Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Role of FOMO, Personalization, and Social Sharing in Driving Customer Engagement and Brand Loyalty: Insights from Spotify Wrapped in Indonesia Agung Stefanus Kembau; Fresi Beatrix Lendo; Antonius Felix; Youngky Vincent
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i2.7357

Abstract

This study investigates the roles of Fear of Missing Out (FOMO), personalization, and social sharing behavior in influencing customer engagement and brand loyalty, with social media activity as a moderating factor. Using Spotify Wrapped as a case study, data was collected from 205 active Spotify users in Indonesia through an online survey. Structural Equation Modeling (SEM) was employed to analyze the relationships between variables and test the moderating effect. The findings show that personalization is the strongest driver of customer engagement, followed by social sharing behavior and FOMO. Social media activity significantly amplifies the effect of FOMO on engagement, highlighting the critical role of Indonesia’s highly social and trend-driven digital culture. Additionally, customer engagement strongly mediates the relationship between these factors and brand loyalty, underscoring the importance of emotional connections in retaining users. This study contributes to understanding how digital engagement strategies, such as Spotify Wrapped, resonate in culturally specific contexts like Indonesia. The results provide actionable insights for marketers and digital platforms aiming to leverage personalization and social influence to enhance user engagement and loyalty, while acknowledging the need for further exploration in diverse markets.Penelitian ini mengkaji peran Fear of Missing Out (FOMO), personalisasi, dan perilaku berbagi di media sosial dalam memengaruhi keterlibatan pelanggan (customer engagement) dan loyalitas merek (brand loyalty), dengan aktivitas media sosial sebagai variabel moderasi. Menggunakan Spotify Wrapped sebagai studi kasus, data dikumpulkan dari 205 pengguna aktif Spotify di Indonesia melalui survei online. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel dan efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personalisasi merupakan faktor terkuat yang mendorong keterlibatan pelanggan, diikuti oleh perilaku berbagi di media sosial dan FOMO. Aktivitas media sosial secara signifikan memperkuat efek FOMO terhadap keterlibatan, yang menyoroti peran penting budaya digital Indonesia yang sangat sosial dan berorientasi pada tren. Selain itu, keterlibatan pelanggan secara kuat memediasi hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan loyalitas merek, menegaskan pentingnya koneksi emosional dalam mempertahankan pelanggan.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana strategi keterlibatan digital, seperti Spotify Wrapped, beresonansi dalam konteks budaya spesifik seperti Indonesia. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pemasar dan platform digital untuk memanfaatkan personalisasi dan pengaruh sosial dalam meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pengguna, dengan tetap mengakui perlunya eksplorasi lebih lanjut di pasar yang beragam
ANALISA KINERJA SUATU PERUSAHAAN DI JAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD Antonius Felix
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v1i1.2286

Abstract

Penelitian dilakukan di sebuah perusahaan distribusi di Jakarta dengan melakukan pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard agar bisa menganalisa secara keseluruhan perspektif antara lain perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Metode penelitian adalah dengan survey lapangan, wawancara dan kuesioner. Permasalahan adalah penurunan penjualan perusahaan sejak tahun 2017. Teknik Pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan penelitian lapangan, penelitian langsung pada objek yang diteliti. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan dalam keadaan sehat, perspektif yang paling rendah adalah perspektif proses bisnis internal, walau perspektif lain dalam keadaan baik, namum tetap perlu adanya kemajuan berkelanjutan. Perusahaan perlu untuk menambahkan lini product, setidaknya menambah supplier baru , karena di perspektif ini sangat rendah dan membuat bargaining power dari supplier tinggi. Malah jika memungkinkan mulai untuk memulai brand sendiri. Melakukan penugasan kembali job description karena beberapa sistem sudah tidak sesuai dengan karyawan yang baru, harus di sesuaikan lagi dan perlu mengisi kursi- kursi yang memang kosong supaya tidak terlalu pembebanan di individu - individu tertentu. Saran dari penelitian ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan disarankan penambahan supplier, aftersales lambat, harus adanya SOP yang lebih baik dan sistem reward.Kata Kunci: Balanced Scorecard, pengukuran kinerja, manajemen strategis The research was conducted at a distribution company in Jakarta by measuring performance using the Balanced Scorecard in order to analyze the overall perspective, including financial, customer, business process, and learning and growth perspectives. The research method is by field survey, interview and questionnaire. The problem is the decline in company sales since 2017. The data collection technique that the writer does is by field research, direct research on the object. The data used are primary data and secondary data. The results showed that the company is in good health, the lowest perspective is the perspective of internal business processes, although other perspectives are in good condition, there is still a need for continuous progress. Companies need to add product lines, at least add new suppliers, because in this perspective it is very low and makes the bargaining power of suppliers high. In fact, if possible start to start your own brand. Reassigning job descriptions because some systems are no longer suitable for new employees, have to be adjusted again and need to fill empty seats so as not to be too burdensome for certain individuals. The suggestion of this research is that there are several things that must be considered, suggesting additional suppliers, slow after sales sales, better SOP and reward system.Keywords: Balanced Scorecard, performance analysis, strategic management
Can User-Generated Content Drive the Purchase of Sustainable Products? Exploring the Role of Persuasion Knowledge Among Young Consumers in Jakarta Agung Stefanus Kembau; Fresi Beatrix Lendo; Antonius Felix; Steffie Debbyana Wijaya
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v5i1.8309

