Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Nemui Nyimah

BANTUAN TEKNIS PEMBUATAN PETA KONDISI JALAN DUSUN SUKARAME DI DESA NATAR – KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Suyadi; Fajriyanto; Armijon; Sari, Atika
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 2 (2023): Nemui Nyimah Vol.3 No.2 2023
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i2.98

Abstract

Dusun Sukarame merupakan Dusun yang terletak di Desa Natar, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi eksisting jalan di Dusun Sukarame Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tidak seragam, ada yang sudah lapis aspal (Lapen), paving block, onderlagh dan jalan tanah. Tentu hal ini akan membuat kebingungan tersendiri terkait dengan rencana/usulan perbaikan jalan yang dapat diterapkan pada kondisi jalan-jalan tersebut. Sesuai Permendagri No. 114 Tahun 2014 maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDesa) merupakan dokumen dasar dalam perencanaan Desa. Dalam rangka mendukung perencanaan tersebut maka salah satu alat untuk mengumpulkan data kondisi dan potensi desa adalah dengan penyusunan peta desa dan kondisi jalan. Peta ini memiliki peranan antara lain, penegasan batas wilayah dusun, potensi perdagangan dan jasa, inventaris aset dusun, membantu perencanaan pembangunan infrastruktur dan dasar informasi pembangunan. Penggabungan pemanfaatan keilmuan Teknik Sipil dan Geodesi dalam hal ini adalah pembuatan peta dan kondisi jalan dengan melakukan survey lapangan seperti pemetaan batas dengan menggunakan GNSS, survey inventory jalan dan marking titik-titik seperti perdagangan jasa di lapangan yang selanjutnya akan di tampilkan dalam bentuk peta dusun.
Proses Penetapan dan Penegasan Batas Dusun 1 Induk, Desa Natar, Lampung Selatan Melalui Bimbingan Teknis Berbasis Parsipatory Mapping Fajriyanto; Tridawati, Anggun; Novianti, Tika Christy; Suyadi
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 2 (2023): Nemui Nyimah Vol.3 No.2 2023
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i2.104

Abstract

Pemetaan partisipatif memberikan representasi visual yang unik tentang apa yang masyarakat anggap sebagai tempat dan mengidentifikasi ciri-cirinya secara signifikansi di dalamnya, baik secara fisik maupun sosiokultural (Bird 1995; Tobias 2000). Lebih jauh lagi, proses pemetaan partisipatif mengakui nilai intrinsik dari pemetaan partisipatif yang menciptakan lingkungan inklusif dimana semua atau sebagian memiliki ruang untuk berekspresi (Rambaldi dkk. 2006). Pemetaan partisipatif menggunakan berbagai alat/teknik termasuk pemetaan sketsa, pemetaan transek, dan pemodelan tiga dimensi partisipatif. Inisiatif pemetaan partisipatif telah dimulai menggunakan teknologi informasi geografis termasuk Global Positioning Systems (GPS), foto udara dan penginderaan jauh (dari satelit), dan geospasial web (IFAD 2009; Johnson 2017). Tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam memetakan suatu wilayah meliputi proses pengambilan/pengukuran, pengolahan, dan penyajian data dalam bentuk peta garis serta peta foto. Pemetaan dengan menggunakan metode fotogrametri dan pemetaan darat serta peran aktif dari perangkat desa dan masyarakat yang merupakan salah satu metode mengambilan data spasial. Teknologi yang digunakan yaitu pesawat tanpa awak dalam hal ini menggunakan drone. Teknologi ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan data spasial (posisi, luasan, dimensi) yang dilakukan secara cepat, akurat dan fleksibel serta efesien dalam segi biaya (low cost). Hasil kegiatan bantuan teknis ini dapat merealisasikan pengadaan peta yang dibutuhkan oleh warga Dusun 1 Induk, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung. Produk akhir berupa pilar dan batas Dusun sebanyak 124 titik batas, 1 peta kartografi serta daftar koordinat titik batas guna meminimalisir terjadinya konflik pada daerah yang berbatasan.
Pembuatan WebGIS Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Sebagai Sarana Informasi dan Promosi Trisya Septiana; Muhammad Irsyad; Fajriyanto; Sandri Erfani; Akbar Andika Khadafi
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 1 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.1 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v4i1.126

