Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STRATEGI KEBERHASILAN SDGs DALAM PENGENTASAN KEMISKINNAN MELALUI PESANTREN NURUL QORNAIN BALETBARU SUKOWONO JEMBER nurul hikmah, Faiqoh; Supranoto, Supranoto; Wahyudi, Edy; Khristianto, Wheny; Oktawirani, Panca
ACTON Vol 21 No 1 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/acton.v21i1.6578

Abstract

Strategi Keberhasilan SDGs dalam pengentasan kemiskinan sebagai proses dan hasil dalam menjembatani perubahan makna dalam mendistribusikan norma global ke dalam norma lokal. Pelokalan ini menjadi jembatan strategi keberhasilan SDGs. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjalankan SDGs dari PBB yang disebut norma global. Norma global membutuhkan jembatan untuk masuk ke dalam norma lokal agar bias diterima dengan baik oleh masyarakat. Keterlibatan partisipasi masyarakat diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menginternalisasikan norma global ke dalam norma lokal dalam pembangunan berkelanjutan di desa, mendeskripsikan Strategi Keberhasilan ke dalam faktor pendukung dan penghambat dalam pengentasan kemiskinan. Lokus penelitian di Pesantren Nurul Qornain Baletbaru dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi keberhasilan SDGs di Pesantren Nurul Qornain Baletbaru Sukowono Jember telah berhasil karena keterlibatan Religius value (nilai agama) yang dimiliki Kiyai yang ditaati di dalam pesantren. Hal ini sesuai dengan kearifan lokal dan budaya setempat yang menjujung tinggi nilai relijius. Pesantren sebagai leading sector dalam pengentasan kemiskinan mampu berperan dalam memodifikasi norma global ke dalam norma lokal yang mudah diterima dan dipahami oleh santri dan masyarakat sekitar. Namun perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah desa dan stakeholder lain perlu dilibatkan agar pencapaian SDGs di desa ini berjalan maksimal.
Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Starbucks Coffee Khristianto, Wheny; Yanti, Hari; Wahyudi, Edy
AGRIBEST Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i2.19616

Abstract

Perkembangan dunia bisnis di bidang kopi sangat pesat sehingga mengharuskan perusahaan untuk memahami perilaku konsumen agar dapat bersaing dengan perusahaan lain dan mampu menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi konsumen, persepsi konsumen dan gaya hidup konsumen terhadap keputusan pembelian. Data dikumpulkan dari 150 konsumen yang berdomisili di Kecamatan Sumbersari, Kaliwates dan Patrang, Kabupaten Jember dan pernah melakukan pembelian di Starbucks Coffee di wilayah Indonesia. Analisis data menggunakan Partial Least Squares SEM (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian, persepsi konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan gaya hidup konsumen juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian, serta motivasi konsumen, persepsi konsumen, dan gaya hidup konsumen secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN PADA KOPIXEL JEMBER Taufiqurrochman, Muhammad; Khristianto, Wheny; Wahyudi, Edy
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBis) Vol 3 No 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/jimbis.v3i1.6075

Abstract

Kopixel merupakan salah satu cafe yang ada di Kabupaten Jember dan beralamat di Jalan Sumatra No. 101a, Tegal Boto Lor, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Persaingan yang ketat dan banyak munculnya café yang baru menimbulkan pertanyaan bagi peneliti bagaimana implementasi bauran pemasaran yang digunakan Kopixel agar mampu bertahan dan bersaing dalam dunia pemasaran yang semakin pesat. Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan bauran pemasaran yang ditinjau dari aspek bauran pemasaran pada Kopixel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kopixel menerapkan strategi bauran pemasaran 7P yang meliputi product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Café ini menjual 67 jenis pilihan minuman dengan berbagai rasa dan 10 pilihan makanan. Kopixel menentuan harga melalui pengamatan harga pasar yang disesuaikan dengan segmentasi pasar dan berdasarkan tingkat strategis lokasi. Strategi promosi yang dilakukan menggunakan strategi word of mouth, direct marketing dan media sosial. Kopixel dapat menerapkan usahanya hingga saat ini karena dapat menerapkan aspek strategi bauran pemasaran serta terus melakukan inovasi-inovasi agar usahanya tersebut dapat berkembang dan bertahan.
How Strategic Flexibility Affects Digital Transformation: Empirical Study On Modern Coffee Shops in Indonesia Khristianto, Wheny; Trihartono, Agus; Wahyudi, Edy
Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship Vol. 9 No. 3 (2023): IJBE, Vol. 9 No. 3, September 2023
Publisher : School of Business, IPB University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/ijbe.9.3.383

