Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Livelihood Asset Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Program Perhutanan Sosial Di Desa Wungu Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Mofit Jamroni; Rifdha Nadira Salsabila
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 1 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i1.2438

Abstract

Program perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan di kawasan hutan negara atau hutan adat oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan, dan dinamika sosial budaya dengan memberikan akses legal kepada masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui peningkatan asset penghidupan. Salah satu sasaran dari program ini adalah pada Lembaga Masyarakat Pengelola Sumber Daya Hutan (LMSPDH) Ngudi Waluyo yang bertempat di Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat asset penghidupan masyarakat sekitar hutan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan data primer menggunakan kuesioner melalui wawancara dengan 75 responden. Sampel tersebut ditentukan berdasarkan metode pengambilan sampel Simple Random Sampling dengan metode analisis data yakni menggunakan analisis statistic deskriptif dan analisis skoring dengan software Microsoft Excel. Hasil penelitian ini adalah program perhutanan sosial belum mampu meningkatkan kesejahteraan serta asset penghidupan LMPSDH Ngudi Waluyo di Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Pada pemanfaatan asset penghidupan, terjadi penurunan pada modal manusia, modal fisik, dan modal keuangan dari selama pelaksanaan program perhutanan sosial. Sedangkan pada modal sosial masih dalam kategori baik walaupun terjadi penurunan. Kemudian, modal alam tidak terjadi penurunan selama proses pelaksanaan program tersebut.
Pelatihan Pengolahan produk Kudapan Bebahan Baku Pangan Lokal Siswantoro, Ajik; Pertiwi, Vi’in Ayu; Utomo, Medea Ramadhani; Jamroni, Mofit; Muslimin, Yusti Dina; Amalia, Rizka; Laili, Fitrotul; Handono, Setyo Yuli
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.08

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian bisa dilakukan dengan banyak cara salah satunya dengan pelatihan. Pelatihan dengan menguunakan bahan baku lokal merupakan bentuk terobosan baru di dalam memanfaatkan potensi lokal. Pelatihan yang di rancang kali ini adalah pembuatan aneka kudapan dengan bahan baku lokal. Jika potensi lokal bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan berdapak kepada ekonomi rumah tangga yang semakin membaik. Melihat kondisi tersebut, maka kegiatan pelatihan dalam upaya memanfaatkan potensi komoditi pertanian lokal. Pelatihan di anggap perlu untuk meningkatkan ketrampilan ibu-ibu rumah tangga dan meningkatka jiwa wira Usaha. Berdasarkan analisis masalah di atas, maka usulan model kegiatan adalah: Pelatihan peningkatan kreatifitas membuat aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan pelatihan dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengelolaan usaha. Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu: Memberikan pelatihan, modul materi pelatihan, serta Praktek pembuatan beberapa jenis aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal (Talas dan Labusiam). Target luaran kegiatan adalah: Peserta dapat membuat aneka macam kudapan dengan bahan baku pangan lokal, mampu mempraktekan secara bekelanjutan, terdapat prodak khas lokasi pengabdian dan menghasilkan pliblikasi jurnal nasional.
Pelestarian Budaya dan Warisan Lokal Masyarakat Sekitar Mikro Wisata Kawasan Penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Andriatmoko, Novil Dedy; Sunarto, Bintar Probo; Ma'ruf, Zulfan Firdaus; Izzati, Erwinda Mufidah; Hilmi, Muhammad Aldian; Aurelia Ludvie, Shakira Khunaira; Jamroni, Mofit
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.01

Abstract

Pariwisata yang berkelanjutan merupakan implementasi tujuan SDGs dalam sektor pariwisata yang bertujuan meminimalisir dampak negatif terhadap aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Keberlanjutan pariwisata dari aspek budaya dapat dilihat dari pelestarian budaya dan warisan lokal di sekitar kawasan wisata, yang dianalisis melalui kepedulian masyarakat dan upaya menjaga budaya tersebut. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan pada 9 lokasi mikro wisata di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yaitu Hutan Pinus Semeru, Tumpak Sewu, Kapas Biru, Kopi Rejo, Winong Camping Ground, Puncak B29, Ranu Lingga Rekisi, Madakaripura, dan Seruni Point. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-November 2024, menggunakan purposive sampling dan metode triangulasi untuk validasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman budaya seperti Bantengan, Jaranan, Reog, Wayang Kulit, Tari Legong, dan lain-lain, serta warisan lokal seperti Punden, Sungai Umbulan, Candi Jawa, dan berbagai tradisi kuliner dan situs bersejarah. Tingkat kepedulian masyarakat terhadap budaya dan warisan lokal terlihat dari peran mereka sebagai pelaku seni maupun penikmat budaya tersebut. Upaya pelestarian dilakukan melalui pembentukan kelompok seni dan penyebaran pengetahuan tentang budaya kepada wisatawan. Secara keseluruhan, pariwisata berkelanjutan ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya dan warisan lokal, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata.
Peningkatan Efisiensi Produksi Teh Bunga Rosela di UMKM Anugerah Alam Wilis Melalui Diseminasi Food Dehydrator Beauty Suestining Diyah Dewanti; Andan Linggar Rucitra; Wendra Gandhatyasri Rohmah; Dhita Morita Ikasari; Mofit Jamroni; Adelya Desi Kurniawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 4, No. 2: October 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2025.v4i2.7621

Abstract

Teh bunga rosela merupakan bagian dari minuman herbal yang semakin popular. Minuman ini dibuat dari bunga kering Hibiscus sabdariffa dan memiliki rasa yang segar dan asam. Produksi teh rosella membutuhkan waktu 2 hari untuk sekali proses produksi. Waktunya 80% dibutuhkan untuk penjemuran kelopak bunga rosela yang mengandalkan panas sinar matahari. Jika keadaan mendung atau musim hujan, produksi teh rosela menjadi kurang efisien dan butuh waktu lebih lama sehingga kesulitan untuk meningkatkan kapasitas produksi pada waktu permintaan tinggi atau pada masa panen bunga rosela sedang melimpah. Pengeringan menggunakan sinar matahari membutuhkan waktu yang lama, kualitas produk yang tidak seragam, serta kemungkinan terjadinya kontaminasi. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yaitu adanya penguatan teknologi fasilitasi produksi dengan food dehydrator sehingga akan bisa meningkatkan efisiensi proses dan kualitas produk dengan maksimal. Sehingga diharapkan dengan adanya food dehydrator untuk proses pengeringan maka kadar air rosela kering bisa mencapai 5-7%, waktu pengeringan maksimal 24 jam dengan suhu pengeringan maksimal 70°C.Kata kunci: bunga rosela, food dehydrator, minuman herbal, pengeringan