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan aplikasi yang sangat penting dalam memetakan dan memberikan informasi mengenai berbagai lokasi dan objek di suatu wilayah. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi geospasial yang terus berkembang pesat, seperti penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan teknologi navigasi, sehingga dapat memberikan informasi yang sangat akurat dan detail mengenai suatu wilayah. Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung (BBPL) merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang perikanan, yang bertujuan untuk mengembangkan perikanan tangkap dan perikanan budidaya di wilayah Lampung. Dalam menjalankan kegiatannya, Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung memerlukan informasi yang akurat mengenai lokasi dan fasilitas yang tersedia di dalam area tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini sangat urgen dilaksanakan sebagai sarana informasi dan promosi dibutuhkan aplikasi SIG yang dapat memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi yang mereka butuhkan mengenai Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung. Aplikasi ini harus memiliki fitur-fitur yang lengkap, mulai dari pemetaan area, informasi fasilitas dan area, rute menuju Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung, hingga informasi tambahan yang dapat membantu pengunjung dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan kali ini berupa pembuatan WebGIS BBPL yang dapat menjadi sarana informasi dan promosi sehingga pengunujung lebih mudah dalam memerlukan informasi yang lebih cepat dan efektif.
PELATIHAN PEMBUATAN GULA SEMUT BERBAHAN BAKAR BIOGAS SEBAGAI UPAYA PENGOPTIMALAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA PEDESAAN Damayanti, Sri Ismiyati; Otik Nawansih; Br Ginting, Simparmin; Fajriyanto; Dyah Putri Larassati; Darmansyah; Donny Lesmana; Herti Utami
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i1.165

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan memperkenalkan dan memberi keterampilan kepada masyarakat terkait produksi gula semut dari nira kelapa berbahan bakar biogas. Target khususnya, masyarakat mampu memasang dan mengoperasikan instalasi kompor biogas industri kecil, serta memiliki keterampilan membuat gula semut dari nira kelapa berbahan bakar biogas. Hal lain yang juga diharapkan adalah berkurangnya jumlah nira yang digunakan untuk produksi tuak karena harga beli nira untuk produksi gula semut akan kompetitif akibat penggunaan biogas “gratis”. Metode yang digunakan adalah : (1) Sosialisasi rencana kegiatan, (2) Pelatihan pemasangan dan pengoperasian instalasi kompor biogas industri kecil, (3) Sosialisasi materi pembuatan gula semut dari nira kelapa mulai dari pemanenan nira hingga pengemasan gula semut yang sesuai standar, (4). Pelatihan dan pendampingan pembuatan gula semut dari nira kelapa serta penyimpanan dan pengemasannya, (5). Evaluasi kegiatan bersama masyarakat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat yang mempunyai digester biogas, petani nira kelapa, dan Ibu-Ibu KWT. Lokasi kegiatan di Desa Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung. Peran mitra pengabdian adalah menyiapkan bahan baku nira, menyiapkan stok biogas pada kapasitas maksimal, dan menyediakan tenaga dan konsumsi saat kegiatan. Seluruh kegiatan pengabdian berlangsung lancar. Masyarakat antusias mengikuti kegiatan. Sinergi yang baik juga terjalin antara tim dosen, mahasiswa, dan warga dari mulai persiapan, uji coba, hingga sosialisasi dan pelatihan pembuatan gula semut. Luaran pengabdian telah tercapai yaitu : (1). iptek yang didiseminasikan dapat dikenal, dipahami, dan masyarakat mempunyai keterampilan terkait iptek tersebut, (2). tersedianya 2 unit instalasi kompor biogas industri kecil, (3). Satu buah video kegiatan yang diupload di Youtube, (4). Satu buah poster kegiatan.