Abstract

This study explores the significant influence of User-Generated Content (UGC) on the purchase intention for sustainable products among young consumers in Jakarta, Indonesia, with persuasion knowledge acting as a mediating factor. In an era where digital platforms are reshaping consumer behavior, especially in emerging markets, understanding the role of UGC in driving sustainable consumption is essential. While UGC's impact on general consumer behavior is well-documented, its specific effect on sustainability-driven decisions remains underexplored. This study addresses this gap by examining how young, digitally-engaged consumers interpret UGC and how their awareness of persuasive intent shapes their willingness to purchase sustainable products. Employing a quantitative approach, data was collected from 158 respondents in Jakarta, revealing that UGC significantly enhances purchase intention, with persuasion knowledge amplifying this effect. The findings underscore the pivotal role of digital content in fostering sustainable consumption and provide valuable insights for marketers looking to leverage UGC in promoting environmentally-conscious consumer behavior in Indonesia’s rapidly evolving digital ecosystem.
The Abuse of Freedom of Speech in the Digital Era: Social Media in the Perspective of Constitutional Law Ridwan Syaidi Tarigan; Antonius Felix
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 4 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i4.3248

Abstract

Freedom of expression in digital spaces confronts increasingly complex constitutional challenges as social media becomes the dominant arena of contemporary public discourse. This study examines the abuse of expressive freedom on social media through a constitutional law framework, integrating normative-doctrinal analysis with multistakeholder empirical inquiry. The primary theoretical contribution lies in the construction of a constitutionally grounded analytical framework that evaluates digital speech regulation against the principles of lex certa, proportionality, and legal certainty as mandated by the 1945 Indonesian Constitution. The study engaged 25 purposively selected respondents across four strategic groups social media users, law enforcement officials, legal practitioners, and constitutional law academics to ensure normative depth alongside implementation insight. Findings reveal a constitutionally significant gap between the expressive freedom guarantees under Article 28E and the operational realities of ITE Law enforcement. The statute demonstrably produces structural chilling effects that suppress constitutionally protected expression, violates the proportionality standard embedded in Article 28J, and fails the lex certa threshold due to its high degree of normative ambiguity. This study argues that meaningful digital regulatory reform demands not merely technical revision but a paradigmatic reorientation that repositions freedom of expression as a primary constitutional value rather than a residual concession. A hybrid governance model integrating regulatory oversight with community-based moderation mechanisms, anchored within a coherent constitutional framework, is proposed as a principled and sustainable solution.
Credibility Increases Visit Intention, but Misinformation Risk Weakens It: Evidence from TikTok F&B Search Agung Stefanus Kembau; Grace Felicia Djayapranata; Antonius Felix; Ali Wardhana; Fresi Breatrix Lendo
Petra International Journal of Business Studies Vol. 9 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Master of Management, School of Business and Management, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok increasingly serves as an experiential search environment for Indonesian Gen-Z, shaping how food and beverage (F&B) venues are discovered, evaluated, and chosen. This study investigates how perceived affordances and perceived search value influence perceived credibility in TikTok-based F&B search, how credibility and search satisfaction subsequently shape visit intention, and under what conditions perceived misinformation risk weakens this process. A cross-sectional survey of Gen-Z TikTok users in Greater Jakarta (N = 234) was analyzed using partial least squares structural equation modeling. The results indicate that both perceived affordances and perceived search value enhance perceived credibility, with search value emerging as the relatively stronger route. Credibility increases search satisfaction, and together credibility and satisfaction are associated with higher intention to visit F&B venues found via TikTok. The findings also show that when users perceive higher misinformation risk on the platform, the positive relationship between credibility and visit intention becomes weaker, indicating that trust in content does not automatically translate into action under conditions of platform-level skepticism. The study contributes an integrated mechanism that links platform design and experiential value to credibility, satisfaction, and behavioral intention, while identifying perceived misinformation risk as a boundary condition for conversion. For managers, the findings highlight the importance of designing high-fit, low-friction discovery experiences and strengthening transparent integrity signals so that short-video search more reliably leads to offline visits.
PERANCANGAN APLIKASI "RECYCLE REWARDS" BERBASIS PMBOK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA Antonius Felix; Vincentius Leonardo
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16707

