Frontier Analysis, faktor produksi
TAM to Measure Electric Motorcycle Adoption Interest in West Kalimantan Hidayati, Asri; Yudimamase, Adiyath Randy; Stiawan, Henrian
Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jakman.v7i1.5347

Abstract

Purpose: This research examines the factors that affect the interest in adopting electric motorcycles in West Kalimantan, using an extended version of the Technology Acceptance Model (TAM). It explores how perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU), and crucial external variables like perceived enjoyment (PE), compatibility (C), and perceived resources (PR) affect adoption intentions. Methodology/approach: This study adopted a quantitative methodology, gathering data from an online questionnaire completed by 200 purposively sampled respondents in West Kalimantan. The collected data were subsequently analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the AMOS software, employing Maximum Likelihood (ML) estimation to test the relationships. Results/findings: The study finds that PEOU positively and significantly influences both PU and BI. PU also significantly affects adoption intentions. Crucially, external factors like PE and C were found to significantly shape these core perceptions, While PR did not show a statistically significant impact on either PEOU or PU. Conclutions: Perceived Ease of Use (PEOU) and Perceived Usefulness (PU) are the primary factors driving the intention to adopt electric motorcycles in West Kalimantan., with PEOU emerging as the most dominant factor. The extended TAM model validates that external variables like enjoyment and compatibility influence these initial perceptions, while perceived resources play a negligible role at this early stage of interest formation. Limitations: The study's non-probability sampling method and cross-sectional data collection limit generalizability. Contribution: This research provides valuable insights into technology adoption within green transportation, offering practical recommendations for manufacturers and policymakers to accelerate the transition.
PERAN AKTOR MARJINAL DAN KERENTANAN KEBERLANJUTAN USAHA PADA RANTAI PASOK AYAM KAMPUNG DI LOMBOK TENGAH Mardiana, Mardiana; Nursan, Muhammad; Hidayati, Asri; Julianto, T. B.
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i2.2012

Abstract

Penelitian ini menganalisis kerentanan keberlanjutan usaha aktor marjinal, yaitu pedagang eceran dan pedagang keliling, dalam rantai pasok ayam kampung di Lombok Tengah. Dengan menggunakan data sekunder dan perhitungan Rasio Kerentanan Finansial (RKF), studi ini mengidentifikasi peran fungsional serta risiko yang dihadapi oleh kedua pelaku distribusi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang eceran memiliki tingkat kerentanan finansial yang lebih tinggi (RKF 0,25) dibandingkan pedagang keliling (RKF 0,17), meskipun keduanya berperan vital dalam menyerap produk dari pengepul dan menyalurkannya ke konsumen akhir. Margin keuntungan yang tipis, fluktuasi biaya operasional, dan keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kebangkrutan mereka. Kegagalan aktor marjinal ini berpotensi mengganggu stabilitas seluruh rantai pasok, mulai dari peternak hingga pengepul. Oleh karena itu, disarankan adanya intervensi kebijakan harga minimum dan penguatan kemitraan untuk menjaga profitabilitas dan keberlanjutan usaha mereka.