Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Development of a Multi-Strategy Model for Rural Reduction of Poverty Jamroni, Mofit; Amalia, Rizka; Ambayoen, Mas Ayu; Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Sunarto, Bintar Probo; Ma'ruf, Zulfan Firdaus
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1084

Abstract

Interrelated structural, social, and administrative factors still influence rural poverty in East Java. This activity aims to analyze the effectiveness of various approaches to poverty alleviation, develop an integrative model appropriate to the region's characteristics, and formulate recommendations for sustainable multi-strategy policies. Data collection was conducted through document studies, observations, and indept interview in three regency, Probolinggo, Blitar, and Nganjuk. The research results show that low agricultural productivity, limited market access, weak local economic institutions, dependence on social assistance, and inaccurate beneficiary data are the leading causes of rural poverty. Each region has a different context, ranging from mentalities and economic capacity barriers to infrastructure inequalities and data accuracy issues that trigger social conflicts. Based on these findings, a multi-strategy model was developed around three main pillars: sharpening fiscal and non-fiscal resources, integrating cross-sectoral programs with the same objectives, and filling program gaps through data strengthening and profession-based empowerment. The multi-strategy approach framework serves as a foundation to ensure that interventions are targeted and aligned with the real needs of the community. This recommendation model is expected to strengthen improve program effectiveness, and accelerate rural poverty reduction by increasing economic capacity and fostering more targeted policy synergies.
Analisis Livelihood Asset Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Program Perhutanan Sosial Di Desa Wungu Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Mofit Jamroni; Rifdha Nadira Salsabila
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 1 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i1.2438

Abstract

Program perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan di kawasan hutan negara atau hutan adat oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan, dan dinamika sosial budaya dengan memberikan akses legal kepada masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui peningkatan asset penghidupan. Salah satu sasaran dari program ini adalah pada Lembaga Masyarakat Pengelola Sumber Daya Hutan (LMSPDH) Ngudi Waluyo yang bertempat di Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat asset penghidupan masyarakat sekitar hutan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan data primer menggunakan kuesioner melalui wawancara dengan 75 responden. Sampel tersebut ditentukan berdasarkan metode pengambilan sampel Simple Random Sampling dengan metode analisis data yakni menggunakan analisis statistic deskriptif dan analisis skoring dengan software Microsoft Excel. Hasil penelitian ini adalah program perhutanan sosial belum mampu meningkatkan kesejahteraan serta asset penghidupan LMPSDH Ngudi Waluyo di Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Pada pemanfaatan asset penghidupan, terjadi penurunan pada modal manusia, modal fisik, dan modal keuangan dari selama pelaksanaan program perhutanan sosial. Sedangkan pada modal sosial masih dalam kategori baik walaupun terjadi penurunan. Kemudian, modal alam tidak terjadi penurunan selama proses pelaksanaan program tersebut.