Abstract

Modern coffee shop industry players face changes in their environment that require them to adapt their actions and strategies very quickly. In this highly competitive environment, resources have become essential for companies that influence strategic flexibility. For companies, strategic flexibility is obtained when an organization develops or obtains a series of actions that enable it to outperform its competitors. In a dynamic and rapidly changing environment in the Industrial Revolution 4.0 era, modern coffee shops must be able to utilize their dynamic capabilities. This study aimed to examine and explain the effect of market sensing capability and entrepreneurial orientation on strategic agility and the effects of strategic flexibility on digital transformation among modern coffee shops. The data were taken from 85 modern coffee shops in three sub-districts in Jember Regency and tested using WarpPLS 6.0. The results show that market sensing ability and entrepreneurial orientation have a significant role in influencing strategic flexibility. This research also proves that strategic flexibility influences digital transformation among modern coffee shops. Keywords: digital transformation, dynamic capability, entrepreneurial orientation, market sensing capability, strategic flexibility
PENGARUH RESTAURANT ATMOSPHERE DAN PERCEIVED VALUE TERHADAP CUSTOMER BEHAVIORAL INTENTION PADA RESTO SEAFOOD SITUBONDO Maimuna, Riski; Suhartono, Suhartono; Khristianto, Wheny
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 19 (2023): Issue 3
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v19i3.1715

Abstract

The high growth of restaurants has an impact on tight business competition. It gives the Situbondo Seafood restaurant the right marketing strategy and can influence customer behavior intentions. The appearance of a modern restaurant based on customers' wishes and needs impacts customer behavior intentions that can benefit the company. This study aims to analyze the effect of restaurant atmosphere and perceived value on customer behavior intentions and identify the most dominant variable influencing customer behavior intentions in Situbondo Seafood restaurant. This research method uses a quantitative approach with associative techniques. Data collection used a non-probability sampling technique with a purposive sampling sample through a questionnaire filled out by 130 Situbondo Seafood restaurant consumers. The results of the partial test of this study indicate that restaurant atmosphere has a significant positive effect on customer behavioral intention, and perceived value also has a significant positive effect on customer behavioral intention. Meanwhile, simultaneously, the atmosphere of the restaurant and perceived value have a significant positive effect on customer behavioral intention. Keywords: restaurant atmosphere, perceived value, customer behavioral intention
ANALISIS HAK PATEN KOPI DAN LOCAL WISDOM DALAM TEORI GOOD GOVERNANCE UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI LOKAL Wahyudiono, Andhika; Supranoto; Edy Wahyudi; Panca Oktawirani; Wheny Khristianto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sg9cxh32

Abstract

Kesejahteraan petani kopi Banyuwangi masih rendah meskipun produksi tahunan menunjukkan peningkatan signifikan. Oleh karena itu, integrasi local wisdom dan hak paten kopi diperlukan menjaga nilai komersial produk. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi mekanisme tata kelola berbasis good governance untuk memperkuat kesejahteraan petani. Selain itu, penelitian menganalisis integrasi budaya lokal, indikasi geografis, serta perlindungan hak kekayaan intelektual secara kontekstual. Dengan demikian, penelitian memberikan kontribusi teoritis maupun praktis pada tata kelola kopi Banyuwangi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desk study dengan teori administrasi publik Waldo serta konsep nilai publik. Selain itu, penelitian menggunakan teori good governance untuk menelaah prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam konteks perlindungan hak paten. Data penelitian bersumber dari laporan produksi BPS, kajian Basalamah, serta panduan DJKI mengenai indikasi geografis. Selanjutnya, triangulasi digunakan memperkuat validitas data agar interpretasi akademik menjadi konsisten. Oleh sebab itu, metodologi ini menekankan integrasi teori administrasi publik dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan hak paten dan indikasi geografis meningkatkan posisi tawar petani kopi. Selain itu, diferensiasi produk berbasis kearifan lokal memperkuat daya saing ekonomi daerah. Pembahasan memperlihatkan integrasi hukum dan budaya menciptakan sinergi keberlanjutan sektor kopi Banyuwangi. Kesimpulan menegaskan tata kelola inklusif meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. Rekomendasi diarahkan pada pemerintah daerah serta asosiasi petani untuk memperkuat perlindungan hukum.
Pluralisme Hukum dalam Layanan Publik: Model Perlindungan Kopi Indikasi Geografis Banyuwangi Berbasis Aturan Lokal Petani Wahyudiono, Andhika; Supranoto, Supranoto; Wahyudi, Edy; Oktawirani, Panca; Khristianto, Wheny
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 12 (2025): GJMI - Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1911