Abstract

Bagian pengantar menggambarkan volume limbah rumah tangga yang semakin meningkat di Indonesia. Seperti yang dilaporkan oleh Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), negara ini menyaksikan penumpukan sekitar 38.264.345 ton limbah pada tahun 2023, dengan 38,25% belum terkelola dengan baik. Situasi ini diperburuk oleh kekurangan dalam pelaksanaan sistem manajemen limbah yang terdigitalisasi serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Tujuan studi Studi ini dirancang untuk mengembangkan aplikasi mobile "Recycle Rewards" untuk memfasilitasi pengambilan, pemilahan, dan pemberian insentif kepada konsumen, sehingga mendorong partisipasi yang lebih aktif dalam pengumpulan limbah rumah tangga dan meningkatkan edukasi lingkungan. Metode Metodologi desain yang digunakan adalah Project Management Body of Knowledge (PMBOK), yang terdiri dari lima fase utama: inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian, serta penutupan proyek. Pendekatan sistematis ini memastikan integrasi fitur-fitur keberlanjutan secara efisien. Hasil Penelitian ini menghasilkan dokumen perencanaan proyek komprehensif yang mencakup Project Charter, Work Breakdown Structure (WBS), estimasi anggaran sebesar IDR 47.330.000, waktu pelaksanaan proyek 11 bulan, dan desain detail UI/UX aplikasi yang intuitif. Bukti penerapan PMBOK menunjukkan penyediaan sistem formal pengendalian proyek untuk memastikan penyelesaian yang komprehensif, tepat waktu, dan berkelanjutan.
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS LAYANAN SHOPEE MALL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Antonius Felix; Selly Swandari; Akbar Lufi Zulfikar
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan Shopee Mall terhadap keputusan pembelian konsumen, dengan mempertimbangkan metode penelitian dan temuan dari penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan responden konsumen Shopee Mall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baaik kualitas produk maupun kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Kualitas produk terbukti memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan kualitas layanan. Penelitian ini juga mengkaji hasil dari penelitian terdahulu yang sejalan dengan temuan ini, memperkuat kesimpulan bahwa peningkatan kualitas produk dan layanan sangat penting untuk meningkatkan kepuasan dan keputusan pembelian konsumen. 
TRANSFORMASI PENGALAMAN KONSUMEN DALAM KAMPANYE “BELI LOKAL” PADA TIKTOK SHOP SETELAH INTEGRASI DENGAN TOKOPEDIA Antonius Felix; Julius Sutrisno
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16715

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengalaman konsumen dalam program "Beli Lokal" di TikTok Shop. Latar belakang dari penelitian ini adalah perkembangan teknologi yang mengubah gaya hidup masyarakat, terutama generasi Z, ke arah yang lebih konsumtif melalui belanja online. TikTok Shop muncul sebagai platform e-dagang yang menghubungkan penjual, pembeli, dan kreator. Meskipun awalnya mendapat dukungan, TikTok Shop kemudian ditutup sementara waktu karena dampak negatifnya terhadap UMKM lokal. Namun, kemudian TikTok bermitra dengan Tokopedia untuk membuka kembali TikTok Shop dengan fokus pada "beli lokal" untuk mempromosikan produk UMKM lokal Indonesia.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman pelanggan dalam program "Beli Lokal" di TikTok Shop. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara dengan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen di media sosial seperti TikTok Shop meliputi review produk, interaksi dengan media sosial, citra merek, dan iklan yang disajikan. Pengalaman pelanggan yang positif dalam program "Beli Lokal" di TikTok Shop dapat mendorong minat dan loyalitas konsumen terhadap produk lokal Indonesia. 
MENGAPA KONSUMEN DI KOTA AMBON MEMILIH SHOPEE? ANALISIS PENGARUH TAGLINE GRATIS ONGKIR DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TENGAH PERSAINGAN PLATFORM DIGITAL Antonius Felix; Selly Swandari; Agung Stefanus Kembau; Devi Yurisca; Julius Sutrisno; Rafaela Marsyel Dermawan
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16711

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh tagline “gratis ongkir” terhadap keputusan pembelian konsumen Shopee di Kota Ambon, wilayah Indonesia Timur yang memiliki biaya logistik relatif tinggi. Persaingan e-commerce mendorong penggunaan tagline gratis ongkir sebagai strategi komunikasi pemasaran untuk mengurangi hambatan biaya pengiriman, namun dalam praktiknya kerap terjadi ketidaksesuaian antara pesan promosi dan implementasi. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh tagline tersebut terhadap keputusan pembelian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tagline “gratis ongkir” berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan koefisien regresi sebesar 0,228 dan nilai signifikansi 0,016. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap promosi gratis ongkir berkontribusi dalam mendorong keputusan pembelian, terutama pada wilayah dengan ongkos kirim tinggi. Oleh karena itu, efektivitas strategi komunikasi pemasaran e-commerce perlu didukung oleh konsistensi implementasi agar mampu menjaga kepercayaan konsumen
Memahami Kepuasan Pelanggan : Mengeksplorasi Customer Experience dengan Pendekatan Observasi Online Antonius Felix; Lia, Singgi, Katherine , Sarah Felina , Cindy Claudia Natalie
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i1.843

Abstract

The restaurant industry is one of the most popular businesses among the public due to its high profit potential. The purpose of this research is to determine the extent to which customer experiences, including product quality, pricing, and service quality, influence customer satisfaction. This study adopts a qualitative approach with descriptive and expnatory methods based on secondary data. Data collection involves two samples from online platforms, Tripadvisor and Google Review, to gather information about customer perceptions of the Lobo & Juno restaurant. The results of this study indicate that customers perceive satisfaction from the quality of products, especially the service provided, and although the prices are relatively high, the excellent service quality compensates for the cost.