Abstract

Rendahnya penerjemahan aturan lokal (petik merah) ke standar layanan publik formal, sehingga IG berisiko menjadi dokumen administratif tanpa kontrol kualitas riil. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model layanan publik pluralistik yang mengharmonisasikan hukum negara dan living law komunitas petani untuk menjaga reputasi serta nilai ekonomi kopi. Metodologi menggunakan desain yuridis empiris kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara informan purposif, dan dokumen legal. Analisis memakai triangulasi teori. Teori utama mencakup pluralisme hukum Griffiths, tata kelola komunal Ostrom, dan perspektif budaya kekayaan intelektual Coombe. Lokasi penelitian mencakup empat kecamatan produsen kopi seluas 9.959 Ha. Hasil menunjukkan formalisasi IG oleh DJKI berdampak pada kenaikan harga Green Bean hingga 62% dan harga petik merah menyentuh Rp90.000/kg karena kepatuhan SOP komunal yang dimonitor MPIG. Kesimpulan menegaskan model layanan publik pluralistik yang fasilitatif memperkuat legitimasi aturan lokal dan keberlanjutan kualitas. Rekomendasi mencakup institusionalisasi model LPP di Pemkab, penguatan MPIG, standar verifikasi substantif, dan replikasi kebijakan IG komoditas lokal secara nasional.
RESPONSIVITAS PUBLIK: MENGINTEGRASIKAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI DAN MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL OSING DALAM TATA KELOLA BANYUWANGI Andhika Wahyudiono; Supranoto Supranoto; Edy Wahyudi; Panca Oktawirani; Wheny Khristianto
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/qbavxb80

Abstract

The coffee industry in Banyuwangi requires formal legal safeguards to protect its communal value; nevertheless, the incorporation of Osing local wisdom into Geographic Indications (GI) governance remains routinely overlooked, posing risks to the cultural and economic reputation of coffee producers. This study aims to examine the proactive responsiveness of local government, bureaucratic adaptation mechanisms, and the influence of GI certification on farmer reputation. The methodology outlines a descriptive qualitative approach conducted within primary coffee-producing centres, employing purposeful sampling, interpretative narrative analysis, and data triangulation to ensure research validity. The core theoretical basis comprises communal governance responsiveness, common property regimes, and policy integration models. Findings indicate that local authorities have acted pre-emptively in consolidating technical and cultural datasets into bureaucratic processes; these measures have contributed to a 300–400 per cent rise in coffee production and market value whilst reaffirming Osing customary norms as a central pillar of reputational preservation. The study concludes that GI frameworks have upheld communal ownership principles, strengthened bureaucratic responsiveness, and supported sustainable economic trajectories for farmer communities. Key recommendations propose institutional reinforcement of the MPIG, formalisation of customary standard operating procedures, and market promotion rooted in communal narrative strategies.
Pengaruh Store Atmosphere dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Pada Gramedia Jember Pratama Yudha Nugraha; Dwi Windradini; Wheny Khristianto
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.43959

Abstract

This research aims to determine the influence of store atmosphere and service quality on purchasing decisions both simultaneously and partially. This research uses a causal quantitative research design. The subjects in this research were 140 Gramedia Jember consumers people with the objects used in this research are store atmosphere, service quality and purchasing decisions. Method of collecting data the questionnaire used was a questionnaire and the analysis technique used was multiple linear regression analysis. The results of this research are (1) store atmosphere and service quality have a significant influence on purchasing decisions. (2) store atmosphere has a significant effect on purchasing decisions. (3) service quality has a positive and significant effect purchase decision.Keywords: store atmosphere; service quality; purchase decisionPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh store atmosfer dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif kausal. Subyek dalam penelitian ini adalah konsumen Gramedia Jember yang berjumlah 140 orang dengan objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah store atmosfer, kualitas pelayanan dan keputusan pembelian. Metode pengumpulan data kuesioner yang digunakan adalah kuesioner dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah (1) suasana toko dan kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. (2) suasana toko berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. (3) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelianKata Kunci: store atmosphere; kualitas pelayanan; keputusan pembelian
Bridging Tradition and Policy: Local Regulation and the Sustainability of the Hemaq Beniung Indigenous Forest Dini Zulfiani; Thalita Rifda Khaerani; Wheny Khristianto
Forest and Nature Vol. 1 No. 4 (2025): October
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v1i4.19

Abstract

Indigenous forests in Indonesia are vital ecological and cultural assets, yet they often face legal uncertainty and limited recognition within formal governance systems. To address this, the Regional Regulation of West Kutai Regency Number 6 of 2014 concerning the Protection of Customary Forests, Historical Sites, Flora and Fauna, and Environmental Conservation in West Kutai Regency provides formal recognition and a legal framework for safeguarding indigenous forest management. This study analyzes how the regulation bridges indigenous law with formal governance to ensure the sustainability of the Hemaq Beniung Indigenous Forest in Juaq Asa Village, East Kalimantan. A qualitative descriptive approach was employed, drawing on interviews with government officials, indigenous leaders, and forestry stakeholders, as well as document analysis and field observations. The findings show that regional regulation establishes a foundation for protection, supervision, and conservation, while strengthening indigenous rights and community participation. Its implementation has enhanced legal recognition, fostered collaboration between government and communities, and improved conservation outcomes for biodiversity. However, challenges remain, including limited enforcement resources and pressures from illegal logging and forest conversion. This study emphasizes the significance of local regulation as a vital policy instrument for incorporating customary practices into formal governance, thereby enhancing both ecological sustainability and the resilience of indigenous communities.